Di Ganggu Hantu Penghuni Tempat Sampah Di Lapangan .
Konon, di tempat itu sering muncul sosok hantu wanita berambut panjang, bertubuh tinggi besar dengan sampah melekat di tubuhnya , hantu wanita itu suka menakut-nakuti anak-anak yang bermain di sana .
Pukul 4 Subuh dini hari kang Emon petugas sampah berniat mengangkut sampah, suasana nya sepi, hening, dan dingin, langit masih gelap , tidak terlihat satu orang pun di sana , mereka masih terlelap di balik selimut nya.
Tengah mengangkut sampah , ia melihat tumpukan sampah bergerak- gerak seperti ada sesuatu di dalam sampah.
" Saha di ditu ( siapa di situ) mainan sampah di pagi buta ??" tanya nya dalam hati keheran
an.
Dengan rasa penasaran ia mendekati tumpukan sampah , alangkah terkejut nya tiba- tiba dari tumpukan sampah muncul sosok wanita yang tubuh nya penuh sampah dan bau nya menyengat, ia menatap nya dengan mata nya yang merah menyala .
" Kehed sia, eta teh jurig sampahhhh, hihhhhh nyingsie
nan eta jurig ( hihh..menakut- nakuti itu setan) !!" ujar nya terbata- bata sampai jatuh terjerembab kebelakang.
Dengan mengumpulkan keberanian , ia bangun dan berlari sekuat tenaga pontang panting sambil mendorong gerobag sampah nya.
Menurut kepercayaan masyarakat di sana, siapapun yang bertemu hantu sampah, keesokan hari nya ia akan mengalami demam dan tubuh nya gatal- gatal .
Sejak kejadian itu, ia tidak berani lagi mengangkut sampah pada malam hari.
Suatu hari sekumpulan remaja yang nakal bermaksud bermain bola di lapangan dekat tempat sampah.
" Wan , engke wengi urang maen bal , yuk ( nanti malam kita main bola, yuk) !!" ajak Jajang yang badeur ( nakal ).
" Dimana main bal nya ( bola nya) Jang??" tanya nya .
" Di lapangan yang dekat tempat sampah eta (itu)" ujar nya.
" Hihhh, maneh badeur, embung
ah, didinya pikareun (hihh,kamu
nakal, ga mau ah, di sana seram)" kata nya dan beberapa teman nya.
"Dasar jalir teu gableg harga diri (dasar pengecut tidak punya harga diri) " ujar Jajang dengan kesal.
" Belegug sia ( bodoh kamu),
kalau ketemu jurig na baru nyaho maneh ( kalau ketemu setan nya baru tahu kamu) ngising dina calana maneh
( BAB di celana kamu) !!" ujar beberapa teman nya dengan sebal .
Akhir nya dengan bujuk rayu nya, teman- teman nya mau mengikuti keinginan nya.
" Mbu, aing hayang main bal ya ( ibu, aku mau main bola ya )" kata Ujang yang nakal kepada ibu nya .
" Jang..iue tos wengi ( ini sudah malam) , maneh diam di imah wae ( kamu diam di rumah saja ), loba jurig di luar ( banyak setan di luar)!!" kata ibu nya.
Tetapi Ujang yang badeur (nakal ) tidak mendengar perkataan ibu nya , ia secepat kilat berlari keluar rumah.
" Ujang..ceuli anjeun teu ngadenge yah !! , dasar badeur maneh teh ( telinga kamu ga dengar ya??, dasar nakal kamu ) !!!" teriak nya dengan marah .
Malam itu terang bulan dan suasana nya sunyi sepi, langit malam itu begitu cerah dengan bintang-bintang berkelap-kelip. Beberapa teman nya sudah menunggu di lapangan yang lokasi nya dekat pembuangan sampah.
Permainan sepak bola berlangsung dengan seru , suara mereka sangat bising.
" Goallllll..goalllll ..!!!" teriak Tim Jajang dengan senang.
" Licik maneh Jang...ngajegal suku aing ( curang kamu Jang...ngejegal kaki aku )" ujar Duduy ke Ujang dengan sewot.
" Saha nu licik ( siapa yang curang ) ??, maka nya maneh tong meleng wae(siapa yang curang maka nya kamu jangan meleng saja) , akhir nya goal, hehehehe !! " ujar Ujang kegirangan .
" Huuuuu..licik manehhh
( curang kamu), parahhh euyyy , belegug euyyy ( bodoh) !!" teriak beberapa teman nya dengan kesal.
Sekarang giliran Tim Duduy yang mencetak goal " ihhh..Tim maneh ( kamu) teh licik
( curang )Duy..badag aing di sorong jeng Wandy begang
( tubuh saya di dorong sama Wandy kurus) !!" protes Dudung bongsor ( besar tunggi )dengan kesal.
Wandy begang ( kurus ) marah di bilang curang, ia menoyor kepala Dudung bongsor
( mendorong kepala dengan tangan kepala Dudung bong
sor).
" Dasar belegug sia ( dasar bodoh kamu ) , Dung bongsor
(Dung besar tinggi ) " ujar nya dengan sebal .
" Kehed sia maneh Wan !! , gagah bener (sialan kamu Wan, berani benar ) menoyor sirah aing , aing takol paeh maneh begang ( mendorong kepala saya, saya pukul mati kamu kurus )!!" bentak nya dengan marah.
" Saha sieun ?? , ayo gelut jeng aing ( siapa takut ??, ayo berkelahi sama saya )"tantang Wandy begang ( kurus) dengan berani sambil bertolak pingga
ng .
" Dasar begang , aing takol
( dasar kurus saya pukul) rontok tulang maneh( kamu)" ujar Dudung bongsor emosi.
Mereka bergelut ( berkelahi) sampai bergulingan di tanah.
" Tong gelut urang teh ( jangan berantem kalian)!!" teriak beberapa teman nya memisah kan , tetapi Wandy dan Dudung malah tambah emosi dan mereka bergelut ( berkelahi ) saling pukul dan tendang.
" Nih rasain takolan aing
( rasain pukulan saya)beungeut sia bonyok ( memar muka kamu) !!" ujar Wandy begeng.
Tengah mereka bergelut
( berkelahi ) dengan seru, tiba- tiba beberapa orang teman nya mencium aroma busuk dan suara aneh dari tumpukan sampah serta angin dingin bertiup dengan kencang.
" Bau noan ieu ( bau apa ini) , bauna ( bau nya) busuk menyengat ??" tanya Roni sambil menutup hidung nya yang pesek.
" Kaya bau busuk sampah, aing ( saya ) jadi mual " kata Jajang sambil melirik tempat sampah yang gelap, berada di bawah pohon besar yang rimbun daun nya.
Ia melihat tumpukan sampah bergerak sendiri .
Dan dari kegelapan ia melihat sosok wanita tinggi besar, berambut panjang dengan sampah melekat di tubuhnya, wajah nya pucat dengan mata merah menyala. Ia terkejut dan berteriak .
" Aya...jurrrr..jurigggg sampah...
hihhh..ngaserabkeun, ayoo larii ( ada hantu sampah menakut
kan ..ayo lari ).!!! !!" teriak nya sambil berbalik dan berlari pontang panting sekuat tenaga meninggalkan tempat itu .
Teman- teman nya ketakutan dan ikut berlari meninggalkan Wandy dan Dudung yang masih bergelut ( berkelahi ) tidak menyadari kehadiran hantu sampah.
" Kok suasana nya sepi pada kemana babaturan aing( teman- teman ku )??" gumam Dudung bongsor yang baru menyadari tempat itu sudah sepi .
Ia melihat sekeliling nya sunyi sepi dan gelap gulita hanya angin malam bertiup dengan kencang.
" Ayooo..Dung kok maneh
( kamu) mundur, maneh sieun jeng aing ( kamu takut sama saya ) , ayo lawan aing ( saya)" ejek Wandy masih dengan emosi.
" Saha sing sien jeng maneh begang( siapa yang takut sama kamu , kurus )??, tapi liat babaturan urang (teman- teman kita ) udah ga ada semua !??!!" kata Dudung keheranan.
Ketika ia melirik ke tempat sampah, ia melihat di sana berdiri sosok wanita tinggi besar, berambut panjang , dengan sampah melekat di tubuhnya aroma nya sangat busuk , wajah nya pucat dengan mata merah menyala, ia tersenyum menyeringai senyum nya sangat menyeram kan.
Dudung terkejut" ambuuuu..aya jurig sampah ( ibuuu..ada jurig sampah)!!" teriak nya ketakutan , ia berlari sekencang- kencang nya sampai terkencing-kencing di celana nya.
Wandy yang ketakutan sampai gemetaran tubuh nya" Dungggg
gg..antosan , aing sieunnnnnn (Dung tunggu, aku takut) !!"'
teriak nya dengan suara bergetar.
Tetapi Dudung tidak memper-
dulikan dan terus berlari tanpa menoleh.
Keesokan hari nya mereka yang bertemu hantu sampah mengalami demam dan gatal
-gatal, untuk mengatasi gangguan hantu sampah mereka di doakan dengan ayat- ayat Al Quran dan di beri minum air yang sudah didoakan lalu di mandikan dengan air yang telah dicampur satu sendok garam. Setelah di obati sakitnya berangsur-angsur sembuh dan pengaruh sang hantu dalam diri mereka menghilang.
Sejak kejadian malam itu mereka tidak berani mendekati tempat sampah itu.
Komentar
Posting Komentar