Arwah Penasaran Pedagang Bakso Keliling
Di pinggiran desa kecil yang di kelilingi hutan lebat , terdapat seorang pedagang bakso keliling bernama Mas Gimin yang sudah berpuluh - puluh tahun berdagang bakso .
Pelanggan nya dari anak kecil sampai orang dewasa menyukai bakso nya yang terasa lezat dengan aroma bawang goreng dan seledri nya yang harum serta harga nya murah meriah .
Setiap malam , ia berkeliling menggunakan gerobak menjajakan bakso nya .
"Bakso...bakso...hangat..eunake ( enak nya) pol , bakso mas Gimin eunake pol tenan
( banget) , ayo di tuku (di beli) !!" teriak nya menjajakan bakso nya . "Ting..ting..ting..tinggg !!" suara mangkuk di pukul dengan sendok.
Salah satu pelangganan nya si Temon bocah lemu cilik ( anak gemuk kecil ) yang tidak pernah bosan membeli bakso mas Gimin hampir setiap malam.
" Mbokkkk..aku arep tuku bakso ( ibu aku mau beli bakso ) !!!" teriak bocah lemu ( gemuk) kecil merengek meminta di belikan bakso kepada ibu nya.
" Oalah ..Temon kowe kan bar mangan telung piring karo iwak lele lan tempe ( kamu kan baru makan 3 piring sama ikan lele dan tempe ) ,moso wis luwih meneh weteng mu sing koyo ban dalam motor mengko beledos ( masa sudah lapar lagi perut mu yang kaya ban dalam motor nanti meletus ) !!" kata ibu nya dengan kesal.
Hampir setiap malam dari anak kecil sampai dewasa menikmati lezat nya bakso mas Gimin.
" Eunake pol tenan bakso iki
( enak banget bakso ini), lomboke sampai nampol jidat, szszsz ( sambal nya sampai mukul jidat ) !!" celetuk ibu muda yang bertubuh kerempeng ( kurus) mulut nya berdesis kepedasan persis ular kobra , meski tubuh nya kerempeng tetapi kuat makan bakso nya, tidak cukup satu mangkok saja .
Namun, suatu malam saat hujan deras mengguyur desa, Mas Gimin yang sudah buram mata nya mengalami kecelakaan fatal , ia terpeleset dan jatuh di pematangan sawah , kepala nya membentur batu besar dan tewas seketika.
Sejak saat itu, arwahnya bergentayangan di sekitar tempat ia biasa berjualan.
Warga desa mengaku bila tengah malam mendengar suara mas Gimin menjajakan dagangan nya sehingga suasana desa menjadi mencekam.
Malam itu Dariah yang sedang hamil tua sulit memicingkan mata nya karena merasa kan hawa panas .
" Ealah sumuk tenan hawane bengi iki ( panas amat hawa nya malam ini ) !!" kata nya , tubuh nya berguling kesana kemari seperti kerbau kehausan sambil mengipasi tubuh nya yang lemu ( gemuk) dengan kipas bambu.
Lamat- lamat dari kejauhan ia mendengar suara dentingan mangkuk di pukul sendok " ting
tinggg...ting..ting..!!".
" Bakso...bakso..sopo arep tuku ( siapa mau beli ) bakso !!!!" suara berat mas Gimin terdengar menjajakan dagangan nya.
Dariah yang ketakutan memeluki tubuh suami nya yang kerempeng ( kurus ).
" masss..aku wedhi..iku suoro hantune mas Gimin menjajakan dagangan nya ( mas aku takut itu suara hantu nya mas Gimin menjajakan dagangan nya ) " bisik nya, bulu kuduk nya merasa merinding.
" Kowe ngopo sih gelibag gelibug koyo kebo bunting
( kamu ngapain bolak balik kaya kerbau hamil), gangguin wong turu wae ( ganggu orang tidur saja ) , ojo nindih awak ku, aku ra iso nafas ( jangan nibani badan ku , aku ga bisa nafas )!!" kata suami nya dengan kesal.
" Iku mas..ono hantune ( itu ada hantu nya ) mas Gimin menjaja
kan dagangan baksone ( bakso nya). ..hihh..medeni tenan( hih menakutkan banget ), aku
wedhi ( aku takut) " bisik istri nya di liputi perasaan takut.
" Coba tak inceng koyo opo sih hantune mas Gimin iku ( coba aku intip kaya apa hantu nya mas Gimin itu )" kata suami nya sambil bangkit dari tempat tidur nya.
" Ojo nekad mas ..." kata istri nya ketakutan .
" Ojo berisik, kowe meneng ae neng kene ( jangan berisik, kamu diam saja di sini) " ujar nya.
Ia membuka sedikit tirai untuk mengintip keluar alangkah terkejut nya , ia melihat wajah hantu mas Gimin pucat pasi dan rusak, kepala nya mengeluar kan darah segar menyerupai korban kecelakaan.
Tiba- tiba ia menoleh kearah Bejo yang mengintip dari balik tirai dengan tatapan Kosong.
"Jangkrik...medeni tenan raine
( sial menakutkan bangetwajah nya )!!" kata nya dengan suara bergetar dan ia menutup tirai dengan gugup dan berlari ke arah kamar , menomplok istri nya yang sedang meringkuk ketakutan.
" Asem tenan kowe..awaku loro tenan di tibani kowe ( sial bangrt kamu..badan ku sakit banget di tibani kamu) ,aduhhh iso berojol bayi ku ( bisa keluar bayi ku ).!!" teriak nya kesakitan.
Tetapi suami nya hanya diam dan menutupi seluruh tubuh nya yang gemetaran dengan selimut .
Sebulan sudah berlalu, kejadian menyeram kan makin sering terjadi. Setiap malam, terutama jika turun hujan rintik- rintik , aroma bakso segar tercium di udara, terdengar suara gerobak di dorong. "Gelodag..gelodag..gelodagg !!"
Tidak ada yang berani mengintip hantu mas Gimin yang bergentayangan menjaja kan bakso nya.
Suatu malam sekelompok remaja nakal berpesta miras di tempat kejadian mas Gimin kecelakaan .
" Cung..cepet kowe buka tutup botol minuman anggur nya, aku arep mencicipi (mau ngerasain )!!" kata salah satu remaja.
" Sing ( yang ) sabar, pasti aku buka semua, bengi iki aku gowo akeh mirase ben puas ( malam ini aku bawa banyak miras biar puas ) " jawab Cugkring yang kuat minum miras.
" Paling eunak ngombe miras sambil mangan kacang kulit
( paling enak sambil minum miras makan kacang kulit), iki aku gowo kacang kulite ( ini aku bawa kacang kulitnya)" celetuk
Imam.
Tengah menikmati miras, lamat
- lamat mereka mendengar dentingan sendok di pukul ke mangkuk" ting..ting..ting !!".
" Mantappp tenan, ikuu ono sing dodolan bakso ( itu ada yang dagang bakso ), aku panggil yo ( ya) !!" ujar Momo dengan semangat dari kejauhan mereka melihat bayangan gerobag bakso.
"Baksoooo....bakso...mrene, aku arep tuku baksone ( mas, kesini aku mau beli bakso nya) !!" teriak Mamo.
Mereka tidak tahu , pedagang bakso itu hantu mas Gimin.
Ia mendorong gerobag bakso nya mendekati mereka .
" Mas..pesan bakso limo mangkok yo ( lima mangkok ) , sing akeh lomboke ( yang banyak sambal nya ) " ujar Mamo sambil menelan ludah, aroma bawang goreng dan seledri yang harum menggugah selera.
Hantu mas Gimin segera meracik bakso nya , salah satu remaja merasa heran memandangi nya dari kejauhan " kaya nya aku kenal dengan pedagang bakso ini?? tapi di mana ya dan aku lali jenenge sopo yo ( lupa nama nya siapa ya ) ??" gumam nya dalam hati.
Dengan penasaran ia menghampiri pedagang bakso itu dan alangkah terkejut nya serta berkata dengan suara bergetar " in...iniii..kan mas Gimin pedagang bakso langganan ku yang sudah tewas karena kecelakanan" .
Hantu mas Gimin menoleh wajah nya rusak dan pucat pasi menyeramkan ,dari kepala nya mengeluarkan darah segar membasahi pakaian nya , mata nya menatap dengan kosong.
Ia segera berbalik dan berlari meninggalkan pedagang bakso dan teman- teman nya " brooo!!
pedagang bakso itu hantuuuu
!!!teriak nya ketakutan setengah mati.
" Kenapa tuh si Wagiooo ??, kok teriak itu hantuu mana hantu nya ?!!?? " tanya salah satu teman nya keheranan.
Mereka saling pandang dan ketika pedagang bakso itu menoleh ke mereka alangkah terkejut nya wajah rusak dan pucat pasi hantu mas Gimin yang menyeramkan menyeringai ke arah mereka.
" Settt..setannnn..settann ..ayoo melayuuu ( ayo pergi) !!!" teriak mereka berlari kocar kacir jatuh bangun meninggalkan tempat itu.
Sejak kejadian itu, mereka trauma bila bertemu pedagang bakso di malam hari, hantu mas Gimin masih bergentayangan menjajakan bakso nya yang lezat utuk di nikmati warga Desa yang dahulu nya adalah pelanggan setia nya .
Warga Desa berharap agar arwahnya yang penasaran bisa tenang dan menemukan jalan untuk pergi.
Komentar
Posting Komentar