Di Teror Hantu Muka Rata Di Hutan Yang Gelap dan Angker.
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di sebuah desa di pinggiran hutan baru- baru ini di gempar-
kan dengan penemuan mayat seorang laki- laki muda berna-
ma Toto yang tergelatak di pinggiran hutan yang di bunuh secara sadis oleh kawanan begal motor.
Sejak kematian nya suasana desa menjadi mencekam, bila malam hari tidak ada satu pun penduduk yang berani keluar rumah.
Malam itu hujan turun rintik- rintik , meski hujan gerimis dan hawa dingin menusuk tulang, mas Gimin nekad menjajakan dagangan bakso nya keliling desa .
" Ting.. ting.. ting...tinggggg !! ".
" Semprul tenan bengi iki, udan dari sonten ra reda- reda yen aku ora dodolan bakso keluarga ku iso ora mangan( semprul banget malam ini, hujan dari sore ga reda- reda kalo aku ga jualan keluarga ku bisa ga makan) " gumam nya pelan sambil mengadah ke atas , awan hitam gelap menutupi cahaya bulan yang suram .
Ia melewati Jalanan gelap terdengar suara berbagai macam hewan dan gemerisik suara daun menambah mencekam malam itu.
Suara burung hantu membuat nya merinding.
"Uwuuu..uwuuuu....uwuuuu..!! ".
" Konon kata nya bila ada burung hantu tanda nya simbol kematian atau membawa pesan dari roh .. hihhh.. medeni tenan ( hihh.. nakuti banget)" gumam nya pelan sambil mempercepat langkah nya.
Sepanjang jalan yang di lalui di tumbuhi semak belukar dan pohon - pohon besar yang rimbun,konon tempat arwah- arwah penasaran berkumpul di sana.
"Kok perasaan ku bengi iki ra kepenak yo, ono opo sih ( kok perasaan ku malam ini ga enak ya, ada apa sih) ?? " fikir nya sambil mempercepat langkah kaki nya.
Tiba- tiba angin bertiup dengan kencang dan ia mendengar suara langkah kaki mengikuti dari belakang.
"Srek..srek..srerekk..srekk.....srekkkk !!"
" Kok koyo ono uwong sing ngikuti aku ( kok kaya ada orang ngikuti aku)?? " tanya nya dalam hati di liputi perasaan takut.
Dengan memberanikan diri ia menoleh kebelakang tetapi tidak ada orang di belakang nya "ra ono uwonge ( ga ada orang nya)..!! suara langkah kaki siapa itu?? " tanya nya dalam hati sambil mempercepat langkah nya , ia mendorong gerobag bakso nya sekuat tenaga nya sampai nafas nya tersengal- sengal .
Di balik pohon besar yang gelap gulita, ia melihat sosok laki- laki duduk seorang diri.
"Oalah kebetulan tenan iki, ono uwong neng kono ( oalah kebe-
tulan banget ini, ada orang di sana) , aku istirahat dulu , nafas ku rasano arep pedot..huhhhhh (nafas ku rasa nya mau putus...
huhhh ) !!! " kata nya dengan nafas tersengal- sengal.
" Mas.. aku numpang lenggah yo( aku numpang duduk ya)??aku wedi di ikuti uwong neng kono ( aku takut di ikuti orang di sana) !! " ujar nya sambil menunjuk jalan kecil yang di penuhi semak belukar, pohon besar yang rimbun dan gelap gulita .
Tetapi sosok laki- laki itu tidak menyahut hanya menunduk saja.
" Mas.. boleh kan aku numpang lenggah neng kene ( boleh kan aku numpang duduk di sini )??" tanya nya tetapi ia tetap tidak menjawab hanya menundukan kepala nya.
" Mas, kok kowe meneng ae, kowe budheg yo ( mas, kok kamu diam aja, kamu ga dengar ya) !! " ujar nya sewot.
Tiba- tiba sosok laki- laki itu mengangkat wajah nya dan ia terkejut, melihat wajah nya yang rata, tidak memiliki mata,hidung dan mulut, Ia menjerit ketakut-
an dan berlari pontang panting sambil mendorong gerobag nya.
"Asu...tenan rupane dheweke demit sing rata raine , medeni tenan ( anjing banget rupa nya dia hantu yang rata muka nya, nakuti banget) !!!, tuolongggg... tuolonggggggg ?!!! "teriak nya dengan panik, suara nya memecah kan keheningan malam.
" Hihhh.. aku wedi di kejar demit raina rata ( aku takut di kejar setan muka rata) !!" gumam nya ketakutan sambil terus berlari pontang panting menjauhi hutan angker itu .
Akhir nya ia sampai di desa, dengan nafas tersengal- sengal ia mendorong gerobag nya ke sebuah tempat di mana beberapa pria sedang berkum-
pul bermain gaple.
" Mass.. tooolong aku....!!!" kata nya terbata- bata.
" Ono opo mas Min kok lari- lari koyo di uber demit ( hantu) ?? " tanya salah satu pria yang keheranan melihat wajah nya yang pucat.
"Iyo, betul mas, aku kepethuk demit sing rata raine neng hutan sing singup , hiih medeni tenan( aku ketemu hantu yang muka nya rata di hutan yang gelap dan angker ..hihh..nakuti banget)!!!" ujar nya lagi masih di liputi perasaan takut .
Mereka terkejut " koyo opo wujudne ,mas Min ( kaya apa rupa nya, mas Min)?? tanya nya
" Rai ne angker, rata kabeh ra ono mripate, irung lan tutuke ..hihh....medeni tenan ( muka nya seram, rata semua ga ada mata, hidung, mulut.. hih...
nakuti) !!" kata nya ketakutan.
"Ooo ,hantu muka rata itu ema- ng iseng sering menampakan wujud nya kepada manusia untuk menakut- nakuti, ia sering meneror pedagang keliling kaya tukang sate, tukang gorengan, tukang bakso " celoteh nya.
" Hihhh... medeni tenan ,uapes tenan aku bengi iki ( hih nakuti banget, sial banget aku malam ini) !! " ujar mas Gimin.
" Sebenar nya demit ( hantu) muka rata itu sopo ( siapa) sih, mas No?? " tanya Kentung ke Paino.
" Konon demit ( hantu) muka rata adalah sosok makhluk gaib, namun dipercaya ia sebenar nya manusia yang meninggal karena di bunuh dengan sadis dan arwah nya jadi penasaran serta bergen-
tayangan " cerita mas Paino membuat teman- teman nya ketakutan.
" Mas No, Jangan- jangan demit( hantu) muka rata itu jelmaan si Toto yang tewas mengenas kan di bunuh kawanan begal motor minggu lalu yo?? jadi dia bergentayang-
an...hihh.. angker tenan ( serem banget) !!! " ujar Imron ketakut-
an.
" Hihh.. aku arep mulih wae wedi kepethuk demit muka rata ( hihh..aku mau pulang aja takut ketemu hantu muka rata) !!! "ujar Imron dan beberapa teman nya pun mengikuti nya pulang.
" Aduh ciloko, piye aku neng kene dewean ( aduh celaka gimana aku di sini sendirian ) ?? aku wedi dhewean neng kene
( aku takut di sini sendirian) !! " ujar mas Gimin kebingungan melihat mereka pulang karena ketakutan mendengar cerita hantu muka rata.
" Mas Min kowe mangkal wae neng tikungan, neng kono akeh koncone para pedagang ( mas Min kamu mangkal aja di tinkungan, di sana banyak teman nya para pedagang) " ujar mas Paino cepat- cepat angkat kaki dari tempat itu.
Mas Gimin pun ikut angkat kaki dari sana. " Hihh.. angker tenan aku kudu cepat lunga dari sini
( hih seram banget aku harus cepat pergi dari sini)!! " kata nya sambil mendorong gerobag nya menuju tikungan.
Suatu sore , Bejo bersama empat orang teman nya yang nakal, janjian menonton pertunjukan wayang kulit di desa tetangga .
" Mbok aku lungo yo ( mbok, aku pergi ya) , arep ( mau) nonton pertunjukan wayang kulit neng ( di) desa tetangga" ujar nya ke ibu nya.
" Kowe iki beling tenan yo Jo di kandani , neng hutan ono demit sing rata raine seperti yang di ceritakan mas Gimin pedagang bakso ( kamu ini nakal banget ya Jo di bilangin , di hutan ada hantu yang muka nya rata yang di certakan mas Gimin) " ujar ibu nya dengan kesal.
" Mbok tenang ae, aku kan nonton nya ramai- ramai lan ra
( dan ga) mungkin ketemu hantu muka rata" ujar nya ngeyel ( susah di atur).
" Dasar kowe ngeyel.. yo wis mangkat mumpung misih awan yen kepethuk demit sing rata raine ojo ngising neng kathok mu, bakalan mbok jiwit paha mu( dasar kamu susah di atur..ya sudah berangkat mumpung masih siang kalau ketemu hantu yang rata muka nya jangan buang air besar di celana, bakalan ibu cubit paha mua) !!" ancam nya. Sekumpulan remaja yang nakal itu pulang tengah malam sehabis menonton pertunjukan wayang kulit.
Mereka melewati hutan yang gelap dan angker hanya terde
ngar suara berbagai hewan menambah mencekam suasa-
na nya.
"Jok kata mboku neng hutan singup iki sering ono penampa
kan demit sing rata raine ( Jo kata ibu ku di hutan yang gelap dan angker ini sering ada penampakan hantu yang rata muka nya) " celoteh Bejo menakut- nakuti teman - teman nya.
" Hehhh..!! Jo kowe ojo ( kamu jangan) ngomong sembarangan yen demite metu kowe bakalan ngising neng katok mu sing mambu apek.. buahaaahaaaa
haaa ( kalau hantu nya muncul kamu bakal buang air besar di celanan mu yang bau apek, buahaha) !!!" ujar Joko sambil tertawa geli di ikuti oleh bebera-
pa teman nya.
" Ojo ngenyek kowe Jok
( jangan menghina kamu Jok), gini- gini aku pemberani ra koyo kowe ( ga kaya kamu) pengecut koyo curut dapur ( kaya tikus dapur) , huahahahaaaa !! " ledek Bejo.
" Ndas mu mambu telek pitik , huahaha ( kepala mu bau tai ayam, huahaaa) !! " sahut Joko sewot.
" Hehh.. Jok iku ndelok di bawah pohon besar , ono sing dodolan sekoteng ( heh..Jok itu lihat di bawah pohon besar, ada yang dagangan sekoteng) !! "
bisik Tole keheranan.
" Nanging aku heran kok dodol-
an sekoteng neng tengah hutan sing singup (tapi aku heran kok dagangan sekoteng di tengah hutan yang gelap dan angker ) ,sopo sing arep tuku ( siapa yang mau beli)??" kata Tole lagi keheranan.
" Sing arep tuku sekoteng kuwi, demit sing rata raine .. hehehe (yang mau beli sekoteng itu, hantu yang rata muka nya , hehehe) " ujar Bejo bercanda.
" Ojo meden- medi awakhe dhewe Jo( Jangan nakut- nakuti kita Jo)!! " ujar Tiga teman nya ketakutan.
"Wis ojo keakean cangkem kowe ( sudah jangan kebanyak
an ngomong), ayo awake dhewe tuku sekoteng pasti kepenak ( ayo kita beli sekoteng pasti enak ) , adem-adem koyo ngene ngombe sekoteng nggawe awak hangat ( dingin- dingin kaya gini minum sekoteng bikin badan hangat ) ?!!" ujar Bejo.
" Nanging aku di traktir karo kowe yo Jo, aku ra duwe duit
( tapi aku di traktir sama kamu ya, Jo, aku ga punya duit) " ujar Joko kesenangan.
"Aku juga gelem ngombe sekoteng aku juga di traktir yo Jo ( aku juga mau minum sekoteng, aku juga di traktir ya Jo ) !! " ujar dua teman nya.
" Yo wis bengi iki , tak traktir kabeh ben seneng ati kowe kabeh ( ya sudah malam ini, aku traktir biar seneng hati kamu semua).!! " kata nya sok bergaya seperti bos kecil.
Mereka menghampiri pedagang sekoteng yang sedang mangkal di bawah pohon besar yang gelap gulita , hanya di terangi cahaya bulan.
" Pak tuku sekotenge papat mangkuk, oia hargane piro semangkuk ( pak beli sekoteng empat mangkuk, oia harga nya berapa semangkuk).?? " tanya Bejo.
Pedagang sekoteng tidak menyahut hanya diam membisu dan menundukan kepala nya.
" Pak piro hargane (pak berapa harga nya) ?? " tanya nya kembali tetapi ia terus menundukan kepala nya .
"Iki pedagang sekoteng kupinge budheg opo bisu cangkeme
( ini pedagang sekoteng kuping nya ga dengar atau bisu mulut nya) ?" bisik Bejo ke Joko.
"Pak kowe bisu yo( pak kamu bisu ya).?? kok ra di jawab, aku
arep tuku sekoteng mu ( kok, ga di jawab aku mau beli sekoteng mu) !!" ujar Bejo dengan kesal.
Pedagang sekoteng hanya diam membisu dan tetap menunduk-
an kepala nya.
" Iki pedagang sekoteng,endase loro kali ??kok nunduk wae ( ini pedagang sekoteng kepala nya sakit kali ?? kok nunduk aja)." bisik Tole ke Bayu.
" Mungkin endase salah bantal dadi lehere kaku ( mungkin kepala nya salah bantal jadi leher nya kaku)" ujar Bayu.
" Yo, wis yen bapak meneng wae, aku ra sido tuku sekote-
nge ( ya, sudah kalau bapak diam saja , aku ga jadi beli seko
teng nya) " kata Bejo dengan kesal.
" Ya kok ra sido tuku sekotenge ( ya kok ga jadi beli sekoteng nya ) " celetuk Tole dan Bayu kecewa.
Tiba- tiba pedagang sekoteng mengangkat wajah nya, mereka terkejut karena wajah pedaga-
ng sekoteng rata dan menye-
ram kan , mereka berteriak " ayo melayu... Iku demit sing raine rata ( ayo lari..Itu.hantu yang muka nya rata) .. tolongg
ggg... tolonggg...... tuolonggg!". Jantung mereka berdegup dengan kencang.
Dua teman Bejo, Bayu dan Tole saking takut nya pipis di celana.
Mereka berlari sekuat nya kocar kacir,pontang panting menjauhi tempat itu.
" Aduh nafas ku sampai ngos- ngosan koyo arep pedot ( kaya mau putus) ..!!! " gumam Bejo ketakutan.
Di tengah jalan mereka bertemu dengan pedagang bakso yang berjalan di hutan gelap dan angker .
" Alhamdulilah itu pasti mas Min.. ayo cepat kita kejar..?!! " ujar Bejo dengan nafas
tersengal-sengal.
" Masssss.. Minnn..tunggu.....
....akuuuu...massss Minnnnnn tunggu aku !!! " teriak nya.
Pedagang bakso itu berhenti dan para remaja yang ketakutan menghampiri dan becerita" untung ketemu mas Min di sini
.... tolong mas, awake dhewe kepethuk demit raine rata (tolong kita ketemu hantu muka nya rata) , hihhhh..angker...
medeni.. anterke awakhe dhewe mulih mas, awake dhewe wedi tenan (hih..serem nakuti, anterin kita pulang, kita takut banget) " ujar Bejo dengan nafas masih tersengal-sengal begitupula tiga teman nya nafas nya masih tersengal- sengal dengan keringat membasahi seluruh tubuh mereka.
Tiba- tiba pedagang bakso mengangkat kepala nya dan berkata" muka nya kaya ini ya?? " tanya nya sambil memperlihat
kan wajah nya yang rata dan menyeram kan.
Mereka terkejut ternyata pedagang bakso itu bukan mas Gimin tetapi hantu muka rata yang iseng menakut-nakuti manusia.
" Gendheng tenan !!! ternyata kowe demit muka rata ... aku wediii ( gebleg banget!! ternyata kamu hantu muka rata..aku takutt) !!! " teriak Bejo dan tiga teman nya yang ketakutan berlari kembali sampai jatuh bangun .
" Picek mripat mu Jo !! ra iso bedain mas Min karo demit raine rata ( buta mata mu Jo ga bisa bedain mas Min sama hantu muka nya rata) !!" omel Joko.
"Ojo keakehan cangkem kowe Jok ( jangan kebanyakan ngo- mong kamu Jok) ..!!! " teriak Bejo sambil berlari sekuat tenaga nya.
"Tuolongggggg...ono demit rai rata ( tolong..ada hantu muka rata) ...!! " teriak mereka memecah kesunyian malam.
Setelah keluar hutan mereka bertemu pakde Ohir, seorang ustadz yang sedang mengambil air wudhu untuk shalat malam di depan rumah nya.
Mereka berhamburan memasuki halaman rumah pak ustadz Ohir dengan nafas tersengal- sengal" pakde Ohirr.. to...to..tol.tolonggg..kita" kata Bejo dan beberapa teman nya dengan wajah pucat pasi dan terbata- bata.
Pakde Ohir terkejut melihat wajah mereka pucat pasi dan pakaian nya basah kuyup. "Kowe kabeh ( kamu semua) dari mana tengah malam begini kelambine sampai teles kabeh ( baju nya sampai basah semua).?? " tanya nya keheran-
an.
" Ayo masuk ke dalam rumah saja agar kalian tenang " kata pakde Ohir.
Bejo bercerita bertemu hantu muka rata di hutan yang gelap dan angker , ia menyamar sebagai pedagang sekoteng dan pedagang bakso keliling.
" Menurut penduduk di sini hantu muka rata itu jelmaan si Toto yang tewas di bunuh kawanan begal motor dan arwah nya bergentayangan " celoteh Bejo .
" Kamu semua jangan percaya dengan cerita itu karena menurut pandangan Islam, ga ada roh gentayangan atau jelmaan roh, orang yang meninggal akan sibuk mempertanggung jawabkan amal perbuatannya di alam barzah " pakde Ohir menjelas-
kan ke empat remaja itu yang masih keakutan.
" Jadi hantu muka rata itu siapa
pakde ?? " tanya mereka pena-
saran.
" Hantu muka rata yang bergen-
tayangan itu adalah jelmaan jin Qorin yang melakukan tipu daya dengan menyerupai orang yang sudah meninggal " kata nya lagi.
" Jin Qorin itu apa pakde ?? " tanya Bayu dan Tole penasar-
an.
" Jin Qorin adalah jin yang selalu dekat menyertai orang sejak lahir hingga kematian " kata nya.
" Maka nya kalian harus rajin shalat, membaca Al Quran agar terhindar dari gangguan setan, setan ga berani mengganggu manusia yang iman nya kuat "kata nya menutup pembicara-
an.
" Sekarang sebaik nya kalian pulang saja sebentar lagi subuh
" kata nya.
" Kita ga berani pulang takut ketemu hantu muka rata, kita, tidur di sini aja pakde, sesuk (besok) siang kita pulang " ujar mereka yang masih ketakutan.
" Ya sudah kalian tidur di kamar tamu saja, kalian bisa menggelar tikar di sana , pakde mau shalat dulu " kata pakkde Ohir.
Sejak malam itu, tidak ada yang berani melewati hutan yang singup ( gelap dan angker)
hantu muka rata terus menghantui desa itu, mengganggu manusia yang lemah iman nya.
Komentar
Posting Komentar