Tertipu Cinta Seorang Duda
Gambar hanya ilustrasi di ambil dari Google
Tempo dulu kala, sewaktu aku masih kecil, orang tua ku yang berprofesi sebagai Tenaga Medis memiliki klinik, satu - satu nya klinik di kampung ku.
Beberapa perawat di pekerjakan di sana , salah satu perawat bernama Juriah, single mom memiliki satu orang anak laki2 usia 7 tahun bernama Yanto yang memiliki kekurangan fisik, salah satu kaki nya mengalami kecacatan, kaki nya kecil sebelah sehingga bila berjalan di seret - seret.
Yanto anak hasil hubungan di luar nikah dengan pria asal jepang bernama Osaka. Juriah dan Osaka berkenalan ketika Osaka mendapat tugas di Indonesia, perkenalan singkat membuahkan benih cinta , begitu tahu Juriah hamil , Osaka segera pergi meninggalkan Indonesia kembali ke negaranya Jepang.
Setelah bertahun - tahun hidup sendiri dalam kesepian , Juriah berkenalan dengan seorang duda memiliki dua orang anak perempuan yang sudah beranjak dewasa.
" Tok.. Tok.. " suara pintu di ketuk.
" Siapa ya? " teriak Juriah dari dalam. " Kok tengah malam mertamu ? " dalam hati nya . "Saya bang Tholib mau minta tolong mbak !! " sahutnya. Juriah membuka pintu dan kaget seorang laki- laki tinggi besar berkulit hitam berdiri di depan pintu '" Maaf saya ganggu malam- malam mau minta tolong , ibu saya sakit demam menggigil tolong di liatin mbak? " suaranya berat kaya bas mendem.
Meski mengantuk Juriah yang berjiwa perawat , langsung berangkat memboceng motor butut bang Tholib .
Ga lama sampai di rumah nya yang kecil dan reot dia mengantarkan ke kamar ibu nya yang sempit dan berbau apeg. Tubuh ibu nya yang kurus sedang kemulan memakai selimut yang bau nya juga apeg, mungkin ga pernah di cuci.
Juriah memeriksa tubuh ibu bang Tholib dan memberikan obat penurun panas dan vitamin. Bang Tholoib yang ga punya uang bermuka badak, ngomong dengan enteng nya "Saya ga punya uang, ngutang dulu ye mbak? ".
" Ga apa- apa, ga usah bayar, saya hanya menolong ibu abang" sahut nya.
" Makasih mbak !! " balas nya sambil memberikan senyum nya yang jauh dari manis.
" Nah kaya nye bisa gw kadalin nih perempuan tua, kali aje bisa gw jadiin bini tar gw numpang hidup!! " dalam hatinya berkata dan akal bulus nya keluar.
Setelah berkenalan dalam waktu singkat , Juriah mengajaknya menikah dengan memakai uang nya , karena bang Tholib ga memiliki pekerjaan tetap.
Juriah juga sudah ga tahan hidup sendiri dalam kesepian bertahun - tahun .
Bang Tholib kegirangan akhir nya tanpa susah payah Juriah yang tua masuk perangkap nya.
Salah satu tetangga nya yang tahu cerita keluarga bang Tholib, sudah memperingati nya" Mbak Juriah, mang belom tau ye? kalo bang Tholib suka mukulin bini nye ampe bonyok, makanya bini nye mpok Yanah yang penyabar sampe kabur !! , mpok kudu ati - ati !!! " kata mpok Nunung.
Tapi Juriah yang sudah cinta berat, ga percaya karena selama 3 bulan kenalan bang Tholib yang ber wajah sangar sayang dan perhatian dengan nya.
Selama pacaran bang Tholib sering meminta uang, tapi Juriah yang sudah bucin ga mempermasalahkan nya.
" Mbak Juriah , kenapa wajahnya pada bengep- bengep biru lebam !!!" tanya teman sesama perawat yang bernama Yani. Sambil memegangi wajahnya yang bengkak Juriah berkata dengan jujur campur sedih " Kemarin aku di pukuli lagi sama suami ku, gara- gara aku ga beliin radio yang dia minta!! ".
" Udah galak suka morotin lagi, sadis banget laki nya !!, punya istri buat di pukilin doank !! . Kok mbak Juriah kuat ya? "kata Yani yang bawel mulut nya. "Baru 5 bulan kawin udah sering di bonyokin, lama - lama mmbak di matiin !!! " sela teman nya Royani.
" Kalo gw sih ga sudi dan udah gw racunin laki model begitu !! " kata teman nya yang satu, Nuni yang paling pendiam ikut bersuara.
Juriah hanya terdiam saja merasakan sakit hati dan sakit fisik nya.
Setelah menikah dengan Juriah laki nya bang Tholib tetap ga mau mencari pekerjaan , lebih senang jadi kenek atau makelar tanah yang waktu nya ga mengikat.
Waktu nya banyak di pakai nongkrong bersama teman - teman nya yang pengangguran atau tidur seharian di rumah.
Dua anak perempuan nya yang beranjak dewasa ga ikut dengan bang Tholib tapi tetap tinggal dengan ibu nya, mereka sekarang bisa makan enak karena ada ada Juriah yang bekerja kaya tuyul, siang malam jarang istirahat.
Sebulan menikah mulai keliatan karakter asli bang Tholib , kalau Juriah lamban melayani keinginanya, dia akan membentak - bentak dengan suara nya yang bikin budeg kuping.
Bulan ke dua kalau marah melempar sendal, untung tubuh Juriah kerempeng jadi gampang ngelesnya.
Malam itu hujan turun dengan deras, Juriah yang sudah mengantuk berat karena kelelahan bekerja di dua klinik, ingin cepat sampai rumah sudah terbayang kasur dan bantal nya yang empuk, tapi belum masuk ke dalam di sambut dengan muka masam suami nya.
" Mana pesanan gw ?? nasi padang !!!" suami nya bertanya sambil cemberut dan menarik tas besar yang Juriah pegang.
Dia mengaduk - ngaduk isi tas nya , tapi ga menemukan pesanannya.
" Maaf aku lupa bang beliin nasi padang , karena ini juga sudah malam dan hujan besar !!" sahut Juriah sambil masuk karena baju nya basah kuyup terkena tetesan air hujan dari payung nya.
Suami nya menarik lengan nya dengan keras " Enak aja bilang lupa!!! , gw dari sore belum makan nungguin nasi padang !!! " Gw lapar?!! " bentak nya sambil tangan nya yang ringan menampar pipi nya yang peot. "Waduhhh sakit bang!!! , rasa sakit nya sampai ke kepala mata nya berkunang - kunang, Juriah menangis meraung - raung seperti sirine ambulan bawa pasien ke UGD.
Suami nya yang lagi kelaparan bukan kasihan mendengar tangisannya, tambah kesurupan memukuli nya, menendang tubuh nya sampai tersungkur ke lantai, masih belum puas di tendangi tubuh kurus nya, persis maling nyolong ayam " Ampuuunn!!! bang , biar aku keluar lagi cari nasi padang, huhuhu huhuhu " dia memohon .
" Udah terlambat, sekarang gw ga lapar lagi, tapi gw lapar pingin bonyokin elo!!! ".
Juriah meringkuk ketakutan dekat meja, tapi laki nya yang kejam membenturkan kepalanya ke dinding sampai gigi nya tanggal dua dan mengeluarkan darah, dia langsung gelosor setengah pingsan dan merintih " Sakitttt... Sakittt.Uhhhh..ampunnn, tega banget kamu bang !! . " Aku di nikahin buat di siksa huhuhu !! "
Suami nya yang kesurupan langsung berhenti mukulin , takut Juriah tewas ga kuat menerima pukulannya.
Tetangganya sering mendengar keributan tapi ga ada yang berani melerai. Hanya kasian melihat mbak Juriah yang kurus menjadi sasaran pukulan suaminya yang tinggi besar.
Dia mengambil kayu putih dan medekatkan ke hidung Juriah yang setengah pingsan.
Mulut dan hidung nya yang berdarah di lap dengan air hangat.
" Makanya kalo di suruh laki dengerin, kan ga begini kejadiannya !!" malah nyalahin Juriah.
Dalam hati Juriah " cukup deh penyiksaan ini, gw bakal gugat cerai , kalau bertahan pasti gw tewas di tangan nya, udah jelek kasar lagi !! " .
Setelah di obati luka nya, suami nya yang sudah kecapean memukuli nya , makan nasi setengah bakul pakai ikan asin sambal terasi, tanpa rasa bersalah terus tidur dengan suara dengkuran nya membelah bumi.
Ke esokan hari nya Juriah izin ke klinik tempat dia bekerja ga masuk kerja , dengan mengumpulkan keberanian nya dan tekad yang sudah bulat langsung ke kantor polisi , polisi segera memproses laporan nya dan membawa nya ke RS untuk di visum, visum adalah hasil tertulis atau laporan yang dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan dokter terhadap korban kekerasan. Laporan ini dapat menjadi salah satu bukti sah di mata hukum. Tes visum adalah salah satu upaya penegakan keadilan bagi korban tindak kekerasan.
Suami nya hari itu juga langsung di gelandang ke kantor polisi untuk mempertanggung jawab kan perbuatan nya. Bang Tholib hanya menunduk dan menyesali perbuatannya , sehingga harus masuk penjara.
Setelah pulih luka- luka nya, Juriah yang trauma pulang kampung hidup berkumpul bersama orang tua dan anak nya Yanto, dan sejak kejadian itu Juriah trauma dengan pernikahan lebih memilih hidup sendiri sambil mengurus Yanto dan kedua orangntua nya.
Dia membuka praktek di sana dan hidup tenang.
Kenapa perempuan bisa menjadi korban kekerasan?.
Siapa saja, tidak peduli usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi atau latar belakang budayanya, bisa menjadi korban kekerasan. Namun, harus diakui bahwa perempuan secara signifikan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kekerasan daripada laki-laki.
Berdasarkan perkiraan yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO), sekitar 1 dari 3 (30 persen) wanita di seluruh dunia sudah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual dari pasangan intim mereka, atau kekerasan seksual dari yang bukan pasangan mereka, antara lain kurang berpengalaman.
Perempuan, terutama yang masih berusia muda, biasanya tidak berpengalaman, sehingga lebih sering terjebak dalam hubungan yang tidak sehat di mana mereka mengira kontrol dari pasangan sebagai wujud cinta, tingkat pendidikan yang lebih rendah.
Rendahnya tingkat pendidikan juga sering kali membuat perempuan tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang baik, sehingga cenderung untuk menikah dan menggantungkan hidup pada suami dan tetap bertahan dalam hubungan yang kasar karena takut akan kemiskinan. Budaya yang meninggikan laki-laki.
Adanya budaya atau norma-norma dalam masyarakat yang lebih mengistimewakan, atau menganggap laki-laki memiliki status yang lebih tinggi dari perempuan, juga turut menjadi faktor risiko kekerasan terhadap perempuan. Dalam hubungan rumah tangga, perempuan juga diajarkan untuk tunduk pada suami, sehingga harus menerima apa pun perlakuan suami meskipun dengan kekerasan serta
kurangnya pendidikan seksual.
Kurangnya pendidikan seksual yang memadai, baik di sekolah maupun dari orang tua, perempuan semakin berisiko mengalami kekerasan seksual. Pakar pendidik kesehatan seksual mengaitkan kejadian tersebut dengan pendidikan seks, khususnya ajaran seputar hubungan dan persetujuan.
Komentar
Posting Komentar