Di Kejar Hantu Kupuk Kebun Duku .

Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google

Di Desa terpencil terdapat sebuah kebun duku yang angker bila malam hari tidak ada yang berani melintas , konon di sana sering muncul penampakan hantu kupuk
yang memiliki tubuh  kecil,  pendek dan kulit berwarna putih sepertil ditaburi bedak , bila berlari sangat cepat.
Hantu kupuk kerap mengganggu orang yang lewat di sana , suatu malam Asmat yang pulang kemalaman sehabis menghadiri hajatan teman nya melewati kebun duku yang angker.
" Gelap kali kebun ini, sa ( saya)dengar kebun ini angker, tapi memang nya aku peduli, heheeeee " gumam nya pelan sambil tertawa cengengesan.
" Tadi di acara hajatan ada tarian Sajojo , asik , ceria dan mudah gerakan nya, coba ku tiru kan  " gumam nya lagi. Ia mulai menirukan gerakan tarian Sajojo sambil bersenandung "sajojo....lalalla..lalalaaaallllaaaaaala..laaaaaa..laaaa...!!!.
" Asyikkk juga....tarian ini " kata nya lagi sambil terus berjoged.
Tengah bersenandung dan menari, angin besar bertiup , bunyi angin bergemerisik di antara pepohonanan.
Tiba- tiba terdengar suara aneh seperti geraman dari balik pohon duku  "nguikkkk..ngook
ngookkk..nguik..nguikkkk..nguikkk.....nguikkkkkkkk....!!!".
" Sapa( apa) yang ada di balik pohon duku itu...hihh..sa( saya ) takut  tapi seperti nya  itu suara wam hutan ( babi hutan), gawat bisa di seruduk tubuh sa ( saya) punya badan  dan mampos sa ( saya)" bisik nya ketakutan. Terlihat bayangan makhluk putih yang terus menggeram.
Meski takut ia penasaran dan mencoba mencari sumber suara aneh , tiba- tiba mata nya  menangkap sosok putih di balik pohon duku .
" Bangkret ( bangsat ) !!!, itu kan tete momo  kupuk ( hantu kupuk), adohh( aduh)..sial sa
(saya ), kaboorrr saja  !!!"  ujar nya terkejut.
Ia berbalik dan langsung berlari sekencang - kencang nya saking takut nya sampai terkencing- kencing di celana "mama...sa ( saya ) takut ,adoh ( aduh) sa ( saya) sampai kincing- kincing ( kencing- kencing ) di celana, mapos sa ( mati saya) !!! " ujar nya dengan suara bergetar .
Ia menoleh kebelakang sosok hantu kupuk yang memiliki tubuh kecil pendek dengan kulit berwarna putih sepertil ditaburi bedak , mengejar nya dengan cepat.
"Tuolonggggg....tolongggggggg..ada tete momo  kupuk ( ada hantu kupuk) !!!" teriak nya dengan panik.
Akhir nya ia dapat keluar dari kebun duku ketika menoleh hantu kupuk sudah  menghilang dalam kegelapan malam, sejak kejadian itu, dia kapok melewati jalan itu.
Di Desa terpencil itu , ada seorang remaja yang nakal bernama Berto di kenal sebagai ketua geng anak- anak  nakal yang terdiri dari Abel, Yance, Boy, dan  Yan.
" Noge ( teman ) , buah duku di kebun tete ( kakek) Fredy sudah masak- masak dan manis, bagaimana kalo kitong( kita) curi nanti malam " ajak nya ke beberapa teman nya.
" Taramau kitong ( ga mau kita) , tete ( kakek ) Fredy itu selain kawaja ( pelit), de ( dia) juga  galak sekali , beberapa remaja yang tertangkap mencuri duku nya , di pukuli sama rotan sampai babak belur, kitong  tra berani ( kita ga berani),  Berto !! " ujar salah satu teman nya.
" Masa ko ( kamu) semua tra berani ( takut ) sama tete ( kakek)  Fredy (takut ) de (dia ) kan sudah kabase ( tua), sudah tra kuat  lari  mengejar kitong (sudah tidak kuat lari mengejar kita)!!"  ujar Berto.
" Tapi selain tete ( kakek) Fredy kawaja( pelit) dan galak sekali  , di sana sering ada penampakan tete momo kupuk  ( hantu kupuk ) , masam sekali  ( mengerikan sekali) "kata Boy ketakutan.
" Seperti  apa penampakan  tete momo kupuk ( hantu kupuk)  itu , Boy??"tanya beberapa teman nya penasaran.
" De ( dia ) mirip ko ( kamu), Yan , heheee" sambil menunjuk Yan yang berkulit putih dan pendek .
" Kewel ko...bongkret lah ko  (bohong kamu..bangsat lah kamu )!! masa wajah ku yang keren (ganteng),  ko (kamu) sama kan dengan hantu, tampang mu tra bagus ( ga ganteng ) , gode ( gemuk) kaya wamai ( babi) !"ujar nya dengan marah.
" Sa hantam ko mampos !!( saya pukul kamu mati)"  ujar Yan dengan wajah memerah menahan emosi.
" Yan, tenang ..de ( dia) cuma bercanda jangan bakalai kamorang (jangan berkelahi kalian)" ujar Berto menengahi.
"Jangan Bombe lah ko ( jangan marah lah  kamu), sa ( saya) cuma  bercanda, hehehehe" ujar Boy sambil tertawa cengengesan.
" Yaklep ko, Boy  ( usil kamu , Boy) " ujar Yan dengan sebal .
" Ayo, lanjutkan cerita mu Boy, tete momo kupuk ( hantu kupuk ) itu  seperti apa ??  tanya teman- teman nya semakin penasaran.
"Tete momo Kupuk ( hantu Kupuk ) bertubuh pendek ,  berkulit putih, dan berlari sangat gesit ( cepat) bila " tabrakan " dengan nya tubuh kitong ( kita) akan memar- memar macam kulit terbakar " celoteh Boy.
" Hihhh..kitong tra berani ( kita ga berani) kesana,  Berto ,su ko  pi saja ( Berto, sudah kamu pergi saja ) kesana sendiri, ko( kamu ) puas- puaskan bamakang ( makan) itu duku " ujar teman- teman nya.
" Betul , terlalu besar resiko nya kalau tertangkap basah sama tete ( kakek) Fredy bakal kena sabetan rotan sampai babak belur ,kalau ketemu tete momo kupuk ( hantu kupuk) bila " tertabrak " dia, tubuh kitong  (kita ) bisa memar - memar  dan jatuh sakit" celoteh beberapa teman nya.
Dengan berbagai cara Berto dapat merayu beberapa teman nya agar mau ikut mencuri buah duku di kebun tete ( kakek ) Fredy, yang terkenal pelit dan galak,  akhir nya mereka sepakat kesana nanti malam.
Suatu malam, mereka memutuskan untuk mencuri buah duku di kebun duku angker  milik tete ( kakek) Fredy yang terkenal pelit dan  galak. 
Sudah banyak anak - anak remaja yang tertangkap basah oleh tete ( kakek)  Fredy ketika mau mencuri buah duku nya dan di pukuli dengan rotan sampai biru- biru, tetapi Berto dan teman- teman nya tidak gentar (  takut ) .
Malam itu dengan membawa lampu senter mereka  memasuki kebun duku yang gelap gulita.
Pohon duku yang tinggi menjulang dengan batang yang kuat dan tinggi, memiliki daun lebar dengan ujung agak tumpul, berwarna hijau muda, dan cabang-cabangnya condong ke atas. 
Kondisi kebun  yang gelap gulita dan sunyi, dipenuhi oleh rumput ilalang yang tinggi serta suara burung hantu yang menyeram kan.
" Tete ku ( kakek ku) bilang  kehadiran burung hantu di artikan  dengan pertanda kematian  dan hal  mistis..hihh masam (menyeram kan) kali "  bisik Abel dengan suara bergetar.
" Hushhh..ko takotang kitong ( hush..kumu jangan nakut- nakutin kita) " bisik beberapa teman nya di selimuti perasaan takut.
" Ngeri sekali di sini sa ( saya ) taku ( takut)  " bisik Yance di liputi perasaan takut.
" Benar di sini asam ( menyeram kan) , kitong taku ( kita takut  ) sekali " bisik beberapa teman nya sambil mengendap - ngendap  memasuki kebun duku yang gelap gulita.
" Itu lihat  buah duku nya lebat sekali pasti manis rasa nya , mmmm..sa ( saya) jadi ngiler " bisik Berto.
" Okey sa nai ( saya naik) , kamorang ( kalian) tangkap duku itu dari bawah "  ujar nya.
" Cepat ko nai ( cepat kamu naik) ke atas pohon duku itu, kitong  ( kita) yang nanggapin duku itu dari bawah " bisik beberapa teman nya.
" Sa ( saya)  sudah bawa kain  panjang milik  mama ku untuk membungkus duku, ini kain biasa di pakai ke acara pesta kalau mama ku tahu bisa di hantam sa ( di pukul saya ) sampai tra sadar ( ga sadar/ pingsan) heheee!!"  bisik Yan sambil menggelar kain panjang.
Berto yang bertubuh tinggi besar segera  menaiki pohon duku dengan lincah membuat teman- teman nya terkesima.
" Cepat sekali de ( dia ) manjat pohon duku itu macam Kes( monyet) saja, hehehe!!" bisik teman- teman nya.
Dengan sigap ia  memetiki buah duku yang manis dan besar- besar" heyy....cepat ko 
( kamu) tangkap duku ini " kata nya.
Tengah fokus menangkapi  buah duku , beberapa teman nya mendengar suara aneh, suara geraman berat seperti suara babi hutan dari balik pohon duku " ngok....ngok...
..ngok..ngoooooookkkk..nguikknguiiiikk.....ngok...nguikkkkk.!!".
" Heyyy..noge ( teman- teman) dengar suara apa itu??" bisik beberapa teman nya dengan wajah tegang". 
" Seperti suara wam hutan ( babi hutan) ?!!" kata Yance dengan panik.
" Ayoooo..cepat lari , nanti  kitong ( kita ) punya badan di seruduk, bisa luka- luka kitong 
( kita ) punya badan  !!" teriak Yance.
Mereka berteriak dari bawah pohon duku memberitahu Berto keberadaan babi hutan  . "Berto..cepat ko ( kamu ) turun!!!, ada wam hutan (babi hutan) di sini !!" teriak teman - teman nya dengan panik dan  segera berlari pontang panting kocar kacir, Berto yang ketakutan  segera turun meluncur dengan cepat dari pohon duku dan terjatuh " adooohhh(aduh)..kaki sa ( saya) sakit sekali " ujar nya sambil meringis  kesakitan.
Tiba- tiba ia mendengar suara babi hutan menggeram berat dari balik pohon duku .
"Ngokkkkk...ngoookkkk..ngookk..nguikkk..nguikkkkkk..!!!" bunyi nya gaduh  sekali..
" Mampos sa ( mati saya), ada wam hutan ( babi hutan ) di balik  pohon itu, gawat kalau di seruduk bisa luka tubuh ku , hihhhhhhhihh..lari !!!" ujar nya  segera berdiri dan berlari dengan kaki terpincang- pincang menyusul mereka .
Suara seperti babi hutan terus mengejar mereka dengan suara melengking  "ngokkkkkkk,nguik nguiknguikkkkkk.ngokkk..nguikkkk..ngokkk..nguikkkkkk......!! .
"  Nakal kali wam ( babi)  ini ,de (dia) mengejar kitong ( kita) terus, sa hantam mampos ko wam sialan  ( saya pukul mati kamu babi  sialan )  !!!!" maki Berto sambil terus berlari.
Ketika beberapa teman nya menoleh kebelakang ternyata bukan babi hutan yang mengejar mereka tetapi hantu kupuk , hantu bertubuh pendek, berkulit putih, bergerak sangat cepat bila tertabrak  dengan nya bisa meninggalkan memar di tubuh.
" Ya Tuhan !!!, ternyata bukan wam hutan ( babi hutan) tapi  tete momo  kupuk ( hantu kupuk ) yang mengejar kitong (kita), gawat jangan sampai kitong (kita ) tertabrak hantu kupuk, tubuh kita bisa memar !!" teriak Yance dengan panik  .
Mereka berlari sekuat tenaga kocar kacir sambil menjerit- jerit ketakutan meninggalkan tempat itu tetapi hantu kupuk terus mengejar mereka dengan cepat .
" Toongggg..tolonggg...mama, sa taku  ( saya takut) !!" teriak Yance ketakutan sampai terkencing- krncing di celana .
" Bisa mampos kitong ( bisa mati kita) kalau tertabrak de( dia), tamat hidup kitong ( kita)   !!!" teriak beberapa teman nya dengan wajah pucat , mereka berlari semakin cepat sampai nafas nya tersengal- sengal.
Setelah beberapa saat, mereka akhirnya berhasil keluar dari kebun duku itu dan hantu kupuk sudah menghilang dalam kegelapan.
Dari pengalaman itu, Berto, Yance, Yan , Boy serta Abel belajar bahwa kesenangan tidak harus datang dari tindakan nakal dan mereka bertekad untuk merubah perilaku nya .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tetangga ku Melakukan Pesugihan Tuyul

Tukang Pijat Buta Di Panggil Memijat Anak Genderuwo

Hantu Perempuan Pemangsa Alat Kelamin Laki- laki