kesunyian Bangsal Rumah Sakit Tua.
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di sebuah kota kecil terdapat sebuah rumah sakit tua yang sudah beroperasi selama puluhan tahun,di sana terdapat bangsal yang dikhususkan untuk pasien-pasien yang mengalami penyakit kronis.
Bangsal di RS sebagai ruang perawatan , tempat pasien rawat inap dan menerima pengobatan.
Banyak pasien yang meregang nyawa di " Bangsal Kesunyian ".
Dinding bangsal di Rumah Sakit tua itu cat nya sudah pudar warna nya dan mengelupas, pencahayaan yang redup menambah mencekam suasana nya.
Kamar- kamar yang muram berderet dengan tempat tidur nya yang sudah usang, sprei nya warna nya sudah memudar.
Suara pasien yang kondisi nya kritis sering terdengar merintih, menciptakan suasana yang menegangkan
Konon bangsal ini banyak menyimpan cerita misteri, roh- roh pasien yang meninggal akibat penyakit kronis menghantui tempat itu.
Suatu malam Rumah Sakit tersebut kedatangan pasien lansia bernama ibu Aini yang di antar oleh dua orag anak nya, ia menderita penyakit TBC kronis , nafas nya sudah tersengal- sengal, dokter dan perawat segera memberikan tindakan medis.
Beberapa minggu di rawat di Ruma Sakit, ibu Aini sangat rewel, suatu malam ia berteriak- teriak memanggil - manggil perawat .
"Suster......suster.......suster!! ".
" Ada apa bu Aini , berteriak- teriak?? " tanya suster Is yang datang tergopoh- gopoh karena mendengar teriakan nya.
" Suster saya mau pulang..!!!
panggil kan anak saya " ujar nya.
" Kami sudah beberapa kali menghubungi anak ibu melalui telpon tetapi hp nya ga aktiv" ujar nya.
" Ini alamat kontrakan anak ku, petugas RS bisa mendatangi rumah kontrakan nya, suruh mereka menjemput ku secepat nya, ibu kesepian di sini " ujar nya lagi sambil memberikan kertas kumal berisi alamat kontrakan anak nya.
Petugas RS mendatangi rumah kontrakan nya tetapi ke dua orang anak nya sudah pindah dari kontrakan dan tetangga nya tidak ada yang tahu kemana mereka pindah.
Ibu Aini sangat sedih dua orang anak nya pergi mening-
galkan nya sendiri di RS dan tidak pernah mengunjungi nya .
Di tengah malam yang sunyi sepi ibu Aini berteriak- teriak dengan ketakutan, memanggil suster." Susterrrr...tolonggg !!!".
Suster Is berlari tergesa- gesa menju kamar nya. " Ada apa bu Aini, ada yang perlu saya bantu ?? " tanya nya dengan nafas tersengal- sengal .
" Sus..saya ga mau di kamar ini sendirian, saya melihat ada orang tinggi besar hitam mondar mandir di depan pintu, saya takut sus!! " ujar nya dengan wajah ketakutan.
" Ah.. mungkin ibu salah lihat kali?? , ga ada orang di luar sana " ujar suster Is menena-
ngkan nya.
" Ga mungin ibu salah lihat sus, mata ibu masih jelas, jangan tinggalkan ibu sendiri sus, ibu takut, panggil kan anak- anak ku , aku pingin pulang, aku kangen mereka, huhuhuuu !!! " pinta nya sambil menangis sesenggukan.
Suster Is merasa iba melihat nya " ibu yang sabar ya, mungkin besok anak ibu akan menjenguk " ujar nya menenang
kan nya.
Beberapa hari kemudian saking sedih nya karena ke dua anak nya tidak pernah menjenguk nya, penyakit nya semakin parah, ia meninggal dunia dalam kesedihan dan kesendirian tanpa di temani keluarga nya. .
Suatu malam, suster Is bersama suster Imah perawat baru yang penakut mendapat tugas piket malam di bangsal tersebut.
" Mbak Is kalau ada pasien yang memanggil, aku di temani ya ?? kata nya di bangsal sini angker, aku takut!! " kata nya.
" Ya, nanti aku temani " sahut nya .
Sedang terkantuk- kantuk, samar- samar suster Is mendengar suara bisikan yang memanggil nama nya di lorong yang sepi" suster Is.. tolong saya .... tolonggg saya sus... !!".
" Seperti ada yang memanggil aku?? siapa ya " bisik nya, Ia melihat suster Imah sudah tertidur pulas di kursi nya.
Ia yang pemberani melangkah menuju bangsal- bangsal yang hanya di isi oleh beberapa pasien yang sedang tertidur dengan pulas nya.
Ia merasakan hawa dingin menyelimuti tubuhnya. " Kok tumben ya hawa nya dingin banget " bisik nya dalam hati sambil merapatkan pakaian nya.
Tetapi suara bisikan itu terus memanggil nya " suster Is..
tolong aku....tolooooonggg !! " .
Dengan rasa penasaran, ia menyusuri lorong dan menemukan kamar yang minggu lalu di tempati ibu Aini pintunya sedikit terbuka.
Ketika ia mengintip ke dalam, ia terkejut melihat seorang wanita berpakaian putih, duduk di tepi ranjang, wajahnya pucat dan matanya kosong.
" Astaghfirullah....itu kan ibu Aini !!! " ujar nya, darah nya berdesir tetapi ia memberani-
kan diri dan berfikir " pasti aku hanya berhalusinasi dan kelelahan hari ini , ibu Aini sudah meninggal minggu lalu ga mungkin arwah nya gentayangan " bisik nya dalam hati ia mengedip kan mata nya dan sosok penampakan ibu Aini menghilang, kemudian ia menutup pintu kamar tersebut.
Ia kembali ke ruang perawat dan mencoba untuk melupakan apa yang dilihatnya dan tidak menceritakan nya ke suster Imah yang penakut.
Kemudian mencoba tidur kembali, tidak lama terdengar bel berbunyi panjang dari kamar no. 056.
Suster Imah yang hoby nya tidur, terkejut sampai terlompat dari kursi nya" semprul tenan ..!!! sopo sing ngebel panjang koyo ngono.. hampir pedot jantung ku iki ( semprul banget l!! siapa yang ngebel panjang kaya itu hampir jantung ku ini copot) !! " kata nya dengan sewot.
Ia pergi tergesa- gesa menuju kamar no. 056, dan membuka pintu nya tetapi ruangan itu kosong, lampu nya yang temaran menambah mencekam suasana nya.
" Sopo sing mencet bel, ra ono uwonge neng kene ( siapa yang mencet bel ga ada orang di sini) " bisik nya kebingungan. "Ihhh....jangan- jangan ono demit neng kene ( ihh jangan- jangan ada setan di sini) !! " ujar nya dalam hati di selimuti perasaan takut, ia ber lari pontang panting menuju ruang rawat.
" Mbak Is.. mbak Is bangun !! " ujar nya dengan panik memba-
ngun kan suster Is yang terbangun dengan terkejut" ada apa mbak Imah , kok kamu kaya panik gitu? " tanya nya keheranan.
ia menceritakan tadi ada yang memencet bel dari kamar 056 tetapi kamar itu ternyata kosong.
" Emang kamu ga tau??, memang kamar itu kosong, pasien nya atas nama ibu Aini sudah meninggal minggu lalu" ujar nya.
" Kalau begitu yang mencet bel pasti demit( setan) . . hihhh.. aku takut mbak" ujar nya ketakutan.
Setiap malam, sosok penampak
an yang menyerupai ibu Aini muncul di kamar yang sama mengganggu perawat yang piket malam.
Malam itu suster Is mendapat tugas piket malam di " Bangsal Kesunyian" di ganggu lagi oleh mahluk halus, ia mendengar suara tangisan yang lembut " hiks...hiks..hiks... hikkkkkssss
ssss..hikkksssss ".
"Siapa yang menangis ya??" tanya nya keheranan.
Rasa penasaran nya semakin menguat, dan ia mencari tahu sumber suara itu ternyata datang dari kamar no. 056 kamar yang beberapa minggu lalu di tempati ibu Aini sebelum meninggal.
Ia membuka sedikit pintu nya tetapi tidak ada seorang pun di sana.
" Ibu Aini atau siapa pun jangan ganggu kami ya ?? " ujar nya pelan.
Suster Is yang berani dan sudah bosan di ganggu sosok penampakan ibu Aini nekad untuk berbicara dengan arwah penasaran ibu Aini .
Ia masuk ke dalam kamar no. 056 yang lampu nya temaran sehingga menambah mencekam suasana nya dan berkata, "ibu Aini, saya di sini untuk mendengar kan cerita mu".
Tiba-tiba, lampu berkedip - kedip dan ia merasakan angin kencang berputar di dekat nya " wushhhh!!" dan terdengar suara tangisan yang memilukan. " Hiks. .. hiks..hiks..hiks...hikss
ssss .!!!.
Ia melihat sosok wanita menyerupai ibu Aini mendekati
nya , dengan memberanikan diri ia bertanya " apa yang kamu ingin kan, kenapa selalu menganggu para perawat yang piket malam ?? " tanya nya.
" Tolonggg.. aku, aku ga mau sendirian " kata nya dengan lirih dan mata nya penuh kesedih-
an .
Rupa nya arwah penasaran ibu Aini belum bisa menerima selama di rawat di RS tidak pernah mendapat kunjungan dari keluarga nya sehingga arwah nya sering mencari mencari perhatian.
Suster Is berjanji akan mencari keluarga nya setelah itu sosok penampakan ibu Aini menghila-
ng dalam kegelapan.
Setelah di telusuri alamat nya yang baru dengan bertanya- tanya kepada para tetangga di sekitar nya , akhir nya suster Is mendapat kan alamat nya dan bertemu dengan ke dua anak nya yang ketakutan melihat kedatangan nya.
Suster Is menceritakan kalau ibu mereka sudah meninggal sebulan yang lalu dan arwah nya sering muncul di bangsal RS karena merasa sedih di tinggalkan oleh anak nya.
" Kami sebenar nya bukan bermaksud meninggalkan ibu, tapi saat itu kami bingung ga punya uang untuk membayar biaya perawatan RS " ujar salah satu anak nya sambil menangis dengan penuh penyesalan.
Sejak suster Is menemui dua anak nya sosok penampakan wanita yang menyerupai ibu Aini menghilang , dan bangsal terasa lebih tenang.
Komentar
Posting Komentar