Bermain Petak Umpet Dengan Hantu Kecil.
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Gambar Hanyaa Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di sebuah desa kecil terdapat hutan jati yang sangat lebat .
Arya yang nakal bersama beberapa teman nya sering bermain petak umpet di pinggiran hutan jati itu pada malam hari.
" Bengi iki awakhe dhewe main petak umpet yuk, nanging main nya di dalam hutan jati , ayo sopo wani ( nanti malam kita main petak umpet yuk, tapi main nya di dalam hutan jati, ayo siapa berani) ?" tantang Arya ke teman- teman nya .
" Ora ah !!, aku ra wani, neng hutan jati sing singup akeh demite( ga ah, aku ga berani, di hutan jati yang seram dan gelap banyak setan nya) " kata salah satu teman nya, si Itong yang penakut.
" Pengecut !! , kowe kuwi wong wedian koyo curut dapur,huaaa huaahuahaaha ( pengecut!! kamu itu orang penakut kaya tikus dapur, huahaaa) !!!" ledek nya .
Beberapa teman nya takut di katain pengecut menyahut " sopo sing wedi, ayo neng kono bengi iki( siapa yang takut, ayo kesana nanti malam) ?? " tantang mereka.
" Konon, neng kono wingit
( konon , di sana angker ), ra ono uwong sing wani melebu neng hutan singup ( ga ada orang yang berani masuk ke hutan yang seram dan gelap) , lan untuk membuktikan neng kono wingit (dan untuk membukti kan di sana angker) , aku tak gowo kucing ku si Hitam ( aku akan bawa kucing ku si hitam) " kata Arya.
" Nggawe opo gowo kucing mu ( buat apa bawa kucing mu) ??" tanya Kelik keheranan.
" Kata mbah ku yen, awakhe dewe main petak umpet sambil memegang kucing ( kata kakek ku, kalau kita main petak umpet sambil memegang kucing , pasti ada hantu yang ikutan bermain bersama kita" celoteh nya.
" Ihhh...medeni tenan kuwi , ojo guyonan karo demit iso ciloko
( ih..nakuti itu, jangan bercanda sama setan, bisa celaka)!" kata Itong di liputi perasaan takut.
Beberapa teman nya bukan nya takut malah tertarik membukti
kan cerita mbah nya ( kakek nya) si Arya.
" Kowe ojo ngapusi wong toh, Ya( kamu jangan bohongi orang toh, Ya ) !!" ujar mereka penasaran.
" Mulane agar ora penasaran, buktikan wae , piye wani ora
( oleh karena itu , agar ga penasaran , buktiin saja, gimana berani nggak ) ?? " ujar nya lagi .
" Wani wae..bengi iki awakhe dhewe melebu neng kono
( berani saja, nanti malam kita masuk kesana) ??!!" kata beberapa teman nya dan Itong yang penakut terpaksa ikut dengan mereka.
Malam itu mereka sepakat untuk bermain petak umpet lebih jauh masuk ke dalam hutan, tempat yang dipercaya angker dan dihindari orang dewasa.
Hutan jati tersebut lebat, sunyi dan gelap terasa menyeramkan
Arya yang nakal membawa serta kucing nya si Hitam .
Sesampai di hutan jati yang angker , Arya mencari pohon besar dan rindang .
" Ben ra repot gendong si Hitam selama permainam , tak aku ikat disik si Hitam neng pohon iki wae ( biar ga repot gendong si Hitam selama permainan , aku ikat dulu si Hitam di pohon ini saja) " kata Arya sambil mengikat kucing nya si Hitam di pohon besar yang rindang, ia berontak dan mengeong- ngeong seperti ketakutan.
" Ngeong...ngeonggggggg...!!!" .
" Hushh..!!! ojo ramai kowe, meneng wae neng kene
( hush !! ..jangan berisik kamu, diam saja di sini ) " ujar Arya.
Karena Arya yang paling berani , saat permainan di mulai ia yang pertama jaga, ia menutup matanya dengan kain penutup dan mulai menghitung angka hingga dua puluh.
" Aku hitung mulai sekarang yo..siji( satu), loro( dua), telu
( tiga), papat(empat).. ...." ujar nya dengan suara keras.
Sementara itu, teman-temannya berlarian kocar kacir mencari tempat bersembunyi.
" Cepat lari Tong, lik, tian, Toti cari tempat persembunyian " bisik Togog mencari tempat persembunyian.
Hitungan ke dua puluh, teman- teman nya sudah menghilang semua , suasana menjadi sunyi sepi dan gelap hanya ada sedikit cahaya dari sinar bulan menyinari hutan jati angker tersebut , kucing nya si Hitam terus mengeong seperti ketakutan , bulu nya berdiri dan dia meringkuk .
Arya mencoba mencari teman- teman nya ke segala penjuru tetapi tidak dapat menemukan.
Arya merasakan seperti ada yang mengawasi.
" Kok...... perasaan ku koyo ono sing (kok..perasaan ku kaya ada yang) ngawasi aku ??" bisik nya mulai di liputi perasaan takut sambil menoleh kekiri dan kekanan .
Setelah lelah mencari , akhir nya dia menemukan dua orang teman nya , Itong dan Kelik yang bersembunyi di balik pohon besar yang rindang tampak ketakutan, dengan suara bergetar mereka berkata . "Arya cepat !!! kita harus pergi dari sini, neng kene angker tenan ( di sini angker banget) !!" .
" Emang ono opo ( emang ada apa) ???" tanya nya merasa keheranan, mereka mengata
kan melihat bayangan hitam sosok anak kecil bertubuh kurus berpakaian serba putih dan bermata merah menyala bergerak cepat di antara pepohonan.
Arya tidak percaya dan hanya tertawa " ah , ojo ngapusi aku, mungkin iku kucing , yen ono bocah kuwi, tak ajak main wae sekalian , ben seru( ah, jangan bohongi aku, mungkin itu kucing, kalau ada bocah itu , ajak main saja sekalian, biar seru) !!" ujar nya meledek mereka .
" Kowe mbeling tenan dadi bocah, malah nantangin demit iku , awakhe dhewe ra ngapusi, sumpah ( kamu nakal amat jadi anak , malah nantangin hantu itu , kita ga bohongi , sumpah )!!! " bisik Kelik dengan kesal .
Setelah semua ketemu dari tempat persembunyian , sekarang giliran Itong yang jaga, dia yang sudah ketakutan karena melihat sosok anak kecil bertubuh kurus dan bermata merah menyala, dengan perasaan takut menutup mata nya dan menghitung sampai dua puluh.
Ketika membuka mata, dia melihat sekeliling hutan jati yang lebat dan gelap bertambah menyeram kan suasana nya, samar- samar dia mendengar suara aneh seperti suara langkah kaki kecil berlarian di sekitar sana, dan angin berhembus kencang .
" Hihhh..medeni tenan iki hutan, aku wedi ( hihh..nakuti banget hutan ini, aku takut) " bisik nya dengan suara bergetar.
Suara si Hitam semakin ramai,
ekor nya dililitkan erat di sekitar tubuh nya dan bulu- bulu punggung nya berdiri dengan kaku tanda nya ia ketakutan.
" Si Hitam seperti nya ketakutan pasti dia melihat sesuatu, hihh ..aku wedi, weteng ku dadi mules arep ngising ( aku takut , perut ku jadi mules mau buang air besar) " bisik nya sambil melepaskan ikatan si Hitam dan menggendong nya.
Tiba-tiba, Itong mendengar suara tawa anak kecil yang menggema seperti sedang ikut bermain .
Dalam keadaan takut , samar- samar dia melihat sosok anak laki- laki kecil berbaju serba putih dengan wajah pucat dan mata merah menyala muncul di antara pepohonan tersenyum dan melambai- lambaikan tangan kearah nya. Senyum nya menyeram kan .
Itong sangat terkejut dan berteriak dengan panik "weleh
hh..wajahe medeni tenan bocah demit kuwi ( weleh...... wajah nya nakutin banget anak setan itu ) dan dia segera berlari secepat mungkin meninggal kan hutan angker itu sambil menggendong si Hitam yang terus menggeram karena ketakutan.
"Rrrrr..rrrrrr..meong...meong....meoonggggg..rrrrrrrrrr.....!!".
Itong menjerit dengan panik dan menangis histeris " tuolong
tolonggg...ono demittttt ( ada setan) , huhuuhuhuhuhuuuuu
uuuuuuu..biyung aku wedhi
( ibu aku takut) !!!".
Teman- teman nya yang sedang bersembunyi terkejut mendengar teriakan nya"ayooo ayoooo...cepat ..melayu..onooo
ono demittt...( ayo cepat pergi ada..adaaa...... hantu ) !!!!" ujar Kelik ketakutan dengan suara bergetar dan mereka berlari sekuat tenaga tanpa menoleh lagi.
Mereka berlari sekuat tenaga, tetapi sosok anak kecil bermata merah menyala terus mengikuti mereka seperti ingin ikut bermain.
Mereka semakin cepat berlari sambil berteriak dengan histeris" tuolooongggggg...ono
demitttt.......( tolonggg..ada setan).......!!" .
" Demit bocah cilik kuwi ngikutin awakhe dhewe terus ...ayoooo...lebih cepat lari nya
( hantu anak kecil itu mengikuti kita terus....ayo lebih cepat lari nya) !!" teriak Arya sambil terus berlari dengan nafas tersengal- sengal.
Akhir nya mereka dapat keluar dari hutan jati ketika mereka menoleh , sosok hantu anak kecil itu sudah menghilang dan mereka berlari pulang.
Sesampainya di rumah, mereka bersumpah tidak akan pernah bermain petak umpet di hutan jati itu lagi dan ternyata cerita kakek nya Arya benar bila bermain petak umpet dengan membawa kucing akan ada hantu yang ikut bermain.
Komentar
Posting Komentar