Perempuan Laweyan Pembawa Kematian
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di sebuah desa kecil , hidup sepasang suami istri bernama bapak Gino dan ibu Mesem.
Mereka memiliki seorang anak perempuan , berparas cantik rupawan bernama Denok Demplon.
Denok yang bertubuh bak gitar Spanyol, memiliki sifat introvert, jarang kumpul dengan gadis- gadis remaja seusia nya yang sibuk menikmati masa muda nya , aktivitas nya setiap hari membantu orang tua nya berjualan gorengan dan nasi pecel di warung nya yang terletak di pasar tradisional.
Banyak pelanggan warung nya yang jatuh cinta pada nya tetapi dia tidak menggubris nya.
Salah satu pria yang cinta berat dengan nya duda tua bernama pak Jiwo yang berprofesi sebagai tengkulak , tengkulak adalah pedagang perantara yang membeli hasil panen dari petani kemudian menjualnya kembali kepada produsen tingkat lanjut.
" Dik Denok nggawe seporsi sego pecel ,di kei lomboke sing akeh lan kerupuk gendar karo tempe mendoan, aku ngombene teh manis wae koyo rupane dik Denok sing ayu sepasar iki , hehehee ( dik Denok buatkan nasi pecel, di kasih sambel yang banyak dan kerupuk gendar, aku minum nya teh manis kaya wajah dik Denok yang ayu sepasar ini, hehehee )!!" " ujar nya dengan genit sambil memandangi body nya yang bahenol dan wajah nya yang cantik rupawan.
Denok yang tahu di pandangi membuang muka dengan wajah masam . " Dasar mbah- mbah wis tuo misih lenjeh wae ( dasar mbah- mbah sudah tua masih genit saja) " ujar nya sebal dalam hati.
" Oalah atos tenan iki cah wedok, ndelok ae mengko kowe akan ku dadi kan bojo ku, hehheee..(oalah keras banget ini anak perempuan, liat aja nanti akan ku jadikan istri ku ) !!" ujar nya dalam hati sambil tersenyum.
Ibu nya Denok yang materialistis tahu pak Jiwo yang kaya raya di desa nya, cinta berat sama anak nya, membisiki anak nya" Pstt.....
Nok, kowe ojo atos- atos karo pak Jiwo ( kamu jangan judes- judes sama pak Jiwo), dia pelanggan setia nek bayar panganan sering di lebihkan uang nya".
"Opo sih mbok iki, aku ra gelem baik- baik karo deweke, wis tuo lenjeh ( apa sih, mbok ini aku ga suka baik- baik sama dia, sudah tua genit )!! " gumam nya dengan wajah masam.
Denok menghidangan seporsi nasi pecel komplit dengan kerupuk dan gorengan serta teh manis, dengan lahap pak Jiwo makan.
" Semprul.. pedes tenan lomboke iso mules weteng ku lan mencret ( semprul... pedas banget sambel nya bisa mulas perutku dan mencret ) !!" gerutu nya dalam hati nya .
Denok memandangi dari kejauhan sambil menahan tawa " rasano ben kuapok kowe, tak sumpahi loro wetenge mu lan di gowo ke UGD, hehehe!! (rasain biar kapok kamu, aku sumpahi sakit perut mu dan di bawa ke UGD, heheheeee ) " ujar nya dalam hati sambil terse-
nyum.
Pak Jiwo, sehabis makan pecel sambel geledeg, minum sampai setengah ceret air karena kepedasan muka nya yang hitam legam memerah .
" Pak Jiwo, pedes yo rasa pecele ( pak Jiwo pedes ya rasa pecel nya) ?? " tanya mbok Mesem.
" Mboten.. mbok iki eunak tenan pecel buatan dik Denok ( gak ... bu ini enak banget pecel buatan dik Denok )!? " ujar nya berboho
ng.
" Pak Jiwo , iki ono gorengan sing manis- manis( pak Jiwo, ini ada gorengan yang manis- manis ) " celetuk pak Gino yang asik menggoreng ubi dan pisang.
" Cocok tenan pak, bar mangan pedas mangan sing manis- manis, zszszsss( cocok banget pak, habis makan pedas makan yang manis- manis ) !! " sahut nya sambil mendesis kepedasan persis ular kobra.
Setelah puas memandangi wajah Denok yang cantik, dia pamit pulang dan membayar makanan nya serta menitip uang jajan buat Denok.
" Mbok aku titip uang jajan untuk Denok" bisik nya sambil menyerahkan beberapa lembar-
an uang berwarna merah. Mbok Mesem kegirangan. "Matur nuwun sanget (terimakasih banget) pak Jiwo " ujar nya kegirangan .
" Nok, merene ( Nok, kesini) " panggil mbok nya dengan lembut sambil tersenyum.
Ono opo mbok (ada apa mbok)
?? " sahut nya.
" Iki pak Jiwo titip uang jajan buat kamu " bisik ibu nya sambil menyerahkan beberapa lembar uang rausan ribu.
" Emoh mbok, aku ra sudi ( ga bu ..aku ga mau).!! " ujar nya . "Kowe ojo atos- atos toh Nok , deweke tresna karo kowe ?? " ( kamu ga boleh judes- judes Nok , dia cinta sama kamu ) !?" bujuk ibu nya tetapi dia yang membenci pak Jiwo tidak mau menerima nya.
" Yo wis nek kowe ra gelem, duit iki nggawe mbok ae ( ya sudah kalo ga mau., duit ini buat ibu saja) !! " sambil memasukan uang itu ke dalam BH nya yang asam kecut.
Beberapa bulan kemudian pak Jiwo yang sudah cinta berat dengan Denok Deplon melamar nya ke orang tua nya dan orang tua nya dengan senang hati menerima nya .
Denok menangis sejadi- jadi nya "aku ra sudi rabi karo mbah- mbah mbok, gilani tenan!! ( aku ga suka nikah sama kakek- kakek bu, menjijikam banget ), huhuhu !!" teriak nya marah sambil menangis sesenggukan
" Ooo, ndelok wae, yen kowe ra gelem rabi karo deweke, kowe tak usir dari omah iki ben dadi wong gembel ( oo, lihat saja, kalo kamu ga mau kawin sama dia, saya usir dari rumah ini biar jadi orang gembel )!! " bentak bapak nya yang memiliki sifat matrerialistis, keras dan galak.
" Wis manut ae karo wong tuo sing penting kita bakal dadi wong sugih ( sudah nurut saja sama orang tua, yang penting kita bakal jadi orang kaya) " bujuk ibu nya .
Dengan terpaksa Denok menerima lamaran pak Jiwo, acara nya di adakan di gedung yang megah dan mewah, awal nya dua anak pak Jiwo yang sudah dewasa dan berumah tangga tidak setuju ayah nya menikah dengan Denok yang masih muda belia tetapi ayah nya yang keras memarahi dua anak nya" kalian jangan ikut campur dengan urusan bapak, sing penting aku wis bagi warisan untuk kalian !! " bentak nya dan kedua anak nya hanya tertunduk ketakutan.
Malam pertama membuat Denok ketakutan dengan tubuh gemetaran dan keringat dingin bercucuran di tubuh nya , dia duduk di pinggiran tempat tidur" Nok, saiki kowe wis dadi bojo ku, dadi kudu melayani ku ( Nok ,sekarang kamu sudah jadi istri ku, jadi harus melayani ku ) " ujar nya dengan nafsu sambil memandangi tubuh nya yang bahenol .
Pak Jiwo yang sudah tua tetapi tenaga nya masih kuat menarik tubuh nya dan berusaha mencium pipi halus nya dan membuka pakaian Denok yang menangis tersedu- sedu "ojo ...ojo...ojo sentuh aku, !! aku ra sudi melayani kowe, gilani tenan!!.( jangan..jangan sentuh aku!!, aku ga mau melayani kamu, menjijikan banget ), huhuhuhuuuuuu !!" " ujar nya sambil menangis tersedu- sedu tetapi pak Jiwo yang sudah tidak kuat melawan nafsu nya , memaksa nya melayani, dia terus berusaha membuka pakaian nya dan Denok yang ketakutan memegangi pakaian nya dengan erat, akhir nya setelah berkutat pakaian nya terbuka dan alangkah terkejut nya pak Jiwo melihat toh atau tanda lahir berupa tahi lalat besar di bahu sebelah kiri nya yang menurut kepercayaan Jawa di yakini sebagai Perempuan Bahu Laweyan.
" Oalah medeni tenan ( oalah nakuti banget) , ternyata Denok perempuan bahu laweyan, menurut mbah ku tanda lahir tersebut diisi oleh mahluk gaib berjenis ular bisa membawa petaka dan siapa pun yang menikahi nya, suaminya kelak akan meninggal dunia, medeni tenan, aku iso bernasib buruk lan mate ( nakuti betul, aku bisa bernasib sial dan mati ) !! " bisik nya dalam hati ketakutan .
Tetapi melihat ke bahenolanan dan kemulusan tubuh Denok, ketakutan nya segera hilang " ah itu kan cuma mitos, aku ra perduli !!" ujar nya dalam hati dan dengan nafsu yang membabi buta, menggauli Denok yang hanya bisa menangis sedih.
Selama tiga bulan menikah pak Jiwo menghadiah kan nya dengan berbagai barang mewah tetapi bathin Denok tersiksa hampir setiap malam pak Jiwo meminta di layani.
Pada suatu malam setelah meminta jatah, pak Jiwo yang sudah tua tidur kelelahan dan pagi hari nya tidak bangun lagi ternyata dia meninggal dunia secara mendadak, menurut dokter yang memeriksa nya pak Jiwo terkena serangan jantung padahal sebenar nya dia di mangsa dengan cara di hisap darah nya oleh mahluk halus yang keluar dari tubuh Denok ketika dia tertidur pulas.
Denok bukan nya sedih tetapi merasa lega suami nya pak Jiwo yang sudah tua tapi doyan seks meninggal" akhir nya aku terbebas dari si bandot tua gila seks, hihh gilani tenan ( hihh, menjijikan banget) !!" ujar nya sambil tersenyum senang .
Begitupula ke dua orang tua nya bukan sedih anak nya menjadi janda tapi kegirangan karena pak Jiwo meninggalkan harta yang banyak untuk anak nya sehingga mereka menjadi kaya raya.
Setahun kemudian Denok menikah kembali dengan seorang pria muda dan tampan bernama Dirga yang bekerja di salah satu kantor swasta, dia sangat bahagia karena mencintai pria tersebut.
Setelah enam bulan menikah suami nya meninggal secara mendadak karena kecelakaan , dia sangat sedih dan terpukul.
Akhir nya setelah konsultasi ke paranormal dia menyadari bahwa dia perempuan bahu laweyan, tubuh nya di pinjam sebagai wadah oleh makhluk halus jahat yang ingin menguasainya, kalau ada yang mengawininya, makhluk halus ini tak rela dan akan membu-
nuh nya.
Dia yang trauma menjadi takut untuk menikah kembali karena dua suami nya yang terdahulu meninggal secara mendadak, dia tidak ingin mengalami hal itu lagi.
Sanak saudara dan masyarakat menggunjing kan nya " aku curiga ngopo yo bojone si Denok selalu mate mendadak, jangan- jangan Denok sing ayu perempuan bahu laweyan ( aku curiga kenapa ya suami nya si Denok selalu meninggal mendadak, jangan- jangan Denok yang ayu perempuan bahu Laweyan) !!" ujar Bejo ke teman- teman nya nya.
" Opo kuwi bahu laweyan ( apa itu bahu laweyan) Jo ?? " tanya teman- teman nya keheranan.
" Bahu laweyan perempuan yang memiliki memiliki tanda lahir sebesar koin di bahu kirinya, dia akan membawa petaka siapapun yang menikah dengan nya akan meninggal, tanda lahir itu di isi mahluk halus yang membunuh laki- laki yang mengawini nya " celoteh nya dengan panjang lebar.
" Hihhh.. medeni tenan (hihh..
..nakuti banget) !!" sahut teman- teman nya merinding .
Sejak kematian suami nya yang kedua tidak ada pria yang berani mendekati nya karena takut menanggung resiko kematian.
Suatu hari di Desa nya kedata-
ngan seorang pemuda tampan yang tinggal menumpang dengan pakde nya, yang rumah nya persis di depan warung orang tua nya Denok.
Karena sering bertemu akhir nya Wisnu jatuh cinta dengan Denok yang cantik.
Wisnu yang tampan bekerja sebagai Satpam di sebuah pabrik percetakan.
Pakde nya yang tahu keponakan nya jatuh cinta dengan Denok melarang nya " No .. aku ra setuju yen kowe berhubungan karo Denok" ujar nya.
" Emang nya kenapa pakde ?? Denok perempuan cantik, lembut dan ke ibuan " sahut nya.
" Pakde ngerti nek kuwi, tapi kowe pasti ra ngerti yen Denok kuwi perempuan bahu laweyan, kowe ngrerti kan opo kuwi bahu laweyan?? ( paman ngerti kalau itu, tapi pasti kamu ga tahu kalau Denok perempuan itu perempuan bahu laweyan, kamu tahu kan apa itu bahu laweyan) ?? , loro bojone wis mate secara mendadak ( dua suami nya sudah meninggal secara mendadak) ?? " ujar nya lagi.
Wisnu terkejut tidak menyang-
ka kalau Denok perempuan yang di cintai perempuan bahu laweyan" tapi aku sudah cinta sama dia, aku akan tanggung resiko nya" ujar nya nekad.
" Mbeling tenan kowe Nu, ra iso di nasehati, kowe ra eman karo nyowo mu ( bandel kali kamu Nu, ga bisa di nasehati, kamu ga sayang sama nyawa kamu ?? " tanya nya keheranan.
" Aku bukan nakal pakde, aku akan mendatangi guru ku untuk menanyakan cara menghilang-
kan sosok gaib yang ada di tubuh nya, kasihan Denok perempuan baik" ujar nya. "Yo, wis terserah kowe wae sing misih nekad" ujar pakde nya dengan kesal.
Sore itu Wisnu mengutarakan keinginan nya untuk melamar nya " Nok aku mau melamar kamu " bisik nya.
Dia terkejut dan berkata" aku belum siap mas" ujar nya dengan suara lirih.
" Kamu malu ya kalau menikah dengan ku karena pekerjaan ku hanya sebagai Satpam??" tanya nya lagi.
" Bukan itu mas!! " sahut nya lirih, tiba- tiba Denok menangis tersedu- sedu , Wisnu terkejut" ada apa Nok, apa omongan ku menyinggung perasaan mu?? " tanya nya keheranan.
" Bukan itu mas, ada suatu rahasia besar yang akan ku ceritakan atau mungkin kamu sudah mendengar rumor kalau aku perempuan bahu laweyan di mana setiap pria yang menikahi ku akan meninggal seperti dua suami ku terdahulu ,huhuuu huhhuuuu!!, aku ga mau kamu menjadi korban berikut nya, buruk banget nasib ku ini mas!? " ujar nya sambil memeluk Wisnu.
" Ya aku sudah mendengar itu, kamu ga usah kawatir, aku akan menolong mu melalui guru ku " ujar nya. " Betul mas?? " tanya nya.
" Iya, aku akan menolong mu" ujar nya sambil memeluk nya.
ke esokan pagi nya Wisnu mendatangi guru nya, kyai Somad yang tinggal di luar Kota.
" Kyai aku bermaksud menikahi kekasih ku tetapi kekasih ku memiliki tanda lahir di bahu kiri nya yang di kenal sebagai bahu laweyan " ujar nya dengan wajah sedih .
" Oalah, iki abot tenan ngelakoni nya le nek kowe rabi karo perempuan bahu laweyan , ono beberapa sayarat sing kowe kudu lakonin agar terhindar dari malapetaka ( oalah , ini berat banget ngelakuin nya kalau kamu menikah dengan perempuan bahu laweyan, ada beberapa syarat yang harus kamu lakukan agar terhindar dari malapetaka) ??" ujar guru nya menghela nafas berat .
" Apapun syarat nya akan saya lakoni" ucap nya dengan nekad.
" Agar kamu tidak menjadi korban bahu laweyan ada beberapa syarat yang harus kamu jalani, kamu harus mampu dulu mengalahkan roh halus yang ada dalam tubuh manusia laweyan itu " ujar nya .
" Cara nya bagaimana Kyai?? " tanya Wisnu antusias.
" Caranya kamu harus mengawini perempuan bahu laweyan dahulu , karena hanya pasangan hidupnya yang dapat membebaskan penderitaan nya " ujar nya lagi.
"Pernikahan itu harus di langsu
ng kan tepat pada hari kelahir-
an si manusia bahu laweyan dan kamu juga harus puasa mutih selama 40 hari kalau ingin mengalahkan makhluk halus itu, syarat lain nya kamu harus tidur setelah pukul 1 malam di lantai beralas tikar ga boleh tidur di atas ranjang" ujar nya dengan panjang lebar.
" Dan syarat terakhir , berdoa mohon keselamatan kepada Tuhan agar terhindar dari malapetaka, dan kamu juga ga boleh melakukan hubungan suami istri selama 40 hari, jika selama 40 hari itu tak terjadi apa-apa, itu berarti kamu akan selamat selamanya" ujar nya.
" Berat ya Kyai syarat nya tapi aku akan coba sekuat tenaga demi Denok " ujar nya dengan yakin .
" Apakah kamu yakin mampu ngelakoni nya selama 40 hari??tanya nya lagi.
" Insha Allah kyai, aku mampu ngelakoni nya " ujar nya dengan mantab .
" Dan selama 40 hari godaan nya silih berganti seperti lapar, rasa ngantuk dan keinginan berhubungan intim dengan istri mu, mungkin kamu juga akan melihat makhluk halus seram yang keluar dari tubuh istri mu ketika dia tertidur pulas dan ingat jangan takut, itu tanda nya hilang nya penderitaan bahu laweyan " pesan nya.
Sebulan kemudian mereka menikah dan masyarakat di Desa sana bergunjing" wani tenan pemuda kuwi mengawini perempuan bahu laweyan , nggolek mate wae ( berani benar pemuda itu mengawini bahu laweyan, cari mati saja) !! " bisik mereka.
" Mesake tenan lan ndelok ae telung sasi meneh pasti pemuda kuwi mate ( kasian banget dan lihat saja tiga bulan lagi pasti pemuda itu mati) " bisik mereka lagi dengan di liputi perasaan kasihan dengan pemuda itu.
Selama 40 hari Wisnu melakoni syarat yang di ajarkan oleh guru nya meski berat dia nekad melakukan nya demi kesembuhan istri tercinta nya.
Suatu malam Wisnu yang sedang khusuk berdoa melihat asap putih keluar dari tubuh istri nya yang sedang tertidur pulas , lama- lama berwujud menjadi sosok genderuwo yang menyeramkan.
Bertubuh tinggi besar, berbulu lebat, bermata merah lebar, berkuku panjang, bertaring panjang dan ada tanduk di kepalanya.
Sosok itu memandangi nya dengan marah, dia menyeringai ke arah nya, Wisnu ingat pesan guru nya jangan takut ketika melihat sosok itu, karena ketika sosok genderuwo keluar dari tubuh istri nya arti nya istri nya terbebas dari kutukan bahu laweyan.
Wisnu tetap fokus khusuk berdoa, samar- samar sosok itu menghilangan meninggalkan suara geraman marah " arghh
hhhhhhhhhhh!! " dan meninggal
kan asap hitam tebal berbau busuk.
Akhir nya istri nya terbebas dari kutukan bahu laweyan dan setelah menikah 6 bulan, Denok hamil betapa bahagia nya mereka, dan orang tua nya bersyukur anak nya terbebas dari kutukan bahu laweyan.
Komentar
Posting Komentar