Lima Pendekar Mengejar Dua Penjahat Kembar
Lima pendekar yang sudah ber hari - hari berjalan , akhir nya sampai ke perkampungan yang ramai penduduk nya. Siang itu matahari bersinar dengan terik nya, sehingga mereka cepat kelelahan dan ke hausan serta kelaparan.
" Teman - teman !! , gimana kalo kita mampir ke pasar dulu cari air kelapa sama makan siang perutku sudah menjerit minta jatah ?? " mulut ku udah kering banget!! " kata Joko.
Mereka menjawab " Setujuuuu !!! Sampai di pasar , siang itu sudah sepi pembeli, ada beberapa pedagang yang masih menggelar dagangan nya seperti tukang buah , pedagang nya lagi ngumpet di bawah pohon kecapi sambil nyureng kepanasan. Di keranjang nya ada beberapa macam buah di jual , seperti buni, kecapi pentil, mangga muda, pepaya dan kesemek yang bedak nya tebal banget. ' Nih buah khusus buat orang bunting , hahaha !!!" canda Adi Wilaga pendekar mabok sambil melirik ke keranjang buah.
Ada warung yang menjual berbagai macam kerupuk, dari kerupuk miskin, kerupuk warna warni, kerupuk putih, opak, peyek anak ika teri dan keripik jengkol.
Dipojokan di bawah pohon asam yang rindang , menurut perbincangan para pedagang bila malam pohon asam sarang nya dedemit, ada pedagang cendol duren , duren nya cuma satu mata di campur sama setoples besar cendol beras santan.
" Bang , buatin cendol nya lima gelas !!! " kata Joko Lelono. Tukang nya dengan semangat mengaduk- ngaduk cendol nya biar tercampur dengan duren yang cuma semata wayang, di tanggung ga berasa duren cuma bau duren saja.
Minuman cendol segera di sajikan , mereka dengan cepat menghabiskan cendol nya yang ga berasa duren cuma bau duren saja.
Ada bapak tua bersama cucu perempuan nya nya sedang minum cendol menasehati "neng, kamu harus hati - hati kalo keluar ye? jangan sendirian karena ga aman sekarang !!. Cucu nya yang ayu tiada tandingan nya hanya mengangguk.
" Maaf kek, mang apa yang terjadi di kampung ini?" tanya Joko Lelono sambil melirik ke cucu kakek yang ayu nya luar biasa.
" Nak, siape ye? kaya nya bukan orang sini? " sambil memandangi Joko Lelono dan teman - teman nya.
" Saya Joko Lelono, kek dan ini teman - teman saya " sahutnya.
" Tampilan kalian seperti lima pendekar yang kesohor itu? " sahut kakek. " Ya benar kami lima pendekar kesohor " sahut Yudhistiro Lawana pendekar celepet atau ciuman beracun sambil memberikan senyuman maut nya ke cucu kakek.
Tapi cucu kakek yang ayu hanya menunduk saja.
"Kenalkan saya kakek Wisnu dan ini cucu saya Ayu Srintil " sambil menunjuk cucu nya yang ayu tersenyum manis.
Ke lima pendekar bergejolak hati nya memandang ke ayuan Ayu Srintil yang kalem. Terutama Joko Lelono yang ga boleh lihat perempuan ayu langsung jiwa nya bergejolak.
" Baru - baru ini kampung kite kampung Damai , di datangi penjahat kembar yang bengis beserta anak buah nya , mereka tengah malam mendatangi kampung merampok harta benda penduduk " cerita kakek.
" Bila melawan akan di bunuh dengan sadis dengan tamparan nya yang meninggalkan bekas hitam gosong di wajah !!! " sambung nya .
" Ada beberapa anak gadis di bawa kabur dan ke esokan hari nya di temukan di pinggir hutan sudah terbunuh dengan bekas tamparan di pipi nya yang membekas di wajah nya hitam gosong , saya kawatir dengan nasib cucu saya ini !!! "tutur nya dengan wajah sedih.
" Bagaimana rupa penjahat kembar itu ? " tanya bang Toga Biantara .
"Mereka berwajah bengis , berkulit hitam , bertubuh tinggi besar, masing - masing wajah pendekar kembar terdapat codet pada pipinya" kakek melanjut kan cerita nya.
" Oia kek, saya mau minta tolong, apakah ada rumah penduduk yang bisa menampung kami sementara, kami akan mencari penjahat kembar? " tanya Adi Wiguna pendekar mabuk "Cap Tikus Nungging" .
" Ooo begitu ya? gimana kalo tinggal di rumah kakek aje sementara? kakek punya musholah kecil, bisa tinggal di sana nanti soal makan di masakin oleh Ayu" sahut kakek.
Mereka kesenangan terutama Joko Lelono " ga percuma jadi pendekar dan belajar nya lama di tengah hutan, dengan ilmu ini bisa di manfaatin melindungi perempuan ayu kaya Ayu Srintil " dalam hatinya berkata.
" Kalo begitu sekarang kalian ikut kakek ya? rumahnya ga jauh dari sini".
Joko lelono membayar minumannya dan mengikuti kakek ke rumah nya.
Setiba di rumah kakek yang asri berhalaman luas, menyuruh cucu nya Ayu menyiapkan makan siang untuk lima pendekar. "Ayu, siapin makan siang nye ye? " pinta kakek nya dengan lembut.
Ayu dengan sigap menyiapkan makan siang yang sederhana tapi membuat air liur menetes. Ada ikan asin peda di siram sambel tomat, lalapan nya hijau royo- royo yang di petik dari halaman rumah nya yang luas dan ga ketinggalan tempe goreng di sebarin ranjau cabe jawa merah yang pedas nya kelotokan. Minum air se kendi ga mempan.
" Ayooo, silahkan di cicipi makan siang yang ala kadar nye !!! " kata kakek.
Mereka yang sudah kelaparan langsung makan dengan lahap nya " sedappp nya masakan neng Ayu " kata Joko Lelono sambil terus memandangi Ayu yang tertunduk malu.
Karena terus memandangi Ayu, Joko Lelono salah mencomot makanan mau nyomot tempe malah meraup cabe jawa kelotokan dan memasukan ke mulut nya. Langsung maknyenggg !!! mata nya kunang- kunang saking pedas nya kuping berasa budeg , ga kedengeran hingar bingar nya suara ." Huahhhhhh.. huahhhh.. pedese maknyeng, iki cabe opo jenenge !! tobat biyungggg !!!" air liur nya dan air mata nya menetes saking nampol nya cabe rawit kuntet . Dia minum air se kendi tapi ga mempan melawan pedas nya ranjau cabe rawit kuntet.
Teman- teman nya yang tahu, dia mata cewek an pada tertawa terbahak - bahak
"Huahahaha !!! , makanya kalau makan fokus jangan tebar pesona apalagi meleng , ranjau di raup , rasain kamu !!! " kata Yudhistiro pendekar celepet atau ciuman beracun ".
"Kuapokkkk deh luh " sambung Yongki pendekar vampir.
Kakek dan Ayu juga ga bisa menahan ketawa.
Selesai makan mereka rebahan di masjid milik kakek, Joko Lelono yang terkena musibah nyaplok cabe jawa kuntet seraup, sibuk kumur- kumur dan makanin gula pasir.
" Kuapokkk si Joko, mau tebar pesona malah kena petaka, huahaha!!! " kata bang Toga Biantara .
Semakin malam udara nya semakin dingin menembus tulang, angin semilir semakin menambah dingin nya udara malam itu.
Semua pendekar tertidur lelap dengan nyenyak nya , tubuhnya di tutupi dengan sarung .
Tiba- tiba terdengar suara gaduh tangisan dan teriakan dari rumah sebelah "jangan ambil harta aye, bang...!!! tangis seorang perempuan .
" Diam loe!!! kalo tetap berisik gw tampar muka elo biru item !! sahut suara seorang laki- laki dengan suara menggelegar kaya geledeg di siang bolong.
" Rampokkkk.. rampok !!!" teriak seorang laki- laki, langsung teriakan nya di bungkam dengan tamparan di pipi nya "Plakkkkkkk,..plakkk!! " bunyinya mantul dan tewas seketika dengan wajah menghitam dan gosong.
Orang kampung ga ada yang berani keluar karena takut di bunuh oleh penjahat kembar . "Bang...pendekar..bangun.. !!. " teriak kakek ketakutan dan Ayu yang juga ketakutan ngumpet di kamar.
Para pendekar yang kaget langsung lompat dan keluar dsri musholah. " Ada apa kek !!! tanya bang Toga Biantara yang kaget melihat wajah kakek panik dan pucat.
" Bangggg , penjahat nye ada di rumah sebelah lagi membuat ke onaran !!! " bisik kakek dengan suara bergetar ketakutan.
" Cepat kakek masuk dan konci pintu nya !!! " kata bang Toga Biantara dan Yudhistiro pendekar vampire.
Masih terdengar suara tangisan dari sebelah rumah " huhuhu huhu !!!!, bang Omay bangunnnnn !!!, kalian kejam ga punya ati apalagi jeroan, se enak nya membunuh orang...terkutukkk !!!" jerit mpok Miana yang suami nya di bunuh.
" Makanya jangan sok melawan itu akibat nya ,hahhaahhaaa !!" Pendekar jahat dengan julukan dua kembar mentertawakan nya tanpa belas kasihan.
" Ayoooo, cabuttt semua, bawa harta benda nya jangan ada yang ketinggalan !!!! " memerintahkan anak buah nya kabur. Segala perabotan dapur centong, penggorengan ikut di ambil.
" Berhenti !!!! cecunguk pembuat keonaran !!! " teriak Adi Wilaga pendekar mabuk " Cap Tikus Nungging".
Penjahat kembar heran darimana lima orang ini "siapeeee luhhh !!!, berani - berani nye memerintahkan gw !!!!!! " sahut salah satu penjahat kembar yang wajah nya hitam kaya pantat dandang, berkumis kasar kaku kaya sapu ijuk , di pipi kanan terdapat codet panjang.
Kembaran nya yang berwajah persis dan memiliki codet juga pada pipi nya, ikut membentak " belum tau siape kite !!! , kalo elo masih menghadang kite , dengan terpaksa gw tampar ampe gosong muke lu !!, sambil mengayun - ayunkan tangan nya yang besar kaya nangka bonyok.
" Wusssshh... Wuuussshh !!!. " bunyi nya seperti angin ribut dan bercampur bau ketek beracun .
"Berhenti , jangan kite yang nanganin cecunguk nih, kasih anak buah aje biar di bonyokin !!! " kata kembaran nya dengan emosi dan wajahnya yang hitam biru kaya bak stempel tambah serem.
" Seranggggggg... habisin mereka, jangn kasih idup !!! " teriaknya memerintahkan anak buah nya yang sekompi, yang masing - masing memegang golok.
Anak buah nya yang sangar - sangar mengepung lima pendekar , dengan lincah menyabet golok nya ke arah lima pendekar yang sibuk berkelit mengindari sabetan golok anak buah penjahat kembar. Anak buah nya gesit berlompatan kesana kemari persis kera bon bin.
" Ssttt.. Jangan kelamaan ngadepin curut beginian Joko !!, buang - buang tenaga aja !!! " bisik bang Toga.
" Cepet elo kasih ramuan obat tidur dari kentut elo yang maha bau !!" sambung nya sambil mesem - mesem.
Joko Lelono memusat kan tenaga dalam nya yang maha dahsyat di perut, mulut nya di monyongi dan alis nya nyureng, mengambil posisi menungging " Dhuoooooooot !!!! "
angin kentut yang aroma menyengat berputar dengan kencang , sehingga anak buah penjahat kembar terpental berhamburan " Wadoooooow bau apaaah nihhhh... badegggg !!!!" teriak anak buahnya dan tewas semua seketika dengan wajah membiru keracunan gas amoniak.
" Kuapokkk tenan kowe !!! , ku kirim ke neraka jahanam !!" teriak Joko Lelono.
Penjahat kembar kaget melihat anak buahnya yang sekompi tewas seketika dengan ilmu yang belum pernah di lihat di dunia persilatan manapun. "Bang, die pake ilmu apaan tuh!!! , cuma nungging dan bunyi dhuottt, mati semue !!! " , kite kudu ati - ati bang !!. bisik nya.
" Kuapook elo semua, cium tuh kentut gw , huhahahaha !!! joko Lelono tertawa puas.
Lima pendekar membuat formasi setengah lingkaran menggabungkan kekuatan ilmu dahsyat mereka.
Penjahat kembar memutar kedua belah telapak tangannya yang jari nya besar- besar kaya pisang ambon.
Cahaya merah panas keluar dari tangan mereka . Dengan berlari kencang menghampiri mereka untuk menampar wajah lima pendekar .
" Wussssssssshhhh !!!" angin panas menyembur dari tangan mereka, berputar dengan kencang dan lima pendekar dengan cepat menghindar tamparan nya yang mematikan.
Dua penjahat kembar koprol berkali - kali mendekati mereka. Meski penjahat kembar bertubuh tinggi besar tapi gerakannya lincah dan gesit, mereka jumpalitan, melompat seperti kera di bon bin dengan cepat. " Ciatttttt, rasakan tendangan maut si kembar !!!! " teriak nya, sambil menendang dengan kaki besar nya yang jarang di cuci menebarkan aroma asam cuka.
" Puihhhh...!!! tendangan nya maha dahsyat apalagi bau nya bikin aku geliyengan " kata Adi Wilaga sambil membuang ludah . " Dasar penjahat kemproh alias jorok !!! ".
Mereka berlima kewalahan menghadapi penjahat kembar yang gesit persis kera bon bin .
" Cepat membentuk formasi gabungkan kekuatan kita !!! , kamu Adi Wilaga pendekar mabuk kaya biasa , hadapin penjahat itu dan alihkan perhatian nya dari kita !!! " bang Toga Biantara memberi komando, dengan berat hati Adi Wilaga pendekar mabuk mengalihkan perhatian mereka " siniiiii !!!! hadapin aku kalau berani , pilih wajah mana yang mau di tampar..weeee !!! " dia meledek sambil menjulurkan lidah nya, sehingga penjahat kembar tambah emosi.
" Kurang ajar nih anak bau kencur, sok ngeledekin kita, gw kasih tamparan maut baru nyahooo luh !!!" bentak mereka.
Adi Wilaga pendekar mabuk kalau sudah kepepet , mengeluarkan botol minuman " Cap Tikus Nungging " dari balik baju nya yang gombrong.
" Bang !!! minum ape tuh bocah gebleg, kite kudu ati - ati !! " bisik salah satu penjahat kembar .
" Glugggg.. gluggg !!! " minuman anggur sebotol kecil habis di tenggak dan botol nya di lempar ke salah satu penjahat kembar yang lagi bengong keheranan melihat nya minum dan " Pletakkkkk !!!!, lemparan botol nya yang jitu tepat mengenai jidat salah satu penjahat kembar yang jenong , sampai benjol segede telor ayam .
" Wadowwww !!! bocah kuamprettttt luh !!! jidat gw di lempar bogol sampe benjol nyut - nyutan rase nye !!! "teriak nya kesakitan sambil memegang jidat nya yang benjol.
" Huahahaha emang enakk , weee!!! " kata Adi Wilaga pendekar mabuk sambil menjulurkan lidah nya.
" Kurang ajar nih bocah bau kencur !! gw tampar biar modar !!! " katanya dengan penuh emosi.
" Ciattttt.!!!!! " teriak dua penjahat kembar, sambil berlari mendekati Adi Wiguna pendekar mabok yang sudah mulai setengah mabok, kalo sudah setengah mabok pukulannya menjadi dahsyat, mantap dan membahayakan serta random tampolannya "bukkkkk.bukkk .!! perut salah satu penjahat kembar yang jidat nya benjol segede telor ayam, di tinju dengan pukulan yang keras, dia terlempar jauh dan muntah "Oooeeeek !!!!! ".
" Huahaaaha.... kasian deh luh udah benjol dapat bonus lagi ke tampol perut nya " Adi Wiguna meledek lagi.
Kembar satu nya marah "kurang ajar luh sama orang tue !!! " sambil memusatkan kekuatan nya di tangan nya yang besar kaya nangka matang di pohon, dan bersiap - siap menampar nya dengan keras , tapi Adi Wilaga pendekar mabok bisa menghindar dengan cepat dengan cara jumpalitan zig zag.
Karena di keroyok dua orang yang gesit nya kaya kera bon bin , lama - lama Adi Wiguna pendekar mabok keliyengan dan kecapean "cepatttt !!!! teman - temannn !!! aku udah cape ngadepin dua cecunguk ini , jangan sampai wajah ku yang ganteng di tampar !! " sambil memanggil temannya yang sibuk mengumpulkan tenaga dalam di pojokan .
" Huahaha !!! , cape kan bocah tengil ??? bentar lagi muka elo pasti ketampar dan ngejengking nungging di sini anak bau kencur bangorrr !! teriak penjahat kembar dengan marah.
Cepat - cepat pendekar mabuk bergabung dan memusatkan tenaganya menjadi satu dan di arahkan ke penjahat kembar yang sudah siap pasang kuda- kuda.
" Bang ati - ati mereka menggabungkan kekuatan nye , ngadepin bocah tengil aje kite kewalahan !! " bisik salah satu penjahat kembar dengan was was.
Dua penjahat kembar mengayun - ayunkan tangan nya dengan cepat , angin panas berhembus dan beradu dengan kekuatan tenaga dalam lima pendekar berupa angin kencang
yang berputar dengan keras dan berbunyi " dhuottttt dhuuuuttt !!! wuuuusssshhhh !!! , suara nya memekakan telinga apalagi bau nya mengalahkan jamban di seluruh belahan dunia. "Wadooooow biyunggggg.....mati kita nyedot bau kentut berancun sama bau selokan.....!!!! " teriak nya kesakitan dan mabok kebauan .
Dua penjahat kembar terpental jauh dan tewas seketika dengan wajah membiru karena keracunan gas amoniak.
" Horeeeee... akhirnya penjahat kembar yang bengis mati juga!!!. teriak orang kampung penuh suka cita yang menonton dari rumah dan dari balik pohon besar.
Dan kampung " Damai " menjadi damai kembali, lima pendekar melanjutkan pengembaraan nya kembali untuk menumpas kejahatan di muka bumi.
Komentar
Posting Komentar