Arwah Penasaran Sang Siden Wayang Kulit.
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di sebuah desa kecil, hidup seorang sinden muda cantik terkenal bernama Lembayung . Di setiap pertunjukan wayang kulit, sinden Lembayung selalu di undang karena suaranya yang merdu membuat penonton ingin selalu datang menyaksikan pertunjukan nya.
Suatu malam, setelah selesai melakukan pertunjukan di Desa tetangga ia pulang sendiri dengan mengendarai sepeda motor nya melewati hutan lebat yang gelap gulita dan sepi.
Malam itu nasib nya apes, di tengah hutan yang sepi dan gelap gulita dia di hadang oleh tiga begal motor berwajah sangar dan bertubuh tinggi besar yang akan mencuri motor nya dan merenggut kehormatan nya.
" Hehhh... cah wedok ( bocah perempuan) ... turun kowe
( kamu) dari motor mu!! " ujar ketua begal yang terpesona melihat kecantikan nya.
" Ealahhh.. ono bidadari neng hutan bengi- bengi ( ada bidadari malam- malam) , sing bakal menghangati awaku
( tubuh ku)?, buahahahahaaaaa !! " ujar nya sambil tertawa terbahak- bahak, mulut nya beraroma busuk bau kakus umum.
" Bos...bagi- bagi yo??, aku juga gelem di hangati awak ku karo dheweke ( aku juga mau di hangati tubuh ku sama dia) ......huahahaaaaa ??" bisik ke dua anak buah nya yang sama dekil dan jelek wajah nya sambil tertawa .
"Tenang wae( saja), sementara aku menghangat kan awaku karo dheweke ( menghangat kan tubuh ku sama dia) kowe
( kamu) berdua menghangati awak mu( tubuh mu ) neng ( di) dekat bakaran sampah, buahaahaaaaaaa!!!" ujar nya kepada dua anak buah nya yang otak nya mesum juga seperti diri nya.
" Kowe kabeh bakal kebagian tubuh bahenol lan mulus iki
( kamu semua bakal kebagian tubuh montok dan mulus ini) , bocah wedok iki sing nekad lewat hutan singup , buahahaaa
haaaa ( anak perempuan ini nekad lewat hutan gelap dan angker , buahaha) !!! " ujar nya sambil mengusap bibir nya yang hitam dan dobleh.
Lembayung yang memiliki sedikit ilmu bela diri dan ber nyali besar tidak gentar menghadapi tiga begal motor yang mesum, kejam dan sangar.
" Arep ngopo kowe kabeh !!! bedes elek lan mambu badeg mengganggu aku, minggat kalian ( mau apa kamu semua, monyet jelek dan bau badeg mengganggu aku, pergi kalian )!! " ujar nya dengan marah.
" Buahhhaaahhaa.. galak tenan kowe, aku seneng karo cah wedhok koyo ngene sing galake koyo kucing arep rabi ( aku senang sama perempuan galak kaya gini yang galak nya kaya kucing mau kawin) buahaha !!! " ujar ketua begal motor sambil tertawa ngakak. Perut nya yang buncit ikut bergoyang- goyang menjijikan.
" Eudan tenan.. wetenge sing buncit koyo ban dalam truk .. gilani( gila betul.. perut nya yang buncit kaya ban dalam truk .. jijikin banget) " gumam Lembayung dalam hati.
Mereka menghampiri nya dan ketua begal menarik tangan nya dengan kasar agar turun dari motor nya tetapi Lembayung memberi pukulan dan tendangan dengan telak tepat di perut nya yang buncit .
"Buggggggg. ..makngekkk!!", perut nya yang buncit dan gombyor si kepala begal terkena tendangan sampai mental ke pojokan pohon randu.
" Wadowww....bodol weteng ku di tendang sampai kontal iki dasar wedhok kenthir kowe
( wadow bodol perut ku ini di tendang dampai mental , dasar perempuan gila kamu).!!!" teriak nya kesakitan sambil memegangi perut buncit nya .
" Dasar demit wedok ( setan perempuan ) hutan.. kurang ajar kowe !!, wani karo aku yo???dasar cah wedhok gendheng
( berani sama aku ya ??? dasar anak perempuan gila) !! .. keroyok lan pateni wedhok kenthir iki, weteng ku sampai mules di tendang( keroyok dan matiim perempuam gila ini, perut ku sampai mules di tendang) !!" teriak nya dengan marah sambil meringis kesakitan.
Lembayung di keroyok tiga begal, ia nekad memberi perlawanan dengan sengit. Beberapa kali anak buah begal terkena pukulan nya sampai jeding bibir nya.
" Bos.. cah wedhok iki pukulan nya keras ( bos anak perempuan ini pukulan nya keras) , dhelok iki lambe ku sampe jeding ( lihat bibir ku sampai jeding) !!! " ujar salah satu anak buah nya meringis kesakitan memperliharkan bibir nya yang monyong jontor di pukul Lembayung.
" Kurang ajar iki wedhok binal , tak pateni wae( kurang ajar ini perempuan binal, aku matiin aja) " gumam nya dengan emosi.
Dengan sadis ketua begal menyabet punggung nya dengan celurit tajam dan beracun, tidak lama Lembayung sempoyongan dan jatuh ambruk dengan punggung terluka parah , darah segar mengucur dengan deras dari tubuh nya. Saat itu juga Ia merenggang nyawa dangan mengenas kan.
" Rasano sok dadi jagoan iki wong wedhok, mesake tenan nasib mu , kowe ayu lan enom nanging nekad dadine kowe mate konyol..buahahaahaaaaa
hahahahaaaaa,yen kowe manut karo aku, ku dadikan bojo ku sing ke sepuluh..buahahahaa
( rasain sok jadi jagoan ini anak perempuan, kamu cantik dan muda tapi nekad jadi nya kamu mati konyol, kalo kamu nurit sama aku, ku jadikan istri yang ke sepuluh, buahahaa)!! " ujar ketua begal yang kejam.
Dua anak buah nya cuma cengegesan mendengar celoteh ketua nya .
" Ayooo.. cepat buang tubuh nya ke jurang untuk menghilang kan jejak dan bawa motor nya segera!!!" ujar nya kepada ke dua anak buah nya.
" Siappp.. bosss!! " ujar ke dua anak buah nya, tanpa merasa kasihan mereka membuang tubuh nya ke jurang yang dalam dan gelap gulita .
Orang tua Lembayung yang kawatir menunggu di rumah sampai pagi tidak mendapat kabar dari nya dan ia tidak pernah kembali kerumah nya lagi , ia menghilang bagai di telan bumi.
Ke esokan hari nya keluarganya dan para penduduk mencarinya, tetapi hanya menemukan selendang merah yang tersangkut di dahan pohon besar di atas jurang yang dalam. " Ooo.. aku curiga Lembayung jatuh ke jurang.. mesake tenan nasib nya
( kasihan banget nasib nya)." ujar salah satu warga.
Ke dua orang tua nya menangis histeris memanggil- manggil nama nya"Lembaaaaaaaaaaaa
aaayung anak ku , jangan tinggalkan kami..huhuuhhhhhu huhuhuuuuu!!! " Jerit dan isak tangis ke dua orang tua nya dengan sedih.
Kedua orang tua nya melapor ke pihak berwajib, dengan susah payah akhir nya tubuh nya di temukan di bawah jurang yang dalam dengan luka- luka parah di tubuh nya, mereka mengangkat nya dan memakam kan nya hari itu juga tetapi pihak berwajib tidak menemukan bangkai motor nya.
" Pasti korban di begal karena hutan ini rawan begal motor bila malam hari " ujar anggota polisi.
" Tolong kami pak, cari kawanan begal motor biadab itu agar anak kami tenang di alam sana " kata ayah Lembayung dengan sedih.
Sepeninggalan sinden Lembayung tidak ada yang dapat menggantikan kepiawaian nya menyinden dengan suara merdu nya , para penggemar merasa kehilangan dengan kepergian nya.
Beberapa minggu kemudian, setelah pemakaman nya desas-desus mulai beredar tentang penampakan sosok wanita berpakaian sinden gentayangan di sekitar Desa.
Penduduk desa mulai merasakan kehadiran nya, yang seolah-olah ingin memberi tahu sesuatu.
Bila sudah maghrib penduduk desa tidak ada yang berani keluar rumah.
Suatu malam Gino yang kemalaman pulang dari tempat kerja nya, karena ada pekerjaan lembur di pabrik nya, dengan nekad dan memberanikan diri pulang mengendarai motor.
" Mas Gin, kowe ra turu neng kene ae ( mas Gin kamu ga tidur di sini saja) , kan di desa mu lagi santer ono penampakan arwah sinden penasaran.. hihhh..... medeni tenan ( nakuti banget) !! " ujar Bejo satpam di pabrik nya mengingat kan.
" Ojo medeni- medeni aku Jo!!
( jangan nakuti- nakuti aku Jo), bojo ku ( istri ku) lagi hamil besar, wedhi yen ( takut kalau) di tinggal neng omah dhewean
( di rumah sendirian) dadi aku mesti mulih Jo( jadi aku harus pulang)!! " ujar nya dengan perasaan was- was.
Sepanjang jalan mulut nya komat- kamit membaca doa selamat, tiba- tiba di bawah pohon waru besar yang terletak di tikungan jalan yang sepi dan gelap gulita, dia melihat bayangan hitam berdiri dalam kegelapan.
"Diamput.. sopo kuwi sing berdiri di bawah pohon randu, aku wedi ( diamput siapa itu yang berdiri di bawah pohon randu aku takut)?? " bisik nya ketakutan, keringat dingin membasahi seluruh tubuh nya.
" Aku mesti wani ( berani) Bismilah !!" bisik nya sambil ngegas motor nya , ia memacu motor nya dengan kencang , sekilas ia melihat sosok perempuan berdandan seperti sinden memandang nya dengan mata kosong.
" Hihhhh.. medeni ( nakuti)... iku arwah penasaran sinden Lembayung, ojo( jangan)....
ganggu aku.............numpang-numpang anak wedhus ( anak kambing) arep lewat !! " bisik nya dalam hati ketakutan.
Di belakang nya ia mendangar suara meminta tolong" tolong
tolonggggggg akuuuu...!! " bisik
nya dengan lirih.
Sesampai nya di rumah ia menggendor gendor pintu dengan keras, istri nya yang kaget terbangun dari tidur nya "sopo kuwi jangan- jangan rampok aku wedi ( siapa itu jangan- jangan rampok aku takut) !! " bisik nya ketakutan.
Gedoran di pintu semakin keras dengan memberani kan diri ia mengintip dari balik jendela, ia melihat suami nya dengan panik memanggil nya" iyem
mmm..!!! cepat buka lawange.. .... aku wedhi iki ( cepat buka pintu nya aku takut) !!!!".
Begitu istrinya membuka pintu ia menorobos masuk dengan tubuh gemetaran. " Ono opo mas ?? kowe bar ndelok demit kok rai mu pucat ( ada apa mas?? Kamu habis melihat setan kok wajah mu pucat) " ujar nya keheranan.
" Iyo.. aku bar ndelok demit.. aku kepethuk arwah penasaran sinden Lembayung.. hihhh....
medeni tenan , dheweke njaluk tulung karo aku( iya aku habis melihat setan aku ketemu arwah penasaran sinden Lembayung hih ...nakuti banget, dia minta tolong sama aku) ..!! " ujar nya ketakutan.
Arwah penasaran sinden Lembayung semakin sering muncul dan meminta tolong kepada orang yang di temui, berita itu sampai ketelinga ke dua orang tua nya.
Mereka menyadari bahwa Lembayung tidak bisa tenang di alam sana karena ada sesuatu yang belum terselesaikan dalam hidupnya.
Mereka mendatangi orang pintar untuk menyempurnakan nya agar dia mendapat kedamaian di alam sana.
" Baik, pak nanti malam saya bersama beberapa penduduk Desa akan mendatangi lokasi tempat Lembayung meninggal " ujar orang pintar itu.
Malam itu orang pintar bersama beberapa penduduk yang bernyali besar dengan membawa senter memasuki hutan yang singup ( gelap gulita dan angker).
Cahaya bulan yang samar dan kabut tebal, hawa nya dingin menusuk tulang, pohon-pohon dengan cabang yang melengkung dan batang yang besar memberi kesan menye-
ram kan.
Mereka tiba di lokasi, suara angin, serta gemerisik daun di tambah suara binatang malam menambah ketegangan.
Tiba- tiba angin bertiup dengan kencang di sekitar mereka, orang pintar dan beberapa penduduk membaca doa selamat.
Di balik pohon randu yang besar dan rindang muncul sosok penampakan sinden Lembayung lengkap berpakaian sinden menangis dengan pilu "hiksss.. hiksss tolong aku...
....!!"ujar nya dengan lirih , mereka terkejut melihat nya, wajah nya pucat pasi pandangan mata nya kosong di penuhi kesedihan.
Orang pintar melakukan dialog melalui bathin dan sosok arwah penasaran sinden Lembayung menceritakan bahwa malam itu sepulang dari pentas wayang kulit, ia di hadang dan di bunuh oleh sekelompok begal motor yang mengingin kan motor nya dan kehormatan nya ,demi mempertahan kan motor dan kehormatan nya ia melawaan dan di bunuh dengan sadis kemudian jasad nya di buang ke dalam jurang yang dalam .
Menurut arwah penasaran Lembayung tiga begal motor yang kejam tinggal dan bersembunyi di dalam hutan yang singup ( gelap dan angker) serta lebat .
Dengan sedih ia meminta tolong untuk menangkap mereka agar ia dapat tenang di alam sana.
Bersama orang tua Lembayung dan penduduk melaporkan hal ini ke pihak berwajib, segera pihak berwajib bergerak memasuki hutan yang singup
( gelap dan angker) .
Benar saja mereka menemukan sarang begal motor yang tersembunyi di dalam hutan yang singup ( gelap dan angker) serta lebat, kepala begal motor yang sadis mencoba melawan pihak berwajib dengan beringas , ia menyabet kan celurit nya yang tajam dan beracun, dengan terpaksa polisi menembak nya beberapa kali dan kepala begal motor tewas di tempat terkena timah panas dari pistol polisi sedang dua anak buah nya di gelandang ke kantor polisi.
Sejak tertangkap nya kelompok begal motor , arwah penasaran sinden Lembayung tidak pernah menampakan diri lagi, ia sudah menemukan kedamaian di alam sana.
Komentar
Posting Komentar