Di Kejar Hantu Glundung Peringis

Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google

Di  sebuah desa kecil, terdapat kebun angker yang terkenal di kalangan penduduk, konon di kebun itu sering ada penampakan hantu glundung peringis,  yang memiliki wujud kepala tanpa badan yang menggelinding dan wajahnya meringis. 
Suatu hari beberapa remaja yang nakal ingin menonton hiburan Campur Sari di Desa tetangga. 
" Bro , besok malam  di Desa tetangga ada acara sunatan dan hiburan nya Campur Sari , gimana kalau kita nonton " ujar Sunar yang paling nakal. 
" Jam berapa acara nya Nar?? " tanya beberapa teman nya dengan semangat. 
" Jam 7 malam , ayo kita nonton, penyanyi nya mbak Menuk sing ayu lan  awake ginuk- ginuk  ( mbak Menuk yang cantik dan tubuh nya gendut ) " ajak nya. 
"Aku pingin sih nonton tapi kalo menuju  ke Desa tetangga kita harus melewati kebun angker neng kono akeh demite... hihh medeni tenan, aku ra wani ( di sana banyak hantu nya.....hih nakutin banget, aku ga berani) " ujar nya .  
" Iyo betul Nar, konon kata nya neng kono , ono demit  glundung peringis yang muncul menjelang maghrib , awakhe dhewe wedi ( di sana ada hantu gelundung peringis yang muncul menjelang maghrib , kita takut) " ujar Togog dan kedua teman nya. 
" Ah.. itu kan cuma cerito mitos wae , agar anak- anak ga keluar di waktu maghrib, ra ono demit gelundung pringis sing ono kelopo gelundung, kan neng kono akeh kebun kelopo, hehe
hee ( ga ada  hantu gelundung peringis yang ada kelapa gelinding, kan di sana banyak pohon kelapa) !!" ujar nya ngeyel ( ketas kepala ). 
" Dadi kowe ra percoyo yo, oia opo artine  cerito mitos Nar
 ( jadi kamu ga percaya ya, oia apa arti nya cerita mitos, Nar
)?? " tanya ketiga teman nya. 
"Cerita mitos itu arti nya  cerita mistis  yang diyakini secara turun-temurun, padahal cerita itu ga benar " ujar nya. 
" Ooo.. Iku mung  cerito mitos yo Nar ( oo..itu cuma cerita mitos ya Nar).?? "kata teman- teman nya. 
Sore itu Sunar minta izin ke ibu nya untuk menonton Campur Sari di Desa tetangga . 
" Mbok aku arep nonton Campur Sari neng Desa tetonggo yo ( bu, aku mau nonton campur sari di desa tetangga ya) ?? " kata nya. 
" Kowe ojo beling Nar, untuk ke Desa tetonggo kowe harus melewati kebun kelapa  sing  angker , neng kono ono demit Glundung Peringis mengko kowe di cokot  iso mate ( kamu jangan nakal Nar, untuk ke desa tetangga kamu harus melewati kebun  kelapa yang angker, di sana ada hantu glundung peringis, nanti kamu di gigit bisa mati ) " kata ibu nya dengan kawatir. 
" Ah.. itu kan cuma cerito mitos mbok, aku ra percoyo ( aku ga percaya) " sahut nya dengan nekad. 
" Mbok tenang wae ( saja) nanti pulang nya rame- rame jadi aman" ujar nya lagi. 
"Kowe ngeyel yen di kandani wong tuo, yo  wis yen kowe nekad yen kepethuk demit  Glundung Peringis baru kapok kowe lan ngising neng katok mu ( kamu keras kepala kalau di bilangi sama orang tua, ya sudah kalau kamu nekad kalo kamu ketemu  hantu glundung pringis baru kapok dan buang air besar  di celana mu) !!" ujar ibu nya dengan kesal.  
Tapi Sunar yang nakal cuek saja dan malah meminta uang jajan ke ibu nya. 
"Mbok aku jaluk duit lima ngewu nggawe jajan  ( bu, aku minta uang jajan lima ribu untuk jajan ) " ujar nya. 
Ibu nya dengan terpaksa memberi  nya uang jajan dan berpesan" ojo mulih beng- bengi le ,neng kebun kuwi wingit tenan ( jangan pulang malam- malam nak ,di kebun itu angker  banget)!!".
Sunar segera berlari menemui tiga orang teman nya yang sudah menunggu di tikungan. 
Mereka berjalan melewati kebun angker yang di tumbuhi pohon kelapa yang rimbun menjulang tinggi, suasana nya sunyi sepi, suara  angin berdesir di antara pepohonan menambah mencekam suasana nya. 
" Hih , medeni iki kebun yo, awan- awan wae wingit apalagi wis bengi ( hih, nakuti ini kebun ya, siang- siang aja angker  apalagi sudah malam) " ujar Tikno ketakutan. 
" Ngono lari ( ayo lari) ..!! " ujar nya sambil berlari sekuat tenaga. 
" Tik .. enteni awakhe dhewe
 ( Tik..tungguin kita) !! " teriak ke tiga teman nya menyusul nya  . 
Setelah melakukan perjalanan selama sejam, mereka tiba di tempat hiburan Campur Sari, suasana nya meriah sekali dengan tamu undangan, penonton dan pedagang kaki lima yang menjajakan beraneka macam jajanan. 
" Nar, kita jajan disik yo (jajan dulu ya) ?? " ajak Eko sambil melirik tukang cilor. 
" Jajan opo Ko ( jajan apa Ko) ?? " tanya Sunar. 
" Jajan cilor wae ( saja) ,  mumer nanging eunake pol tenan nampol endas  ( murah meriah tapi enak nya pol banget mukul kepala ). 
Mereka menikmati cilor panas di campur bumbu pedas. 
Tidak beberapa lama acara di mulai, hiburan Campur Sari merupakan perpaduan antara musik tradisional Jawa (gamelan) dengan unsur-unsur musik modern seperti dangdut, pop, dan rock. 
Penyanyi nya mbak Menuk  yang cantik dan bertubuh ginuk ginuk ( gemuk) terkenal merdu suara nya , para penonton ikut berjoget mengikuti irama kendang, gong, gender, drum  bass gitar elektrik, ukulele. 
" Ealah...asik tenan musike, tarik terus , hobaaa !!" teriak beberapa penonton sambil menggoyangkan pinggul nya. Tak terasa hari sudah larut malam. " Nar, iki wis bengi
(Nar, ini sudah malam), awakhe dhewe mulih wae yuk( kita pulang saja  yuk)??, neng kebun kelopo kan wingit ( di kebun kelapa kan angker)" ajak Tikno yang paling penakut di antara mereka. 
" Kowe ojo meden- medeni Tik 
( kamu jangan nakut- nakuti Tik) !! " kata Togog dengan jengkel. 
" Emang neng kono wingit 
( emang di sana angker)Gog , paklek( oom ku) ku pernah di kejar demit glundung peringis besok nya dia sakit demam  !!" ujar Tikno. 
" Yo, wis awakhe dhewe mulih, tenang wae neng kebun kelopo aman , ono aku ( ya, sudah kita pulang, tenang saja di kebun kelapa, aman  ada aku)!! " ujar Sunar sok kepedean. 
Jalan menuju kebun kelapa sunyi sepi, suasana nya gelap gulita, suara angin yang berdesir di antara pohon kelapa yang menjulang tinggi menambah mencekam suasana nya. 
Tiba- tiba di tengah jalan terdengar suara gemerisik di balik semak- semak, mereka terkejut" Nar, suara opo kuwi, aku wedi ( Nar, suara apa itu, aku takut ) ?? " bisik Tikno di liputi perasaan takut. 
" Ach...!!! mungkin hewan ngising neng kono( ah, mungkin hewan buang air besar di sana) " bisik nya dengan tenang . 
Tiba- tiba dari balik semak- semak melompat kucing hitam dengan telinga yang ditekuk ke belakang, mata  nya melebar, dan ekor yang melilitkan diri di bawah tubuh  menadakan dia  ketakutan. 
Dia menggeram dan mengeong panjang, dan bulu nya  berdiri semua .
 " Errrrrr.. meongg.. errr..... errr.. 
.... meonggggg!!! "geram nya. 
" Jangkrikkkkk kowe (  jangkrik kamu)!!" umpat Sunar dan ke tiga teman nya terloncat dengan kaget. 
" Goblok tenan iki kucing
 ( goblok banget ini kucing), sialan hampir saja jantung ku pedot (copot)!! " maki Togog dengan marah. 
" Nar, bulu kucing itu berdiri semua tanda nya ia ketakutan mungkin ia melihat demit
( hantu ) " bisik Eko dan Tikno ketakutan. 
" Ayo, cepat budal ( ayo, cepat pergi)!! " kata Sunar, mereka cepat- cepat pergi dari sana. 
Belum jauh berjalan mereka mendengar suara anak ayam dari balik pohon" ciap.. ciap.. ciap..ciap...ciappppp...ciapp !! "
" Iku suara  piyik ( itu suara anak ayam) mungkin kehilang
an  induk nya " bisik Tikno. 
" Wis ( sudah).. acuh kan saja, kita harus cepat pergi dari sini " ujar Sunar. 
" Nanging mesakhe piyik kuwi  Nar, kita gowo wae ( tapi kasihan anak ayam itu Nar, kita bawa saja) " ujar Tikno. 
Mereka mencari anak ayam di balik semak- semak  yang rimbun dan gelap gulita tetapi tidak ada satu pun anak ayam di sana. 
" Ra ono pitik neng kene ( ga ada anak ayam di sini), tadi aku dengar suara nya tapi di mana ya??!! " ujar Tikno keheranan. 
Mereka tidak tahu kalau  hantu glundung peringis bisa  menyamar sebagai anak ayam. 
Sedang mencari- cari anak ayam, mereka mendengar suara  buah kelapa  jatuh dengan keras dari atas pohon.
 " Buggggggggggggggg !! ".
" Awas ono ( ada) buah kelopo jatuh, mengko endas mu remuk ketiban buah kelopo ( nanti kepala mu remuk ketimpa buah  kelapa)!!!" teriak Sunar  memperingati  teman- teman nya. 
Buah kelapa berwana coklat yang jatuh dari pohon  menggelinding dengan cepat  di permukaan tanah. 
" Nar, cepat ambil buah kelapa nya, kelihatan nya sudah matang pasti manis air nya !!!" ujar Eko.
Sunar yang berani dan  nakal langsung mengambil buah kelapa yang menggelinding di permukaan tanah tetapi alangkah terkejut nya dia, saat di lihat  bukan buah kelapa tetapi kepala manusia berkepala botak yang menyeringai dengan seram ,mata nya melotot berwarna merah  dan dengan gigi nya yang tajam  berusaha menggigit nya. 
Dengan cepat, dia melempar nya ke permukaan tanah dan berlari terbirit- birit.
 "Minggatttt !!! iku dudu buah kelopo nanging endase demit glundung pringis ( pergi!! Itu bukan buah kelapa tapi kepala hantu glundung pringis) !!! " teriak nya dengan panik dan di liputi perasaan takut. 
Mereka berlari terbirit- birit sekuat tenaga , kocar kacir menjauhi hantu glundung peringis yang terus menggelinding di permukaan tanah mengejar mereka. 
" Tolonggggggg......!!!! tolong!!! "
teriak mereka ketakutan. 
" Mbokkkk.. aku wedi di cokot karo demit glundung peringis
( ibu aku takut di gigit sama hantu glundung peringis) , huhuhuuuuuuuuuuu!!! " teriak Tikno sambil menangis kejer . 
Akhir nya mereka sampai di rumah Sunar dengan panik dia menggendor- gendor pintu rumah nya" dorrrrr... dorrrrrr..!!".
" Mbok buka lawange... aku wedi ( ibu buka pintu nya, aku takut) !! " teriak nya di liputi perasaan takut. 
" Kosekkkkk...bocah mbeling kowe ( tunggu anak  nakal kamu).!!! " teriak ibu nya dari dalam dengan kesal . 
Ibu nya membuka pintu mereka berhamburan masuk dengan tubuh gemetaran ketakutan. 
" Kalian kenapa?? " tanya ibu nya keheranan melihat tubuh  mereka gemetaran. 
Sunar menceritakan mereka di kejar hantu glundung peringis sepanjang jalan yang mau menggigit nya. 
" Nah kuapok kan kowe saiki lan percoyo yen demit glundung peringis emang nyoto ( nah kapok sekarang dan percaya kalau hantu glundung peringis emang nyata) !! " ujar ibu nya dengan marah. 
" Iyo mbok aku percoyo saiki lan kapok lewat kebun kuwi( iya bu aku percaya sekarang dan kapok lewat kebun itu) " ujar nya. 
Ke esokan hari nya Sunar dan tiga teman nya sakit demam karena syok ( kaget) bertemu hantu glundung peringis yang ingin menggigit nya .
Cerita Sunar dan tiga teman nya bertemu hantu glundung peringis di hutan angker menyebar di  desa nya dan  orang desa semakin takut  melewati kebun angker itu apalagi menjelang maghrib karena akan di ganggu hantu tersebut. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tetangga ku Melakukan Pesugihan Tuyul

Tukang Pijat Buta Di Panggil Memijat Anak Genderuwo

Hantu Perempuan Pemangsa Alat Kelamin Laki- laki