Sang Penari Wayang Orang Di Rasuki Arwah Korban pembantaian Penjajah.
Gambar Hanya Ilustrasi Fi Ambil Dari Google
Di sebuah desa yang tenang , hiduplah seorang penari wayang orang bernama Kinari yang dikenal karena kepiawaian nya menari.
Selain piawai menari, ia memiliki kecantikan dan tubuh yang montok ( seksi) yang di idam- idam kan setiap laki- laki.
Gerakan menari nya yang anggun dan kemampuannya mengekspresikan karakter wayang yang di bawakan, membuat masyarakat selalu menantikan penampilan nya.
Suatu malam yang cerah ia mendapat undangan ke sebuah acara pertunjukan pentas tari, ia akan membawaka tarian Rama Sinta, tarian ini diangkat dari kisah pewayangan tentang cinta sejati Rama dan Sinta.
Ia akan berpasangan dengan Wisnu, pria tampan yang diam- diam naksir berat kepada nya tetapi tidak berani menyatakan cinta nya karena Kinari tipe perempuan yang jutek ( judes).
Pertunjukan pentas tari akan di adakan di desa tetangga. Konon, desa ini pernah menjadi saksi bisu atas pembantaian yang dilakukan oleh penjajah pada abad yang lalu, banyak penduduk yang tewas di bunuh dengan brutal.
Sejak itu penduduk sering mendengar suara jeritan dan tangisan yang menggema di antara pepohonan pada malam hari .
Arwah penasaran penduduk desa yang di bunuh masih berkeliaran, mencari keadilan .
Sore itu setelah siap dengan pakaian tari dan riasan di wajah nya yang cantik , ia bersiap- siap berangkat ke tempat pentas tari.
"Mbok lan pa' e aku mangkat yo( ibu dan bapak aku berangkat ya) , doain pentas tari ku berjalan dengan lancar." kata nya.
" Hati- hati yo nduk( nak) konon desa itu angker bekas tanah jajahan banyak penduduk yang di bunuh dan di bantai secara brutal dan arwah nya masih bergentayangan, kamu berdoa dulu sebelum pentas " pesan mbok nya.
" Ojo ( jangan) khawatir mbok lan pa'e( ibu dan bapak), aku akan baik- baik saja " kata nya lagi.
Tidak lama mobil jemputan nya datang, mereka menuju tempat pentas tari di sebuah desa terpencil yang dikelilingi hutan lebat , suasana nya terasa mencekam .
" Iki hutan singup tenan yo, yen bengi mestine angker ( ini hutan sepi dan gelap ya, kalau malam mesti nya seram) " gumam Wisnu ke teman nya Bayu yang akan memerankan raksasa Rahwana.
Hihhh...ojo meden- medeni kowe Nu( jangan nakut- nakuti kamu Nu)" ujar Bayu yang bertubuh tinggi besar tetapi penakut .
Suasana di tempat pertunjukan pentas tari sudah ramai di padati penonton dan para pedagang yang antusias menonton pentas tari.
Gerakan tarian Rama Shinta anggun dan penuh ekspresi memiliki gerakan yang anggun dan penuh ekspresi membuat semua penonton menyukai.
Tarian diiringi oleh gamelan, gong, kendang dan siter.
" Ning.. nong... ning... nong.., tak.. takkkk.. dung... dung....!!! ".
" Asikk tenan musik nya, Man, aku rasano arep joged ( rasa nya mau joged)" ujar Baskoro sambil mengoyang- goyangkan tubuh nya yang tambun.
" Huahahaaa.. gilani tenan !!! yen koyo ngono kowe persis buto ijo, huahaaaah( hih..jijikin banget kalau kaya gitu kamu persis buto ijo, hushaha ) !! " ujar Baskoro lagi sambil tertawa terpingkal- pingkal.
"Huhhh dasar edan!! .. ngenyek kowe ( huhh dasar gila !!........
menghina kamu) tak gebug kowe bokbrok awak mu ( aku pukul kamu rusak tubuh mu ) !! " ujar nya sambil cemberut.
" Ton.. penari wedoke ayu tenan yo, aku gelem yen di dadikan kang raka ne ( Ton .. penari nya cakep banget ya, aku mau di jadikan pacar nya) " bisik Sarman kepedean.
" Hehehe.. kowe kepedean tenan Man, kowe ketiban untung sing wedok (kamu ketiban untung yang perempuan) ketiban bencana, huahaaha" ujar Tono ngeledek.
Tiba- tiba beberapa penonton merasakan hawa dingin menggigit tulang.
" Ihh kok adem tenan ( dingin banget) hawa nya yo?? " ujar salah satu penonton yang merasakan suhu udara berubah menjadi dingin sambil merapatkan sarung nya yang bau apek .
" Yo.. iku sarung mu ra pernah di kumbah yo, mambune apek tenan, aku arep mendem
( Yo itu sarung mu ga pernah di cuci ya bau nya apek banget aku mau mabok) !! " kata teman nya.
" Irung mu sing pesek blesek sing bumpet ( hidung mu yang pesek blesek yang mampet) " ujar nya sewot .
Tiba- tiba lampu berkedip- kedip di panggung dan samar- samar Kinari melihat bayangan menakutkan di pinggir panggung.
Ada sosok perempuan berambut panjang mengenakan gaun putih yang compang - camping di penuh noda darah yang sudah mengering, wajah nya penuh kesedihan dengan tatapan mata nya yang kosong .
Seketika ia merasa pusing, kehilangan kendali diri dan tidak fokus, gerakan tari nya menjadi tidak beraturan, ia berlari kesana kemari, Wisnu keheranan melihat cara nya menari.
" Kok, gerakan tarian Kinari ga beraturan koyo jaran kepang mendem ( kaya kuda lumping mabuk )?" gumam nya keheranan.
Mata Kinari menatap nya dengan nanar dan bibir nya yang merah menyeringai menyeramkan.
"Walahhh..ono sing ra beres karo Kinari koyone dhweke kesurupan demit (ada yang ga beres dengan Kinari kaya nya dia kesurupan setan )" gumam nya ketakutan.
Tetapi Wisnu yang profesional tetap berusaha tenang dan melanjutkan tarian nya, ia menghampiri nya dan memeluk nya dengan lembut , tiba- tiba tanpa di sangka oleh nya kaki Kinari menendang perut nya dengan keras hingga ia terpental dan tengkurap ke pinggiran panggung" gubrakkk
kkk !!! " .
" Oalahhh !!!! keras tenan (keras banget) tendangan nya, weteng ku sampai loro kabeh , rasa nya arep ngising lan endas ku benjut...aduhhhhhh ( perut ku ku sampai sakit semua ,rasa nya mau buang air besar dan kepala ku benjol.......aduhh) !! " ujar nya sambil meringis kesakitan memegangi perut nya yang mules.
Para penonton terkejut" kok pemeran Sinta nya jadi beringas, pemeran Rama di tendang sampai kontal
( mental) ke pinggir panggung !! "gumam beberapa penonton keheranan.
" Koyone pemeran Sinta kesurupan demit.. hihh medeni
( kaya nya peneran Sinta kesurupan setan.. hihh nakuti) " ujar beberapa penonton ketakut
an.
Tiba- tiba kinari meracau dan menangis dengan pilu sambil memegangi leher nya nya "hiks.. hiks.. hikssss.. leher ku sakit... ...tolongggggggggg !! ".
" Hihhh.. penari nya kesurupan itu !! " teriak beberapa penonton ketakutan.
Ibu- ibu dan anak- anak berlarian menjauhi panggung pentas tari.
" Ayu melayu wae ( ayo lari aja), penari nya kesurupan mengko kena gebuk iso repot ( nanti kena pukul bisa repot)...!!! " teriak beberapa ibu- ibu yang panik sambil menggendong anak nya yang menangis dengan keras karena ketakut
an .
Kinari yang kesurupan korban pembantaian berteriak- teriak
" sakitttt leher ku...... jangan bunuhhhhhh akuuuu..kalian biadab...!!!!! " ujar nya sambil memegangi leher nya.
Ia kembali mendekati Wisnu dengan beringas dan berusaha menendang tubuh nya .
"Rasakan........ pembalasan ku biadab kamu !! " teriak nya dengan emosi sambil kaki nya di angkat tinggi- tinggi ber ancang- ancang menendang nya.
"Oalah , ciloko 12, dheweke arep nendang aku meneh, iso bodol weteng ku ( oalah, celaka 12, dia mau nendang perutku lagi, bisa rusak perut ku) " gumam nya ketakutan.
Wisnu yang sudah tahu akan di tendang , dengan kewalahan berguling- guling kesana kemari menghindari tendangan nya yang membabi buta dan Kinari semakin beringas mengejar nya.
Wisnu yang ketakutan melari kan diri turun dari panggung. "Oalah iso repot yen ketangkep, entek awak ku di gebuki sampai bonyok karo demit sialan kuwi
( oalah bisa repot kalo ketangkap , habis badan ku di pukuli sampai hancur sama setan sialan itu ) !!! " gumam nya ketakutan.
Karena kesal tidak bisa menangkap Wisnu , Kinari yang kesurupan mengacak- ngacak peralatan musik, semua peralatan di tendangi " pergi kalian semua.. semuaaaa.... biadabbb, berisik !!! " teriak nya, mata nya yang merah membara menantap mereka dengan nanar, para pemain musik yang ketakutan berlarian kocar kacir, takut menjadi sasaran tendangan nya yang dahsyat. "Ayooo.. melayu demite ngamukkk.. iso benjut endas awakhe dwehe di gebuk(ayo lari setan nya ngamuk bisa benjol kepala kita di pukul).!! " ujar penabuh gamelan sambil berlari turun dari panggung di ikuti oleh pemain musik lain nya.
Salah satu pemain gendang terkena tendangan nya yang keras " biyuh.. biyuh bokong
ku di tendang loro tenan rasane
( biyuh..biyuh pantat ku di tendang sakit banget rasa nya ), iso wasir iki( bisa wasir ini) !!" kata nya sambil meringis kesakitan.
Untung nya ketua Panitia acara pentas tari, bapak Waluyo Sostrodimejo memiliki kemampuan mengobati orang yang kesurupan.
Ia naik ke atas panggung dengan segera untuk mengusir roh jahat di tubuh Kinari yang sedang mengamuk.
" Asem tenan iki demit sialan mengganggu acara seni tari
( asem banget ini setan sialan mengganggu acara seni tari ) " gumam nya dengan kesal.
Ia membaca Ayat-Ayat Al-Qur'an, membaca doa-doa khusus memohon kesembuhan nya dan menggunakan air yang di semburkan ke tubuh Kinari "prottttttttttt..protttttttttt !!".
" Rasano demit sialan, cepat kowe minggat dari awake dheweke ( rasain demit sialan, cepat kamu pergi dari tubuh dia )!! " bentak nya.
"Aduhhh... panasss.....panasss ampunnnn..tobattt!!! " teriak nya kesakitan tubuh nya berguling - guling seperti cacing kepanas
an.
" Sopo kowe (siapa kamu) ??, ngopo kowe ( kenapa kamu) mengganggu acara kami !!?? " tanya Pak Waluyo Sostrodimejo dengan marah.
Tetapi setan yang ada di tubuh Kinari hanya membisu dan berguling- guling kepanasan. "Oooooo.. kowe mbeling ra gelem nyahut ( ooo....kamu bandel ga mau nyahut)! "bentak nya dan menyemburkan kembali air dari mulut nya ketubuh nya.
" Prottttttttttttttttttt...........prottt ......ptottttttt......ttttt........!!"".
" Ampuunnn...... ampunnn... puanas..panas tubuh ku !! teriak nya kesakitan sambil berguling
an di lantai panggung.
" Baik aku akan jawab " kata nya dengan suara parau dan pelan.
" Nama ku Inten , aku korban pembantaian oleh penjajah..aku mati di bunuh dengan cara di gorok leher ku.. hiks.. hikssss..
sakit sekali rasa nya !!! " kata nya sambil menangis pilu memegangi leher nya.
" Aku ra percoyo ( aku ga percaya ) dengan orang yang mati penasaran kemudian gentayangan menjadi arwah penasaran... kamu pasti qorin nya... cepat pergi dari tubuh perempuan ini, yen kowe ra gelem minggat ( kalau kamu ga mau pergi) akan aku bakar kamu !! " bentak pak Waluyo.
" Ampuunn..tobattt..!!! jangan bakar aku...!! baik aku pergi dari sini" ujar nya dengan suara lirih.
Perlahan Kinari tenang dan sadar kembali dengan tubuh yang lemah lunglai.
Sejak kejadian malam itu, desa itu menjadi semakin sepi. Penduduk percaya bahwa arwah korban pembantaian penjajahan terus mencari keadilan dan menghantui desa itu.
Dan tidak ada yang berani memenuhi undangan untuk pentas di sana lagi takut kesurupan hantu korban pembantaian.
Komentar
Posting Komentar