Nasib Apes Si Tukang Ngintip
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google.
Di sebuah Desa kecil hidup seorang remaja bernama Janu yang memiliki kebiasaan mengintip orang yang sedang telanjang , berganti pakaian, mandi atau melakukan aktivitas seksual terutama jika orang tersebut tidak tahu sedang diamati.
Suatu hari ia mendengar di Desa sebelah akan di gelar pesta pernikahan yang di meriahkan dengan musik Campur Sari .
" Aku kudu lungo neng kono
( aku harus pergi kesana) untuk mengintip aktivitas malam pertama mereka, pasti seru !! " gumam nya dalam hati kegirangan sambil menelan ludah membayangkan hal- hal yang mesum ( jorok) .
Malam itu suasana di pesta pernikahan sangat meriah
di isi dengan hiburan musik Campur Sari dengan penyanyi nya yang bernama Ayu Demplon yang bertubuh ginuk- ginuk ( montok) apalagi pakaian nya membuat mata pria tidak berkedip dengan belahan dada yang rendah serta rok mini nya memperlihatkan paha nya yang putih mulus nan seksi sehingga tamu undangan terutama para pria betah berlama- lama di sana.
" Ayo, pak'e mulih sla bengi, mesakhe si Joko lan Ninuk di titipkan ke mbah'e sing wis sepuh ( ayo, pak pulang keburu malam , kasihan Joko dan Ninuk di titipkan ke kakek nya yang sudah tua) " ajak istri nya mbak Menur yang bertubuh subur ke suami nya mas Pong yang bertubuh kurus kerempe
ng dan memiliki sifat mata keranjang .
" Kosek toh bu'e, iki lagune kepenak tenan aku arep joged disik ( tunggu lho bu , ini lagu nya enak, aku mau joged dulu) " kata nya mata nya tidak berkedip tertuju ke penyanyi nya yang bertubuh seksi bak gitar Spanyol sambil asik berjoged mengikuti irama musik tidak menghiraukan istri nya yang sudah bosan menunggu nya menonton musik Campur Sari.
" Kowe ojo ngapusi aku toh pak , lagune sing kepenak atawa kowe kesengsem karo biduane sing awake ginuk- ginuk ( kamu jangan bohongi ku pak, lagu nya atau kamu naksir sama penyanyi nya yang tubuh nya montok) ??" tanya nya dengan ketus.
" Tak culek mripatmu ben kuapok pak'e , ayo mulih saiki uga yen kowe ngeyel tak banting kowe sampe ringsek
( saya colok mata mu biar kapok pak'e , ayo pulang sekarang kalau keras kepala aku banting kamu sampai rusak) !!! " ancam istri nya dengan judes .
Sambil cemberut mas Pong menuruti keinginan istri nya untuk pulang, dalam hati nya menggerutu "dasar asem
( dasar sial) iki ( ini) buntelan kasur, ra oleh ndelok bojomu seneng atine ( ga boleh melihat suami nya seneng hati nya) , aku wis bosen ndelok rupa mu sing elek lan lemu koyo karung beras ( aku sudah bosan lihat wajah mu yang jelek dan gemuk kaya karung beras) ,pretttttttt!!".
Ia menaiki motor nya dengan malas- malasan dan di susul oleh istri nya , sockbraker motor nya langsung amblas ketika istri nya yang gemuk menaiki motor nya.
Ia yang sedang jengkel langsung memacu motor nya dengan cepat dan istri nya yang ketakutan mencengkeram pinggang suami nya kuat- kuat .
Malam semakin larut para tamu undangan sudah mulai sepi, Janu diam- diam berjalan melipir ke pinggiran kebun mangga yang gelap gulita.
Konon kebun mangga itu angker di kenal sebagai sarang hantu bila malam hari tetapi ia tidak takut sedikit pun.
Ia segera memanjat pohon mangga mencari posisi dekat jendela agar dapat mengintip kegiatan pasangan pengantin baru dengan leluasa .
Cukup lama ia menunggu di atas pohon , tubuh nya yang ceking ( kurus) habis di gigiti semut rang rang yang beringas
( galak) tetapi demi dapat menyaksikan moment romantis pasangan pengantin baru, ia tetap bertahan di atas pohon mangga yang lebat daun nya .
" Nggateli tenan ( menyebalkan banget), ndhi sih pengantin anyar nya ?? , suwe tenan awak ku wis panas di cokoti semut asem iki ( mana si pengantin baru nya , lama banget , tubuh ku sudah panas di gigiti semut sialan ini )" bisik nya pelan sambil meringis menahan sakit di gigiti semut rang rang.
Tidak beberapa lama ia mendengar suara tawa cekikikan pengantin wanita dan berkata dengan manja " hihihi..
ojo kesusu toh mas iki misih awan, aku isin karo uwong neng njaba ( jangan buru- buru mas ini mash siang, aku malu sama orang di luar) .
" Ra usah isin, awakhe dhewe wis halal kok, sing penting bengi iki kudu menjadi pengalaman yang terindah ( ga usah malu , kita sudah halal kok , yang penting malam ini harus menjadi pengalaman yang terindah) " kata suami nya yang sudah agak berumur dan bertubuh subur dengan ganjen dan nafas nya memburu seperti bus kota kehabisan bensin.
Sesampai nya di kamar suami nya dengan gercep ( gerak cepat) langsung mengunci pintu kamar dan mematikan lampu , segera mereka melakukan aktivitas seks.
" Kapan meneh aku ndelok tontonan gratis koyo ngene tanpa sensor..blassss ( kapan lagi aku melihat tontonan gratis tanpa sensor...langsung), hehee
" bisik Janu sambil memeluk dengan erat batang pohon mangga .
Dengan bantuan cahaya lampu dari luar , ia dapat melihat dengan jelas aktivitas mereka, saking asik nya menyaksikan moment romantis, ia tidak menyadari seekor semut rang rang yang besar merayap di kaki nya dan menggigit nya tanpa ampun, dengan gerak refleks ( gerakan tanpa di sadari) ia memukul nya dengan keras" plakkkkkkkk
!!", bunyi nya nyaring mengejut kan pasangan pengantin baru yang sedang terbuai menikmati gelora lautan asmara.
Pengantin baru itu terkejut dan menghenti kan aktivitas nya "dik, iku muni suoro opo yo
( dik, itu bunyi suara apa ya) ?? munine koyo uwong ( bunyi nya kaya orang) memukul sesuatu ??" tanya nya ke istri nya yang sedang merem melek mata nya menikmati pertarungan sengit di atas ranjang.
Istri nya menjawab masih dengan nafas tersengal- sengal
" iyooooo,aku uga kerungu ( iya aku juga dengar) , hihhh medeni tenan mungkin iku suaro demit neng neng kebun mangga wingit ( hih nakuti banget
mungkin itu suara setan di kebun mangga angker ), mas!!".
" Ra mungkin iku demit (ga
mungkin itu setan) , aku curiga ada orang yang mengintip kita??" bisik nya dan tanpa sengaja suami nya menoleh kearah jendela dan melihat Danu sedang nangkring di atas dahan pohon mangga .
" Hehhh..sopo kowe..arep ngintip yo ( heh..siapa kamu mau mengintip ya) ??, kurang ajar iki ketek ( kurang ajar ini monyet) tak gebug , ojo lari kowe, asem tenan ( saya pukul , jangan lari kamu , sial banget ) bocah beling tak pateni kowe
( anak nakal saya matiin kamu) !!" umpat nya sambil cepat- cepat bangkit dari tempat tidur nya.
Janu ketakutan dan segera turun dari pohon dengan cepat.
" Asem tenan ( sial banget ) aku ketauan karo bojone sing awake gede koyo gapuro neng Desa ku ( aku ketahuan sama laki nya yang badan nya besar kaya gapura di desa ku), ciloko tenan aku kudu lungo neng kene secepat nya iso bonyok awak ku di gebugi ( celaka banget aku harus pergi dari sini bisa hancur di pukuli) " kata nya dengan cepat ia meluncur turun dari pohon mangga serta berlari sekuat tenaga tanpa menoleh.
" Hehh !! bocah ketek ( heh !! anak monyet) ..berhenti koweee (berhenti kamu) !!!, seenak udele ngintipi uwong lagi rabi (seenak udel nya ngintipin orang lagi kawin) !!!" teriak nya dengan marah sambil bertolak pinggang .
Kejadian semalam tidak membuat nya jera ( kapok) ,
malah kelakuan nya semakin menjadi - jadi .
Suatu malam, ia mengintip tetangga nya yang sedang berpacaran di kebun belakang rumah tetangga nya itu.
Dengan penuh rasa ingin tahu, ia bersembunyi di balik pohon besar untuk menyaksikan momen romantis itu.
Sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara tidak menyadari, di intipi oleh nya yang kesenangan mendapat tontonan gratis.
Tengah menyaksikan tontonan gratis , tiba-tiba ia terperosok ke dalam lubang pembuangan sampah dan mengeluarkan suara berisik "gubrakkkkkkkk !!"
" Arghhhhhhhhhhh !!" teriak nya kesakitan.
" Suoro opo iku ( suara apa itu) Mi , kaya orang terjatuh ??" tanya cowok nya Gino kepada kekasih nya Lasmi yang bertubuh ginuk- ginuk(montok).
" Mbuhhh.., ayo awakhe dhewe melebu wae neng kene emang wingit ( ga tau, ayo kita masuk saja di sini emang angker) mas , hihhh pasti iku demit ( itu setan) " kata Lasmi ketakutan sambil menarik tangan Gino yang masih penasaran .
Begitu di lihat situasi aman , Janu keluar dari lubang pembuangan sampah dan berlari pulang kerumah nya.
Beberapa bulan ini , di belakang rumah nya ada seorang janda muda bertubuh seksi baru saja pindah ke kontrakan baru bernama mbak Asmara.
Mbak Asmara yang berkulit putih dan bertubuh seksi bekerja sebagai penyanyi karoke di sebuah cafe.
Sejak kepindahan nya ke Desa itu, bapak- bapak berebutan tebar pesona untuk menarik perhatian nya.
Janu memiliki keinginan untuk mengintip aktivitas mandi mbak Asmara.
Suatu pagi buta ia mengendap- ngendap ke kebun belakang untuk mencari lubang mengintip ke kamar mandi mbak Asmara yang bangunan nya semi permanen , setengah kebawah nya dinding nya terbuat dari semen dan setengah keatas terbuat dari gedeg bambu.
Ia kegirangan dari arah kamar mandi terdengar orang sedang mandi , cepat- cepat ia mencari posisi yang nyaman untuk mengintip.
Alangkah terkejut nya ternyata yang sedang mandi bukan mbak Asmara tetapi mbah putri ( nenek ) nya yang tubuh nya subur dengan kulit yang sudah kendur , kering dan keriput.
" Asem tenan ( sial banget) aku kiro ( kira) mbak Asmara sing adhus ( yang mandi) , ra tau nya si mbah uyut sing kendor awake ( ga tau nya si nenek tua yang kendor tubuh nya) ..huhh..apes tenan , loro meripat ku ( sial banget sakit mata ku ) !!! " gumam nya pelan dengan perasaan kesal .
Rasa terkejut nya belum hilang , tiba- iba ia merasakan telinga nya panas di jewer oleh bapak hansip yang bertubuh tinggi besar dan kekar.
" Dasar bocah beling, arep ngintip wong adhus yo ( dasar anak nakal, mau mengintip orang mandi ya) ??!!!" bentak nya dengan kasar .
" Ampunnn..loroooo tenan kuping ku , pakde( sakit sekali kuping ku, paman) !!" teriak nya kesakitan.
" Lepasin jeweran nya iso pedot kuping ku iki ( bisa putus kuping ku ini)!!" teriak nya sambil meringis kesakitan.
Bapak hansip melepaskan jeweran di kuping nya" kowe arep opo neng kene ( kamu mau apa di sini ) !!" bentak nya lagi.
" Aku sedang golek ( mencari) kodok neng selokan ( di parit) untuk mangan iwak , pakde (makan ikan ku , paman ) !!" kata nya berbohong.
" Ora ngapusi aku ,kowe
( jangan bohongi aku, kamu) sedang mengintip kan ??!!....
Ia menyoroti wajah Janu dengan senter dan terkejut "
ooo , rupane kowe (ooo, rupa nya kamu) Janu si tukang ngintip ?? ga ada kapok nya kowe( kamu), ga bisa di biar kan bocah beling iki ( anak nakal ini) " kata nya dengan kesal .
" Ayo..sekarang aku antar pulang dan aku laporkan ke bapak mu kamu kepergok sedang mengintip orang mandi !!" ujar nya sambil menyeret nya.
" Ampun pakde ( paman), ojo
( jangan) di laporkan ke bapak ku, habis aku nanti di gebug karo bapak ku sing galak , pakde ( di pukuli sama bapak ku yang galak, paman)! " rengek nya ketakutan.
" Ben kuapok kowe lan di culek pripat mu sing doyan ngintip lan mesum otak mu karo bapak mu ( biar kapok kamu dan di colok mata mu yang doyan ngintip dan ngeres otak mu sama bapak mu ) !!" kata nya lagi tanpa belas kasihan.
Bapak hansip melaporkan perbuatan nya dan tanpa ampun bapak nya yang memiliki sifat temperamental
( memiliki emosi yang berlebih
an) memukuli, menampar serta menendangi nya hingga babak belur, ibu nya hanya dapat berterik- teriak meminta tolong ke tetangga nya tetapi tidak ada yang berani menolong nya dan menghalangi nya memukuli Janu karena bapak nya terkenal kejam , selain Janu sering menjadi sasaran pukulan kemarahan nya, ibu nya juga sering mendapat kekerasan fisik dari suami nya.
Sejak tertangkap basah
mengintip tetangga nya mandi, semua orang di Desa mulai menggosip tentang kebiasaan nya yang buruk sehingga ia dijauhi oleh teman-teman sebaya nya.
Karena malu , sedih dan tidak kuat dengan perlakuan kasar bapak nya secara diam- diam ia kabur dari rumah nya dan tidak pernah kembali ke Desa nya.
Dalam ilmu Psikologi ada beberapa faktor pemicu sesorang memiliki kebiasaan mengintip salah satu faktor nya , ia tumbuh di lingkungan yang tidak harmonis di lingkungan keluarga yang kurang baik dan kurang kasih sayang, ayah ibu nya sering bertengkar sehingga membentuk nya menjadi si pengintip.
Komentar
Posting Komentar