Dua Preman Kuburan Tua Di Tabok Bencong Jago Silat.
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di pinggiran Desa kecil hidup seorang bencong bernama Marno alias Mawar yang berwajah cantik tetapi bertubuh kekar bila siang hari bekerja sebagai kuli angkut beras di pasar Tumpah.
Sejak kecil ia lebih suka bermain boneka dengan teman- teman perempuan nya daripada main tembak- tembakan sehingga ia sering di ejek oleh teman - teman laki nya" kowe cah lanang kok mainan boneka dadi kowe iku jenenge bencong ( anak laki kok mainan boneka itu nama nya banci) ..bencong bencong ( banci..banci).... ..kaleng...weeeeeeee... !!".
Meski berpenampilan gemulai seperti perempuan tetapi ia memiliki keberanian yang besar beberapa teman nya yang mengejek nya di pukuli sampai ngejengking ( nungging) di selokan ( comberan).
" Wani ngenyek aku bencong meneh, tak sowek- sowek cangkem mu ( berani menghina aku banci lagi, aku sobek- sobek mulut mu) !!" ancam nya , beberapa teman nya yang menghina nya lari kocar kacir sambil menangis ketakutan.
Melihat penampilan nya yang gemulai, ayah dan ibu nya kawatir Marno menjadi bencong setelah dewasa nanti , mereka memasukan nya ke Padepokan ( Perkumpulan) Silat Macan Nyureng tetapi tetap saja perilaku nya gemulai layak nya wanita.
Secara sembunyi - sembunyi ia sering meminjam pakaian dan alat make up kakak perempuan nya untuk di pakai.
Suatu hari ia kepergok ayah nya, ia mengenakan pakaian dan berdandan seperti perempuan , ayah nya yang temperamental ( emosian)
memukuli nya dan mengusir nya dari rumah.
" Pak ojo di gebugi anak mu iso modar ( pak jangan di pukuli anak mu bisa mati) , huhuhuuu !!" teriak istri nya berusaha menghalangi suami nya.
" Ojo ( jangan) halangi aku mbok , anak mu wis nggawe aku isin ( bikin aku malu ) , nek kowe ra iso ( kalo kamu ga bisa) berubah tetap berpenampilan koyo cah wedhok ( kaya anak perempuan), lebih baik kowe minggat ( kamu pergi) dari sini saiki uga ( sekarang juga ) !!" bentak nya sambil melotot dan nafas nya memburu seperti opelet tua menahan marah.
" Marnoooo..ojo tinggalke mbok mu ( jangan tinggalin ibu mu ), huhuhuuuu !!" teriak ibu nya dengan pilu tetapi ia tidak memperdulikan teriakan ibu nya dan kabur menuju Jakarta tanpa tujuan.
Di Jakarta Marno sempat hidup menggelandang, tidur di halte sampai suatu malam dia bertemu dengan seorang bencong sepulang mangkal yang merasa kasihan melihat nya" hey cong ngapain jij( elu) tidur disini ??" tanya nya merasa iba .
" Aku ga punya rumah mbak , aku di usir ayah ku dari Kampung karena malu mempunyai anak seorang bencong ( banci) " kata nya dengan sedih.
" Kasihan bingits ( banget) nasib jij ( elu), kalo gitu jij ( elu) ikut ke kontrakan eike ( gw) aja, oia nama eike ( gw) Misbah, sepong ( siapa) nama jij
( elu)??" tanya nya .
" Nama ku Mawar, mbak " kata nya dan sejak malam itu ia tinggal di rumah kontrakan Misbah yang merangkap salon kecil.
Ia di ajarkan menggunting rambut dan merias wajah, sejak kedatangan Mawar banyak pelanggan berdatangan untuk menggunting rambut dan merias wajah .
Suatu hari Mawar berkata kepada Bibah " Bah , ajak eike
( gw) mangkal di tempat jij
( elo) " .
Misbah terkejut " eike ( gw)
ga salah dengar sebaik nya jangan deh, kerjaan eike ( gw) mendatangkan dosa kalo eike tinta ( gw ga )kepepet ekonomi karena pendapatan dari salon tinta ( ga ) mencukupi
kebutuhan hidup untuk keluarga eike ( gw) di Kampung, eike najong ( gw najis) kerjaan kaya begini, kerjaan hina " celoteh nya.
" Maka nya ajak eike ( gw)
mangkal di sandro ( di sana) biar eike bisa bantu jij ( elo ) mencari duta (uang) anggap lah balas budi eike( gw) ke jij ( elu) " pinta nya.
Dengan berat hati Misbah mengajak nya untuk menjaja
kan seks di pangkalan .
Malam itu Misbah mendadani nya , aura kecantikan nya terpancar " anjrit ternyata jij
( elu) cantik bingit ( banget) pasti banyak tamu yang melirik jij ( elu) " kata Misbah kagum melihat kecantikan nya.
" Oia berhubung badan jij gedong ( elu gede) dan kekar, jij( elu) pake dress yang rada panjang biar bisa menutupi betis jij ( elo) yang kaya singkong bakar, heeehehee " kata nya meledek nya .
" Eike ( gw) nurut aja deh, tapi eike ( gw) ga biasa pake sepatu high heels (hak tinggi) Bah , eike ( gw) bisa kaki eike ( gw) keseleo, eike ( gw) biasa pake sendal karet lebih nyaman " kata Mawar.
" Masa jij ( elu)mau pake sendal karet ke pangkalan emang jij
( elu) mau ke kakus ( wc) , jij
( elu) pake sepetong ( sepatu) ini aja , hak nya ga terlalu tinggi " kata nya sambil menyodorkan sepatu pantofel berwarna merah.
Malam itu tempat lokalisasi sangat ramai di penuhi oleh tamu hidung belang yang mencari kepuasan seks.
" Hey cong, jij bawa sepong
( elu bawa siapa) itu, pendatang baru ya ??" tanya Tikah kerempeng yang berambut lurus kaku seperti sapu ijuk.
" Busyet, teman nya Misbah badan nya gedong bingits
( gede banget) kaya kuli panggul, hehehe" bisik salah satu bencong yang dandan nya menor , bedak nya tebal kaya buah kesemek matang di pohon.
" Tapi meski badan nya gedong
( gede), wajah nya cuco
( cakep) juga , hati- hati kita dapat saingan baru nih " bisik Tience kerempeng yang tampang nya sangar , berambut kribo berkulit hitam manggis busuk.
Tience yang mantan residivis suka membuat keonaran di sana , tidak ada yang berani melawan nya.
Malam itu Mawar sebagai pendatang baru banyak mendapat tamu " aduh sampai gempor lan loro awak ku kabeh( aduh sampai cape dan sakit badan ku semua)melayani tamu yang permintaan nya aneh- aneh , tapi aku seneng dapat duta ( uang) banyak malam ini " bisik nya sambil tersenyum.
Tengah menghitung uang , Tience yang bertubuh kerempeng berkulit hitam manggis busuk menghampiri nya dan membentak nya dengan kasar.
" Hehhh..jij ( elu) bencong baru , sudah berani mengambil tamu eike ( gw) !!" bentak nya , nafas nya memburu karena emosi dan tercium bau jengkol balado dari mulut nya membuat perut Mawar menjadi mual.
" Eike tinta ( gw ga ) merasa mengambil tamu jij ( elu)
, tamu yang mana ??!! " kata nya dengan tenang.
" Tadi jij ( elu) ngelayanin kakek tua bos pemulung kan?? itu tamu eike ( gw) setiap malam" ujar nya dengan emosi.
" Kenapa jij merong- merong sama eike ( elu marah- sama gw) eike tinta ( gw ga) tau itu tamu jij ( elu) , si kakek tua tinta( ga) ngomong apa- apa dia cuma bilang puas dengan pelayanan eike ( gw) , gitu loh cong " katanya memanasi hati Tience yang semakin marah.
" Loco jij ( berengsek loe) cari gara- gara ya sama eike ( gw) , jij( elo) belum tau sepong eike
( siapa gw) , jagoan pangkalan bencong !! ujar nya sambil tiba- tiba mengarahkan pukulan telak ke wajah Mawar.
Mawar yang memiliki ilmu silat menangkap tangan nya dengan cepat dan memuntir nya kebelakang serta menendang pantat nya yang tepos sampai ngejengking ( nungging) ke got.
" Wadowwww....!!! loco jij
( kurang ajar loe ) !!, pantat eike ( gw) bisa dobrak ( rusak) , dasar kamseupay jij ( udik loe ) !! " teriak nya kesakitan sambil memegangi pantat nya yang tipis seerti papan setrikaan dan terasa panas, dengan cepat ia segera bangkit kembali.
" Kowe sing udik lan pecicilan koyo kete ireng ( kamu yang kampungan dan ga bisa diam kaya monyet hitam )!!" balas Mawar dengan emosi.
" Eike ( gw) harus hati- hati ternyata bencong badan gedong ( gede) punya ilmu silat yang lumayan tinggi, eike ( gw) harus melawan nya dengan tinju yang di ajarin wate eike (paman gw) di Kampung , eike ( gw) bikin bonyok jij ( hancur elu) punya muka " guma nya pelan.
Teman- teman bencong lain nya segera berkerumun menonton perkelahian mereka, teman- teman nya hanya dapat menonton perkelahian mereka tidak berani memisahkan karena takut terkena gaplokan
( pukulan) Tience kerempeng yang temperamental (emosian)
Tience melepas sepatu high heels nya ( hak tinggi nya ) yang berwarna perak dan mengangkat rok span nya tinggi- tinggi sehingga terlihat kancut nya( cd nya) yang berwarna menter ( mentereng).
" Asem tenan iki ( sial banget ini) bencong kerempeng arep nggawe ( mau cari) masalah karo ( sama) aku, tak layani wae (aku layani saja) tak gebuk sampai bonyok ( gw pukul sampai hancur) " bisik Mawar sambil melepas sepatu high heels nya ( hak tinggi nya)dan memasang kuda- kuda dengan kuat .
" Stt..cong, ini bencong badan gedong ( gede) punya ilmu silat yang lumayan tinggi, kira- kira sepong ( siapa) pemenang nya ilmu silat vs tinju nya si Tience yang dahsyat, seru juga ada tontonan gratis " bisik salah satu bencong kesenangan.
" Ya ampyunnn..Mawar ngalah aja jij ( elu), entar jij ( elu) bonyok( hancur) kena tinju nya si Tience yang dahsyat !!" teriak Misbah dengan panik.
"'Tenang ae ( saja) Bah , si kerempeng iki ( ini) perlu di kasih pelajaran ben ( biar) ga merasa jagoan di sini " kata Mawar dengan tenang.
Tience memamerkan gerakan tinju kedua tangan nya di kepal di depan dada nya yang kempes , kaki nya yang kurus seperti lidi bergerak kesana kemari dengan lincah dan tiba- tiba tangan nya dengan cepat mengarahkan pukulan ke wajah Mawar yang dengan cepat menghindar .
Tience mencoba menendang perut Mawar yang dengan cepat Mawar menangkap kaki nya yang kurus seperti lidi tanpa bulu dan melempar nya sampai terjerembab ke belakang, sambil meringis kesakitan Tience bangkit kembali dan memasang kuda- kuda serta meloncat tinggi mengarahkan tendangan lurus kearah kepala Mawar " ciattt ...rengat .... kepelong jij ( retak kepala elu) ,bencong gedong
( banci gede) !!" teriak nya dengan emosi , lagi- lagi Mawar menangkis kaki Tience dengan kuat.
"Wadowww kekong eike sekong ( kaki gw sakit) serasa kesetrum !! teriak Tience kesakitan sambil berguling- guling di tanah .
Mawar menghampiri nya dan menjepit leher Tience yang kurus dengan menggunakan kedua kaki nya yang sekel
( mengkal) seperti talas Bogor.
Tience menangis meraung- raung kesakitan persis bocah "ampunn !! cong leher eike ( gw) bisa patah, huhu..huhuhuuuu " kata nya sambil menangis kejer
Para bencong bersorak sorai kegirangan karena ada yang dapat mengalahkan Tience yang selama ini sok jagoan.
" Kapok luh Tien...maka nya jij
( elu) jengong ( jangan) sok jagoan sekarang jij ( elu) keok kaya ayam kampung nelen karet...huhhhh ,mewekkkkkkkk
( nangis) ....!!!" teriak salah satu bencong yang pernah berkelahi dengan nya kegirangan.
Dua teman nya segera membantu nya berdiri dan memapah nya pulang ke kostan nya dengan wajah bengep
( bengkak) akibat terkena gaplokaan Mawar .
Sejak kejadian malam itu Tience kapok berurusan dengan Mawar dan tidak berani sok jagoan lagi.
Malam itu hujan gerimis tidak banyak tamu yang datang, Misbah mengajak nya pulang "War kita pulang aja yuk, tamu nya sepi , eike ( gw) ngantuk nih mana hawa nya dingin menggigit tulang " ajak nya.
" Biar cepat sampai rumah kita lewat kuburan tua aja Bah " kata Mawar.
" Jengong jalin sandro
( jangan jalan sana) , di sandro (sana ) rawan rampok , War " bisik nya ketakutan.
" Jengong ( jangan) takut , ada eike ( gw), eike ( gw) kepret itu rampok nyangkut neng ( di ) kuburan " kata Mawar dengan percaya diri.
" Tapi di sandro ( di sana) , jamber nya ( jambret nya) beringas- beringas ga ada yang berani lewat kesandro eike
( lewat kesana gw) takut " protes Misbah.
Mereka memasuki kuburan tua yang minim cahaya, suasana nya terasa hening karena lokasi nya jauh dari keramaian kota , hanya terdengar suara gemerisik daun dan suara jangkrik.
Nisan nya disana sudah banyak yang berlumut dan posisi nya miring menambah mencekam suasana nya .
Pepohonan besar yang rindang dan tanaman merambat tumbuh di area tersebut, menambah suasana angker dan suram.
" Jengong lambreta jalin nya
( jangan lambat jalan nya) cong
..hihhh..angker bingits( banget)
ini kuburan tua , eike ( gw) takut " bisik Misbah ketakutan.
" Eike tinta ( gw ga) bisa jalin
( jalan) cepet- cepet , kekong eike sekong ( kaki gw sakit) gegara sepetong ( sepatu) ini " kata nya sambil meringis kesakitan.
" Tunggu cong, eike( gw) buka aja sepetong nya ( sepatu nya) " kata Mawar.
Tiba- tiba dari balik semak- semak belukar mereka melihat ada sesuatu yang bergerak- gerak " cong, liat itu pohon kok bergerak- gerak sendiri" bisik Misbah di liputi perasaan takut.
Mawar yang bernyali ( memiliki keberanian) besar mengatakan "palingan ono( ada) kucing garong arep ngising neng kono ( mau e'ek di sana) , cong" bisik nya.
Tiba- tiba mereka di kejutkan dengan kemunculan dua sosok laki- laki hitam keling, bertubuh besar dan berkepala botak, wajah nya sangar yang satu terdapat codet di pipi nya sedang yang satu kubil mata nya.
" Huahaaaaahaaa..mau kemana luh cewek- cewek bahenol
( montok) hujan- hujan begini lewat dimari (sini), mending ikut kerumah aye, aye jadiin bini ke empat, huahaaaa , tar aye kelonin pasti neng ketagihan , huahaaaaa !!!" kata nya dengan suara parau seperti burung gagak pilek.
" Semprul tenan ( konyol banget) hampir pedot ( putus) jantung ku, najong lekong jelong ( najis laki - laki jelek) !!" teriak Mawar dengan suara bas nya.
" Bujug busyet ( sialan), aye kira elu berdua perempuan tulen ternyata perempuan jadi- jadian alias bencong !! kata si botak kubil terkejut .
" Psttt ..Bil, luh lihat deh, bencong yang satu cakep , mulus kulit nye kaya nisan kuburan cina dan bahenol
( montok) persis perempuan tulen , kita usel- usel aje lumayan buat ngangetin badan kite yang anyep ( dingin ). huauaahahuahahuahhaahaaaahaaaaaaaa, aye udah ga tahan nih !!" bisik si botak codet yang ketek nya bau asem sambil menelan ludah.
" Yang bencong bongsor
( besar) kaya ondel- ondel betawi elu iket di bawah puun
( pohon) kamboja biar di kerubungin ( kerubutin) semut merah , heheee" bisik si botak kubil .
Misbah yang mendengar bisikan mereka merasa ketakut
an.
"Jengong ganggu eike lekong jelong ( jangan ganggu gw laki- laki jelek) , eike jijay markijay
( gw jijik) , badan jij ( elu) bau kambing tar eike ( gw) tereak biar abang di tabokin (dipukulin) sama orang sekampung sampai bonyok
( hancur) !!! " teriak nya ketakutan.
" Huahahaha, nih bencong ngatain badan kite bau kambing, tar kalo udah ngendus ( nyium) juga ketagihan, huaa huahahaha!!" ujar si botak kubil dengan tertawa terbahak- bahak nafas nya bau bensin oplosan .
" Orang kampung sini ga ada yg berani ame aye , aye preman yang paling di takutin dimari
( disini), udah jangan banyak bacot serahin tas elu berdua!!" bentak si botak codet.
Misbah yang bertubuh mungil bersembunyi di balik tubuh Mawar yang tinggi besar dengan tubuh gemetaran.
Dua perampok botak menghampiri dan menarik tas Mawar dengan kasar , secara reflek Mawar yang jago silat mengibaskan tangan si botak kubil dan memukuli kepala si botak kubil dengan tas nya bertubi- tubi "pletakkkkkkkkkk
kkkkkkkkkkkkkk......pletakk..!!".
"Rasano sirah mu mumet tak gebug tas ku ( rasain kepala luh pusing gw pukulin sama tas ku) !!" ujar nya dengan puas .
" Aduhh..aduhh..kepala aye sakit, makdikipe ( sialan) nih bencong bongsor ( besar) , aye tabok nyungsep ( gw pukul jatuh kedepan) luh di pojokan puun( pohon) nangke !!" bentak nya sambil meringis kesakitan mengusap- ngusap kepala nya yang benjol segede telor bebek di pukuli dengan tas yang berisi hp zaman baheula sebesar batu bata .
Sementara itu si botak codet yang nafsu nya sudah di ubun- ubun sibuk menarik lengan mulus Misbah yang berteriak- teriak ketakutan.
"Auwwwwww !!!!!!!..... jengong
( jangan) sentuh eike ( gw) , gilingan jij ( gila luh) , eike jijay markijay ( aku jijik), badan elu bau mbek ( kambing), eike mau mumun ( muntah) !!".
"Jangan banyak bacot
( ngomong) luh cong, aye udah ga tahan nih, cepat ikut aye ke balik puun ( pohon) rambutan tar elu juga kedemenan malah nagih ,heee hehe!!" bentak nya sambil mencoba menyosor (mencium) pipi Misbah yang putih mulus kaya nisan kuburan China .
" Eike jijay markijay kepelong gundul ( gw geli kepala gundul) , lepasin eikeeeeeee ( gw)...aw
tolongg ada jamber ( jambret) ..tolonggg !!" teriak nya dengan heboh.
" Teriak aje sampe lak-lakan
( tenggorokan) elu putus..huaa
huaaahaaa , ga ada yang bakal nolongin elu palingan yang denger tereakan elu jurig
(setan) kuburan tua !!! " ujar nya tertawa kesenangan melihat Misbah ketakutan .
" Asuuu kowe ( anjing kamu)
...rampok penjahat kelamin ,jengong ( jangan ) ganggu dia, lepasin !!" bentak Mawar dengan marah dan dia memukul wajah si botak codet dengan sekuat tenaga sampai menyong( miring) mulut nya.
" Bugggggggggggggg .... !!!"
" Wadowww....sakitttt, dasar bencong gebleg( gila) luh !!" teriak nya kesakitan sambil memegangi pipi nya yang bonyok ( hancur).
" Ayooo , Bil ..kita keroyok aje si bencong bongsor( besar) sialan ini sampai modhar ( mampus) !!" teriak si gundul codet .
" Bah..cepat, jij ( elu) ngumpet di balik pohon itu , eike ( gw) mau beresin dua rampok mesum ( kotor) ini !!!" kata Mawar menyuruh Misbah bersembunyi fi balik pohon.
Mawar memasang kuda- kuda untuk kekuatan dan bergerak dengan cepat secara zig zag .
Dua perampok dengan beringas menyerang nya mengarahkan pukulan ke dada nya " ciattttt..
....rontok dada luh bencong bongsor ( besar) !!!" teriak si botak codet dengan emosi.
Mawar siaga menghindar dan dua perampok hanya memukul angin.
Mawar membalas dengan serangan menggunakan tangan nya " rasain kepretan eike
( gw), meriang ( demam )deh luh ..!!!" ujar nya sambil mengepret mulut dua rampok sampai jeding ( bengkak) mulut mereka.
"Wadowwww..muke gile luh , bibir aye sampe jeding
( bengkak) ame panas nyot- nyotan di kepret si bencong !! " teriak si botak kubil kesakitan.
Kedua perampok belum kapok sekarang mereka melompat tinggi di udara dan memberikan tendangan lurus kearah kepala Mawar " ciattt !!!!!!!! somplak
( retak) kepala luhh bencong bongsor ( besar) !!" teriak si botak codet dan Mawar dengan sigap menangkis kaki dua perampok dengan keras kemudian ia meloncat tinggi serta melakukan gerakan salto di udara sambil menendang kepala dua perampok bunyi nya nyaring kaya kelapa tua . "Bleduggggggggg !!!" dan dua perampok langsung kunang- kunang mata serta sempoyongan tubuh mereka kemudian terbang nyangsang
( nyangkut ) di nisan tua.
" Huahahahhaaaa..ben ( biar) kuapok kowe( kamu) penjahat kelamin !!! " ujar nya sambil tertawa terbahak- bahak.
Misbah tidak menyangka Mawar yang seorang bencong ternyata memiliki ilmu silat tingkat tinggi.
Ke esokan pagi nya penduduk setempat di gegerkan dengan penemuan dua perampok yang pingsan di area kuburan tua dengan luka- luka di sekujur tubuh nya .
Tidak beberapa lama pihak Aparat datang atas pengaduan penduduk setempat dan membawa mereka ke RS untuk mendapat kan perawatan, setelah pulih mereka di jebloskan ke penjara .
Sekarang kuburan tua sudah aman , orang- orang berani melewati kuburan tua tersebut meskipun malam hari .
Komentar
Posting Komentar