Penari Ronggeng Kesurupan Roh Jahat

Di pinggiran Desa yang tenang hidup seorang penari Ronggeng cantik   yang penampilan nya    seksi bernama Sekar .
Tari  Ronggeng sering dikaitkan dengan hal- hal mistis  kerap menggunaan sesajen agar penari kesurupan .
Kecantikan dan kepiawaian nya menari Ronggeng, membuat nya  sering di undang ke  berbagai acara yang selalu  di penuhi penonton  untuk menonton penampilan nya yang memukau  .
Siang itu  Arifin yang tinggal di Kampung sebelah, yang  memiliki kegemaran ngibing (menari) mendengar dari tetangga nya bahwa pak lurah akan mengadakan hajatan pernikahan putri nya yang di meriahkan dengan hiburan tarian Ronggeng. .
" Aing ( saya) kudu nongton 
( harus nonton) pertunjukan tari Ronggeng yang bakal di gelar nanti malam apalagi  penari nya Sekar nu ( yang) terkenal,geulis
jeung bayuhyuh ( cantik dan montok) nu geoalana (yang
 goyangan nya ) maut "  gumam nya pelan.
Sore hari dengan membawa camilan dan air sebotol, ia menelusuri hutan lebat untuk menuju tempat pertunjukan tari Ronggeng .
Pepohonan  tinggi  yang rimbun menutupi hutan sehingga matahari tidak bisa menembus kedalam hutan,  meski  hari masih sore suasana hutan  agak gelap, udara nya lembab  dan dingin terasa hening mencekam .
" Hihhh..Leuweung ieu angker pisan ( hutan ini angker banget) , aing sieun ( saya takut), mana hawana tiis ( dingin) , brrrrrr " gumam nya pelan sambil mempercepat langkah kaki nya.
Tidak beberapa lama ia tiba di tempat pertunjukan tarian Ronggeng , penonton dari anak- anak, tua dan muda  sudah tumpah ruah berdiri berkerumun di depan panggung , di sana juga di ramaikan oleh pedagang yang menjajakan berbagai macam  makanan .
" Jang, kadieu...eta penarina 
( jang, kesini itu penari nya) naik panggung si Sekar nu geulis jeung bayuhyuh ( yang cantik dan montok )  " kata mang Nanang yang sudah berumur kegirangan.
" Ckkkk..geulis pisan aing hoyong di jadikan kabogohana 
( cantik banget saya mau di jadikan pacar nya) heheehee !!" kata Ujang begang ( kurus) sambil tertawa terkekeh.
" Dasar begang , pede pisan (dasar kurus,  percaya diri banget) , maneh kan goreng jeung malarat ( kamu kan jelek dan miskin) mana mau si Sekar jeung maneh ( sama kamu), artina si Sekar  ketiban sial , huahaaa !!!"celetuk mang Nanang mengejek.
" Masih mending muka aing goreng jeung malarat  ( muka saya jelek dan miskin) tapi masih muda daripada mamang tos kolot ( paman sudah tua ) masih cunihin ( genit)  teu ( ga) tau diri , dasar kehed sia maneh si kolot ( sialan kamu si tua )!!" ujar nya dengan wajah cemberut.
Sebelum menaiki panggung Sekar  yang malam itu mengenakan kebaya merah ketat sehingga bentuk tubuh nya yang montok terlihat dengan jelas memadukan nya dengan  kain batik bercorak merah serta selendang merah di ikat di pinggang nya , kepala nya di hiasi kembang topeng berbudaya Tionghoa ,membaca mantra khusus agar penonton pria terpesona dan  tergila- gila pada nya.
Musik pengiring tari Ronggeng  seperti rebab , gong, kendang, dan kecrek mulai berbunyi dengan meriah mengajak penonton untuk ngibing 
( menari)  bersama penari Ronggeng.
" Blegg...timbleg...timbleg !!!"
" Nong..nong..ning..nong..
kecrekkecrekkkk..bletak...pung bletak.!!"menciptakan irama dinamis untuk mengundang penonton ngibing (menari) bersama penari Ronggeng  yang cantik dan seksi.
Sekar  mulai menari dengan dinamis menggeol - geolkan
( menggoyang- goyangkan)  pinggul dan bokong nya yang bulat dan besar membuat penonton pria menahan nafas dan menelan ludah.
" Aduh suku aing ( kaki saya) sampai  gemetaran " bisik salah satu penonton pria paruh baya  sambil menelan ludah.
" Anjir, tos kolot masih  cunihin
 (anjing, sudah tua masih genit) teu ( ga) tau diri, pret!! " gumam penonton wanita dengan sebal.
Sekar mengajak penonton pria untuk menari bersama nya dengan di iringi  irama yang riang dan energik , lirikan tajam mata nya dan senyum nya yang menawan  membuat penonton pria tergila- gila pada nya.
Penonton tua , muda berebutan menaiki panggung untuk ngibing ( menari ) bersama penari Ronggeng.
Mereka berebutan menyawer nya dengan jumlah uang  yang besar  agar mendapat perhatian dari Sekar yang cantik dan seksi.
Arifin yang sudah gatal kaki nya menaiki panggung , ia menari dengan dinamis mengimbangi tarian penari Ronggeng mengikuti irama musik .
Penonton bersorak sorai dengan heboh. "Nah ..ini baru seru.. asikkkk....tarikkkkkkkkkkk
..mang sampai pagi  !!!" ujar para penonton ikut menggoyang- goyang kan tubuh mereka mengikuti irama musik yang dinamis.
Tengah musik memainkan irama nya dengan dinamis ,  Sekar merasa tubuh nya  membeku,  selendangnya berkibar padahal tak ada angin, tatapannya menjadi tajam, Ia menarik napas panjang , hembusan nafas nya terasa  dingin , Arifin merasakan hawa dingin tersebut.
 "Hihhh..kok hembusan nafas nya dingin  jeung ( dan) tatapan nya serem, nyiuenken aing wae (menakutkan aku saja) "gumam nya dalam hati ketakutan.
Para penonton saling pandang merasakan ada yang tidak beres.
Sekar merasa pusing kepala nya dan pandangan nya berubah  menjadi  gelap , ia  tidak sadar sudah  kesurupan , tarian nya semakin  agresif 
( lincah ) dan tidak beraturan, tatapan mata nya tajam menatap Arifin,  suara nya berubah menjadi berat dan serak  "ayoooooo..mang tarik terus , buahahahaaaaaaaa!!".
kata nya tertawa terbahak- bahak , tawa nya terdengar menyeramkan .
Arifin terkejut dan ketakutan melihat perubahan wajah nya , ia  berlari untuk turun panggung tetapi kerah baju nya di tarik dengan kasar oleh Sekar yang kesurupan dan membanting tubuh Arifin yang kurus  tanpa ampun ke lantai panggung.
" Gubrakkkkkkkkkkkkkkkkk..!!!" .
" Aduhhhhhh !!!, belegug maneh
 ( bodoh kamu ) awak aing nyeri pisan ( badan saya sakit sekali) !"teriak nya meringis kesakitan. 
Arifin berusaha bangkit tetapi di tendang pantat nya yang tepos oleh Sekar yang mengamuk sampai nyungsep di pojokan panggung.
Penonton berteriak teriak dengan heboh " astagaaaaaa... penarina kesurupan, awassss ketakol jeung manehna(kepukul
sama dia) euyyyyy....cepattt turun dari  panggung kang 
( kak) !! " teriak penonton memperingati Arifin yang meringis kesakitan akibat tendangan Sekar.
" Jurig kehed sia (setan sialan)
aing bukan nya ketakol lagi  (saya bukan  kepukul lagi ) tapi tos ( sudah) ketendang bujur aing ( saya) sampai berasa panas hayang modol ( mau BAB) !!! " gumam nya kesakitan.
Tangan Sekar mencakar- cakar udara, bergulingan seperti cacing kepanasan, matanya menjadi putih menyeramkan. 
Para penonton wanita  dan anak- anak menangis ketakutan  berlarian kalang kabut menyelamatkan diri . "Kaburrr euy , nanti ketakol mareneh ( kepukul kita ) bisa nyaho ( mati) !!!" teriak salah satu penonton perempuan berbadan subur  ketakutan.
Dengan sekuat tenaga Arifin bangkit dan turun dari panggung berlari pontang panting.
" Dasar jurig gelo (setan gila) awak aing nyeri pisan (badan saya sakit banget) !!" maki nya menahan sakit.
Melihat Arifin kabur dari panggung,  penari Ronggeng semakin marah ia memburu pemain musik yang berlarian kocar kacir ketakutan turun dari panggung .
" Buahahahahhaaaaaa......rek kamana maraneh, belegug sia 
 ( mau kemana kalian, bodoh)!!" teriak nya sambil menendangi peralatan musik.
" Walahhhhh..goblog sia maneh
( tolol  kamu) !!, bisa hancur semua peralatan musik aing
(saya)!! " ujar Pemimpin tarian mang Ohir dari bawah panggung dengan segera ia menaiki panggung untuk mengobati Sekar yang kesurupan.
Sebelum menaiki panggung , mang Ohir menyiapkan  sesajen untuk mengusir  roh jahat dari tubuh Sekar agar  tidak mengganggu.
Mang Ohir mendekati nya dan membisiki doa-doa, mencoba mengusir setan yang masuk ke tubuh nya .
Namun roh yang merasuki tubuh nya  bukan sembarang roh, ia sulit untuk di keluarkan . Ia  menampar mulut mang Ohir yang sedang komat kamit membaca doa pengusir setan sampai terasa panas"Plakkkkk
kkk.......!!!" .
" Wadidowwww....goblog sia sungut aing di takol ( goblog mulut saya di pukul ) !! " maki nya meringis kesakitan.
Kemudian ia menari kembali dengan  agresif ( liar) ,beberapa kali tubuh mang Ohir terkena tendangan nya sampai nyungsep di pojokan panggung.
" Dasar jurig geloooo ( setan gila) , nyeri pisan badan aing 
( sakit banget badan saya) ,  hayang aing takol maneh ( mau saya pukul kamu) !!" maki nya dengan marah.
" Buahahaaaaaaaa..rek naon maneh ( mau apa kamu) ??!!, indit sia ( pergi kamu ) manusia kolot (  manusia tua )!!! " bentak nya sambil berkacak pinggang, mata nya menatap dengan tajam.
" Maneh nu indit  jurig ( kamu yang pergi setan ), belegug sia maneh ( bodoh kamu) !! " teriak mang Ohir melangkah maju, ia menggenggam kendi kecil berisi air yang sudah dibacakan mantera dan memercikkan air ke wajah Sekar . 
Seketika angin berhenti, selendang nya terkulai, Sekar jatuh  tersungkur di panggung.
Tidak beberapa lama ia tersadar dengan tubuh lemas dan seperti orang kebingungan kemudian di gotong turun dari panggung.
Sejak kejadian malam itu Arifin yang beberapa kali  terkena tendangan penari Ronggeng yang kesurupan kapok ngibing 
( menari) bersama penari Ronggeng.
Dan dengan seiring waktu tarian Ronggeng  yang awal nya  dianggap sakral sekarang  tarian Ronggeng sudah  berkembang menjadi tarian  hiburan.




 . 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tetangga ku Melakukan Pesugihan Tuyul

Tukang Pijat Buta Di Panggil Memijat Anak Genderuwo

Hantu Perempuan Pemangsa Alat Kelamin Laki- laki