Kesurupan Tarian Bantengan ( Series 2 Anak Bangor)
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Minggu depan libur sekolah Momot ingin liburan ke rumah bude Ninuk di luar Kota
dan berencana mengajak dua orang teman nya Jagre dan Iwan .
Minggu pagi mereka berangkat menaiki kereta api ekonomi, setelah menempuh perjalanan selama tujuh jam mereka sampai di rumah bude Ninuk yang merasa senang melihat keponakan nya yang ganteng datang ke rumah nya.
" Oalahhh..kok kamu ga bilang- bilang mau datang Mot, bude belum siapin makan siang untuk kalian" kata bude nya.
" Ga usah repot- repot bude, yang ada keluarin aja, hehehe!!" canda Momot.
Dengan gercep ( gerak cepat) bude nya menyiapkan makan siang berupa tempe bacem, ayam goreng, urap sayur dan peyek teri.
Jagre dan Iwan yang perut nya sudah keroncongan langsung menyendok nasi dan lauk pauk nya yang menggugah selera.
" Huh tamu nggragas ( rakus) belum di persilahkan makan , udah nyendok nasi, malu- malu
in nih anak pe'a ( gila) " ujar Momot.
" Maaf bude, aye udah lapar sebentar lagi aye ngedeprok
( duduk) nih mau kelenger (pingsan), heheheheee" kata Iwan sambil tertawa.
" Ra popo nak Iwan, monggo
( silahkan ) " kata nya dengan ramah.
Kedatangan Momot yang ganteng cepat menyebar di Kampung bude nya, dua orang gadis tetangga bude nya pura- pura mengantarkan makanan untuk bude nya padahal mereka ingin bertemu dan berkenalan dengan nya yang ganteng.
" Assalamualaikum " Denok dan Menuk memberi salam .
"'Walaikum salam" jawab Momot yang membuka kan
pintu.
Mereka terpesona melihat kegantengan nya" aku gumun karo kowe ( aku kagum pada
mu)ck... ck aku gelem di di dadikan nimas mu ( aku mau di jadikan pacar kamu), hehehe " bisik Denok dalam hati .
" Eudan tenan iki lanang guante
nge pol tenan koyo bintang film drama korea , To Ming Se, neng kene ra ono cah lanang gantenge koyo iki , Wadiman wae anak pak Lurah misih
kalah gantenge( gila banget ini laki ganteng nya pol banget kaya binfil kore Ta Ming Se, di sini ga ada anak laki ganteng kaya ini, Wadiman saja anak pak lurah masih kalah ganteng nya) " bisik Menur mesem- mesem ( senyum- senyum) sendiri dalam hati nya.
" Haloooo..kalian cari siapa ya ??" tanya Momot dengan tampilan nya yang cuek, rambut nya yang gondrong acak- acak
an , tubuh nya yang tinggi atletis dengan kulit nya yang putih bule membuat mereka terpesona.
" Kit..kita ..mau antar makanan buat bude Ninuk , mas " kata Denok dengan gugup.
" Oo makasih ya..nanti aku sampaikan, bude Ninuk sedang di toilet " kata Momot.
" Mas kita belum kenalan lho ?!! " kata Menuk dengan mupeng
( muka pingin ).
" Oia, nama gw Muhamad Putra Panggulu , panggilan gaul nya Momot , hehehehee " ujar nya bercanda.
" Jeneng ku Denok Pancar limo panggil aku Nok wae ( saja) dan teman ku Menuk Sukma
wati panggilan nya Nuk" kata nya memperkenalkan diri sambil tersenyum ganjen.
Di mata Momot tampilan mereka sangat kampungan , mereka memakai rok mini di padu padan dengan sendal karet berwarna merah dan oranye kontras dengan kulit kaki nya yang hitam legam.
" Busye kaki nya buluk (dekil) banget kaya habis ngebajak sawah, hehehehe" gumam nya dalam hati nya sambil meliriki kaki mereka.
Mereka risih ( malu) di liriki kaki nya yang dekil ,hitam dan legam kaya kuli panggul oleh Momot dan cepat - cepat permisi pulang .
" Bude besok kita mau jalan- jalan ke alun alun Kota , izin pinjam mobil nya bude " kata Momot.
" Monggo Mot pakai saja mobil nya , sejak pakde mu meninggal mobil itu ga pernah di pakai keluar lagi " kata nya dengan sedih mengingat almarhum suami nya yang sudah pergi meninggalkan nya beberapa tahun yang lalu .
" Oia ,besok hari Sabtu biasa nya alun- alun Kota ramai , ada bazar , panggung hiburan ,pertunjukan seni tari, banyak jajanan di sana " kata nya.
" Asikkkk..dong kita makan enak , horeeee !!" ujar Jagre dan Iwan kegirangan.
Sabtu siang mereka tiba di Alun-alun Kota yang dikelilingi pepohonan dan rumput yang hijau , suasana nya nyaman dan teduh . Terdapat warung-warung makanan dan area permainan.
Hari itu ramai sekali pengun
jung ada bazar yang menjual beragam produk, mulai dari makanan dan minuman khas lokal seperti rujak, es durian, gorengan, dan takjil, produk kerajinan tangan dan oleh-oleh khas daerah.
Berbagai hiburan kesenian di pertunjukan salah satu nya tarian Bantengan yang menampilkan sekelompok pemuda yang mengenakan kostum dan topeng Banteng, bergerak mengikuti irama musik tradisional.
Pertunjukan di iringi alunan musik gamelan yang khas dan menghentak, menambah asik sehingga penonton ikut berjoged.
" Ning..nong..ning..nong..!!..plek
...timbleg..plekkk..timbleg.......... ..bletak....timbleggggg...pletakkkkkkkkkkkkk ..bletakkk.... !!!".
" Tarikkk...asikkkkk....aku arep
( mau) joged oy !!" teriak salah satu penonton wanita sambil meliuk- liukan pinggul nya yang lebar seperti tampah.
Beberapa penari mulai melakukan atraksi ekstrem memakan pecahan kaca, penonton merasa tegang terutama anak- anak dan ibu- ibu merasa ngeri dan menutup mata mereka.
Karena penasaran melihat atraksi ekstrem, Iwan merang
sek maju kedepan untuk melihat pertunjukan itu lebih dekat , dari mulut nya yang usil berkata " kalo makan kaca sih gw udah sering liat di Kampung gw dan ga heran lagi, coba kalo berani makan bara arang dong, palingan mulut luh cemong dan lidah luh melepuh ,heheheeehee !!!" teriak nya meledek sambil tertawa geli .
Perkataan Iwan yang menantang Bantengan, memicu amukan Bantengan dan tiba- tiba Iwan merasa kepala nya pusing dan pandangan nya menjadi gelap, rupa nya tanpa di sadari ia ikut kesurupan.
Tanpa sadar Iwan yang sudah kesurupan masuk ke arena tarian Bantengan dengan berani , ia bergulingan dan melompat seperti macan liar sambil berteriak dengan lantang "ayo ooo..kejar gw kalo berani Banteng bloon ( bodo), huahaha huahahaaaaaaa !!" ledek nya memancing emosi Bantengan dan mengejarnya , iwan yang kesurupan menjadi gesit gerakan nya, ia bergulingan
kesana kemari , melompat dan mengaum bagikan macan liar.
Para penonton ketakutan dan menjaga jarak dengan mundur takut menjadi sasaran amukan Bantengan yang marah .
" Mot..lihat !!! itu si Iwan mau apa masuk ke arena tarian Bantengan??" tanya Jagre keheranan.
" Iya mau apa dia di sana ??tapi kok si Iwan jadi gesit gerakan nya kaya macan , dia seperti meledek Bantengan " ujar Momot .
" Waduhhh...gawat Gre !! ..si Iwan kaya nya kesurupan hewan macan !!" kata Momot dengan panik.
" Cari pawang sanggar tari nye suruh ngobatin si Iwan bisa bonyok ( hancur) kalau ketendang bantengan !!" ujar Jagre dengan panik.
Sementara pertarungan Bantengan dengan macan semakin seru , Iwan yang kesurupan hewan macan semakin beringas, ia mengaum seperti macan dan melompat dengan tinggi serta menendang Bantengan sampai nyungsep
( jatuh kedepan) mencium tanah.
" Wadowww, biyung !! boyoku loro kabeh, dasar macan semprul tak gebug kowe
( wadow, ibu !!pinggang ku sakit semua, dasar macan konyol , aku pukul kamu) !!!" umpat salah satu pemain Bantengan dengan marah dan mengejar nya dengan beringas.
Penonton bertepuk tangan dengan riuh kegirangan melihat tontonan yang seru dan menegangkan.
" Horeeee.....ini baru seru Banteng lawan Macan, ayooo can serang Banteng nya sampai loyo ( lemas) !!" ujar penonton dengan heboh .
Beberapa kali Iwan yang kesurupan hewan macan memberikan tendangan yang dahsyat ke pemain Bantengan yang kewalahan menghadapi nya.
Penonton semakin kesenangan dan berteriak serta bersorak sorai dengan riuh" hiduppp......
macannnn !! , hajar bantengan sampai ringsek ( rusak) !!".
Tidak beberapa lama pawang sanggar tari Bantengan masuk ke arena pertunjukan menyem
bur kan air dari mulut nya ke wajah Iwan yang langsung jatuh lemas dan menggelepar- gelepar di tanah seperti ikan kekurangan air .
Momot dan Jagre dengan sigap segera memapah nya dan membawa nya keluar dari arena pertunjukan .
Penonton berteriak dengan kecewa" huuuuuu..!! lagi seru - seru nya pertarungan macan lawan banteng , macan nya di sembur air sampai lemas, ga seru ahhh............!!".
Sepanjang jalan Momot memarahi nya" maka nya mulut luh jangan jahil Wan, tontonan Bantengan itu bukan sembarang tontonan ada pantangan nya yang ga boleh di langgar , begitu elu langgar elu ikut kesurupan, untung elu ga ketendang sama pemain bantengan bisa bonyok
( hancur) badan elu yang ceking ( kurus) !! " kata Momot dengan sewot , Iwan cuma terdiam saja karena kepala nya masih terasa pusing dan tubuh nya lemas.
Sampai di rumah bude Ninuk , Iwan di beri ramuan jamu yang sudah di bacakan ayat suci untuk memulihkan kesehatan nya.
Sejak kejadian itu , Iwan trauma tidak mau menonton tarian Bantengan lagi karena takut ketularan kesurupan.
Komentar
Posting Komentar