Di Teror Kuntilanak Berlidah Panjang di Puskesmas Angker


Gambar hanya Ilustrasi di ambil dari Google

Berbicara tentang tempat angker , Ruma sakit termasuknya di dalamnya adalah Puskesmas ,  selalu di hubungi dengan hal mistis dan sudah menjadi hal yang wajar jika Rumah sakit  atau Pusesmas sering menyimpan banyak kisah misteri yang membuat kesan horor, Rumah sakit atau  Puskesmas di kunjungi karena keperluan kesehatan dan banyak juga pasien yang meninggal dunia di Rumah sakit atau Puskesmas membuat nya terkesan horor

Kisahku kali ini bercerita tetang kisah nyata yang berbau  mistis yang di alami oleh Ibu Tri  yang sedang mengandung tua. Tengah malam  ibu Tri merasakan perutnya mulas tak tertahankan , dia membangun kan suaminya yang sedang terlelap tidur dengan nyenyak nya “ Pak..pak..bangun..!!! perut ibu mulas mungkin sudah waktunya melahirkan ” kata ibu Tri sambil menahan  sakit di perutnya. Suaminya tidak bergeming tetap nyenyak tidurnya , dia menggoyang-goyangkan tubuh suaminya dengan keras Pak..Pak..bangun..susah banget di banguninnya , ibu udah ga kuat nih “ , suaminya membuka mata , kaget melihat istrinya sedang meringis menahan sakit , keringatnya keluar di dahi sebesar- besa biji jagung.

Dengan cepat melompat dari ranjangnya dan memasukan pakaian istrinya ke tas. Istrinya merintih “ Pak ibu sudah ga tahan sepertinya bayinya sudah ingin keluar “. Tahan bu..bapak segera memanggil becak ya !! " Dengan jalan tertatih- tatih bu Tri di tuntun suaminya menuju becak, tapi sudah kesulitan berjalan suaminya segera membopong istrinya untuk di naikan ke becak. “ Bang kayuh becaknya dengan cepat, istri saya sudah gak kuat menahan sakit, takut bayinya keberojolan disini “ kata suami nya  dengan panik. Tukang becak ikut panik dengan nafas tersengal-sengal menggayuh becaknya sekencang-kencangnya. Tiba di puskesmas susana sangat sepi , sedang tukang becak langsung pergi dengan wajah ketakutan karena sudah sering mendengar Puskesmas di sana terkenal ke angkerannya. Penerangan di Puskemas yang temaram dengan pohon-pohon besarnya menambah kesan angker, di halaman ada pohon-pohon besar seperti beringin dan beberapa pohon kamboja yang banyak tumbuh di pemakaman , menurut cerita pohon kamboja sarang kuntilanak. Suami ibu Tri langsung turun dari becak dan membopong istrinya menuju pos Satpam, disana satpam sedang tidur dengan pulasnya  kemulan dengan sarung lusuhnya. “ pak..pak..bangun istri saya mau melahirkan” kata suami bu Tri dengan panik. Satpam tidak mendengar hanya suara dengkurannya terdengar keras, dipanggil lagi satpamnya dengan suara keras dan satpam terbangun dengan kaget.  "Dimana ruang bersalinnya istri saya sudah  ga kuat ingin melahirkan “ tanya suami ibu Tri Dengan wajah yang masih mengantuk satpam menunjukkan ruangannya  "bapak lurus aja nanti di depan belok kanan, disana ada beberapa Perawat yang piket. “Oia Dimana kursi rodanya istri saya udah ga kuat jalan”kata suami bu Tri. Satpam mengambilkan kursi roda dan suami nya mendudukan di kursi tersebut, melewati Lorong yang panjang dan  sepi  dengan penerangan lampu yang temaram membuat ibu Tri ketakutan sambil menahan sakit di perutnya , mulutnya komat kamit  membaca doa- doa sedang suaminya sudah hilang raa takutnya karena panik melihat kondisi istrinya . Setiba di ruang bersalin suaminya langsung berteriak “ suster tolong istri saya mau melahirkan”. 

Ada tiga  perawat disana langsung menyuruh suaminya menaikan nya ke ranjang .” pak saya periksa dulu istrinya, bapak tunggu di luar dulu, dia melirik lorong panjang yang sepi  dan agak gelap   karena minimnya penerangan membuat  merinding bulu kuduknya, tapi tidak terlalu di fikirkan dia hanya memikirkan istrinya. Tidak lama Perawat memanggil “ pak Tono silahkan masuk, saya sudah periksa istri bapak, pembukaannya sudah tujuh,  bila mulasnya bagus , beberapa jam akan melahirkan. Suaminya menunggui istrinya yang mengerang-ngerang kesakitan sambil memegangi perutnya. Beberapa jam kemudian ibu Tri melahirkan bayi Perempuan yang sehat dengan Panjang 48 cm dan BB 3 kg. Pasangan suami istri tersebut sangat Bahagia karena proses melahirkan berjalan dengan lancar dan bayinya sehat. Kemudian bayinya di pindahkan ke ruang bayi sedang ibu Tri di pindahkan ke ruang rawat inap Kamboja, yang letaknya agak jauh dari ruang Bersalin.

Kamar ruang inap berisi 5 ranjang yang berderet dengan rapih,  setiap ranjang bersprei putih bersih ,  setiap ranjang di batasi oleh tirai berwarna putih. Ruangan rawat inap  terlihat sedikit kuno, plafond nya tinggi dan berjendela besar-besar di tutupi tirai berwarna abu-abu, dindingnya bercat putih yang warnanya sudah mulai memudar, lantainya dari keramik berwarna putih. 

Tidak lama suaminya izin ke istrinya  , untuk pulang  menengok anaknya yang  masih balita di tinggal sendiri di rumah” bu, bapak pulang sebentar ya, nengokin Ihsan , kasian sendiri di rumah nanti kalau bangun pasti mencari kita, bapak mau nitipin Ikhsan kerumah mbak Soleha ,”. Ibu Tri memegangi lengan suaminya sambil berkata “ tapi ibu takut di sini sendiri , mana ga ada pasien lain ,  puskesmas di sini angker kata orang - orang !!! “. Suaminya menyahut  “ ibu kan orang beriman ga boleh takut sama hal-hal seperti itu kalau ibu takut malah mewujud, emang ibu ga kasian ma Ikhsan kalau dia bangun gimana ?,  bapak juga cuma sebentar pulangnya dan nanti secepatnya balik kesini”. Akhirnya dengan perasaan takut dan berat hati istrinya mengizinkan suaminya pulang.”oia kalau butuh sesuatu ibu bisa menekan bel yang ada di dekat ranjang ibu “pesan suaminya. Baru saja suaminya keluar ruangan samar- samar ibu Tri mendengar dua orang laki-laki sedang mengobrol, suaranya dari arah depan ruang rawat inap Kamboja , suaranya keras dan jelas terdengar tetapi dia tidak faham apa yang di bicarakan . Dalam hatinya bertanya- tanya dua orang itu sedang menunggu siapa , sedang yang di ruang rawat inap hanya ibu Tri  sendiri yang di  rawat inap,  tapi Ibu Tri berusaha menepis rasa takutnya dengan  membaca- baca doa. Lambat laun suara- suara  tersebut menghilang. 

Dia berusaha memejamkan mata, tetapi baru saja riyep- riyep dia  kaget melihat sosok Wanita duduk di depan ranjangnya, wajahnya pucat pasi , mata dan  bibirnya merah darah dengan rambutnya Panjang hitam tergerai  , bergaun putih bersih.

Sosok Perempuan tersebut tersenyum kearah ibu Tri. Dengan suara gemetaran ibu Tri bertanya “ mbak siapa ?”Tiba- tiba sosok Perempuan tersebut mendekati nya mencoba mencium dan mengeluarkan lidahnya yang Panjang dan berlendir, ibu Tri kaget dan refleks menampar pipi sosok perempuan itu dan sosok perempuan tersebut menghilang hanya terdengar lengkingan suara tertawanya “Hihi…hihihihi”  .

Di kalangan masyarakat Sulawesi hantu berllidah Panjang di kenal sebagai hantu pok pok yang bisa terbang di malam hari sambil mengeluarkan suara pok..pok..pok..memiliki mata merah dan berlidah Panjang  yang mengincar darah dan ari-ari.

Setelah tenang bu Tri meraih dan menekan bel yang berada dekat ranjangnya ”tettttt…tettt..tett”. Tapi tidak ada yang datang , mencoba menekan bel Kembali sambil berteriak “ tolongggg..tolong suster saya takut”. Tidak beberapa lama datang perawat muda lari tergopoh-gopoh “ ada apa bu..teriak-teriak?”. 

“Saya baru saja di datangi sosok perempuan berlidah sangat Panjang dan ingin menciuum saya sus!! ” katanya panik sambil menangis ketakutan. Perawat mencoba menenangkan dengan memberikan segelas  air minum. Kata perawat mungkin ibu hanya berhalusinasi saja karena kelelahan habis melahirkan . “ Saya benar lihat sosok perempuan berlidah panjang, pokoknya suster harus disni menemani saya sampai suami saya datang” pinta bu Tri.” Ya saya temani bu” kata perawat, ibu Tri tidak bisa memajam kan mata masih terbayang wajah sosok perempuan tadi, sedang perawat  yang menemani sudah tertidur dengan pulasnya. Bu Tri mencoba memejamkan mata tapi  tidak bisa memejamkan matanya karena masih  syok dengan kejadian tadi, dia menoleh kiri kanan . Rupanya gangguan mahluk  halus belum selesai, ketika dia menoleh ke sebelah kanan, tirai putih pembatas di antar tempat tidur bergoyang-goyang seperti di tiup angin sedang di ruangan nya tidak terdapat kipas angin dan semua jendela tertutup dengan rapat. Dia  membangunkan perawat yang tertidur pulas yang duduk di kursi disampingnya  “ Sus bangun,  coba tengok bebelakang kenapa tirainya bergerak sendiri seperti ada yang mainin “. Dia ketakutan dan bulu kuduknya merinding tapi suster masih tertidur pulas , dia menggoyang-golyangkan tubuh perawat tapi perawat masih tertidur pulas dan tirai semakin keras bergerak- gerak sendiri.Dengan perasaan takut dan gemas dia mencubit lengan perawat dengan keras , perawat kaget dan terbangun “ aduhhhh kenapa ibu mencubit saya “. “ Sus nengok kebelakang kok tirainya bergerak- gerak sendiri, perawat menengok kebelakang dengan takit-takut dan kaget loncat dari kursinya  berteriak “ siapa di situ jangan ganggu kami, alam kamu dan kami berbeda jadi masing- masing saja”.Tapi tirai tetap bergerak- gerak semakin keras dengan persaan takut perawat membuka tirai tersebut tetapi tidak ada orang di sana. Sekarang yang di teror mahluk halus bukan ibu Tri saja tapi perawat juga, perawat menekan bel  berkali – kali untuk memanggil temannya tetapi tidak ada yang datang . Perawat merapatkan kursinya ke dekat ranjang bu Tri dan bu Tri berbisik “  sekarang suster percaya kan saya gak berhalusinasi menurut masyarakat di sini Puskes ini terkenal ke angkerannya dan sering mengganggu pasien- pasien yang di rawat , mang suster belum pernah ketemu penampakan di sini. Perawat menjawab “ saya bekerja baru sebulan di sini jadi ga pernah menengar cerita -cerita seperti itu, pantesan teman- teman perawat kalau visit pasien selalu minta di temani rupanya banyak penampakan di sini tapi mereka ga pernah bercerita apa- apa, mungkin juga biar saya ga takut “. 

Untuk mengusir rasa takutnya mereka ngobrol, tiba- tiba ada suara ketukan di pintu. Ibu Tri senang dan berfikir pasti suaminya yang mengetuk pintu. “ sus , ada yang mengetuk pintu pasti  itu suami saya   sudah datang “ kata nya  dengan girang.  Perawat ikut senang karena ingin cepat- cepat meninggalkan ruangan tersebut.

Segera bergegas menuju pintu dan membukanya, Perawat  keheranan tidak ada seorang pun disana . Dia menoleh ke kiri dan kanan , dia  melihat sepanjang Lorong tidak ada orang. Dengan perasaan takut dan bulu kuduknya berdiri, dia menutup pintu dan menghampiri ibu Tri sambil berbisik” g ada siapa- siapa di luar sana “. Perawat merapatkan kursinya ke ranjang ibu Tri.

Sebenarnya mereka sudah mengantuk apalagi ibu Tri yang kelelahan setelah melahirkan .

Seiring dengan terdengarnya Adzan Subuh dari Masjid yang letaknya bersebelahan dengan Puskesmas, gangguan tersebut menghilang. tidak lama suami Ibu tri datang , dengan kesal fia menegur suaminya “ darimana aja pak? , katanya sebentar ninggalin ibu?”. Suaminya mejawab “ Ga lama bapak pulang si Ikhsan bangun, bapak mau bawa kerumah mbak Soleha  dia menangis ga mau, minta tidur di temani bapak, dia baru saja tidur dan bapak bawa ke rumah mbak Soleha”. Ibu Tri menyambung “ saya semalaman ga bisa tidur karena di ganggu mahluk halus , bukan saya saja yang di terror suster juga ikutan di terror, benar kan sus ?’Dengan wajah lesu karena kurang tidur , Perawat membenarkan. “Pokoknya ibu ga mau di tinggal bapak lagi kalau bapak tinggal lagi mendingan ibu ikut pulang aja “ kata istrinya.  

Hari ke dua, suami nya menginap di puskesmas menunggui bu Tri, semalaman tidak ada gangguan mahluk halus , suaminya shalat dan mengaji di ruangan itu. 

Setelah sehat ibu Tri segera minta pulang dan sejak kejadian mistis yang di alami dia  tidak pernah kesana lagi untuk memeriksa Kesehatan atau memeriksa kandungannya , lebih memilih Puskemas lain walau jaraknya agak jauh dari rumahnya.

Menurut sejumlah kalangan menyebut mahluk astral memang ada , biasanya berada di tempat-tempat sepi dan gelap. Manusia sebagai mahluk yang mulia tidak boleh takut dengan mahluk ghaib seperti jin dan setan,apalagi takut yang tidak beralasan , hanya saja manusia lemah  iman nya sehingga jin atau setan menjadi berani kepada manusia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tetangga ku Melakukan Pesugihan Tuyul

Tukang Pijat Buta Di Panggil Memijat Anak Genderuwo

Hantu Perempuan Pemangsa Alat Kelamin Laki- laki