Di Buka Mata Bathin, Melihat Makhluk Halus Pabrik Gula. ( Series 2 Anak Bangor).
Mereka yang gemar uji nyali ke tempat- tempat angker meminta di buka mata bathin nya agar dapat melihat makhluk gaib, jin, atau energi tak kasat mata.
Setelah menempuh perjalanan tiga jam dengan mengendarai sepeda motor, mereka sampai di Desa mamang nya yang asri , sunyi sepi jauh dari keramaian Kota, udara nya sejuk dengan pemandangan sawah yang hijau royo- royo , pegunungan dan perbukitan, kicauan burung saling bersahutan , gemericik air sungai terdengar merdu di telinga dan warga nya sangat ramah .
Mang Bagja bertubuh tinggi besar, kulit nya putih bersih memiliki wajah yang tampan meski sudah berumur, terkejut melihat kedatangan Momot dan Jagre. "Astaga, Mot, maneh tong ngomong hayang kadieu (kamu ga ngomong mau kesini ) hayang naon ( mau apa )?? tumbenan wae kadieu ( saja kesini ) ??" kata nya keheranan.
" Maaf mang Bagja , Momot ga bilang - bilang mau kesini takut mamang nanti repot menyiap
kan makan apalagi sejak bi Mulan meninggal beberapa tahun lalu mamang tinggal sendiri " ujar Momot.
Mereka memasuki rumah nya yang kecil tetapi nyaman,
halaman nya di tumbuhi pohon- pohon besar seperti pohon mangga, rambutan, kecapi dan pohon kelapa membuat suasana menjadi teduh.
Setelah makan seada nya Momot mengutarakan maksud kedatangan nya ingin di buka mata bathin nya.
" Astagfirullah..hayang naon maneh ( mau apa kamu) minta di buka mata bathin nya ??, ilmu pembuka bathin tong ( ga ) bisa di pakai main- main , kalo maneh tong ( kalo kamu ga kuat) kuat mental bisi ( bisa) gila" kata mamang ( paman ) nya .
" Momot mau meningkatkan spiritual , Mang " kata nya berbohong padahal ia ingin melihat dan membuktikan hal magis atau sesuatu yang tidak kasat Mata.
" Kalo Jagre minta di buka mata batin nye agar mendapatkan ketenangan jiwa dan pikiran, mang " celetuk Jagre sok bijaksana.
" Membuka mata batin bukanlah hal yang sepele dan memerlukan persiapan mental serta spiritual yang matang, apakah kalian sudah siap ??" tanya nya.
" Dan tata laku nya teh beurat Mot, Gre, maneh kudu ( kamu harus) meditasi , melatih pernafasan, doa dan puasa " kata mang Bagja lagi .
" Kita sudah siap mental dan spiritual , mang Bagja " kata Momot dan Jagre dengan nekad.
" Tong ngomong nanaon
( jangan ngomong apa- apa), jeung abah ambu maneh Mot
( sama bapak ibu kamu , Mot) , bisi mamang dimarahan ( bisa paman di marahin ) , apalagi abah maneh bengis pisan
( bapak kamu galak banget) , bisi aing teh di takol ( bisa saya di pukul) " pesan nya kepada Momot.
" Siap mang Bagja !!" sahut nya.
Setelah di latih ilmu kebathinan selama seminggu dan di akhiri dengan membuka mata bathin , mereka izin pulang ke Jakarta dan Momot yang kegirangan memiliki ilmu pembuka mata bathin memberikan uang kepada paman nya dalam jumlah besar .
"Sekarang intuisi maneh berdua sudah lebih tajam jika melihat sesuatu yang tak kasat mata kudu ( harus) tetap tenang, fokus, dan tidak takut serta menjaga diri agar tidak terganggu" pesan paman nya.
" Tapi umpami maneh
( umpama kamu) berdua tong
( tidak) kuat dengan ilmu pembuka mata bathin, maneh
( kamu) datang kesini lagi untuk di tutup mata bathin nya" pesan
nya lagi kepada Jagre dan Momot.
Seminggu kemudian Momot yang bangor nya(nakal nya) ga ada obat nya mengajak Jagre ke suatu tempat yang terkenal ke angkeran nya.
" Gre, tar malam kita satronin
( datangin) tempat bekas pabrik gula Jawa yuk !!" kata nya .
" Mau ngapain Mot ?? di sono
( disana) kan angker, ada hantu mandor Darno yang bengis
( kejam) menghantui pabrik itu " kata nya di liputi perasaan takut.
" Gw mau ngetes ilmu pembuka mata bathin yang di warisin sama mang Bagja , apakah setelah di buka mata bathin kita bisa melihat makhluk ga kasat mata " sahut nya.
" Busyet , nekad amat elu ya , gw ogah pergi kesono ( kesana)
Mot, gw takut " protes Jagre.
" Kemarin kenapa elu ikutan minta di buka mata bathin luh !!, pokok nya tar malam elo harus ikut gw kesana " semprot Momot.
" Iyeee Mot gw anterin elu kesana " ujar nya dengan terpaksa sambil cemberut.
Malam itu Momot dan Jagre dengan mengendarai sepeda motor tiba di pinggir desa yang sunyi sepi, angin bertiup sepoi- sepoi, hawa nya terasa dingin menyentuh kulit.
Di depan sana berdiri bangunan tua berlantai dua dengan megah yang dulunya bekas pabrik gula Jawa.
Sebagian atapnya sudah runtuh, jendela-jendela kaca di tutupi oleh papan reyot, cat nya sudah memudar di makan waktu, tidak ada penerangan sama sekali ,sehingga tampilan
nya sangat menyeramkan.
" Ayo Gre..turun !!" kata Momot sambil menarik lengan nya.
Mereka membuka pintu gerbang yang sudah karatan dan bunyi nya berderit .
Mereka membawa lampu senter kecil , membuka pintu memasuki ruang utama, lantai nya di penuhi debu tebal,plafon
nya di penuhi sarang laba- laba dan bayangan mereka memanjang bentuk nya di dinding menambah mencekam suasana nya .
Di sana terdapat deretan mesin tua beroda gigi besar yang sudah berkarat, sebuah timbangan tua masih tersandar di dinding yang sudah pudar cat nya.
" Ihhh..serem amat suasana nye di sini, Mot menurut cerita penduduk setempat , pabrik ini di tutup karena angker , karyawan nye sering kesurupan bahkan sampai ada yang sakit dan meninggal , yang lebih menyeramkan lagi cerita tentang mandor pabrik gula jawa ini yang bengis ( kejam) bernama pak Darno , dulu semasa hidup nya di dedikasi untuk pabrik, ia tetap tinggal di rumah kecil di depan pabrik setelah pabrik tutup menjaga pintu gerbang .
Ia meninggal secara tragis tertimpa plafond pabrik yang sudah lapuk tetapi jiwa nya masih berada di sini menghantui pabrik gula jawa ..hihh bulu kuduk gw jadi merinding !! " bisik nya dengan suara bergetar karena ketakutan , bulu kuduk nya langsung berdiri.
" Hushhh !! elo jangan ngomong sembarangan , dasar bego luh Gre !!" umpat Momot dengan sewot ( sebal).
Tiba-tiba suhu berubah menjadi dingin , Jagre terkejut melihat bayangan di kegelapan, ia menunjuk ke sudut gelap.
Di sana berdiri sosok laki- laki tinggi kurus , wajahnya samar memakai pakaian kerja berupa kemeja lengan pendek berwarna krem dengan celana panjang dengan warna senada tetapi warna nya sudah lusuh, pudar dan compang camping, mengenakan topi pet, serta memakai sepatu boot karet .
" Moot..ituuu siapeee ??" bisik nya dengan suara bergetar.
Dengan wajah marah , mata terbuka lebar tetapi kosong, sosok tinggi kurus mengangkat tangan nya , di ujung tangan nya menempel bekas gula jawa.
Telunjuk nya menunjuk ke arah pintu luar ruangan sambil berbisik dengan suara serak, lirih dan berat .
"Keluar kamu dari sini, anak nakal, jangan ganggu saya !! ".
Dengan tubuh gemetaran mereka memutuskan pergi, tetapi pintu utama yang tadi mereka masuki kini mengilang.
" Mottt..modhar kita , itu hantu pak Darno mandor pabrik gula yang bengis ( kejam)...kaburr !! " kata Jagre dengan panik , suara nya bergetar ketakutan.
" Mana pintu utama yang kita lewati tadi, kok menghilang Greee !!" teriak Momot dengan panik.
Mereka berlari sekuat tenaga melalui lorong-lorong panjang, yang gelap dan pengap seperti nya pabrik gula berubah bentuk.
Sepanjang jalan mereka mencium bau tebu manis dan terdengar suara deru mesin penggiling tebu seperti sedang beroperasi.
" Greee...setan di sini pada bangkittt dan ngamuk !!! " teriak Momot dengan panik.
" Mot, kita harus tenang, ingat pesan mang Bagja kalau kita melihat sesuatu yang ga kasat mata ga boleh takut , kita baca doa selamat " kata Jagre mulut nya komat kamit membaca doa selamat yang di ajarkan mang Bagja .
Tiba-tiba udara berubah, bau tebu yang manis mengilang , suara deru mesin penggiling tebu berhenti, suasana menjadi sunyi hening kembali.
Setelah berputar- putar di dalam bangunan bekas pabrik gula jawa mereka dapat keluar dan cepat- cepat meninggalkan tempat itu.
Sepulang dari pabrik gula jawa, Momot dan Jagre yang ketakutan selalu di hantui hantu mandor Darno yang marah karena mereka mengusik pabrik gula jawa tempat bersemayam nya.
Karena tidak kuat di hantui hantu mandor Darno setiap malam , mereka kembali ke mang Bagja untuk di tutup mata bathin nya.
" Mamang ( paman) kan sudah bilang bahaya membuka mata batin tapi maneh ( kamu) tetap nekad , kalau maneh ( kamu) berdua ga kuat bisa gila karena ketakutan melihat makhluk halus secara tiba- tiba jadi maneh ( kamu) berdua sudah kapok kan ??!!" kata nya.
" Ya, mang kita kapok tolong tutup kembali mata bathin kita, tiap malam kita ga bisa tidur di ganggu hantu mandor Darno yang bengis ( kejam) " pinta Momot dan Jagre.
Sejak kejadian malam itu Momot dan Jagre kapok dan tidak mau mencoba- coba lagi untuk di buka mata bathin nya.
Komentar
Posting Komentar