Di Ganggu Kuntilanak Tanjakan Angker
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di sebuah desa kecil , terdapat sebuah tanjakan curam yang dikenal sebagai "tanjakan Kesepian". Tanjakan itu terkenal angker pernah terjadi kecelakaan motor tragis yang merenggut nyawa seorang wanita muda.
Beberapa orang yang pulang kemalaman pernah di ganggu oleh sosok perempuan berwajah hancur memakai pakaian compang camping yang penuh berlumuran darah .
Sore itu Engkos yang bertubuh kerempeng ( kurus) ingin mengajak kekasih nya Murni yang cantik bertubuh bayuhyuh ( gemuk) menonton bioskop di Kota.
Sebenar nya Murni yang materliastis tidak mencintai nya tetapi berhubung Engkos anak orang kaya di desa itu , dia mau di jadikan kekasih nya.
Teman- teman nya tahu kalau Murni tidak mencintai nya hanya mau harta nya saja .
Suat hari teman nya Idah komeng menyampaikan salam untuk nya dari Cecep
pedagang sayur yang ganteng .
" Mur.. maneh teh ( kamu) dapat salam dari si Cecep kasep ( cakep) " kata teman nya Idah komeng .
" Ih.. amit- amit si Cecep kan malarat pisan ( miskin banget), teu pantas jeng aing ( ga pantas sama saya) " ujar nya dengan wajah cemberut.
" Maneh teu ( ga) boleh menghina orang meski dia malarat( miskin) tapi kasep enteu kaya kabogohan maneh si Engkos goreng rupana ( ga kaya pacar kamu si Engkos jelek rupa nya), heheheheeee !!!" ujar nya sambil tertawa.
" Biar wae goreng rupana tapi wagiru ( biar aja jelek wajah nya tapi kaya) , teu ( ga) tau diri si Cecep belegug sia ( bodoh ) berani salam jeng aing( sama saya), amit- amit pisan
( banget) !!" kata nya lagi dengan ketus .
Malam minggu Engkos mengajak Murni menonton film di Kota.
" Mur, aing bade ( saya mau) ngajak maneh ( kamu) nonton film di Kota " kata nya sambil memandangi nya dengan nafsu tubuh Murni yang seksi dengan balutan kaos lengan pendek dan celana jeans.
" Judul filmna naon ( judul film nya apa) , Kos?? " tanya nya.
" Judul filmna " Perawan Bangkit Dari lobang Kubur" kata nya.
" Hihhh...embung ah, aing sieun, ( hiihh..ga mau, saya takut) Kos " kata nya ketakutan.
" Kan aya akang Ekos( kan ada kak engkos) ..heheheeeeeee..
nanti teh habis nonton kita makan di resto " Kang Emong" yang terkenal sedap " rayu nya jangan sampai Murni menolak ajakan nya dengan harapan bila ketakutan menonton film horor, dia akan memeluk diri nya dengan erat.
Selama empat bulan menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih , Murni hanya mau di gandeng tangan nya , pernah Engkos berusaha mencium nya tetapi bibir nya yang dobleh di kruwes sampai panas rasa nya. Murni juga mengancam akan memutuskan nya, sejak itu ia kapok dan tidak berani mencoba mencium nya lagi.
Engkos yang merasa ganteng malam itu memakai setelan jeans biru dan sepatu kets putih, dia menyemprotkan parfum beraroma melati yang di beli di pasar kaget ke seluruh tubuh nya sehingga aroma nya nya menyengat hidung.
Tidak lupa rambut jabrik nya di minyaki sehingga kelimis mungkin laler kalau hinggap di sqna bisa terpeleset.
Ibu nya Murni bertanya ke suami nya " ieu bau naon teh bah ( ini bau apa pak) ?? ".
" Teu nyaho, mbu ( ga tau, bu) " sahut suami nya sambil menyeruput kopi panas nya.
" Bauna ( bau nya) kaya kunti pohon randu .. hihhh.. sieun aing ( takut saya) , bah " kata nya lagi.
" Kehed sia ( sialan) , minyak wangi aing di katain bau jurig
( setan ),henteu ( gak) tau parfum ini mahal, bukan parfum kaleng- kaleng si nyong nyong " ujar Engkos dalam hati dengan kesal.
Setelah meminta izin dengan kedua orang tua Murni mereka langsung menuju kota dengan berboncengan motor .
" Heunteu uwih wengi- wengi
( jangan pulang malam- malam) di tanjakan "kesepian " angker " pesan bapak nya Murni yang terkenal galak.
" Iya.. bah" sahut Engkos, cepat- cepat pergi dari rumah Murni karena takut melihat wajah ayah Murni yang sangar dengan kumis tebal nya.
Suasana bioskop malam itu ramai sekali dengan pasangan muda, tidak beberapa lama film di putar.
Alur cerita film sangat menegang kan tetapi Murni yang ketakutan menonton film tidak memeluk nya, Engkos yang sudah menunggu penuh harap kecewa berat ,sepanjang film Murni hanya menutup mata nya bila merasa takut.
Dengan perasaan kesal Engkos hanya bisa melihat dengan iri pasangan lain nya bermesraan.
" Kehed sia ( sial) si Murni tong ( ga ) melukin aing
(saya) , aing ( saya) rugi ngajak dia nonton " gumam nya kesal dalam hati nya sambil ngemil pop corn asin dan minuman soda sampai jeding bibir nya saking asin nya pop corn itu dan perut nya merasa kembung kebanyakan minum soda .
Film berakhir, mereka mampir ke resto mang Emong yang terkenal dengan kelezatan nasi liwet teri nya.
Karena keasyikan ngobrol tak terasa malam sudah larut.
" Kos, ayo kita uwih ( pulang) , nanti abah marah kalau kita pulang larut malan dan aing sien ( saya takut) melewati tanjakan angker " kata nya di liputi perasaan takut.
" Ah itu kan cuma cerita mitos, teu aya jurig di ditu ( ga ada setan di sana ), henteu usah sieun aya akang Engkos (ga usah takut ada kakak Engkos) " sahut nya dengan percaya diri.
Engkos memacu motor nya dengan cepat menembus dingin dan gelap nya malam dengan terpaksa Murni memeluk diri nya erat- erat karena takut jatuh.
Engkos merasa kesenangan di peluk erat oleh nya" asikkkk... anget pisan ( hangat banget) rasana " gumam nya dalam hati sambil merem melek mata nya.
Jalanan terasa sunyi dan gelap di kiri kanan nya hutan yang rimbun menambah mencekam suasana nya.
Jalan semakin sepi menuju tanjakan curam yang terkenal angker, angin bergemerisik di antara dedaunan.
Saat mereka mendekati tanjakan , hembusan angin semakin dingin.
Murni yang ketakutan semakin erat memeluk nya , dan Engkos mulai di liputi perasaan takut.
" Kos.. aing sieun ( Kos, saya takut) tanjakan ini angker aya jurigna ( ada setan nya) " bisik nya ketakutan .
Engkos tidak menyahut, samar- samar mereka mendengar suara perempuan menangis dengan pilu .
"Hiks..hiks....hiksssss...hikss !!".
" Hihhhh...saha eta ( siapa itu) menangis di tengah malam begini??" gumam Engkos dengan suara gemetaran.
" Heunteu ( jangan) di dengarin, gera ( cepat) kebut motorna wae ( saja) Kos" bisik Murni sambil memeluk nya dengan erat.
Suara tangisan itu semakin keras dan membuat mereka semakin ketakutan. "Hikkkkssss.. hikss...hiksss !! ".
Suara perempuan itu juga merintih kesakitan"tolonggggg
tolllongggg...tolonggg..............
sakitttt ...!!! " .
Engkos yang merasa ketakutan bercampur penasaran menghentikan motor nya dan mengarahkan lampu motornya ke arah suara itu, di samping pohon besar , dia melihat sosok wanita berpakaian putih compang- camping berlumuran darah ,wajahnya yang hancur menyeram kan tertutup rambut panjang nya.
"Anjirrrr sia , hihhh ieu mah serem pisan ( anjing, Ini sangat menyeramkan) ......eta teh kuntilanak tanjakan angker ..
(Itu kuntilanak tanjakan angker) tolonggggggggg !!! " teriak Engkos dengan terkejut.
" Kaburrr Kossss, gera !!! aing sieun di tomplok jeng jurig tea
( kabur Kos, cepat !!!saya takut di tomplok sama setan itu ) !!!" teriak Murni dengan panik sambil memeluk nya dengan erat .
"Engke heula, suku aing lemes rasana ( tunggu sebentar kaki saya lemas rasa nya ).!!" ujar nya dengan suara gemetaran, dengan perasaan takut bercampur panik , dia memacu motornya sekencang - kencang nya menjauh kan tempat itu.
Karena ketakutan dan panik motor nya oleng dan kecebur keselokan yang air nya hitam dan bau " gubrakkkkkkkkkkkk
kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk !!! ".
"Wadowwww....badan aing nyeri ( badan saya sakit) di tibanin maneh ( kamu) , beurat pisan badan maneh ( berat banget badan kamu) bisa mejret aing ( hancur saya) !! " teriak Engkos kesakitan dengan nafas engap- engapan.
" Huhuhuhhhu !!....suku aing nyeri ( tangan saya sakit) " rintih Murni sambil menangis sesenggukan dan segera bangun .
Dengan berjalan tertatih- tatih menahan sakit di tubuh, mereka menaiki motor kembali.
Tidak beberapa lama mereka sampai di rumah Murni, kedua orang tua Murni terkejut melihat mereka luka- luka .
" Ya Allah aya naon ?? kok suku maneh berdarah dan bengkak (ada apa?? kok tangan kamu berdarah dan bengkak ) Mur?? " tanya ibu nya dengan panik.
Engkos dengan perasaan takut menceritakan di tanjakan kesepian mereka bertemu dengan sosok kuntilanak , karena panik motor nya nyungsep( jatuh kedepan) ke selokan.
Ayah Murni yang terperamental terkejut dan memarahi nya, dengan nafas memburu seperti oplet tua , mata nya yang besar seperti jengkol mentah melotot dan kumis nya yang baplang sampai jibrak ( kaku) .
"Abah kan tos bilang jeng maneh ( bapak kan sudah bilang sama kamu) heunteu uwih wengi- wengi ( jangan pulang malam- malam) !!!, bangkawarah maneh ......dasar curek maneh ( kurang ajar kamu , dasar congek kamu ) Kos, anak aing nu geulis ( anak saya yang cakep) jatuh sampai bonyok ( hancur) , ngajangkor maneh( pergi kamu) sekarang juga , belegug sia ( bodoh kamu), kuping maneh curek yah
( kuping kamu budeg ya ) !!! "maki nya sambil berkacak pinggang.
" Kehed sia, aing takol menyong maneh ( sialan kamu, saya pukul monyong kamu ), ulah kadieu deui ( jangan kesini lagi) dasar rupa goreng ( dasar muka jelek) teu ( gak) pantas jeng ( sama) Murni , cuihhhh !!!" umpat nya lagi sambil melotot mata nya .
Dengan ketakutan Engkos berlari terbirit- birit pontang panting menaiki motor nya. Sejak kejadian malam itu Murni memutuskan hubungan nya dengan nya, tingggal lah Engkos menangis dengan sedih di putuskan cinta nya oleh Murni yang geulis ( cantik) yang sangat di cintai dan ia percaya di tanjakan itu memang angker dan ada penunggu nya kuntilanak berwajah hancur berpakaian compang camping berlumuran darah .
Komentar
Posting Komentar