Tukang Pijat Buta Di Panggil Memijat Anak Genderuwo


Di Pinggiran Desa kecil terdapat tukang pijat buta yang memiliki keahlian memijat bernama pak Muslam.
Keahlian nya memijat  membuat nya memiliki  banyak pelanggan  untuk memijat  dari  anak kecil hingga   orang dewasa .
Suatu hari, tetangga nya  ibu Bariah datang dengan anaknya yang mengeluh sering terbangun tengah malam .
" Assalamualaikum"  kata nya member salam .
" Walaikum salam" sahut pak Muslam dari dalam rumah nya.
Dia membuka kan pintu dan 
memersilahkan masuk.
Ibu Bariah  menceritakan " pak Muslam , dalam beberapa bulan ini anak ku si Temon  sering terbangun di tengah malam dalam keadaan ketakutan dan berteriak - teriak ketakutan , kata nya melihat sosok yang menyeram kan " .
Pak Muslam dengan hati-hati memijat  tubuh anak tersebut sambil berdoa agar anak itu menjadi tenang . 
Saat pijatan berlangsung, pak Muslam merasakan ada energi yang sangat panas di sekitar mereka sampai peluh membasahi seluruh tubuh nya.
Tiba- tiba Temon berteriak- teriak ketakutan sambil menujuk- nunjuk pojok ruangan  " mbokkkkkk.....mbok !! aku wedi ono makhluk besar hitam berbulu berdiri neng (di) pojokan ruangan itu , huhuhu
huuu aku wedi mbok ( aku takut bu)  pergi kowe ojo ( kamu jangan ) ganggu akuuuuuuuu, huhuhuuhuuuuuuuujuuuuuuu.....!!".
" Tenang le ( nak) ...sebentar lagi makhluk yang sering mengganggu kamu akan pergi dan ga akan mengganggu kowe meneh ( kamu lagi ), ben aku nggawe  kapok ( biar aku bikin kapok )   !!! bisik pak Muslam sambil terus memijit tubuh anak itu sambil mulut nya komat kamit membaca doa .
Akhir nya sosok makhluk tinggi besar  berbulu yang mengganggu anak itu menghilang dan ia mengingat kan ibu Bariah  agar melarang Temon bermain di belakang rumah nya , karena di sana ada sumur tua yang di huni oleh sosok  genderuwo  dan mereka juga harus rajin beribadah.
Suatu malam pak Muslam yang hendak tidur,  lamat- lamat mendengar suara ketukan di pintu rumah nya "tok...tok...tok..
tookk...tookk !!!".
" Sopo yo ( siapa ya) tengah malam begini mengetuk- ngetuk pintu rumah ku ??" tanya nya keheranan.
Dia meraih tongkat nya yang di letakan di sebelah nya dan berjalan ke ruang tamu.
" Sopo yo ( siapa ya) ??" tanya nya dari dalam rumah.
"'Saya mau minta tolong pak !!" jawab  suara serak dan berat  dari luar.
Pak Muslam membuka pintu rumah nya , tiba- tiba angin bertiup dengan kencang menerpa tubuh nya.
" Ini angin kok tiba- tiba bertiup dengan kencang??" gumam nya dalam hati, selain angin bertiup dengan kencang samar- samar tercium bau busuk   bercampur bau singkong bakar dari tubuh  sosok laki- laki yang berdiri di depan nya.
" Menurut mbah ku yen tercium aroma busuk  lan mambu singkong bakar artine ono genderuwo ( kalau tercium bau busuk dan bau singkong bakar arti nya ada genderuwo) di sekitar sini  " gumam nya dalam hati nya tetapi ia yang bernyali 
( memiliki keberanian) besar tidak gentar.
" Jangan- jangan iki wong, sing berdiri di depan ku sosok genderuwo, nanging aku ra oleh su'uzon ( jangan- janga ini orang,  yang berdiri di depan ku sosok genderuwo  tapi aku ga boleh berburuk sangka)"gumam
 nya lagi dalam hati.
" Ada yang bisa saya bantu??" tanya pak Muslam kepada tamu asing itu.
" Saya mau minta tolong pak , anak saya sakit demam ingin  di pijat  " kata nya dengan  dengan suara serak dan berat .
" Oo..yen koyo ngono , monggo melebu ( oo..kalau begitu,  silah kan masuk) " ujar nya memper
silah kan masuk .
" Tetapi anak saya tidak bersama saya , dia ada di rumah, maksud nya saya datang kesini  mau menjemput  bapak kerumah saya  " kata nya lagi.
Pak Muslam merasa keberatan karena hari sudah larut malam " begini wae sesok esuk,  anak mu  di gowo neng kene wae , iki wis bengi ( begini saja besok pagi, anak mu di bawa ke sini aja , ini sudah malam)  " ujar nya.
" Tolong...pak..kasihani anak saya, tubuh nya demam dan rewel  " kata nya dengan nada memelas.
" Baik kalau begitu, bapak tunggu di sini sebentar,   aku arep gowo ( mau bawa) minyak pijat ku "kata nya  dengan berat hati tapi tidak dapat menolak permintaan tamu  asing itu  yang tubuh nya beraroma busuk dan  singkong bakar.
Mereka berjalan menyusuri hutan yang gelap dan sepi  di keheningan malam, sepanjang jalan bunyi hewan malam saling bersahutan menambah mencekam suasana nya.
Bunyi  burung hantu mengiringi perjalanan mereka " tuwuuu..
tuwuuuu...tuwuuuu !!"
" Menurut mbah ku yen ono suara burung hantu artine pertanda kematian atau tanda  yang berhubungan dengan alam gaib, hihh ...medeni tenan 
( menurut kakek ku kalau ada suara burung hantu arti nya pertanda kematian atau tanda  yang berhubungan dengan alam gaib, hihh ..menakut kan banget )  " gumam nya dalam hati , jantung nya berdetak dengan keras.
Sepanjang perjalanan mereka tidak saling bicara, agar tidak iseng pak Muslam membuka percakapan " pak, omah mu misih adoh yo ( pak, rumah mu masih jauh ya ) ??" tanya nya.
Sosok tamu asing itu  menjawab" Itu rumah saya di depan" ujar nya sambil menujuk pohon beringin besar, rindang  dan tua yang usia nya sudah puluhan tahun  .
Meski mata nya buta tetapi mata bathin pak Muslam sangat tajam.
" Kok perasaan ku dadi rak kepenak yo ??, ono opo iki ( kok perasaan ku jadi ga enak ya, ada apa ini ) ??" bathin nya bertanya .
" Ndhi anak mu sing loro, cepat gowo neng kene ben tak pijat  (mana anak mu yang sakit, cepat bawa kesini biar saya urut ) " kata nya lagi.
Tetapi tamu asing yang tubuh nya beraroma  busuk dan aroma  singkong bakar  itu tidak menjawab hanya menatap dengan tajam, tiba- tiba angin kencang bercampur hawa panas berputar di sekitar nya dan terdengar suara mengge
ram di susul tawa yang menyeramkan menggelegar di kesunyian malam .
" Rrrrrrrrrrr, huahaaaaaaahuaha
haaaaa !!! dasar manusia buta bodoh, kau masuk jebakan ku!!" geram nya dengan marah mulut nya menyeringai memperlihat
kan gigi nya yang bertaring .
" Sopo kowe ( siapa kamu ) lan opo maksut mu ( dan apa maksud mu ) menjebak ku ??" tanya pak Muslam dengan terkejut.
" Ooo, manusia bodoh kamu sudah lupa, aku adalah sosok genderuwo yang kau usir dari tubuh si Temon, huahahuahaaa
haaaahaa " ujar nya sambil tertawa terbahak- bahak, tawa nya menggema dan bergemuruh membuat tanah di sana berguncang.
" Rasakan pembalasan ku manusia buta bodoh !!!" ujar nya.
Tiba- tiba tubuh pak Muslam terpental dari sana dan terjerembab di pojokan pohon randu yang  besar  dan gelap.
" Malam ini kau harus mati , ikut campur urusan ku ,bhuahaaaha huahahahahaaa !!" bentak nya.
" Aduh loro tenan awak ku , kurang ajar iki demit sialan,  arep guyonan karo aku (aduh sakit banget tubuh ku,  kurang ajar ini setan sialan , mau bercanda sama aku )meski aku buta jangan anggap remeh diri ku  !!" gumam nya dengan marah.
Pak Muslam segera bangkit  meraih tongkat nya dan memasang kuda - kuda membaca mantera pembakar jin " rasano pembalasan ku demit ( setan) sialan, akan ku bakar sampai hangus menjadi debu !!" teriak nya dengan marah.
Genderuwo tidak menyangka akan di bakar tubuh nya dengan ajian pembakar jin" ampunn...!!!
panas..panasssss, arghhhhhh !!!" teriak nya berguling- guling kepanasan di tanah tetapi pak Muslan tidak memberi ampun.
Dia terus mengerah kan tenaga dalam nya ke arah sosok genderuwo yang berteriak- teriak kesakitan dan meminta ampun ,  dan tiba- tiba asap hitam tebal membumbung di udara meninggalkan aroma busuk  dan aroma singkong terbakar.
Pak Muslam dengan tubuh lemas dan keringat membanjiri tubuh nya, cepat- cepat meninggalkan hutan angker itu , di tengah jalan ia bertemu dengan pak hansip yang sedang keliling kampung mengenderai sepeda  merasa keheranan melihat pak Muslam yang buta keluar dari hutan yang gelap dan angker di tengah malam.
Pak hansip menghampiri nya dan bertanya" pak Muslam darimana kok malam-malam keluar dari hutan singup ( gelap dan seram)??" tanya nya .
Pak Muslam menceritakan di jemput oleh sosok genderuwo yang menyamar sebagai keluarga pasien untuk memijat anak nya yang sakit tetapi sampai di tengah hutan ia ingin di bunuh oleh genderuwo tersebut.
" Welehh..medeni tenan ( weleh menakut kan banget) !!, yen ngono, monggo pak aku antarke mulih wae , kelihatan nya bapak kelelahan ( kalau begitu , mari pak saya antarkan pulang saja , kelihatan nya  bapak kelelahan  ) " kata nya dengan terkejut mendengar cerita nya.
" Matur nuwun pak hansip ,  aku iso mulih dewean ( terima kasih pal hansip , aku bisa pulang  sendirian) " sahut nya sambil berjalan menggunakan tongkat nya sebagai penunjuk jalan .
" Hebat pak Muslan meski buta mripate ( buta mata nya) ,  dheweke iso tau ( dia bisa tau )  jalan menuju omahe ( rumah 
nya) " gumam nya dengan takjub.
Mendengar cerita pak Muslam tentang genderuwo yang menyamar sebagai keluarga  pasien , membuat nya  merasa takut dan  mengayuh sepeda secepat- cepat nya sampai miring- miring  menuju pos hansip.
" Hihhhh..medeni tenan ceritone pak Muslam  mestine rai si genderuwo nggilani ( hihh... menakutkan banget cerita nya pak Muslam pasti wajah si genderuwo menyeramkan)" gumam nya di liputi perasaan takut.













Komentar