Mabuk- Mabukan Di Stasiun Kereta Api Terbengkalai
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google.
Di sebuah Kota kecil, terdapat sebuah stasiun kereta api yang sudah terbengkalai selama bertahun-tahun.
Konon stasiun terbengkalai tersebut menjadi angker setelah peristiwa tabrakan tragis antara dua kereta api yang menewaskan banyak penumpang dan arwah - arwah penumpang yang meninggal dalam kecelakaan tragis sering menghantui stasiun tersebut, tidak ada seorang pun yang berani melintasi stasiun itu bila malam hari.
Suatu malam sekelompok remaja pengangguran penasaran ingin menjelajahi stasiun itu.
" Ton, gimana kalo malam ini kita kumpul dan mabok-mabokan di stasiun terbengkalai, pasti seru " ajak Makroni ke Toni dan teman- teman nya yang terkejut mendengar nya.
" Belegug( bodoh) sia, maneh ngahaja paeh wae ( kamu cari mati aja), teu aya ( ga ada) orang yang berani kesana !!" ujar nya.
" Iyah..nekat banget ieu budak bangor ( iya..nekat banget ini anak nakal )" ujar beberapa teman nya.
" Di ditu angker jeng loba jurigna ( di sana angker dan banyak setan nya) "ujar Sahrul yang penakut.
" Ahh..eta( itu) kan cuma carita ( cerita ) orang wae ( saja) , belum tentu benar caritana ( cerita nya) , maka nya urang ( kita) buktikan saja kebenaran carita eta( cerita itu) " kata nya lagi.
" Buktikan saja sendiri kalo ketemu jurigna ( setan nya) paling maneh ngising di calana (paling kamu buang air besar di celana), hehehee !!" ledek beberapa teman nya .
" Kieu wae ( gini aja ) nanti aing meuli ( nanti aku beli) minuman cap tikus nungging jeng
( dan ) roti jadul, kumaha(gimana) ??" bujuk nya ke teman- teman nya.
" Nah, kalau kitu urang ( nah, kalau gitu kita) mah setuju wae ( saja) ikut maneh
( kamu) ke stasiun itu " kata beberapa teman nya kegirangan .
Malam itu , sekelompok remaja pengangguran yang penasaran nekad memasuki stasiun kereta api yang selama ini di hindari orang.
Bangunan stasiun yang suram dan sepi, mulai lapuk di makan usia, di penuhi lumut , kaca - kaca jendela sudah pecah, plafond sudah banyak yang jebol di penuhi sawangan , cat mengelupas, lantai- lantai berdebu, rel kereta api dipenuhi rerumputan liar dan karat membuat suasana nya menyeram kan.
" Serem amat suasana nya di dieu, aing sieun , ..urang uwih wae( serem amat di sini, aku takut, kita pulang saja) " bisik Sahrul.
" Dasar borangan maneh, teu serem di dieu ( dasar penakut kamu, di sini ga seram) " kata Makroni dengan santai nya .
" Urang diuk di dieu wae ( kita duduk di sini aja) , tempat nya nyaman teu aya nu nganganggu ( ga ada yang menganggu) " ujar Toni sambil duduk lesehan di bekas peron penumpang yang sudah tebal debu nya.
" Ron..keluarin minuman nya, ayo kita pesta miras sampe lieur ( pusing kepala nya), okey aing ( aku ) main gitar ya, Ibeng suara maneh ( kamu) kan lumayan bagus , maneh nu ngawih ya ( kamu yang nyanyi ya) " ujar Toni yang kumal karena jarang mandi, apalagi rambut nya yang kaku seperti landak jarang di keramas , bau nya tujuh rupa, laler saja semaput ( pingsan ) mencium bau rambut nya , ia dengan pede memainkan gitar buluk
( dekil ) nya , kalau sudah memainkan gitar nya, ia berasa kaya anak band yang paling keren padahal tampang nya goreng jeung dekil ( jelek dan dekil ) .
Ibeng menyanyi kan lagu dengan penuh penghayatan , syair lagu nya tentang cinta tak terbalas , ia bernyanyi dengan wajah sedih , tampang nya ngenes ( kasihan) persis dompet kosong di akhir bulan.
" Huahaahaaaaa...rupa maneh sedih pisan (tampang kamu sedih banget), persis dompet kucel akhir bulan, ingat Kokom bayuhyuh ( gemuk) ya?? maneh ( kamu) di tolak cinta nya karena teu aya duitna ( ga ada duit nya) alias pengangguran kronis !! "ledek Duduy sambil mentertawakan nya.
" Kehed sia..belegug maneh ( sialan..goblog kamu ) !!" sahut nya dengan sewot.
" Tong ngabodor wae ( jangan bercanda aja), ayo minum sampe mabok, hehehhhee" ujar Toni sambil meneguk minuman nya.
" Si Duduy teh , anjeunna banyak ngomong( banyak ngomong) , tos rupana kaya kresek gehu ( sudah muka nya kaya tas kresek tahu ), huahaahaaaaaaaaaaa !!" ledek Popong kerempeng.
" Pretttt...rupa maneh tuh nu kaya kresek sampah( wajah kamu tuh yang kaya tas kresek sampah) !!" balas Duduy sewot.
Tengah asik minum samar- samar Sahrul mendengar suara kereta api dan suara peluit panjang dari kejauhan .
" Tuittttt...tuitttttttttt..tuiiiitt..!!". "Gujes...gujes....gujesssssssss..gujessss ..gujess.... gujesssssssss.... !!".
" Bro elu dengar ga ??, ada suara kereta api di kejauhan, bukan nya stasiun ini sudah lama terbengkalai ??" tanya nya keheranan.
Mereka saling menatap keheranan dan akhir nya tertawa terbahak- bahak " urang mah teu dengar ( kita mah ga dengar) suara kereta, kuping maneh congek ,Rul, huahaaa
haaaaaaa "ledek Duduy dan beberapa teman nya tertawa geli .
" Kuping maneh nu budeg( kuing kamu yang ga dengar)!!" kata nya dengan nyolot
( kesal) .
" Maneh teler ( mabok) kali Rul, masa baru sebotol tos teler, hehehe !!" ujar Tony dengan suara cadel karena mulai mabok .
Tiba- tiba angin bertiup kencang dan angin dingin menyelimuti tubuh mereka.
" Hihhh..hawana tiis pisan ( hihh..hawa nya dingin banget) " kata Popong kerempeng sambil merapatkan sarung nya yang bau apek .
Tiba-tiba, Popong kerempeng yang setengah mabuk, terkejut saat melihat bayangan hitam tinggi besar melintas di depan nya.
" Hihhhh, borokokok sia...sosok naon eta !!! , awakna hideung jangkung badag , aing sieunnn...... (hihh, tukang molor...sosok apa itu, tubuh nya tinggi besar, aku takut )" !! teriak nya dengan suara bergetar sambil memeluk Toni yang sudah teler ( mabok).
" Aya non ( ada apa) Pong??, hehehe, pasti maneh( kamu) teler( mabok), yang maneh lihat eta (yang kamu liat itu ) sosok jangkung jeng hideung
( sosok tinggi dan hitam) namina tiang listrik ( nama nya tiang listrik) , huahahaa !!! " kata nya sambil tertawa dengan wajah dan mata memerah karena sudah mabok minuman.
" Tong ( bukan) tiang listrik, belegug sia..( bodoh) , sosokna hideung jeng jangkung( hitam dan tinggi), eta mah jurig jangkung ( itu hantu tinggi) " bisik nya ketakutan.
Beberapa teman nya mulai di landa ketakutan.
" Ayo..urang indit ti dieu bae( ayo kita pergi dari sini saja) " bisik mereka ketakutan.
" Gujesss..gujessssssssss....!!" , suara kereta di kejauhan terdengar kembali, kereta itu semakin dekat.
Sahrul ketakutan " bro , dengar suara kereta mendekat kesini, pasti itu kereta hantu , ayooo urang indit ( ayo kita pergi) dari sini " bisik nya ketakutan.
" Iya betul itu suara kereta api menuju kesini , ayo...urang uwih wae dari sini ( ayo kita pergi dari sini) ihhh pikasieunan ( ihh menyeram kan ) !!" kata beberapa teman nya mulai ketakutan.
Mereka berlari , tetapi tidak ada kereta yang datang dan suara kereta tidak terdengar lagi. Hanya suara gemerisik angin seperti suara siulan hantu .
Tidak beberapa lama mereka melihat penampakan barisan penumpang berpakaian putih muncul dari kegelapan.
Mereka terkejut dan berlari pontang panting kocar kacir menjauhi tempat itu.
" Hihhh..eta teh jurigggg...( itu hantu) penumpang yang tertabrak kereta...hayuuuuu
urang lumpat..lumpat ( ayo kita lari..lari) !!!!" teriak mereka dengan histeris.
Dalam kepanikan, mereka mendengar bisikan lembut yang memanggil nama mereka.
Mereka bertambah panik dan menjerit- jerit dengan histeris .
" Sieunnnn ( takut) ..brooo, ieu (ini ) stasiun emang angker..lumpatttt ( lariiii ) !!! " teriak mereka ketakutan .
" Tong ( jangan) di sahutin , nanti urang teh ( kita teh ) di bawa ke alam nya !!" teriak Toni sambil berlari sempoyongan karena kepala nya pusing dan pandangan nya kabur jarena efek minuman keras.
Mereka semakin ketakutan dan berlari sekuat tenaga tanpa menoleh.
Sejak malam itu, mereka tidak pernah kembali kesana apalagi untuk pesta miras dan stasiun api terbengkalai masih tetap berdiri sampai sekarang .
Komentar
Posting Komentar