Kekasih ku Berasal Dari Alam Lain
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di sebuah desa terpencil, terdapat sebuah hutan lebat yang terkenal ke angkeran nya, tidak ada orang yang berani memasuki hutan itu .
Rangga seorang pemuda tampan yang patah hati di tinggal menikah oleh kekasih nya menjadi frustrasi.
Untuk menghilangkan rasa frustrasi nya setiap malam tanpa merasa takut dia menjela
jahi hutan lebat.
" Le , kowe arep lunga neng ndhi iki wis bengi ( nak, kamu mau pergi kemana ini sudah malam) ?? " tanya ibu nya keheranan melihat nya sudah siap- siap pergi .
" Aku arep lunga neng hutan, mbok ( aku mau pergi ke hutan, bu ) ?? " sahut nya cuek.
" Kowe arep nggolek opo le??neng kono angker akeh demite ( kamu mau cari apa nak??di
sana angker banyak setan nya) !!" ujar ibu nya dengan perasaan kawatir.
" Mbok ra usah keahekan takon, aku sumpek neng omah ( ibu ga usah kebanyakan tanya, aku bosen di rumah) !! " ujar nya dengan nada tinggi.
" Astaghfirullah, le (nak) lebih baik kowe nyambut gawe wae (kamu mencari pekerjaan saja) daripada ra karuan koyo ngene, tingkah mu nggawe ati mbok mu pegel ( tingkah mu bikin hati ibu mu cape) " ibu nya menasehati.
"Jangan karena kowe di tinggal rabi karo Tari ( di tinggal nikah sama Tari) , kowe dadi stress, jodoh kuwi di tangan Allah dadi kowe kudu legowe ae ( jodoh di tangan Allah jadi kamu harus menerima dengan ikhlas dan sabar saja ) " ujar ibu nya, tetapi dia yang sedang frustrasi tidak mendengarkan nasehat ibu nya dan pergi meninggal kan nya dengan membawa senter dan sebotol air minum .
" Dasar bocah beling , angel tenan, ra iso di nasehati....
...mangkel aku ( dasar bocah nakal, susah di nasehati..kesal aku) !!!" ujar nya dalam hati dengan kesal.
Ga lama suami nya pak Prapto yang baru pulang kerja menanyakan Rangga" neng ndhi si Rangga, mbok ( kemana si Rangga, bu) ?? tanya nya.
" Deweke lunga neng hutan angker di pinggiran desa pak (dia pergi ke hutan angker pak), mbok kawatir terjadi sesuatu sama deweke ( dia)" ujar nya lirih.
" Wis ben ae mbok, deweke wis dewasa , atine lagi lara di tinggal rabi karo Tari, mbok ra usah terlalu kawatir ( sudah biar aja dia sudah dewasa, hati nya sedang sakit di tinggal nikah sama Tari, mbok ga usah kawatir ) " ujar suami nya menenangi hati nya .
Malam itu bulan purnama bersinar terang, Rangga yang sedang galau hati nya menyu-
suri jalan setapak di hutan yang gelap dan lebat, suasana nya sejuk dan dingin.
Banyak terdapat pepohonan yang berdaun lebat, tinggi, dan rapat, dasar hutan penuh tetumbuhan lumut dan rumput.
Suara desiran angin di dedaunan dan suara hewan menambah keangkeran hutan itu.
" Uwu.. uwuu.. uwuuuu..!! " suara burung hantu berbunyi nyaring menyeramkan.
Tetapi Rangga tidak merasa takut sedikit pun, tiba- tiba mata nya melihat bayangan misterius, jantung nya berdesir" bayangan siapa itu?? " bisik nya pelan.
Dia terkejut melihat seorang gadis cantik sedang duduk termenung di atas batu di bawah pohon besar.
Dia berjalan pelan menghampiri nya dan bertanya " Mbak...
ngapain duduk sendirian di sini, mbak nyasar ya?? di sini angker sebaik nya mbak pulang saja " ujar nya.
Wanita itu tidak menjawab, tiba- tiba menangis dengan sedih, suara tangisan nya seperti jauh padahal wanita itu berada di dekat nya " hiksssss..hikssss. hikssss !! ".
"Kenapa mbak menangis ada yang bisa aku bantu ?? " tanya nya lagi.
Wanita cantik itu hanya meng-
geleng kan kepala nya.
"Boleh kenalan mbak?? " tanya Rangga.
Wanita itu mengusap air mata nya, dan memandangi nya dengan sorot mata nya yang indah dan lembut, Rangga terpesona dengan kecantikan wajah nya.
"Cantik banget cewek ini, kok ada ya cewek secantik ini malam-malam begini di tengah hutan, mau apa dia ??, Ini manusia atau demit (hantu) ya??" fikir nya tapi dia membuang fikiran jelek nya jauh- jauh karena terpesona dengan kecantikan nya.
" Nama ku Gayatri " ujar nya dengan suara lirih.
"Nama yang cantik secantik orang nya, aku Rangga " ujar nya sambil mengulurkan tangan, mereka berjabatan tangan, jantung Rangga berdesir karena tangan Gayatri yang lembut sedingin es.
Mereka berdua jatuh cinta pada pandangan pertama, namun dia tidak tahu kalau Gayatri sebenar nya hantu yang meninggal bunuh diri dan menjadi arwah penasaran , sering menggoda laki- laki yang melewati hutan angker .
Mereka asik mengobrol sampai menjelang pagi" oia rumah ka- mu di mana?? " tanya Rangga.
" Ga jauh dari sini kok " ujar nya masih dengan suara nya yang pelan dan lirih .
Mereka berjanji untuk bertemu setiap malam di bawah pohon besar di tengah hutan.
Rangga semakin rajin pergi ke hutan, bapak nya memarahi nya" kowe arep opo neng hutan angker tiap malam , bapak ndelok makin sregep lunga neng hutan angker ( kamu mau apa ke hutan angker tiap malam, bapak lihat makin rajin perci ke hutan angker) ?? , kowe nggolek opo neng kono Ga ( kamu cari apa di sana) ?? "tanya bapak nya, dia menjawab mencari ketenangan.
" Kowe dudu angsal ketenangan malah angsal masalah neng kono akeh demite, le ( kamu bukan dapat ketenangan malah dapat masalah, di sana banyak setan nya, nak ) !!" ujar bapak nya tapi Rangga tidak memeperduli kan nya.
Seiring berjalan nya waktu, cinta Rangga dan Gayatri yang berbeda alam semakin kuat, tetapi ada konsekuensi dari hubungan mereka.
Setiap kali mereka bertemu,
Gayatri semakin melemah, ter-
hisap oleh energi cinta yang ada di antara dua dunia.
Rangga terkejut melihat wajah nya yang pucat pias dan ber-
tanya " wajah kamu pucat sekali dan tubuh kamu dingin, apakah kamu sakit Gayatri ??" tanya nya dengan kawatir, dia hanya menggelengkan kepala nya dan tersenyum manis.
Mereka tidak banyak bicara hanya berpelukan sepanjang malam" Gayatri, aku mencintai mu, aku ga mau kehilangan kamu , kehadiran mu membuat hidup ku kembali semangat " bisik nya dengan mesra dan Gayatri hanya tersenyum saja.
Dia merasa heran tubuh Gayatri yang berada di pelukan nya terasa dingin seperti es layak nya mayat tetapi Rangga yang sedang jatuh cinta membuang jauh- jauh fikiran jelek nya.
" Ahh, mungkin hawa di hutan ini dingin dan lembab sehingga tubuh nya menjadi adem (dingin) seperti mayat " bisik nya dalam hati.
Bapak Prapto yang merasa aneh melihat anak nya tiap malam pergi ke hutan mengajak teman nya untuk membuntuti nya.
" Yo, aku arep jaluk ( minta) bantuan mu " ujar nya ke teman nya Aryo .
" Jaluk bantuan opo To ( minta bantua apa To).?? " tanya nya keheranan.
Dia menceritakan sejak di tinggal menikah oleh kekasih nya , anak nya Rangga menjadi stress, setiap malam pergi ke hutan angker.
" Hihh medeni .. wani tenan bocah kui melebu neng hutan angker dewean , deweke arep ngopo neng kono, To ( hihh nakuti....berani benar itu anak masuk ke hutan angker sendrian, dia mau apa kesana, To) ?? " tanya nya keheranan .
" Aku juga ra ngerti deweke golek opo neng hutan angker lan ra ono bosene tiap malam lunga neng hutan angker ( aku juga ga tahu dia cari apa di sana di hutan angker dan ga ada bosen nya tiap malam pergi ke hutan angker) ??!!" ujar pak Prapto keheranan.
" Hihh..medeni ( hiih..nakuti) , konon hutan kuwi angker To, beberapa puluh tahun yang lalu ono cah wedok( ada anak perempuan) bunuh diri dengan menggantung diri di pohon besar karena di tinggal nikah karo ( sama) kekasih nya, mesake tenan nasib nya(kasian banget nasib nya ) " celoteh Aryo.
" Ojo meden- medeni aku Yo
( jangan nakut- nakuti aku Yo)" ujar Prapto ketakutan.
" Aku ra meden- medeni kowe, iki cerito nyoto ( aku ga nakut- nakuti ini cerita nyata) " sahut nya dengan wajah serius .
Ke esokan malam nya pak Papto dan Aryo mengikuti Rangga memasuki hutan angker yang gelap dan lebat, betapa terkejut nya mereka melihat dia janjian bertemu dengan seorang wanita berwajah pucat pasi, berbibir merah, mata nya celong menghitam dan yang lebih menyeramkan rambut nya panjang berantakan menyapu lantai hutan tetapi di penglihatan Rangga, Gayatri sosok wanita cantik.
" Astaghfirullah.. aku sampai njumbul ( kaget) , itu sosok kuntiii.. To?? " bisik Aryo ketakutan dengan dengkul gemetaran.
Dia sampai kontal (mental) kebelakang.
"Ternyata anak mu gendakan karo demit ( pacaran sama setan) , pasti itu sosok perempuan yang di ceritakan penduduk, yang mati bunuh diri dengan menggantung diri di pohon besar ituuu... !! hihhh.. medeni tenan, ayo mulih ae To, aku wedi nek kuntine ngamuk iso repot ( hihh..nakuti banget, ayo pulang saja To, aku takut kalau kunti nya ngamuk bisa repot )!! " bisik nya di liputi perasaan takut .
" Aku kudu gowo anak ku mulih saiki , aku wedi anak ku di gowo ke alam nya ( aku harus bawa anak ku pulang sekarang, aku takut anak ku di bawa ke alam lain) !!" bisik Prapto yang juga ketakutan.
" Kowe ojo sembrono, yen kunti-
ne ngamuk kowe di pateni (kamu jangan sembarangan, kalau kunti nya ngamuk kamu di matiin) !! " bisik nya memperingati nya .
" Kowe kudu ( harus) memang-
gil orang pintar untuk mengobati dan menyadar kan anak mu kuwi..ayo kita mulih ae saiki ( ayo kita pulang sekarang) !!" bisik nya sambil menarik tangan Prapto.
Mereka berlari pontang panting kocar kacir menjauhi hutan angker .
" Hiihhh.. medeni ayo melayu (hih..nakuti ayo lari), yen kowe duwe mantu kuntilanak geger sakampung ( kalau kamu punya mantu kuntilanak geger sekampung) !!" ujar Aryo sambil berlari sekuat tenaga.
Pak Prapto menceritakan kepada istri nya kalau anak nya memiliki kekasih hantu di hutan.
" Pantas mbok deweke sergep lunga neng hutan angker tiap malam, rupanya deweke duwe gendakan ( pantas dia rajin pergi ke hutan angker tiap malam , rupa nya dia punya pacar) lan gendakane kuwi demit ( dan pacar nya setan) " ujar nya.
" Astaghfirullah mesake tenan si Rangga ( kasihan banget si Rangga), cepat pak.. kowe golek orang pintar ( kamu cari orang pintar) untuk mengobati si Rangga sing mripate wis blawur ( yang mata nya sudah buram) ..., aku kawatir mengko ( nanti) si Rangga di gowo ( di bawa) ke alam nya " ujar istri nya ketakutan.
Pak Prapto menemui orang pintar kenalan teman nya Aryo bernama kyai Martaka, dia menceritakan anak nya berhubungan dengan sosok kuntilanak di hutan angker.
Ke esokan malam nya mereka membuntuti Rangga memasuki hutan angker yang gelap dan lebat , kyai Martaka terkejut melihat kekasih Rangga ternyata hantu .
" Astaghfirullah, benar itu sosok demit ( hantu ) kuntilanak,ra iso di menengi iki ( ga bisa di diamin ini) , ayo kita hampiri mereka, untung kowe cepat golek aku( cari aku ) , karena lambat laun anak mu akan di bawa ke alam nya " bisik nya .
Kyai Martaka dan Pak Prapto menghampiri nya sedang Aryo yang penakut bersembunyi di balik pohon besar.
" Aku ra melu , aku enteni neng kene ae, wedi di gebug karo kunti ...hihhh..( aku ga ikut, aku tunggu di sini saja, takut di gebug sama kuni..hihh..)!!! " ujar nya ketakutan.
Rangga terkejut melihat kedatangan bapak nya dan pak Kyai " arep opo bapak neng kene, bapak buntuti aku yo(mau apa bapak kesini) ?? " tanya nya dengan perasaan kesal .
" Buka mata mu lebar- lebar Rangga !!!!!!!, perempuan yang kamu pacari bukan manusia tetapi dia hantu !! " ujar nya sambil menunjuk Gayatri yang ketakutan.
Rangga tidak percaya dan marah" Jangan bercanda pak, Gayatri manusia, kalian mau apa mengganggu kita, pergii dari sini !!!! " teriak nya dengan marah , Gayatri yang ketakutan melihat kyai Martaka, bersem-
bunyi di belakang punggung Rangga .
" Keluar kamu ..demit ( hantu ) tempat mu bukan di sini !!! ,cepat kembali ke alam mu dan jangan mengganggu manusia !!! " teriak kyai Martaka dengan marah .
" Jangan sembarangan ngomo-
ng, Gayatri bukan hantu...mau apa kamu jangan ganggu kekasih ku !! " teriak Rangga dengan marah sambil menghalangi kyai Martaka yang akan mengusir nya.
" Minggir kamu le( nak) jangan halangi aku untuk mengusir demit (hantu ) ini, dia arwah penasaran yang mati bunuh diri menggantung diri di pohon besar itu dan dia akan membawa mu ke alam nya !! " ujar kyai Martaka tetapi Rangga tetap nekad dan menghalangi nya.
Pak Prapto memegangi Rangga yang berontak, tenaga nya seperti kesetanan.
" Aryo.. cepat keluar !!! bantu aku memegangi anak ini!! "teriak nya memanggil Aryo teman nya yang bersembunyi ketakutan di balik pohon besar.
Aryo yang ketakutan tidak menjawab dan tetap bersem-
bunyi di balik pohon besar.
" Semprul tenan si Prapto bengak bengok memanggil aku .!!!! , deweke kan ngerti aku wedi karo kunti kuwi ( dia kan tahu aku takut sama kunti itu), bodo amat aku tetap bersem-
bunyi neng kene wae ben aman urip ku ( aku tetap ngumpet disini biar aman hidup ku), hihhhh !! "ujar nya pelan.
Gayatri berteriak minta tolong" tolonggg.. aku Rangga !! " ujar nya dengan suara lirih dan Rangga mencoba menghalangi kyai Martaka yang berusaha mengusir sosok hantu itu, Rangga berusaha merebut air ruqyah di dalam botol yang di pegang oleh kyai Martaka.
Kyai Martaka yang jago silat memuntir lengan nya "wadoww
biyung...lara tenan tangan ku (wadoww..sakit tangan ku) !! " teriak nya meringis kesakitan.
Dan kyai Martaka yang kesal menendang tubuh nya sampai kontal ( mental) ke pojokan pohon besar. "Gubrakkk !!! ". " Aduhhh...lara kabeh awaku (Aduh ... sakit semua tubuh ku) !! " rintih Rangga kesakitan.
Pak Prapto hanya dapat mengelus dada nya saja melihat Rangga di tendang sampai mental oleh kyai Martaka.
" Dasar bocah beling, ngerusu-
hi kerjaan ku wae, meneng ae neng kono, buka pripat mu sing blawur lan ndelok sopo sebenar nya gendakan mu kuwi ( dasar anak nakal, ngerecoki kerjaan ku saja, diam saja di sana, buka mata mu yang buram dan liat siapa sebenar nya pacar mu itu) !! " bentak nya dengan marah.
Kyai Martaka membaca doa dan menyiramkan air ruqyah ke tubuh Gayatri yang segera menunjukan wujud asli nya yang menyeramkan dengan
wajah hitam penuh belatung, mata nya hitam bolong, mulut nya mengeluarkan darah berlendir yang beraroma busuk.
Rangga terkejut " Astaghfirullah
.. Gayatriii kekasih ku, huhuhuh
uhuhuuuuu ....!! " teriak nya menangis dengan histeris tidak menyangka kekasih nya adalah sosok kuntilanak yang menyeram kan .
Sosok tersebut berubah men- jadi asap hitam tebal dan meninggalkan bau anyir darah busuk . " Kikikikkkkkkkikkkk!!! "
Gayatri tertawa cekikikan dengan suara menyeramkan.
"Ooo.. demit kowe durung kapok , rasano aku siram meneh sampai hancur awak mu sing mambu bangkai sampai hancur ( oo, demit kamu belum kapok, rasain aku siram lagi tubuh mu yang bau bangkai sampai hancur) !! " teriak kyai Martaka sambil membaca doa.
" arghhhhhhhhh.. Ranggaaaaaa
aaaa... ...arghhhhhhhh !! " erang nya kesakitan .
Rangga yang syok melihat wujud asli Gayatri yang di cintai ternyata sosok kuntilanak, lang-
sung pingsan.
" Alhamdulillah, sosok itu sudah pergi dan ga akan mengganggu anak mu lagi, dan dia harus di obati agar bisa pulih kejiwaan nya " ujar kyai Martaka.
Setelah beberapa bulan di obati oleh kyai Martaka, Rangga pulih kembali secara fisik dan psikis.
Kyai Martaka berpesan" Rangga kamu jangan tinggal kan ibadah ya, karena ibadah itu penting untuk penguatan jiwa dan dapat membantu kamu menemukan kedamaian, kebahagiaan, dan ketenangan, selain itu ibadah juga dapat membantu kamu terhubung dengan Tuhan, serta dapat membentuk karakter dan mental yang kuat sehingga kamu ga mudah stress " ujar nya lagi memberi pesan .
Untuk melupakan kenangan yang membuat hati nya terluka, Rangga merantau ke Jakarta untuk bekerja dan saat ini
Rangga sudah menemukan kekasih yang di cintai , mereka akan segera menikah.
Komentar
Posting Komentar