Di Hantui Arwah Kekasih Korban Pelecehan Seksual.
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Googel.
Di sebuah Desa terpencil, baru- baru ini di hebohkan dengan kemunculan sosok hantu wanita yang berkeliaran di Desa itu.
Sosok hantu wanita itu muncul beberapa minggu setelah kematian Esih bunga Desa yang mati bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam sumur tua yang dalam di belakang rumah nya.
Di ceritakan di Desa terpencil hidup lah seorang wanita cantik bunga Desa bernama Esih yang jatuh cinta kepada seorang pria tampan anak orang kaya bernama Engkos yang terkenal berengsek dan play boy, beberapa teman nya sudah mengingat kan nya tetapi dia tidak perduli malah bangga memiliki kekasih seperti Engkos, anak orang kaya raya di Desa nya.
" Sih , maneh tong ( kamu jangan) nekad jadi kabogohana( kekasih nya ) si Engkos yang terkenal cunihin
( genit) dan berengsek nanti teh maneh ngadek ( kamu sakit hati) " ujar salah satu teman nya si Ety mengingatkan nya.
" Selama pacaran jeng aing
( sama aku) sikap nya sopan dan sayang sama aing ( aku), dia malah banyak memberi
kan hadiah ke aing ( aku) " sahut nya dengan bangga .
" Ah itu sih cuma modus, tong di percaya ( jangan di percaya ) si Engkos, sudah banyak hati perempuan yang di sakitin dan di rusak masa depan nya oleh si Engkos berengsek itu " ujar si Ety dengan kawatir .
Tetapi Esih yang cantik sudah jatuh cinta dan silau dengan kekayaan nya , tidak percaya dan tidak mempeduli kan peringatan si Ety dia malah berfikir " riweh wae ( repot aja) , mungkin si Ety teh iri jeng aing( sama aku) bisa dapatin si Engkos yang kasep ( tampan) dan kaya raya ".
Hubungan Esih dan Engkos semakin dekat , suatu malam sepulang dari nonton wayang golek di Desa sebelah mereka kehujanan dan meneduh di sebuah gubuk kecil kosong di pinggiran sawah yang sunyi sepi.
" Sih, dor dar gelap ( hujan deras di sertai angin kencang, gemuruh dan kilat) kita teh berteduh di dieu wae ( di sini aja ) sampai hujana eureun (hujan nya reda) " ujar Engkos sambil meminggirkan motor nya.
" Ihh.. aing sieun di dieu poek, ayuh balik ka imah wae ( ih aku takut di sini gelap, ayuh pulang kerumah aja) " bisik nya ketakutan.
" Ulah sieun Sih, kan aya akang Engkos yang kasep ( cakep) di dieu, heheee!! ( jangan takut kan ada akang yang tampan di sini) " bujuk nya sambil tertawa dan dalam hati nya kegirangan ada kesempatan melakukan sesuatu yang tidak senonoh kepada Esih yang lugu .
" Malam ini aing kudu ( harus) dapat meniduri si Esih yang montok tapi sok jual mahal, aing ( aku) sudah ngeluarin uang banyak untuk membeli hadiah untuk dia " ujar nya dalam hati nya sambil terse-nyum licik .
Dengan pakaian yang sudah basah kuyup dan tubuh menggigil kedinginan, dengan terpaksa Esih menuruti keinginan Engkos menunggu hujan reda di dalam gubug kecil kosong di pinggiran sawah yang sunyi sepi.
Hujan turun dengan deras, bunyi petir menggelegar, kilat menyambar- nyambar , suasana nya sunyi sepi , gelap gulita dan hawa nya begitu dingin membuat nya semakin ketakutan.
Engkos berpura- pura baik menenang kan dan memeluk nya dengan hangat " tong sieun geulis aya aing di dieu ( jangan takut cantik ada aku di sini) , tubuh kamu dingin banget aku peluk ya biar hangat ?? " bisik nya sambil memeluk nya dengan erat, Engkos yang sudah tidak bisa menahan nafsu syahwat nya mencoba mencium pipi mulus dan bibir nya yang seksi merah merona , Esih yang belum pernah di sentuh laki- laki merasa terkejut
" bade naon maneh teh ( mau apa kamu) ??!! " tanya nya di liputi perasaan takut dan mencoba menghindari ciuman nya .
" Maneh cicing wae ( kamu diam saja), aing cuma bade mencium maneh ( aku cuma mau mencium kamu) biar hangat " kilah nya.
" Ulah kitu, aing geuleh ,tong ngaganggu aing ( jangan begitu aku jijik, jangan ganggu aku ) !!" protes nya sambil mendorong tubuh Engkos dengan keras sampai terjungkal kebelakang .
Si Engkos yang temperamental tersulut emosi nya "kehed sia maneh ( sialan kamu) !!, kunaon maneh jorokin aing( kenapa kamu jorokin aku) , tong sok suci (jangan sok suci ), masa maneh heunteu ( kamu ga) ngerti pacaran orang dewasa " ujar nya dengan nafas memburu .
" Tong sentuh aing ( jangan sentuh aku )!! "pinta nya dengan memelas.
Engkos yang marah, bangkit dan menghampiri nya serta mendorong tubuh Esih dengan keras ke lantai yang basah dan lembab, memegangi kedua lengan nya ke atas , dia memberontak sekuat tenaga tetapi tenaga nya kalah kuat dengan Engkos yang bertubuh tinggi besar .
" Ontohod maneh !! Kos , ternyata maneh cowok berengsek, aing geleuh , cileupeung maneh ( kurang ajar kamu!! Kos ternyata kamu cowok berengsek, aku jijik, bodoh kamu ) , lepasin aing
( aku), tolooongggggggg!!........ huhuhhuuhuhuhhhuhuhuuu! " teriak nya sambil menangis kejer tetapi Engkos yang nafsu nya sudah di ubun- ubun dengan kasar membuka paksa seluruh pakaian nya serta memperkosa nya dengan kasar.
Esih terus berteriak sekuat tenaga " tolonggggg !!! anjir maneh (anjing kamu)kurang ajar, berengsek, belegug siah
( bodoh kamu) ....!!! " , dia menendangi tubuh Engkos yang kewalahan menundukan nya .
" Belegug sia, cicing wae maneh, kalo tong bisa cicing, aing takol maneh ( bodoh, diam saja kamu, kalo ga bisa diam, aku pukul kamu)" maki nya sambil terus menindih tubuh Esih yang putih dan montok .
Kemudian dengan kasar Engkos menjepit kaki nya dengan erat .
" Sok wae ngagorowok.......!!
( silahkan aja teriak ) sampai serak suara maneh ( kamu) , heunteu aya ( ga ada) orang yang bakal dengar, paling jurig
( setan) yang dengar teriakan maneh ( kamu) , mending maneh cicing wae ulah ganeng teuing (mending kamu diam aja jangan berisik) , dasar belegug siah maneh (dasar bodoh kamu ) !! " ujar nya sambil menampar pipi nya yang halus dengan keras. "Plakkkkkkkkkkkkkkkk !!! " .
Dengan menahan rasa sakit di hati dan tubuh nya, Esih menangis tersedu- sedu tetapi Engkos tidak memperdulikan nya, dengan nafas memburu menikmati tubuh nya yang montok dan herang ( putih bening) belum pernah tersentuh laki- laki .
Setelah kejadian malam itu Esih yang kalem dan religius menjadi depresi, dia merasa ketakutan seperti di kejar dosa, merasa kotor dan tidak berharga diri nya, dia sudah tidak bersemangat hidup nya,kehilangan nafsu makan , setiap malam merasa cemas sehingga tidak bisa tidur berhari- hari.
Kedua orang tua nya merasa kawatir dan kebingungan melihat perubahan sikap nya.
" Sih sebenar nya aya masalah naon (sebenar nya ada masalah apa) , ambu liat kamu sering ngalamun wae ( kamu sering melamun aja ) dan heunteu
( ga) nafsu makan ?? , apa yang terjadi sama kamu cerita jeng ambu ( sama ibu), mungkin ambu ( ibu) bisa bantu " ujar ibu nya dengan lembut, yang tidak tahu dalam beberapa bulan ini Esih pacaran dengan Engkos yang terkenal berengsek dan suka merusak kesucian anak gadis orang.
" Heunteu aya naon- naon ambu ( ga ada apa- apa bu), aku baik- baik aja " sahut nya berbohong dia tidak mau melihat orang tua nya bersedih dan air mata nya menetes di pipi nya yang mulus.
Beberapa teman nya menjenguk nya untuk menghibur tetapi dia tetap murung.
" Sih, maneh teh kunaon sih
( kamu tuh kenapa sih) ?? kok jadi murung begini, cerita jeng aing ( sama aku ) ?? " ujar Ety tetapi dia hanya diam membisu saja.
Ety yang kepo ( pingin tau) bergosip dengan dua teman nya si Imah dan Nety "aing
( aku) mah curiga si Esih sering ngalamun (melamun), gara- gara dia sudah di lecehkan jeng ( sama) si Engkos berengsek itu " .
" Masa sih Ty ?? kasihan dong, dan si Engkos kalau sudah nidurin cewek ga bakal tanggung jawab , sudah banyak korban nya " ujar nya.
" Apagi orang tua si Engkos orang terpandang di Desa ini mana mau punya mantu orang malarat ( miskin) kaya si Esih " ujar Imah dengan wajah sedih.
Berita Esih bunga desa yang cantik menjadi depresi tersebar ke masyarakat Desa dan sampai ke telinga Engkos yang hanya tersenyum sinis" sebodo teuing ( amat) maka nya jadi cewek ulah( jangan )sok suci luh, belegug sia ( bodoh ) !!! " umpat nya dalam hati.
Dua bulan berlalu kondisi nya semakin memperihatin kan, Esih yang dulu nya bertubuh montok menjadi kurus layu karena tidak nafsu makan dan jarang tidur .
Orang tua nya yang kawatir dengan kondisi nya ,memanggil ibu ustadzah Badriah untuk memberikan pencerahan secara agama .
Setelah berbicara dari hati ke hati dengan nya , ibu ustadzah Badriah terkejut ternyata Esih mengaku telah di nodai oleh kekasih nya Engkos dan sudah dua bulan dia tidak haid kemungkinan hamil, dia sangat cemas dan malu ke tetangga nya kalau dia hamil tanpa suami.
Ke dua orang tua nya terkejut dan menangis tersedu- sedu " Gusti Allah.. Esih kamu teh anak baik, ibadah kamu kuat kenapa bisa terjadi seperti ini, huhuhuuuu, kami kecewa nak !! " ujar kedua orang tua nya sambil menangis dengan sedih.
" Maaf kan aku ambu abah ( ibu bapak), saat itu aku ga bisa melawan , dia memaksa dan mengancam ku , aku menyesal berhubungan dengan dia ternyata dia laki- laki berengsek, aku malu sama abah dan ambu, huhuuuu, maafin Esih !! " ujar nya dengan perasaan menyesal sambil menangis tersedu- sedu .
Kedua orang tua nya memeluk nya dengan sedih. " Ambu dan abah sudah maafin kamu nak tapi kamu jangan ngelamun wae (murung saja) , kita cari jalan keluar nya ya??" ujar mereka dengan sedih.
" Bu, kita teh harus datangi keluarga si Engkos bajingan itu!! " ujar suami nya dengan marah.
" Sabar pak.. mereka orang kaya kita harus hati- hati, centeng nya ( anak buah nya) banyak nanti bapak celaka di takol jeng anak buah nya ( di pukul sama anak buah nya) " ujar istri nya menenangkan nya.
Ke esokan hari nya bapak si Esih nekad mendatangi rumah Engkos yang megah dan besar, bapak nya menceritakan ke orang tua nya Engkos kalau dia sudah melecehkan anak nya tetapi orang tua nya yang sombong tidak terima dan tidak mau bertanggung jawab malah mengancam nya akan menghabisi keluarga Esih. "Kalau maneh ( kamu) berani datang kesini lagi, aing habisin nyawa maneh ( kamu) dan keluarga maneh ( kamu), paeh semua (mati semua), sok
( silahkan) saja buat laporan ke polisi, maneh ( kamu) heunte
( ga) akan menang melawan aku orang kabeungharan ( kaya raya) di Desa ini sedang maneh orang malarat ( miskin) !! " maki nya dengan sombong .
" Dugul !! gera kadieu (botak!! cepat kesini) !!!, bawa keluar bapak tua malarat ( miskin) ini dari sini, aku geuleh( jijik) melihat nya !! " teriak pak Martaka ke centeng nya ( anak buah nya ) dengan marah.
Si dugul( gundul) yang ber-wajah hitam sangar seperti pantat panci menyahut " siap gan " .
" Maneh ulah banyak legeg pisan ( kamu jangan banyak gaya ),nanti aing takol ( aku pukul ), kapok maneh (kapok kamu) !!!" maki centeng nya
( anak buah nya) sambil menyeret bapak nya Esih keluar dari rumah nya bapak Martaka.
"Énggal mapahna, enggal gera pulang maneh ( cepat jalannya, cepat pulang kamu) !!! " maki nya dengan kasar sambil mendorong nya keluar rumah dengan kasar tubuh bapak nya Esih sampai jatuh terjerembab di tanah .
" Astaghfirullah... dzalim banget keluarga ini, biar Allah balas ke dzaliman nya !! " umpat nya.
Dalam keadaan putus asa dan merasa tidak ada harapan, Esih yang depresi memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Tengah malam saat kedua orang tua nya tertidur pulas, untuk mengakhiri rasa sakit dan penderitaan nya , dia berjalan ke arah belakang rumah nya menuju sumur tua.
" Maaf kan aku ambu abah( ibu ayah) sayang , sudah membuat ambu abah ( ibu ayah) malu, sedih dan kecewa, aku belum bisa membuat ambu dan abah
( ibu dan ayah) bahagia, biar aku mati saja karena aku anak ga berguna, huhuhuuuu !!!" bisik nya sambil menangis tersedu- sedu .
Dia naik ke pinggiran bibir sumur yanng licin dan berlumut, kemudian segera melompat ke dalam sumur tua yang dalam "byurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr .!!! ".
Ibu nya terkejut dan terbangun dari tidur nya karena mendengar suara seperti benda jatuh ke dalam sumur tua.
" Suara naon eta ( suara apa itu)?? "bisik nya.
" Seperti benda jatuh ke dalam sumur , jangan- jangan si Esih bunuh diri dengan nyemplung ke sumur, waduhh gawat ieu
( ini)" ujar nya dengan kawatir.
Dengan panik membangunkan suami nya " abah ( pak) bangun atuh, aya ( ada) benda jatuh ke dalam sumur tua!! " ujar nya panik.
Suami nya terbangun " mungkin tikus got kecebur ke dalam sumur tua itu mbu( bu) " ujar nya sambil menarik sarung nya.
" Masa suara nya berat kaya suara orang nyemplung kedalam sumur, jangan- jangan teh si Esih bunuh diri bah (pak ), cepat lihat di kamar nya !! " ujar nya semakin panik sambil menarik sarung suami nya .
Suami nya terkejut dan meloncat dari ranjang, cepat- cepat menuju kamar tidur Esih yang ternyata sudah kosong.
" Bah.. kamana si Esih, ambu sieun ( pak kemana si Esih, ibu takut)!! " ujar nya panik.
Mereka menuju sumur tua di belakang rumah dan melongok ke dalam sumur tua yang dalam, pinggiran bibir sumur nya sudah berlumut dan licin. Betapa terkejut nya, terlihat di dalam sumur tua yang dalam dan berlumut , tubuh Esih sudah mengambang di atas air.
" Astaghfirullah.. Esihhhh anak kuuuu !!! " teriak mereka dengan panik.
" Tolonggggg!!! ....ya Allah Esih anak ku, huhuhuuu !!! " teriak mereka dengan panik sambil menangis dengan histeris.
Teriakan nya mengejutkan para tetangga di sekitar nya yang segera berdatangan kerumah nya, terlihat ibu nya Esih sudah pingsan di samping sumur tua.
Sedang bapak nya dalam ke adaan syok ( kaget) berat.
" Aya naon pak Tisna ngagorowok ( ada apa pak Tisna teriak- teriak ) )?? " tanya salah satu tetangga ny pak Sunandar.
Sedang yang lain menggotong ibu nya Esih dan membawa nya ke dalam rumah.
" Si Esih teh nyemplung ke sumur ieu (ini) " ujar nya terbata- bata.
Mereka terkejut dan melongok ke dalam sumur tua terlihat tubuh nya sudah mengambang di dalam sumur.
"Astaghfirullah itu si Esih, tubuh nya sudah mengambang di permukaan sumur !! " ujar beberapa tetangga nya dengan terkejut.
" Gera ( cepat) tolong si Esih!! " ujar mereka dengan panik.
Dengan susah payah akhir nya tubuh Esih yang sudah kaku dan membiru dapat di angkat dari dalam sumur tua .
Kedua orang tua nya menangis histeris melihat jasad Esih yang di sayangi sudah terbujur kaku dan membiru.
" Esihhhh... kunaon maneh
( kenapa kamu) nekad berbuat ini, huhuhuhhhhhuuu !!! " teriak ke dua orang tua nya sambil memeluki nya dan menangis dengan histeris.
Pagi hari jasad Esih langsung di makam kan di pemakaman dekat rumah nya, ibu nya menangis pilu" yang tenang di sana Esih, ambu ( ibu) dan abah( ayah) akan berusah mengikhlas kan kepergian kamu nak, semoga laki- laki yang mendzolimi kamu mendapat balasan yang setimpal dari Allah" ujar nya dengan suara bergetar.
Para tetangga yang hadir ikut terharu meneteskan air mata.
Setelah pemakaman nya tadi pagi, malam hari Desa itu menjadi sunyi sepi mencekam, tidak ada yang berani keluar rumah, konon menurut cerita, arwah orang yang meninggal bunuh diri tidak tenang di alam sana dan akan gentayangan.
Esih yang sudah meninggal berharap menemukan kedamai-an, tetapi arwah nya terperangkap di antara dunia hidup dan mati.
Dia berubah menjadi hantu wanita, mengenakan gaun putih yang bersimbah air, dengan mata yang penuh kesedihan.
Setiap malam, arwah Esih yang penasaran berkeliaran di desa, menangis dan mencari Engkos yang telah merenggut kesucian nya.
Malam itu kang Dudung yang sehabis menonton wayang golek di Desa sebelah berjalan sendiri di area pemakaman.
Untuk mengusir ke isengan nya dia bersenandung sambil menggoyangkan pinggul nya yang kopong " goyanggggg.. dombret.. bret.. goyang doombret.. bret......brebet....!!.".
Tiba- tiba angin dingin bertiup berdesir, suara gemerisik daun terdengar menyeramkan.
" Hihh.. pikasieuneun amat di dieu ( serem amat di sini ) mana hawana tiris ( dingin) " bisik nya sambil merapatkan jacket nya dan memepercepat langkah kaki nya .
Samar- samar dia mendengar suara tangisan yang menyentuh hati dari balik makam yang di atas nya di tumbuhi bunga kamboja putih yang besar dan rimbun "Hiks. hiks..hikkkss.. hikssssshiksssss...ssss !! ".
"Saha eta ( siapa itu) yang menangis di kuburan tengah malam begini ..hihhhh....
...aing ( aku) jadi merinding ??" bisik nya di liputi perasaan takut.
Dan tiba- tiba dia melihat sosok wanita bergaun putih dan berambut panjang berdiri di bawah pohon kamboja sedang menangis sedih .
" Eta pasti teh Jur.. jurig, aing sieun , belegug sia (itu pasti setan.. setan , aku takut, bodoh luh ) !!" teriak nya dengan panik dan ketakutan, segera berlari pontang panting sekuat tenaga menjauhi makam itu, terdengar suara cekikikan dari arah bela-
kang nya " hihihihi hiihiihiihiii
iihiiiii.......hiiiiiiihiiii....!! ".
" Kehed sia !! dasar jurig boloho ( sialan !! dasar setan bodoh..) !! " ujar nya ketakutan.
Kejadian malam itu yang di alami kang Dudung sampai ke telinga Engkos yang berengsek tetapi penakut nya luar biasa, sejak kematian mantan kekasih nya Esih, dia tidak berani keluyuran malam takut bertemu arwah Esih yang meninggal dengan penasaran.
" Nah gitu Kos, anteng di imah
( rumah) , mamah teh senang melihat nya " ujar ibu nya sambil tersenyum.
Malam itu hujan besar, petir dan kilat menyambar- nyambar, Engkos yang malam itu tidak bisa tidur merasa ketakutan bila mengingat wajah Esih.
" Hihh.. malam ini terasa pikasieuneun( seram) " bisik nya sambil menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut.
" Dhuarrrrrrrr..dhuarrr...!! ", bunyi petir menggelegar sampai daun jendela dan pintu bergetar.
" Kehed sia aing sampai reuwas, untung na jantung aing kuat ( sialan aku sampai kaget)!! " ujar nya dengan sewot
" Biar ga iseng aing ( aku) chat an sama Kania , kabogohan aing yang geulis pisan ( pacar aku yang cantik banget), kapan ya aing ( aku) bisa nidurin dia, hehee " ujar nya sambil tersenyum.
Dia mengirim chat mesra kepada kekasih nya bunyi nya "abdi bogoh ka anjeun , Kania geulis ( aku sayang kamu, Kania cantik) "sambil senyum-senyum sendiri.
" Kok heunteu ( ga) di balas jeng ( sama) Kania chat aing
( aku), mungkin bebeb aing
( ssyang aku) entos hees
( sudah tidur) " gumam nya pelan.
Samar- samar dia mendengar suara bisikan memanggil nama nya dengan lembut " Engkos. .. Engkos....ini akuuuuu....".
" Ada yang memanggil nama aing ( aku), saha eta ( siapa itu), tapi suara nya lembut kaya nya suara itu aing ( aku) kenal, oia kaya suara si Esih, hihhhh.. aing sieun (aku takut ) " ujar nya dengan suara gemetaran.
" Tong ngaganggu aing, jurig , kehed sia maneh ( jangan ganggu aku, jurig, sialan kamu)!! " umpat nya dari balik selimut.
Suara bisikan masih memanggil nya dengan penasaran dia mengintip dari balik selimut dan betapa kaget nya dari balik jendela yang gorden nya tidak ditutup terlihat sosok bayangan wanita bergaun putih sedang mengintip, wajah nya putih pucat , mata nya hitam kosong seperti wajah mantan kekasih nya Esih.
" Hihhh eta .. jurigna si Esih (hihh..itu setan nya si Esih) ..!! " bisik nya dengan tubuh gemetaran.
" Indit jurig, belegug sia maneh tong ngaganggu aing ( pergi jurig , bodoh kamu jangan ganggu aku )!! " teriak nya ketakutan.
Sosok wanita bergaun putih masih mengintip dari balik jendela dan berbisik memanggil nama nya dengan lembut " Engkos.. Engkos... kesini...ini aku Esih kekasih mu , kikikikikkkikkkkkkkkkkkk !! ".
Tiba- tiba lampu berkedip- kedip dan padam. Keringat dingin keluar dari seluruh tubuh nya dengan secepat kilat, dia meloncat dari tempat tidur nya dan berlari dengan panik dalam kegelapan ruangan, tubuh nya membetur benda- benda yang ada di dalam kamar, terdengar suara cekikikan dari balik jendela " kikikikiiiii..kkikkikkk
kikkk, bade kamana maneh
( mau kemana kamu) , Kos..
tunggu aku !!" .
Engkos semakin ketakutan dan panik , dengan cepat menuruni anak tangga tetapi sial dia terpeleset dan jatuh meluncur dengan cepat ke lantai bawah "arghhhhhhhhh....tolongg...
tolonggggg .!! " teriak nya kesakitan.
Tubuh nya terus meluncur dengan cepat ke lantai bawah dengan podidi kepala di bawah dan kepala nya membentur pinggiran lantai marmer. "Gubrakkkkkkkk !!!!!! , dia langsung tidak sadar kan diri dari kepala nya mengucur darah segar.
Ke dua orang tua nya terbangun dengan terkejut" suara apa itu pah ?? " tanya istri nya.
" Ya seperti suara benda terjatuh, cepat keluar mah !! " teriak nya panik.
Mereka terkejut melihat Engkos sudah terbaring tengkurap di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan kepala terluka parah bercucuran darah segar yang memenuhi lantai marmer .
" Gundul !!!, bayuhyuh gera kadieu maneh ( gundul, gendut cepat kesini kamu )!! " teriak ayah nya Engkos sedang ibu nya sudah menangis histeris.
" Ayo gera ( cepat) bawa den Engkos ke rumah sakit dia terjatuh dari tangga !! " ujar nya panik.
Mereka segera membawa nya ke rumah sakit, tim medis segera memberi tindakan kepada nya tetapi akhir nya nyawa Engkos tidak tertolong dan meninggal dunia dengan tempurung kepala nya pecah.
Ke dua orang tua nya sampai pingsan berkali- kali tidak menyangka anak tunggal nya yang tampan dan di sayangi harus pergi secepat nya itu.
" Ty, maneh tos ( Ty, kamu sudah) denger si Engkos meninggal dunia siang ini?? " tanya Maesaroh kepada Ety.
" Astaghfirullah.. inalillahi..... aing ( aku) baru dengar, kenapa meninggal nya??" tanya Ety penasaran.
" Dia jatuh dari tangga dan tempurung kepala nya pecah, hihhh, seremm" ujar Maesaroh.
" Biar kapok si Engkos berengsek dan cunihin ( genit) jadi pelajaran buat cowok- cowok lain nya kalo hukum karma berlaku di dunia ini dan jangan se enak nya merenggut kesucian perempuan , ga mau bertanggung jawab, mungkin itu balasan dari Allah atas perbuatan nya yang dzalim ke Esih dan keluarga nya " ujar Ety dengan perasaan puas.
Sejak Engkos meninggal dunia, arwah Esih tidak pernah gentayangan lagi mengganggu penduduk di Desa itu.
Menurut ibu ustadz Badriah " orang beranggapan bahwa Roh orang bunuh diri gentayangan tidaklah benar, Roh orang meninggal dunia akibat bunuh diri tetap berada di alam barzakh atau alam kubur, yang muncul dan mengganggu si jin qorin yang dapat menyerupai Almarhumah " ujar nya.
" Di setiap diri manusia ada jin nya, ketika manusia itu meninggal, sosok tersebut diberi nama jin Qorin. “Jin itu tetap hidup meski manusia yang di ikuti sudah meninggal dunia , jadi jin Qorin tersebut yang gentayangan dan mengganggu masyarakat di Desa ini bukan arwah si Esih ” ujarnya lagi, dia menyampaikan ceramah nya di pengajian ibu- ibu.
" Ohh, jadi yang muncul menggangu ketenangan Desa ini teh bukan arwah gentayangan si Esih tapi teh jin Qorin " ujar ibu Kokom dan yang lain nya mengangguk- anggukan kepala tanda mengerti.
Komentar
Posting Komentar