Di Ganggu Hantu Tentara Belanda Di Bunker Angker Peninggalan Zaman Belanda
Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google
Di desa terpencil yang di kelilingi hutan lebat terdapat sebuah bunker tua angker , dibangun pada masa Perang Dunia II sebagai tempat perlindungan bagi tentara dari serangan udara .
Namun, setelah perang berakhir, bunker itu menjadi angker, bila malam hari terdengar suara jeritan, bisikan dan langkah kaki yang berat dari dalam bunker.
Bunker itu menjadi tempat yang di takuti oleh penduduk setempat.
Suatu malam mas Bejo sepulang berdagang sekoteng terpaksa harus melewati bunker angker karena jalan pulang yang biasa di lalui jembatan nya ambruk .
" Aduh piye iki , aku harus melewati bunker angker, medeni tenan nanging ra ono jalan lain, aku wedi tenan , weteng ku langsung mules
( aduh bagaimana ini, aku harus melewati bunker angker, nakuti banget tapi ga ada jalan lain , aku takut banget , perut ku langsung mules)" bisik nya di liputi perasaan takut.
Dengan perasaan was - was ia melintasi hutan, kegelapan menyelimuti hutan itu , suhu nya terasa dingin, hanya terdengar suara-suara hewan hutan .
Dari kejauhan terlihat bangunan bunker terbuat dari beton yang kokoh dan sudah usang , di
bangun melingkar disertai lubang pintu dan lubang untuk moncong senjata di sisi-sisinya, semakin menyeram kan tampilan nya.
Mas Bejo mempercepat langkah nya, suhu udara turun drastis menjadi dingin , tiba- tiba ia mendengar suara langkah kaki berat di belakang nya seperti mengikuti nya .
" Srreekkk..srekk....srekkkk...
srekkkk...srekkkkkkkkkk...!!".
" Suoro sopo iku di belakang ku
( suara siapa itu di belakang ku) seperti suara langkah kaki ??" gumam nya pelan dengan suara bergetar ketakutan.
Dengan memberanikan diri ia menoleh kebelakang tetapi tidak ada seorang pun di belakang nya.
" Asem tenan ..ra ono uwong
( konyol banget ga ada orang ) di belakang ku, hih.. medeni tenan ( hih ..nakuti banget) bulu kuduk ku merinding !!" umpat nya.
Dia cepat- cepat melangkah , suara langkah kaki di belakang nya masih mengikuti nya "sopo
( siapa) sih sebener nya sing
( yang) ngikuti aku??" bisik nya semakin ketakutan, jantung nya berdebar dengan keras.
" Kata mbok ku yen awakhe dhewe wedi karo sesuatu, cium keteke ndewe ( kata ibu ku kalau kit takut sama sesuatu, cium ketek sendiri) " bisik nya sambil mencium ketek nya dalam- dalam yang ternyata bau asem kecut .
" Oeeekk !!! uasem tenan mambu kelek ku ( asem banget bau ketek ku) , sirah ku langsung cenat cenut ( kepala ku langsung nyeri berdenyut ), cuihh !!! " umpat nya sambil meludah.
Karena penasaran, Ia menoleh kebelakang alangkah terkejut nya tepat di belakang nya ,ia melihat sosok laki- laki bertubuh tinggi besar , berkulit putih bule memakai pakaian tentara , wajahnya pucat dan menyeramkan.
" Amit- amit jabang bayi , hihhh
medeni tenan raine ( hih nakuti banget wajah nya) , biyunggg aku wedi dadi arep ngising
( emak aku takut jadi mau BAB) !!" teriak nya dengan suara bergetar ketakutan.
Dengan perasaan panik dan tubuh gemetaran , ia berlari tunggang langgang meninggal
kan tempat itu sambil mendorong gerobag sekoteng nya, saking takut nya ia sampai terkencing kencing di kancut nya ( celana dalam nya ).
Cerita tukang sekoteng bertemu hantu tentara Belanda di bunker angker dengan cepat menyebar di Kampung , penduduk setempat semakin ketakutan tetapi tidak berlaku bagi lima remaja yang terkenal kebadungan nya ( kenakalan nya).
Mereka malah penasaran ingin membuktikan kebenaran cerita itu.
" Bro bagaimana kalau nanti malam kita menjelajahi bunker angker untuk membuktikan kebenaran cerita yang beredar di kampung ini kalau bunker itu angker ??" tanya Mukidi ke teman- teman nya.
" Setuju , kita sepakat nanti malam menjelajahi bunker angker itu " kata teman- teman nya dengan semangat .
Malam itu mereka nekad memasuki bunker angker dengan lampu senter di tangan.
Di dalam bunker , suasana nya mencekam , gelap gulita dan dingin hawa nya , dinding-dinding nya lembab , bau busuk menyengat hidung.
Tiba- tiba angin bertiup dengan kencang, lampu senter mereka berkedip- kedip , mereka mendengar suara langkah kaki yang berat seperti mengikuti langkah mereka.
" Srekkk..srekkk..sreekkk..!!"
" Sttt..dengar ada suara langkah kaki !!" bisik salah satu remaja yang bernama Togog mulai di liputi perasaan takut.
" Seperti nya suara nya di belakang kita , hihhh seremmm" bisik Nano ketakutan dengan suara bergetar .
Mereka menoleh kebelakang tetapi tidak ada seorang pun di sana .
" Tapi ga ada orang di belakang kita , tapi suara langkah kaki jelas terdengar di belakang kita " bisik yang lain nya di selimuti perasaan takut.
" Ayooo..cepat Bro kita keluar dari sini, jangan- jangan hantu tentara Belanda yang mengikuti kita !!!" kata beberapa remaja yang ketakutan.
Ketika mereka berbalik, mereka melihat bayangan sosok tinggi besar berpakaian tentara yang samar di sudut ruangan.
" Hihhhh..sosok apa itu !!" teriak mereka dengan suara bergetar.
" Mlayuuuu..iku demit tentara Walanda ( pergiii..itu hantu tentara Belanda) !!!! " teriak mereka dengan panik.
Dalam ketakutan dan kepanikan , mereka berlari kocar kacir mencari jalan keluar, tetapi semua lorong tampak sama dan membingung kan, mereka tidak menemukan jalan keluar .
Sosok tentara Belanda di belakang mereka berteriak dengan marah.
" Godverdomme , Laat me met rust , Jij gaat weg ( kurang ajar, jangan ganggu saya, pergi kamu ) !!! " .
"Semprul !!! medeni tenan iku demit walanda , dheweke
ngomong opo, koyo nesu- nesu, aku ra faham (konyol !!! nakuti banget itu hantu Belanda, dia ngomong apa kaya marah- marah, aku ga ngerti)!!" ujar salah satu dari mereka .
Mereka juga mendengar suara jeritan dari hantu yang mening
gal penasaran membuat bulu kuduk mereka merinding. "Alsjeblieft..alsjeblieft....alsjeblieft ( tolong..tolong..tolong) !!!".
" Mlayuuuuu, demite nesu karo awakhe dhewe ( lari hantu nya marah sama kita ) !!!!" teriak mereka berlari kocar kacir ketakutan dan beberapa remaja sampai terkencing- kencing di celana nya saking ketakutan setengah mati.
Akhir nya dengan perjuangan keras mereka dapat menemu
kan jalan keluar dan berlari kocar kacir menjauhi tempat itu.
Sejak malam itu, mereka tidak berani mendekati tempat itu dan percaya bunker itu memang angker serta percaya bahwa bunker itu adalah tempat jiwa-jiwa yang terperangkap menunggu untuk dibebaskan.
Komentar
Posting Komentar