Empat Pencuri Motor Bernasib Apes
Gambar hanya Ilustrasi di ambil dari Google
Mimi dan Dody pasangan muda yang baru saja menikah dan mengontrak rumah di kampung Arga yang penduduk nya masih sepi , sekeliling rumah nya masih banyak tanah kosong dengan pohon - pohon besar.
Suatu pagi warga sekitar nya di gempar kan dengan suara ribut - ribut dari salah satu rumah tetangga nya " huhuhu, abah kumaha atuh !! motor aing raib, baru juga tuh motor di meuli , aing baru pake dua kali udah bablas, dasar pencuri motor kehed sia !!! " isak tangis istri nya kang Ule dengan sedih.
Para tetangga nya yang mende-
ngar keributan berdatangan " aya naon teh??? " tanya teteh Uwih sambil menggendong anak nya, Euis dua tahun yang masih mengantuk. " Motor aing di curi , huhuhu, mana aing meulina kredit, huhuhu !!! sahut teh Mamay menangis sesenggukan dengan sedih.
" Aing kira aya kompor meledug di dieu " sahut kang Mbot yang cuma ubetan pakai handuk mau mandi.
" Nanti aing lapor ke pak RT, di kampung kita udah ga aman, kemarin teh, kang jajang kehilangan motor terus kang Umar, kang Jaja, sekarang teh aing yang apes " sahut kang Ule suami nya teh Mamay dengan tubuh lemas . " Iyah, kang Ule nanti aing temenin kerumah pak RT " kata Dody yang paling muda di antara bapak - bapak.
" Untung aing cuma punya sepeda butut jadi teh maling ga doyan " dalam hati nya kang Cemong berkata sambil menggayuh sepeda nya menuju tempat kerja nya di pabrik botol.
Kang Ule dan Dody bersama dua orang tetangganya kang Uday beserta kang Udin mendatangi pak RT abah Gugun.
"Assalamualaikum?? " mereka memberi salam. "Walaikumsalam" sahut nya dari dalam. " Eleh..eleh bapak-bapak tumbenan kadieu?? aya naon teh?? tanya nya keherenan. "Sok, kalebet " mempersilahkan masuk. " Neng Ucu, sediain kopi buat empat orang" teriak bapak nya ke anak nya Ucu.
Ga lama anak gadis nya datang membawa kopi panas dan panganan wajik, rengginang.
" Pak RT maksud kedatangan kita teh berempat mau melaporkan sudah sering sepeda motor warga hilang, tadi pagi sepeda motor pamajikan aing hilang, mana teh aing meuli na kredit " celoteh kang Ule dengan sedih.
"Iyah, aing teh lagi mikirin kumaha teh carana nangkep si pencui eta, aing lieur?? " sahut pak RT sambil garuk - garuk kepalanya yang ga gatal.
"Aing punya usul pak RT, kumaha atuh kalo di adakan ronda ,tiap malam warga bergantian ronda sampai aman kondisi nya?? " usul Dody.
"Betul eta teh Dod, kita gabungan jeung hansip, jadi bisa keliling kampung kalo banyakan " kata kang Uday.
"Ya, kitu wae, nanti abah bikin jadwal nya ya?? " sahut nya lega sudah ketemu solusi nya.
Setelah ngopi dan nyicipi panganan, mereka pulang " lamun kitu, kita permisi ya pak RT ??kata nya sambil pamitan.
Malam ini di tugas kan empat orang warga untuk ronda, kang Uday, kang Ule, kang Kodir dan Dody bersama satu orang hansip pak tua abah Tedy yang sering kumat bengek nya, boro- boro ngejar maling motor, naik sepeda keliling kampung aja balik nya nafas nya sudah senin Kamis tapi masih di pakai tenaga nya sebagai hansip karena pak RT ga tega memberhentikannya.
"Kang Uday sama aing ke gang sebelah ya?? kata kang Ule, gang itu jarang terdapat rumah penduduk , suasana nya sepi dan gelap , mereka berdua penakut nya tobat - tobat.
"Lamun kang Kodir dan Dody ke arah sana ya??" kata kang Ule lagi sambil menunjuk ke arah kebun bambu yang sepi dan gelap menurut perbincangan warga di sana angker sering muncul penampakan " embung ah, aing sieun , di ditu sering aya jurig " sahut kang Kodir yang di kenal penakut ga ada ramuan nya. "Heunteu naon - naon, ulah sieun, aya aing kan?? sahut Dody yang pemberani dan jago silat.
Akhir nya kang Kodir menurut saja daripada di tukar pasangan yang dua- dua nya kang Uley sama kang Uday juga penakut kronis.
"Abah Tedy di dieu wae , ya?? " pesan kang Uday ke pak hansip Dalam hati abah Tedy bersyukur "untung ga di ajak berburu maling, nafas aing bisa senin kemis terus makdut pindah alam " .Hoyong di ditu hoyong di diue, sami wae aya jurig na, aing teh ntos kenyang di tampakin jurig " dalam hati nya berkata.
Mereka belusukan ke tempat sepi dan gelap berburu pencuri motor yang merajalela di kampung Arga yang tadi nya aman dan damai, hampir setiap malam pencuri motor menyatroni kampung Arga membuat warga resah .
Biasa nya pencuri bersembunyi di tempat - tempat sepi, gelap dan angker. Mereka ga takut jurig , malah jurig nya takut sama mereka, terutama kuntilanak takut di bawa ke markas nya para pencuri motor yang bajingan.
Kang Uday dan kang Ule celingak celinguk menyenter kiri kanan ke semak - semak.
Tiba - tiba ada suara kresek - kresek di balik pohon nangka" eta naon?? " bisik kang Uday sambil memegangi lengan kang Ule.
"Saha eta??? " kaluar maneh borokokok !! " teriak mang Ule dengan takut . " Le.. aing sien, jangan - jangan teh jurig?? " bisik kang Uday ketakutan kaki nya gemetaran. " Sttt, ulah ngomong kitu?? " bisik kang Ule.
Kang Ule mengambil batu kerikil dan di lempar ke pohon tiba - tiba kucing hitam melompat dan menggeram " ngeongggg.... ngeong.. " dan keluar lagi satu teman nya kucing berwarna kuning belang, mereka bertarung sampai guling - gulingan dan cakar - cakaran.
"Kehed sia ucing garong,hampir jantung aing copot !! " sungut si kang Ule.
Mereka menyusuri kembali tempat - tempat gelap.
Sedang kang Kodir dan Dody menyusuri jalan kecil yang kiri kanan nya terdapat banyak pohon bambu yang rimbun dan suasana nya gelap gulita " ati - ati aya oray kang ?? , takut di patok kata Dody sambil menyenteri jalan yang gelap gulita.
Bunyi burung "cuuit.....cuiiiiiiiiiit"
menambah mencekam suasana malam itu.
Tiba - tiba mereka mendengar suara anak - anak ayam " piyik.. piyik.. piyik..!!! " suara nya gaduh " Eta suara anak ayam nyariin induk nya, tapi kok ga keliatan anak ayam nya?? kata kang Kodir sambil mencari asal suara anak ayam.
" Aya di ditu, anak ayam na, aing ambil dulu, kasian kedinginan kali ya?? " kata Dody sambil mengambil tiga anak ayam. Tiba- tiba Dody menengok ke atas pohon rambutan yang pohon nya lebat dan tinggi" naon eta teh, sosok putih ngagelantung di ditu ?? bisik nya sambil menyoroti sosok putih , wajah nya hitam gelap matanya bercahaya merah berambut hitam gimbal bergelantungan di pohon rambutan. " Eta teh juriggg.. kuntililil.. kuntilanak, Dod!!! " teriak kang Kodir sambil melukin Dody dari belakang. Dody yang bernyali besar terus menyoroti sosok kuntilanak yang bergelantungan di pohon rambutan sambil membaca ayat -ayat suci Al quran, ga lama sosok putih terbang melayang sambil tertawa cekikikan " kikiki kk!! " suara nya melengking seperti ringkikan kuda.
" Udah heunteu aya jurig na kang, ayo jalan lagi" bisik Dody, bang Kodir dengan memegangi tangan Dody mengikuti berjalan menuju pos hansip.
" Maneh kunaon kang Kodir?? " tanya kang Ule keheranan melihat kang Kodir di papah wajah nya pucat pasi . "Tadi kita teh ketemu sosok kuntilanak gelantungan di pohon rambutan " sahut Dody dengan tenang.
"Emang di ditu markas nya kunti , dulu aing sering di ganggu awal nya sekarang kunti udah kenal sama aing udah ga di ganggu lagi" celoteh pak hansip.
Lagi enak - enak nya istirahat , kang Ule melihat empat orang mindik - mindik ke rumah abah Oleh seperti mau mencuri motor. " Sttt.. tuh liat opat orang mindik - mindik pasti mau nyuri motor " bisik nya.
"Ayo kita kesana , siapin senjata kalian" bisik nya sambil mengambil pentungan hansip, golok, kayu.
Mereka berjalan pelan- pelan, empat pencuri motor masih berusaha membuka pintu gerbang ." Hehh..borokokok !!!, hoyong naon kalian di imah orang malam - malam begini?? hoyong nyuri motor !!! " bentak kang Ule dengan suara keras, kalau menghadapi manusia berani kalau Jurig nyerah.
Empat pencuri kaget tapi bukan nya lari malah melawan dengan beringas, tubuh mereka tinggi besar berkulit hitam legam kaya kuali gudeg, berwajah hitam sangar kumis nya lebat - lebat kaya sabut kelapa " Oo maneh teh cari mati...?? bentak salah satu pencuri motor yang memiliki tato di lengan nya yang gombyor bergambar " bebek nungging "." Serang dan habisin curut dapur inih " teriak nya ke tiga temannya sambil berlari ke arah kang Ule, kang Uday, kang Kodir dan Dody . Kang Kodir yang ga bisa ilmu silat, pasarah saja di tendang pantat nya nyungsep ke selokan, muka nya cemong kaya anak kucing, sedang kang Uday yang ga bisa berantem juga, di dorong tubuh nya dan wajah nya nyium pohon nangka ,hidung nya yang pesek tambah pesek terluka mengeluarkan darah , sedang kan kang Ule dan Dody yang mempunyai ilmu silat berkelit dan menendang perut gombyor dua pencuri " ciatttt!!! bukkkk " yang langsung nyungsep nyium tanah lumpur campur tai kotok "mampus maneh nyium tai kotok !!! " teriak Dody dengan emosi .
Kang Uday sama kang Kodir sudah beler di beri tendangan dahsyat sama dua pencuri motor dan ga kuat bangun .
Pak Hansip yang ketakutan bukan nya mukul kentongan tanda bahaya, dia malah merayap ngumpet di kolong bale - bale tempat tidur" aing ngumpet wae, kalo kena gaplok, mampus aing berhenti nafas aing, mana aing bengek " bisik nya ketakutan dengan tubuh gemetaran.
Dua pencuri yang sudah di tendang bangkit lagi dengan marah , mengeroyok kang Ule dan Dody " kita habisin wae dua curut dapur !! " teriak ketua pencuri motor yang bertato bebek nungging di lengannya yang gombyor. "Hiat !!!! mampus maneh berdua pindah alam !!! " teriak empat pencuri menghunuskan golok nya yang tajam , kang Ule dan Dody mengeles dan meloncat tinggi serta salto di udara sambil menendang dengan keras kepala dua pencuri sampai sengkleh" adowww..pala aing muter, ampunnn leher aing kecengklek !! " teriak mereka dan langsung nyungsep ke tanah becek campur tai kotok asem dan langsung pingsan.
Dua teman pencuri motor ketakutan melihat dua teman nya tepar ga bangun lagi " larii... Mail, bisa bonyok kepala kita di tendang , mana tendangan nya keras !!!" teriak Ismet kepada teman nya Mail berlari dengan kencang .
Pak Hansip tahu dua pencuri motor tepar dengan kepala tengeng, dia cepat - cepat merayap keluar dari kolong bale - bale dan segera memukul kentongan dengan panik nya " tong... tong... tong...!!!!, "adaaa pencuri ..pencuri motor...ngikk... ngikkkkkkkk.ngikkkk " teriak nya sampai nafas nya tersengal - sengal, bengek nya kumat karena panik.
Warga kaget pada keluar rumah mendengar keributan di tengah malam. " Aya naon??? " tanya kang Jaja bongsor.
"Aya pencuri motor !!! ,cepattt kejar dua pencuri motor lari ke arah sana..ngik ngikkk!!! " teriak pak hansip yang suaranya sudah serak sambil mengatur nafas nya yang tersengal - sengal, nafas nya ngik ngikan bengek nya kambuh karena kaget.
"Woyyyy..ulahhh ......kaburrrr..
maneh....pencuri motor ...ayooo kejar terus sampai dapat !!" teriak Kang Jaja yang tubuh nya besar bongsor sambil berlari nafas nya memburu kaya banteng ngamuk.
Dia mendorong Pepeng , imeng sama Pepen yang tubuh nya kerempeng yang lari nya cepat kaya monyet bon bin " kejar maneh kan masih muda, kejar sampe dapat !!! "teriak nya dengan emosi .
Warga lain ikut mengejar.....
"Woyyy jangan kabur manehhh pengecut !! pencuri ... pencuriii sundelan, kehed sia, oneng sia borokokokkk, jangan kaburrrrr !!"teriak warga yang mengejar dua pencuri motor yang berlari ketakutan.
Akhir nya dua pencuri motor terjebak di jalan buntu dan ketakutan " damaiii kang... aing kapokkk.. nih ajaran kang Somad ketua kita, jangan gebugin aing berdua ??? " kata salah satu pencuri motor dengan memelas.
Warga yang sudah panas dan kesal ga mau mendengarkan alasan mereka dan di keroyok "bonyokin wae... biar kapok!!! jadiin perkedel benyek !!!" teriak kang Jaja yang emosian.
"Buk... bak... bukkkk...pletakkk, pletokkk, bakkk..bukkk...!!
Suara pukulan menghujam tubuh dua pencuri motor yang teriak - teriak kesakitan meminta ampun tapi ga di gubris oleh warga yang mengamuk.
Kang Jaja yang tubuh nya besar bongsor kaya banteng , yang motor nya pernah di curi maling ini, dendam banget , salah satu pencuri yang tubuh nya kerempeng di dudukin oleh tubuh bongsor nya sampai megap- megap nafas nya mau mati " ampunnn kang , huhuhu ??? aing sesek nafas , aing bisa mejret , huhuu !! " rintih nya sambil menangis. "Mampus maneh biar mejret sekalian !!! " bentak kang Jaja dengan emosi.
Ga lama pak RT datang dengan tergesa - gesa " berhenti
bapak- bapak !!! , jangan main hakim sendiri, nanti kalian teh berurusan sama hukum, bawa mereka segera ke kantor polisi !! " teriak nya ke warga nya yang sudah marah dengan beringas.
Dan malam itu empat pencuri motor yang muka nya sudah babak belur benjol - benjol kaya tersengat tawon liar di gelandang ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya. Dan kampung Arga menjadi aman kembali sejak empat pencuri motor di penjara.
Komentar
Posting Komentar