Pedagang Warteg Menggunakan Jimat Penglaris Tanah Kuburan.
Di sebuah Kota kecil, terdapat Warung Tegal yang selalu ramai di kunjungi pelanggan, pemilik nya bernama mbak Irah, perawan tua yang memiliki sifat tidak terpuji , ia terkenal sombong, pelit dan kasar .
Sebagai pengusaha sukses , ada rahasia kelam yang di simpan nya dengan rapat .
Sebelum nya warung nya tidak seramai sekarang karena selain sifat nya yang buruk , masakan nya juga tidak enak membuat pelanggan segan datang ke warung nya .
Suatu hari ia mengeluh ke teman sekampung nya bahwa warung nya selalu sepi pelanggan , teman nya yang bernama Wowo, anak seorang dukun ilmu hitam terkenal di Kampung nya memberitahu " Ir, kalo warung kamu mau laris, harus memakai jimat penglaris " kata teman nya.
" Jimat penglaris nya kaya apa, Wo ??" tanya nya.
" Jimat penglaris yang di ambil dari tanah kuburan " kata nya dengan enteng.
" Semprul kowe ( konyol kamu) !!!, aku ra percoyo ( aku tidak percaya) !!" semprot Irah dengan wajah masam.
" Yo wis ( ya sudah), nek kowe ra percoyo ( kalo kamu ga percaya) , aku iki ( ini) anak dukun terkenal di kampung ku dadi ( jadi) aku belajar ilmu dari bapak ku " celoteh nya dengan sombong.
" Betul juga ya, ga mungkin dia ngapusi aku ( bohongin aku) " bisik mbak Irah dalam hati nya.
" Cara nya bagaimana untuk mendapatkan tanah kuburan itu, Wo ??" tanya nya.
" Kamu harus datang ke kuburan pada tengah malam tetapi tanah yang di ambil harus dari kuburan orang yang meninggal pada hari atau waktu tertentu yang di yakini memiliki "energi" gaib yang dapat mendatangkan keberuntungan" celoteh nya.
" Abot tenan syarate ( berat banget syarat nya) , aku ga berani pergi ke kuburan sendiri apalagi tengah malam.........hihh medeni tenan ( menakuti banget) " kata mbak Irah ketakutan .
" Soal itu gampang, aku bisa menemani mu mengambil tanah kuburan , tetapi bayaran nya larang (mahal) "kata Wowo, dalam hati nya berkata " kapok kamu Rah, aku minta bayaran mahal sama si Irah yang pelit nya ga ada obat nya" .
" Ojo larang- larang ( jangan mahal- mahal) tho bayaran nya aku kan konco mu ( teman mu) " kata nya.
" Resiko nya besar Rah , nek kepehuk demit piye ( bila ketemu setan gimana) ?? atau kepergok ( ketemu) penjaga kuburan, awakhe dhewe iso di gebugi sampai bonyok ( kita bisa di pukuli sampai memar) karena mencuri tanah kuburan " celoteh nya menakut- nakuti mbak Irah.
Suatu sore mbak Irah memberi
tahu Wowo, ada tetangga nya, seorang kakek tua yang meninggal pada hari atau waktu tertentu di yakini memiliki "energi" gaib yang dapat mendatangkan kekayaan tanpa batas.
Tengah malam mereka memasuki kuburan yang jauh dari keramaian , suasana kuburan sunyi sepi , mencekam dan gelap dengan pencahayaan minim dari bulan purnama yang mengintip dari sela- sela pohon kamboja yang rimbun terasa menyeramkan , kicauan burung kedasih yang mendayu menambah horor ( ngeri) suasana nya.
" Wo, kata mbah ku ( kakek ku)nek ono manuk kedasih bakalan ono wong modar
( kalau ada burung kedasih bakalan ada orang mati ) , aku wedhi ( takut), kuburan iki wingit tenan( kuburan ini angker banget) " bisik mbak Pairah di liputi perasaan takut sambil memegangi lengan Wowo dengan kuat.
" Aduhh..tangan ku ojo di cekel
( jangan di pegang) kuat- kuat, loro rasane lan kowe ojo rame wae ( sakit rasa nya dan kamu jangan berisik saja) !!!! " bisik Wowo yang bernyali ( memiliki keberanian) besar.
" Neng ndhi kuburan tetonggo mu sing di kubur wau awan
( dimana kuburan tetangga mu yang di kubur tadi siang)???" tanya Wowo sambil menyoroti senter nya kearah kuburan yang berjejer .
" Iku ( itu) kuburan mbah
( kakek) Brojo sing di kubur wau awan ( yang di kubur tadi siang ) " bisik mbak Irah menunjuk kuburan baru yang masih basah berada tepat di bawah pohon kamboja yang besar dan rindang .
Mereka menghampiri kuburan itu dan Wowo segera meraup segenggam tanah kuburan kemudian memasukan kedalam kantung putih dan mengikat nya dengan rapat , tiba- tiba angin bertiup dengan kencang membuat bulu kuduk mereka merinding , bau bunga melati tercium.
" Ayo cepat pergi dari sini, kelihatan nya pemilik kuburan ini merasa terusik dengan kedatangan kita " bisik Wowo.
Sejak menggunakan jimat tanah kuburan usaha nya berkembang dengan pesat.
Setiap hari pelanggan memenuhi warung nya, saking laris dagangan nya , mbak Irah dan pegawai nya harus masak berulang kali .
Seiring dengan kesuksesan itu, hampir setiap malam ia di ganggu suara bisikan aneh untuk mengembalikan jimat tanah kuburan ke tempat asal nya .
Ia mengadu kepada Wowo dan Wowo mengatakan dengan enteng " acuhkan saja nanti juga menghilang sendiri" tetapi gangguan itu semakin sering membuat hidup nya tidak tenang dan tidak dapat tidur dengan nyenyak.
Suatu malam mbk Irah yang kelelahan setelah seharian berdagang, melihat sosok kakek tua berdiri di pintu dapur rumahnya.
Wajahnya yang pucat persis kakek Brojo, matanya menyala merah menatap nya dengan marah , ia berbisik "hei manusia ,kau telah mengganggu tidur panjang ku, mengganggu kedamaian ku , cepat kau kembali kan tanah kubur ku ketempat asal nya " .
Dengan tubuh gemetaran , mbak Irah berkata " jangan ganggu aku , mbahh ( kek) alam kita sudah berbeda !!".
Sesuai dengan saran Wowo, mbak Irah berusaha tenang dan mengabaikan peringatan tersebut, namun penampakan sosok kakek tua mirip kakek Brojo yang menyeramkan semakin sering muncul menganggu nya .
" Nek saban bengi ( kalau setiap malam) aku di ganggu terus , iso pedot ( bisa copot) jantung ku iki ( ini)" gumam nya ketakutan .
Karena tidak kuat dengan gangguan tersebut , akhir nya dengan di antar Wowo , ia mengembalikan jimat tanah kuburan keasal nya dan gangguan menghilang sehingga ia bisa hidup dengan tenang.
Sejak itu, warteg nya mulai menurun omset nya tetapi mbak Irah sudah tidak mau menggunakan jimat penglaris dagangan , ia belajar dari pengalaman dengan pelayanan yang ramah dan masakan yang sedap pelanggan akan berdatangan ke warung nya.
Komentar
Posting Komentar