Ke Angkeran Hutan Dongga
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambi Dari Google.
Di sebuah desa kecil, terdapat sebuah hutan lebat yang angker
, penduduk desa menyebut nya hutan Dongga, yang di huni hantu Dongga yang paling ditakuti penduduk , bentuk tubuhnya ceking menjulang tinggi mencapai pohon kelapa .
Hantu Dongga suka menyembu
nyikan atau menculik anak kecil yang belum pulang di waktu Magrib.
Suatu sore Cenning yang berusia 9 tahun ingin mengaji di rumah paman nya di Desa tetangga.
"Ammak( ibu) aku mau mengaji di rumah amure ( paman) Ambo Uleng" kata nya ke ibu nya.
" Rumah amure Ambo Uleng jauh nakku ( nak), kenapa kamu tak mengaji di rumah ammak (ibu) Tenri saja guru mengaji mu " sahut ibu nya.
" Ammak ( ibu) Tenri sudah beberapa hari sakit ia tak bisa mengajar ammak ( ibu) " ujar nya lagi.
" Ya sudah kamu tunggu ammak ( ibu) Tenry sehat saja" kata ibu nya.
"Tak mau lah mak ( bu) , aku ingin mengaji sekarang " rengek
Cenning yang keras kepala dan pemberani.
" Jalan menuju rumah amure mu ( paman mu) itu harus melewati hutan angker nakku (nak) , nanti kamu di culik hantu Dongga" ujar ibu nya dengan cemas.
" Hantu Dongga hanya menculik anak nakal kalau aku kan tena
( tak) nakal mak( bu) " ujar nya berkelit.
" Ya, sudah kalau kamu nekad nakku ( nak), nanti ammak (ibu) jemput pulang nya bersama mangge mu( ayah mu), ikau (kamu ) tunggu saja di rumah ammure mu ( paman mu), mak
( ibu) tunggu mangge mu ( ayah mu ) pulang berdagang dari pasar " kata ibu nya.
Sehabis Maghrib Cenning berangkat ke rumah paman nya dengan membawa obor dan menggendong kucing hitam kesayangan nya si Manis "mak aku an'riba ya ( bu aku berangkat ya)!! " kata nya.
" Hati- hati nakku ( nak)" pesan ibu nya dengan perasaan cemas, tetapi Cenning yang keras hati dan pemberani tidak bisa di larang.
Ia melewati hutan jati yang lembab dan gelap, pohon nya tinggi- tinggi berusia ratusan tahun. Konon katanya, semakin besar dan tinggi pohon tersebut, semakin banyak makhluk halusnya.
Ia melintasi jalan setapak yang di penuhi rumput semak-semak belukar, bulan bersinar mengintip melalui dedaunan.
Suara hewan semakin menambah mencekam suasana nya tetapi Cenning yang bernyali besar tidak takut sama sekali, sepanjang jalan kucing hitam nya mengeong keras dan panjang.
" Ngeonggggggg...ngeonggg...", melilitkan ekornya di bawah tubuh nya.
" Sttt.. Manis tenang ya ada nakke ( aku) di sini jadi jangan mallak (takut) " bisik nya menenangkan kucing nya yang ketakutan.
Setelah berjalan setengah jam
Ia sampai di rumah paman nya yang sudah di penuhi anak- anak seusia nya yang sedang mengaji.
" Assalamualaikum, ammure
( paman) !! " kata nya memberi salam.
" Walaikumsalam, Innai ya (siapa ya) ?? " tanya paman nya.
" Ini innake( aku) Cenning " sahut nya.
Cenning masuk ke ruang tamu dan betapa terkejut paman nya melihat nya sudah berada di rumah nya.
" Cenning, ikau ( kamu)dengan
siapa kesini?? " tanya nya keheranan.
" Nakke ( aku ) kesini sama kucing ku si Manis " kata nya sambil membelai kucing kesayangan nya.
" Barani ( berani) kali ikau
( kamu) kesini sendiri, di hutan Dongga angker nanti ikau
( kamu) di culik hantu Dongga " ujar paman nya.
" Ammure ( paman), hantu Dongga hanya menculik anak nakal saja kalau nakke (aku )
kan tena ( tak) nakal jadi tena
( tak ) mungkin di culik " sahut nya sambil tersenyum.
" Ya sudah kamu duduk dekat Ainun, dan buka buku Iqro mu" kata paman nya.
Setelah sejam pelajaran mengaji selesai. " Cenning,ikau (kamu ) pulang nya di jemput ammak mu kan ( ibu mu kan)?? tanya paman nya.
"Iya ammure( paman), ammak dan mannge ( ibu dan ayah) akan menjemput nakke ( aku)" sahut nya.
" Tapi mereka menjemput nya di depan hutan ammure ( paman)" kata nya berbohong karena ia tidak sabar menunggu kedatangan ke dua orang tua nya yang akan menjemput nya.
" Aku jalan dulu ammure (paman) , Assalamualaikum" kata nya sambil berlari keluar bersama teman- teman nya .
"Walaikumsalam, hati- hati nakku ( nak) " jawab paman nya.
" Cenning kok kamu berani lewat hutan sendiri, di sana ada hantu Dongga yang suka menculik anak- anak.. hihhh.. seram kali" kata Ainun ketakut
an .
" Benar kata Ainun di hutan ada hantu Dongga yang suka menculik anak- anak, ikau
( kamu) harus hari- hati Ning, sebulan yang lalu teman ku Aso di culik sama hantu Dongga, untung nya ia bisa kembali pulang tetapi ia sawan beberapa hari " celoteh nya.
Obrolan mereka terputus karena dua teman nya arah rumah nya berbeda dengan nya.
" Oia, kita pisah di sini ya, hati- hati ikau ( kamu) Ning" pesan dua teman nya.
Cenning menyusuri hutan gelap yang semakin sepi dan dingin, suara gemerisik daun di tiup angin menambah mencekam suasana nya, kucing nya si Manis terlihat gelisah di pelukan nya, ia mengeong dan menggeram terus menerus.
" Rrrr..meongggggggg.. rrrrrr... meong...rrrrrrrr !!".
" Hush!! Manis jangan berisik !!!" bisik nya sambil memeluk nya dengan hangat.
Kucing nya si Manis menatap ke sudut pohon kelapa yang gelap gulita ,seluruh bulu nya berdiri dengan dengan kaku .
" Ngeonggg...rrrrrr rrrrr...rrrr..
ngeonggggggggggg!!! " ia menggeram terlihat gelisah
dan ketakutan.
" Jangan- jangan si Manis melihat hantu..hihhh takut..!!! " gumam nya dalam hati, ia mulai di liputi perasaan takut.
Suasana terasa sepi dan mencekam, angin dingin menerpa tubuh nya,suara-suara aneh terdengar.
Tiba-tiba di kegelapan ia melihat sesosok wanita ceking tinggi menjulang sepohon kelapa berambut panjang dan berpakaian lusuh berdiri di kejauhan.
" Ya Allah itu pasti hantu Dongga , celaka aku bisa di culik, hihhh..nakke (aku) takutttt !!" bisik nya ketakutan.
Kucing nya yang ketakutan terus menggeram dan bulu nya berdiri semua.
Sosok putih itu kemudian melayang di antara pepohonan dengan suara tawa nya yang menyeramkan.
" Muahahahahahaaaaaa!!!" .
Cenning yang pemberani di selimuti rasa takut yang luar biasa dan berlari sekuat tenaga keluar dari hutan karena takut di culik hantu Dongga.
" Tolonggggggggggg ammak
( ibu), huhuhuuuu...!!!" teriak nya ketakutan sambil menangis dengan keras dan nafas nya terengah- engah .
Hantu Dongga masih terus mengikuti nya dari atas , ia terus berlari pontang panting jatuh bangun sambil menggendong kucing nya si Manis dengan erat yang terus mengeong , tiba- tiba ia mendengar ada suara memanggil nya.
"Cenninggg !!! di mana ikau nakku (kau nak) !! " .
" Itu suara mangge ( ayah) " bisik nya kegirangan .
" Manggeeee.. ammakkkk... (ayah ibu) di mana??, nakke
mallak (aku takut) ,huhuuuhuu ada hantu dongga mengikuti ku, huhuhu!! " teriak nya sambil menangis dengan keras.
"Mangge( ayah) di sini nakku (nak) !! " teriak ayah nya yang muncul dari hutan lebat.
Cenning kegirangan melihat ayah ibu nya dan segera berlari menghampiri nya.
" Alhamdulilah !!!itu manggeee.. ammak ( ayah ibu), aku mallak
( takut) , hantu Dongga mengikuti ku " ujar nya sambil memeluk ayah dan ibu nya.
Hantu Dongga akan menghilang bila ketahuan orang ia akan menculik , cepat- cepat mereka pergi meninggal
kan hutan yang angker.
" Ayo.. cepat kita harus pergi dari sini, hutan ini angker !!" ujar ayah nya.
Sesampai di rumah ayah nya dengan penuh kasih sayang menasehati nya "maka nya Ning, bila di nasehati ammak mu ( ibu mu )di dengar, hantu Dongga itu hantu yang berbahaya suka menculik anak- anak dan kamu akan diberi makan binatang kaki seribu, cacing dan lain nya, anak yang di culik akan sawan
( kejang) atau kesurupan bila kembali kerumah , konon menurut cerita hantu Dongga adalah arwah seorang wanita yang meninggal secara tragis ketika mencari suami nya yang hilang di hutan" cerita ayah nya.
" Maaf kan Cenning, ammak (ibu) dan mangge ( ayah), mulai hari ini nakke (aku) janji akan menuruti nasehat ammak dan mangge (ibu dan ayah) " kata nya pelan.
Sejak kejadian malam itu, Cenning tidak pernah berani lagi mendekati Hutan Dongga .
Hantu Dongga masih berkeliaran di hutan Dongga menculik anak- anak yang nakal yang pulang pada saat Maghrib.
Komentar
Posting Komentar