Lagu Pengantar Tidur Pemanggil Arwah.
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di Sebuah Desa kecil hidup sepasang suami istri yang kaya raya, bernama ibu Kinasih dan bapak Hamdan memiliki seorang anak perempuan balita berusia 3 tahun bernama Imas.
Setiap malam Ibu Kinasih selalu menyanyikan lagu tradisional pengantar tidur untuk menidur kan anak nya Imas .
" Bobo ya nak, ambu bade nyanyikeun lagu ( tidur ya nak, ibu mau nyanyikan lagu) " kata nya dengan lembut.
Suaranya yang lembut , merdu dan menenangkan, membuat Imas cepat terlelap.
Suatu hari Imas yang cantik, montok dan lucu, terserang penyakit TBC , yang pada masa itu penyakit itu belum ada obat nya.
Kedua orang tua nya sangat kawatir dengan penyakit yang di derita Imas" bah ( pak) , penyakit si Imas mirip banget dengan penyakit si Dede tukang kebun kita, jangan- jangan dia ketularan penyakit TBC dari si Dede " kata istri nya dengan wajah kawatir.
" Arti nya penyakit anak kita belum ada obat nya, akhir nya si Dede teh meninggal dunia beberapa bulan yang lalu, aing
( saya) ga mau nasib si Imas kaya si Dede, huhuhuuuu !! " kata nya sambil menangis sesenggukan .
" Tenang bu, kita harus usahakan pengobatan yang terbaik untuk Imas , berapapun biaya nya, mbu ( bu) " kata suami nya.
Setelah beberapa minggu di rawat di RS , Imas yang menggemas kan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang merawat nya, sehingga membuat ibunya depresi dan setiap malam untuk menghilang kan kerinduan nya ia selalu menyanyikan lagu pengantar tidur yang di nyanyikan untuk Imas.
Suami nya sangat mengkhawatir kan kondisi kejiwaan istri nya dan membawa nya berobat tetapi tidak ada perubahan.
Suatu malam setelah ibu Kokom selesai menyanyi kan lagu pengantar tidur, membisiki suami nya "abah tingali eta ,aya Imas anak urang nu geulis dongkap kadieu ( abah lihat ada Imas anak kita yang cakep datang kesini ) " .
" Si Imas geulis teh minta di nyanyikeun lagu eta, bah ( si Imas cantik minta di nyanyi kan lagu itu, pak) " ujar istri nya, mata nya nanar menatap kursi kosong yang terletak di pojok
an tempat tidur.
" Kadieu geulis bobo jeng ambu ( kesini cantik tidur sama ibu) !! " panggil ibu nya .
" Tong ngalamun wae mbu, tos ambu bobo nya ( jangan melamun saja bu, sudah ibu tidur ya)? ? " kata suami nya dengan sedih.
" Pasti si ambu berhalusinasi lagi" gumam nya dalam hati.
Karena tidak kuat menahan kesedihan yang mendalam di tinggal anak kesayangan nya ibu Kinasih meningal dunia menyusul anak nya.
Sejak kematian anak istri nya, suami nya selalu di bayangi arwah mereka yang menyanyikan lagu pengantar tidur setiap malam.
Beberapa puluh tahun kemudian ada seorang ibu yang bernama ibu Kokom selalu menyanyikan lagu tradisional pengantar tidur untuk menidur
kan anaknya si Neneng yang berusia 6 tahun.
Setiap malam dengan suara merdu dan lembut nya ia menyanyikan lagu itu.
Saat ibu nya menyanyikan lagu tersebut, Neneng kecil mendengar senandung halus mengikuti lagu yang di nyanyi
kan ibu nya.
"Mmmmm.... mmmm... mmm".
" Mbu.. suara saha eta ( bu suara siapa itu)?? " tanya anak nya ketakutan sambil memeluk ibu nya .
Ibu nya berhenti bernyanyi tetapi suara itu masih bersenandung dengan nada yang menyeramkan.
Ibu dan anak itu merasa ketakut
an tetapi agar Neneng tidak ketakutan ibu nya membohongi nya.
" Tos bobo wae ( sudah tidur saja ) , mungkin itu teh suara angin di luar " bisik ibu nya membohongi Neneng yang ketakutan .
Tak beberapa lama Neneng tertidur lelap dalam pelukan nya.
" Hihhh.. tadi teh suarana saha ya ?? , sieun pisan ( hihh.. tadi suara siapa ya ??, serem banget) " bisik nya ketakutan.
Samar- samar, dalam kegelapan ibu Kokom melihat sosok anak kecil berambut panjang terurai menutupi sebagian wajah nya, berpakaian putih berdiri di sudut kamar, mengawasi dengan tatapan kosong.
" Astaghfirullah.. eta teh jurig leutik ..(Astagfirullah...itu setan kecil ) !! " bisik nya ketakutan.
" Abah... abahhh... kadieu maneh ( bapak.. bapak.. kesini kamu) !! " teriak nya ketakutan.
Suami nya yang sedang menikmati kopi sampai terkejut mendengar teriakan istri nya dan berlari memasuki kamar "aya naon mbu ?? ngagorowok wae ( ada apa bu teriak- teriak saja ) , abah teh sampai kaget " ujar nya.
" Kadieu abah, ambu sieun pisan , ambu tingali budak leutik berdiri di pojokan kamar, bah( kesini bapak, ibu takut banget , ibu melihat anak kecil berdiri di pojokan kamar pak) " bisik nya ketakutan.
" Ahhh.. mungkin ambu salah ningali ( mungkin ibu salah lihat) " ujar suami nya sambil menyalah kan lampu.
" Teu aya naon- naon di dieu
( ga ada apa- apa di sini) " kata suami nya .
Keesokan malam nya, ibu Kokom yang sudah melupakan kejadian semalam menyanyikan kembali lagu tradisonal pengantar tidur.
Neneng mendengar senandung itu lagi mengikuti ibu nya bernyanyi dengan nada seram .
" Mmmmm... mmmm.. mmm!!".
" Mbu.. Neng sieun.. aya suara mengikuti ambu nembang lagu eta ( bu Neng takut ada suara mengikuti ibu bernyanyi lagu itu ) " bisik nya dengan suara gemetaran.
Dengan ketakutan, Neneng melihat dalam kegelapan di pojokan kamar ada bayangan anak kecil berpakaian putih berdiri di sana menatap nya dengan pandangan kosong.
" Mbu... Neng sieun aya juriggg di ditu ,aya budak leutik ningali aing, huhuhuuuuu , Neng sieun, huhuhuuhuahua ( bu, aku takut ada setan di sana, ada anak kecil ngeliatin aku, huhuhu, Neng takut, huhuhuaaa) !!! " ujar nya sambil menangis kejer memeluki ibu nya.
" Ambu tong nembang lagu eta deui , Neng sieun jeng budak leutik eta " ( ibu jangan nyanyi lagu itu lagi, Neng takut sama anak kecil itu ), huhuhuuu" ujar nya sambil menangis kejer.
Ibu Kokom baru menyadari pesan dari nenek nya lagu tradisional pengantar tidur tidak boleh di nyanyikan karena dipercaya bahwa lagu pengantar tidur itu memiliki misteri dan siapa saja yang menyanyikan lagu itu akan di datangi arwah Imas yang merindukan ibu nya menyanyikan lagu pengantar tidur.
Sejak malam itu, lagu itu tidak pernah lagi dinyanyikan karena Neneng tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak .
.
Komentar
Posting Komentar