Wayang Golek Rahwana Di Rasuki Roh Jahat Rumah Tua.
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di sebuah desa , hidup seorang duda tanpa anak ber profesi sebagai dalang wayang golek terkenal bernama Ki Senur yang memiliki kepiawaian memainkan dan menghidup kan karakter - karakter wayang nya di setiap pertunjukan sehingga penonton terpesona.
Ki Senur yang berprofesi sebagai dalang berperan sebagai pemain utama dalam pertunjukan wayang yang mengatur gerakan wayang golek secara tersembunyi.
Suatu malam ia mendapat undangan dari bapak Kades untuk mendalang di acara selamatan rumah nya yang sudah lama terbengkalai dan
baru saja selesai di renovasi di desa tetangga .
Menurut penduduk di sana, rumah bapak Kades yang baru di renov adalah rumah tua warisan orang tua nya yang sudah lama terbengkalai, konon rumah itu berhantu sering terdengar suara- suara aneh atau muncul sosok penampak
an yang bergerak cepat .
Ketika ki Senur tiba di sana suasana sudah ramai oleh penonton yang antusias menonton pertunjukan wayang golek , tak ketinggalan para pedagang sudah menggelar dagangan nya.
Panggung pertunjukan wayang golek di dirikan di halaman rumah bapak kades yang luas, rumah nya ber gaya victoria memiliki dua lantai dengan atap pelana yang curam dan menara bundar .
Ki Senur yang mempunyai indera ke enam bisa merasakan ke angkeran rumah itu" ini teh imah na pak kades Sentot aurana jempling banget, ceunah penduduk di dieu imah na teh angker ( ini rumah nya pak kades Sentot aura nya sepi banget, kata penduduk di sini rumah nya angker ) " ujar nya dalam hati.
Pukul 9 malam pertunjukan wayang golek di mulai , tema yang di angkat cerita Rama dan Sinta yang mengkisah kan petualangan Rama untuk menyelamatksn Sinta dari Penculikan Rahwana.
Suara tembang merdu sinden Atik yang bayuhyuh ( gemuk) di iringi gamelan, gendang dan alat musik lain nya mengiringi pertunjukan wayang golek.
" Ning nong ning nong.. dung.. dung.. Bletak... Bletak.. dung.
dung...!!".
Penonton terpesona dengan pertunjukan wayang golek apalagi ki Senur piawai memainkan wayang nya karena bisa menghidup kan karakter- karakter di setiap wayang nya.
" Rame jigana ceritana wayang Rama dan Sinta ( seru kaya nya cerita nya wayang Rama dan Sinta) mang Dikin " kata Mang Oleh ke teman nya mang Dikin sambil menikmati ubi goreng nya .
Tiba- tiba di tengah pertunjukan suhu udara terasa dingin, beberapa penonton merasa gelisah dan angin besar bertiup dengan kencang , suara gemersik daun menambah mencekam suasana malam itu.
" Eh, Jang, maneh teh ngerasa heunteu udarana jadi tiis ya
( eh, Jang kamu ngerasa ga udara nya jadi dingin ya) ?? " tanya Jujum ke teman nya.
" Iyah, kunaon jadi tiis yah ( iya, kenapa jadi dingin ya) , brrr perasaan aing ( saya) jadi ga enak !! " sahut nya sambil merapat kan sarung nya yang sudah kumal dan berbau tengik
Sepasang muda mudi di sebelah nya merapat kan tubuh nya ke tubuh kekasih nya yang bayuhyuh (gemuk) .
"Sayang, tiis ( dingin) banget udarana, aing( aku ) kedinginan " bisik cewek nya yang geulis
( cantik) dengan mesra .
" Kadiue ( kesini) , akang peluk biar hangat" bisik nya kesenang
an sambil memeluk kekasih nya yang geulis ( cantik ).
Bapak tua yang duduk di sebelah pasangan kekasih yang sedang kasmaran, ngedumel dengan perasaan iri " sok romantis di tempat gratis , karunya teuing heunteu modal, mending jeng aing meski tos gaek tapi loba duit na dan wagiru (kasihan banget ga modal , mending sama saya meski sudah tua tapi banyak uang nya dan kaya ) ".
Namun, malam itu sesuatu yang aneh terjadi, saat ki Senur memerankan karakter raksasa Rahwana yang memiliki sifat licik, keras kepala, egoist, pemarah , dan jahat.
Dia merasakan kekuatan lain yang mengendalikan gerakan-
nya.
Wayang golek raksasa Rahwana seperti hidup dan suara Ki Senur berganti menjadi suara yang berat dan menyeram kan, membuat para penonton ketakutan.
" Kunaon eta ( kenapa itu) dalangna suara nya kaya berat " kata kang Oleh keheranan.
Wayang karakter raksasa Rahwana semakin cepat bergerak tidak beraturan sampai ia kewalahan mengen
dali kan nya .
" Kok suara dalang nya jadi berubah berat dan menyeram
kan kaya bukan suara ki Senur ?? " tanya bapak tua ke teman nya keheranan .
" Iya...suara nya kaya suara jurig( setan) ...hihhhh ....
pikasieunen (menyeram kan) !!" ujar teman nya ketakutan.
" Jangan- jangan dalang dan wayang nya di rasuki roh jahat
...itu lihat wayang nya pundung
( marah) ...hihhh aing sieun
( saya takut ) !! " ujar nya ketakutan.
Ki Senur sampai jumpalitan mengendalikan gerakan wayang nya yang memiliki kekuatan yang dahsyat dan gerakan nya tidak beraturan, pemain musik dan sinden Atik keheranan bercampur ketakut
an melihat nya.
" Gelo sia.. nanaonan ieu ( gila.. apa apaan ini )??!! " gumam sinden Atik keheranan melihat dalang Ki Senur jumpalitan.
" Aya naon kok ki Senur sampai jumpalitan kitu ( gitu) ?? " tanya para pemain musik ketakutan.
Beberapa dari penonton melihat bayangan hitam besar bergerak cepat di balik layar.
" Hihhh.. naon eta ( apa itu) di balik layar aya ( ada) bayangan hitam sekelebatan kaya bayangan wayang raksasa !! " teriak penonton dengan panik dan heboh.
Ki Senur yang memilik indra ke enam menyadari bahwa diri nya dan wayang golek nya akan di rasuki roh jahat, ia merasa pusing kepala nya dan tidak fokus.
Ia berusaha mengendalikan nya , para pemain musik berlarian turun dari atas panggung dengan panik dan ketakutan.
Sinden Atik yang ketakutan tidak kuat berdiri" teh Atik ayo kenciling ( pergi) dari sini, kok malah maneh diuk di dieu (kamu duduk di sini) nanti maneh ketakol (nanti kamu kepukul) sama wayang golek yang di rasuki roh jahat !! " teriak kang Bima pemain gendang dengan panik.
"Huhuhhhu !!, suku aing lemah kang, heunteu kuat tangtung
( kaki aku lemas kang, ga kuat berdiri),tolonggggg bantu aing tangtung (aku berdiri) !! " ujar nya pelan sambil menangis dengan wajah pucat ketakutan.
Karena kasian melihat nya, kang Bima nekad menawarkan untuk menggendong sinden Atik yang gemuk .
" Ayo maneh teh naik ke punggung ku.. cepat!! " ujar nya dengan panik .
" Emangna maneh kuat ngegendong aing kan badan maneh begang kitu (kurus gitu) ?? " tanya nya dengan ragu.
" Maneh huenteu loba nanya (kamu jangan banyak nanya).. cepat... naik!!! " ujar nya panik.
Sinden Atik yang gemuk dengan kesusahan segera menaiki punggung kang Bima yang bertubuh kerempeng , karena di landa rasa panik dan takut ia kuat menggendong nya.
" Aduhhh.. beurat (berat)banget
badana kaya karung beras tapi aing ( aku ) kudu kuat, karunya
( kasian) si teh Atik nanti kena takol ( pukul) wayang golek " ujar nya dalam hati dengan nafas tersrngal- sengal.
Ketika Ki Senur sibuk mengen
dali kan wayang nya yang di rasuki roh jahat, tiba- tiba lampu padam, para penonton yang ketakutan berlarian saling dorong dan injak karena ketakutan meninggal kan panggung pertunjukan wayang golek.
"Kaborrrrr... jurigggna........
..pundung hihhh.. sieunn.......(kabur..jurig nya marah..hih...
.takut ) !!! " teriak mereka berlari pontang panting kocar kacir.
Begitupula para pedagang lari kocar- kacir menyelamatkan dagangan nya takut di samber wayang golek yang bisa berge-
rak dan terbang sendiri.
"Gelo sia eta wayang jurig..( gila itu wayang setan) .. kaburrrrr euyyy, sieun( takut) dagangan aing ( aku ) di acak- acak jurig
( setan) wayang golek !!! " teriak para pedagang sambil berlari sekuat tenaga menjauhi panggung pertunjukan wayang golek.
Para pemain musik berkumpul di pinggiran panggung menyak-
sikan ki Senur bertarung dengan wayang golek nya yang bisa bergerak sendiri.
" Ooo..maneh bade (Oooo
kamu mau ngelawan aing ( aku) dan mencoba memasuki tubuh aing heunteu (gak) bisa ....!! " ujar ki Senur dengan marah.
Wayang golek karakter raksasa Rahwana yang di rasuki roh jahat menyerang nya dengan membabi buta terbang kesana kemari , ki Senur mengibas kan tangan nya dengan keras dan wayang golek terjatuh , tetapi wayang golek yang sudah di rasuki roh jahat bangkit kembali dengan berputar- putar di atas kepala nya dan menyerang nya kembali dengan beringas .
Suara angin nya terdengar di atas kepala ki Senur" wushhhh
hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!! ".
Ia sampai kewalahan dan jumpalitan menghindari serang
an nya.
Para pemusik dan sinden Atik menyaksikan pertempuran itu dengan panik sambil membaca doa selamat.
Di tengah kepanikan nya, ki Senur cepat- cepat duduk bersila melakukan ritual dan membaca doa untuk menghentikan roh jahat yang merasuki wayang golek nya.
Dalam pertarungan spiritual yang mengerikan di dalam dirinya, ki Senur berjuang melawan kekuatan gelap itu. Keringat membasahi seluruh tubuh nya.
Setelah beberapa lama wayang golek raksasa Rahwana berhenti menyerang nya dan lampu kembali menyala.
Ki Senur terjatuh duduk dengan lemas , terengah-engah dan kelelahan, setelah bertarung dengan roh jahat yang merasuki wayang golek nya.
Ia cepat- cepat memasuki wayang- wayang nya ke kotak, dan menemui pak Kades Sentot serta keluarga nya yang masih di landa ketakutan.
Ki Senur bercerita bahwa roh jahat yang merasuki wayang golek nya ternyata berasal dari rumah pak kades yang merasa terganggu dengan keramaian pertunjukan wayang golek.
" Pak kades ternyata yang merasuki wayang golek saya adalah sosok nenek tua yang buruk rupa , bertubuh bungkuk dengan tanduk di kepala nya, dia sudah menghuni rumah ini ratusan tahun " ujar ki Senur.
" Astagfirullah, aing sieun , kumaha atuh cara mengusir jurig jahat itu dari imah aing (aku takut, gimana cara mengusir roh jahat dari rumah saya ) !! " ujar nya terkejut dan ketakutan.
" Bapak bisa memanggil orang pintar untuk membersihkan rumah ini karena roh itu sangat jahat bisa mencelakai keluarga bapak " ujar ki Senur kembali.
Pak Kades memanggil orang pintar untuk mengusir roh jahat
Untuk mengusir roh jahat dari rumah pak kades Sentot, orang pintar itu membacakan ayat - ayat suci Al-Qur'an serta menabur kan garam kasar di depan rumah nya.
Pak kades juga menanam pohon bambu kuning yang di percaya dapat mengusir setan.
Sejak rumah tua itu di bersihkan sudah tidak terlihat penampakan yang menyeram kan.
Komentar
Posting Komentar