Memasuki Pasar Gaib Di Lereng Gunung.
Suatu hari Dadang yang terkenal badeur ( nakal ) mengajak dua teman nya Ujang dan Pepeng untuk mendaki gunung angker konon di gunung angker itu terdapat pasar setan atau pasar gaib di kenal sebagai tempat berkumpul nya makhluk gaib seperti jin, setan, dan dedemit untuk beraktivitas jual beli.
" Bro, besok malam jumat , gimana kalau kita mendaki gunung angker konon di sana ada pasar jurig ( setan) , aing
( aku) penasaran dengan pasar jurig (setan) itu "'ajak nya kepada dua teman nya.
" Maneh teh teu badeur ( kamu jangan nakal) Dang, kalo maneh ( kamu) ketemu jurig( setan ) baru kapok!! " ujar salah satu teman nya.
" Ah, payah kamu teh borangan
( penakut)!! " ledek nya kepada kedua teman nya.
" Saha na borangan (siapa yang penakut) ??, kita bukan penakut tapi males cari masalah !!" ujar kedua teman nya dengan kesal.
" Jangan cari alasan emang maneh borangan ( kamu penakut) " ejek nya lagi.
" Saha nu borangan?? hayuu kita mendaki gunung eta ( siapa yang penakut, hayu kita mendaki gunung itu) " sahut dua teman nya terpancing emosi karena di ejek penakut.
Dadang kesenangan teman nya termakan dengan ejekan nya .
Suatu malam setelah menyiapkan perlengkapan naik gunung mereka melakukan pendakian ke gunung angker, Dadang yang penasaran dengan keberadaan pasar gaib ingin membuktikan kebenaran cerita itu.
Suasana gunung di malam itu sangat dingin yang menusuk tulang , cahaya remang-remang dari cahaya bintang.
Suara angin bergemerisik di antara pepohonan membuat suasana semakin mencekam, mereka merasakan suasana yang mistis dan ada perasaan takut tersesat.
" Hih.. hawana tiris ( hawa nya dingin) banget euy" kata Pepeng sambil merapat kan jacket nya.
" Aing sieun, gunung ini terasa ngapung ( aku takut, gunung ini terasa angker), teu aya ( ga ada) orang yang mendaki di sini selain kita" ujar Ujang di liputi perasaan takut.
" Kita udah mendaki gunung lumayan tinggi tapi dimana eta pasar jurigna ( dimana itu pasar setan nya) ?? " tanya Dadang penasaran.
" Hush Dang!!, maneh teu ngomong sembarangan ( kamu jangan ngomong sembarangan ), kesan nya maneh( kamu) nantangin !! " ujar Pepeng mengingat kan nya tapi Dadang yang badeur( nakal) cuek saja.
" Kata nya pasar jurig( setan) tempat nya berupa tumpukan bebatuan" ujar nya lagi .
" Pasti di ditu ( di situ) lokasi pasar jurigna ( pasar setan nya) " kata nya sambil menghampiri tumpukan bebatuan yang letak nya di pojokan dekat pohon besar yang rimbun serta gelap.
" Dang, maneh bade kamana
( Dang, kamu mau kemana ?? ) " tanya ke dua teman nya keheranan tetapi dia seperti tidak mendengar panggilan ke dua teman nya, dia terus berjalan menuju pohon besar yang rimbun dan gelap gulita dan tiba- tiba menghilang di balik pohon besar yang rimbun dan gelap gulita .
Ke dua teman nya mencari nya tapi Dadang tidak di temukan.
" Dang, maneh teh teu guyonan ( Dang, kamu jangan bercanda), maneh dimana ( kamu di mana) !!" ujar ke dua teman nya ketakutan.
Tetapi mereka tidak dapat menemukan Dadang yang menghilang bak di telan bumi.
" Ga salah lagi pasti si Dadang tersesat di pasar jurig( setan) , hihh... aing sieun( aku takut) .. hayu.. kita turun saja mencari bantuan" ujar Ujang dengan mimik ketakutan.
Dengan tergesa- gesa dan panik mereka menuruni gunung untuk mencari pertolongan di Pos jaga.
Sementara Dadang yang tersesat di pasar gaib / setan keheranan, dalam kebingungan nya, dia melihat sebuah pasar yang ramai, meskipun malam hari.
Pasar tersebut menjajakan berbagai barang aneh dan makhluk yang berjualan dan para pembeli nya berwajah seram dengan mata yang merah menyala, bibir lebar, ada yang bertubuh besar, ada yang bertubuh kecil, ada yang berwajah hewan tetapi tubuh nya seperti manusia, mereka mengenakan pakaian lusuh, robek, ada juga yang tidak mengenakan pakaian sama sekali.
Sebenar nya benda- benda yang diperjual belikan di pasar setan berupa tanah, batu, daun, dan air, tetapi di pandangan Dadang mereka menjual barang- barang biasa seperti yang ada di Pasar.
" Aduh.. perut ku lapar" ujar nya dalam hati ketika melihat pisang goreng di jual di warung.
Penjual nya berwajah seperti hewan seperti anjing tetapi bertubuh manusia , Dadang yang kelaparan tidak memperduli kan nya .
Yang lebih mengherankan ukuran pisang goreng nya sebesar lengan orang dewasa.
" Aing ( aku) baru liat kok aya cau ( ada pisang ) sebesar ini ya?? " tanya nya dalam hati.
Dia mencium bau harum teh yang beraroma bunga melati "pak , aing ( aku) pesan teh hangat nya segelas, bapak tua yang berwajah hewan seperti anjing hanya mengangguk dan menghidangkan teh hangat yang aroma nya harum seperti bunga melati. " Harum sekali aroma nya seperti bunga melati" bisik nya sambil meneguk teh hangat membasahi tenggorokan nya yang kering.
Setelah kenyang dan lelah mengelilingi pasar Dadang merasa ada yang tidak beres, suasana pasar terasa mistis, dan dari kejauhan samar-samar dia mendengar suara gamelan" ning.. nong.. ning... nong..ning....nong..!!! ".
Dia baru tersadar kalau dia berada di pasar gaib/pasar setan.
" Kata aki aing (kakek ku ) bila mendengar suara gamelan di gunung berarti aing (aku) berada di pasar jurig / pasar setan), kumaha carana aing
( gimana cara nya aku) keluar dari sini" kata nya di liputi perasaan takut.
Saat dia mencoba untuk kembali, ia menyadari bahwa pintu masuk pasar telah menghilang.
" Kemana pintu masuk pasar jurig( setan), kok menghilang??, kumaha ieu, aing sieun (gimana ini , aku takut) " ujar nya dengan panik .
Dia memanggil- manggil nama dua teman nya" Peng... Jang...
maneh( kamu) di mana??!!" . Tapi tidak ada jawaban hanya kesunyian malam menemani nya.
Dia ketakutan menghadapi makhluk-makhluk yang menyeram kan.
Sementara itu ke dua teman nya sudah sampai Pos Jaga dan melaporkan bahwa Dadang menghilang di atas gunung kemungkinan tersesat di pasar gaib /pasar Setan.
Dengan meminta Bantuan Tim SAR , mereka mencari Dadang tetapi tidak berhasil di temukan
Akhir nya dengan bantuan warga setempat di lakukan pencarian dengan cara "ritual mistis".
Akhir nya setelah dua hari pencarian di lokasi Dadang menghilang, dia di temukan sedang duduk di atas tumpukan batuan yang di sangka sebagai lokasi pasar gaib/ pasar setan, dia duduk termenung seperti orang kebingungan / linglung.
" Itu si Dadang...!!! " teriak dua teman nya.
" Dang, maneh teh kamana wae selama dua hari menghilang
( Dang, kamu kemana saja selama dua hari menghilang)?? "Tapi dia tidak menjawab hanya diam membisu seperti orang kebingungan.
Segera Dadang di evakuasi turun gunung oleh Tim Sar, setelah di obati oleh orang pintar Dadang pulih kembali dan menceritakan pengalaman nya yang menyeram kan tersesat di pasar gaib/ pasar setan.
Sejak kejadian yang menyeram
kan itu Dadang dan teman- teman nya kapok mendaki gunung . Khusus nya Dadang tidak berani lagi menantang ingin melihat mahluk gaib.
Komentar
Posting Komentar