Persahabatan Antara Seorang Waria dengan PSK Berubah Menjadi Cinta


Gambar Hanya Ilustrasi Di Ambil Dari Google.

Di pinggiran Kota kecil terdapat sebuah tempat lokalisasi  para Waria dan PSK menjajakan seks .
Setiap malam minggu  tempat tersebut sangat ramai di kunjungi tamu- tamu hidung hidung belang  yang ingin mencari kepuasan biologis.
Bau asap rokok bercampur dengan  aroma parfum murahan membuat perut  Dariah alias Darno terasa mual.
Dariah  yang bertubuh tinggi besar,  malam itu belum mendapat tamu ,  ia jongkok di dekat parit sambil menepoki nyamuk yang geragas ( rakus) menggigiti paha nya yang sekel berotot , bila siang hari ia bekerja sebagai kuli panggul beras di toko beras milik koh A Cong .
" Dasar nyamuk semprul .....
( konyol) sampai panas pahaku di cokoti  tak gebug  kowe ben modhar ( di gigiti aku pukul biar mati) !! " umpat nya dengan kesal.
" Mulut ku asem tenan ( banget)
  aku ngudut disik ( aku ngerokok dulu) "  kata nya sambil mengeluarkan sebungkus  rokok  dari dalam tas nya yang di beli di pasar loak . 
Tengah menikmati rokok nya sambil melamun, ia di kejutkan dengan kehadiran  seorang pria paruh baya yang menyapa nya. 
"Malam mbake kok melamun ae neng kene ( melamun saja di sini)...!!" .
" Semprulll ( konyol) , jantung ku hampir pedot ( putus) !!! ada apa ya mbah kung ( kakek)??" tanya Dariah keheranan melihat laki- laki tua berkeliaran di tempat lokalisasi.
" Ealah mbake , ojo panggil aku mbah kung toh,  panggil ae  mas Bejo, heheeeee  !!" ujar nya sambil tertawa terkekeh  memperlihatkan beberapa gigi nya yang  sudah ompong.
" Hihhh..gilani tenan iki mbah - mbah wis tuo misih tukmis wae ( hih..jijikin banget,  kakek- kakek sudah tua masih genit) !!" gumam Dariah dalam hati nya dengan dongkol.
" Mbake , dodolan  kan
( dagangan kan)  ??, yen harga  sewa short time , piro yo ( kalo harga sewa pendek , berapa ya)  ?? tanya nya.
" Iki  mbah- mbah serius  arep nyewa aku ( ini kakek- kakek serius mau sewa aku) , yen aku jepit awake  karo sikil ku pasti  pedot nafase  lan modar (kalo aku jepit tubuh nya pakai kaki ku pasti putus nafas nya dan mati)  " gumam nya dalam hati.
" Mbahkung ( kakek)  eh mas Bejo ciyus ( serius) mau menyewa aku ?? emang mas  misih ( masih)  kuat tenaga nya??" tanya Dariah keheranan.
" Ojo ( jangan ) kawatir,  meski aku wis tuo nanging  aku misih kuat kok aku duwe bojo telu lho neng omah ( meski aku sudah tua tapi aku masih kuat kok,  aku punya istri tiga lho di rumah)  hehee !!, wis  ra keakeh
an ngoceh ( sudah ga usah kebanyakan ngomong)  yen kowe setuju hargane ( kalo kamu setuju harga nya)  awakhe dhewe langsung wae melebu neng kono ( kita langsung masuk kesana) !!" ujar nya sambil menunjuk semak- semak yang gelap gulita .
Setelah sepakat harga mereka masuk  kesemak- semak yang gelap gulita.
Setelah setengah jam main , mereka keluar dan bapak tua membayar jasa Dariah  .
" Matur nuwun mbake......
( terimakasih kak) aku puas karo( sama)  pelayanan mu, lain kali aku tekan meneh neng kene ( aku datang lagi kesini) hehehe
" kata nya .
" Asem tenan wis tuo nanging tenaga nya kuat koyo kuda liar 
( sial banget sudah tua tapi tenaga nya kuat kaya kuda liar)  ..yen sesok dheweke sewa aku meneh ( kalo besok dia sewa aku lagi) , aku jaluk uang luwih 
( aku minta uang lebih) , aku sampai kewalahan melayani nya, jijay markijay bingit  ( jijik  banget),  huhhhhhh, mana cangkeme mambu ( mulut nya bau) susu basi !!! " ia bersungut- sungut.
Tengah bersungut- sungut tiba- tiba Dariah melihat para Waria dan PSK berlarian kocar kacir sambil berteriak- teriak
meninggalkan tempat lokali
sasi.
" Ono opo sih kok rame  tenan
 ( ada apa ribut banget)"gumam
 nya keheranan.
Dari kejauhan ia melihat beberapa petugas  Satpol PP sedang melakukan penertiban, ada beberapa PSK dan waria yang di ringkus ( di tangkap).
" Aoww...!!! lepasin eike ( gw) .., jengon sentuh eike ( jangan sentuh gw)  , dasar petugas jelong dan gilingan ( petugas jelek dan gila)  , eike jijay markijay  sama jij ( gw geli sama kamu) !!!" teriak beberapa waria yang di ringkus dengan suara heboh .
" Asem tenan ( sial banget)  !!! sopo sing gelem karo kowe
( siapa yang mau sama)  perem
puan jadi- jadian.... cepat kalian naik ke mobil atau tak gebuk kowe ( saya pukul kamu) !!" bentak para Petugas dengan kesal.
" Jang ( jangan)  bawa saya pak petugas , beta ( saya) baru sekali ini mangkal di sini, sumpah beta seng (saya ga)  bohong !!  " ujar Tience kribo  seorang PSK yang sudah karatan mangkal di sana sambil meronta- ronta mencoba membohongi Petugas penertiban  . 
" Bohong pak , dia sudah karatan mangkal di sini !! " celetuk teman nya  yang bernama Solena dan Tience menatap serta  mengancam teman nya " awas ose  (kamu ) tunggu pembalasan ku  !!!". 
Tetapi teman nya cuma tertawa dan berkata " emang enak ose 
( kamu ) ikut di kandangin, Jang mara ee ( jangan marah ) !! ledek teman nya dengan puas karena Tience kribo ikut di ringkus, selama ini mereka bermusuhan karena berebutan tamu.
" Ojo keakehan cocot (jangan kebanyakan ngomong ) kalian cepat naik ke mobil atau tak tendang  sampai ngejengking 
( saya tendang sampai nungging) !!!" bentak Petugas dengan suara nya yang kasar.
" Santai aja, ose ( kamu)  pak, katong  seng ( kita bukan) kambing apalagi bekicot racun 
( keong racun) , ja main tendang dong !! " protes Bonita hitam keling sambil cemberut.
" Gimin, Sukro , Tejo , Bakwan dan petugas lain nya ..cepat kalian  kejar para Waria dan PSK itu sampai dapat  , malam ini kita harus meringkus mereka !!!" perintah ketua Tim  penertib
an. 
" Siap pak, laksanakan !!!" ujar mereka dengan semangat.
Dengan berteriak- teriak ketakutan para Waria dan PSk berlari kocar kacir mencari tempat persembunyian.
" Cepat lari kesandroooo 
( kesana),  Cong .....!!!" teriak beberapa Waria sambil mengangkat rok nya tinggi- tinggi sehingga terlihat kancut mereka. 
Mereka berlari sampai kepetot - petot ( keseleo) kaki nya karena memakai sepatu hak tinggi "aduh kekong eike sekong bingit  ( kaki gw sakit banget) " ujar salah satu waria sambil meringis kesakitan.
" Woyyy berhenti .....!!! mauuuu lari kemana kalian !!! " teriak para petugas mengejar mereka.
" Semprul iku bencong  ( konyol itu banci)  lari nya cepat sekali koyo  kete ( kaya monyet) , nafas ku koyo hampir pedot 
(kaya hampir  putus)   !!" ujar Sukro yang nafas nya sudah tersengal- sengal  karena tubuh nya kegemukan.
Dariah yang masih tertegun hanya terdiam di tempat dan tiba- tiba lengan nya di tarik oleh seorang wanita yang bertubuh mungil.  
 "Ayooo Cong lari ,kenape elu bengong aje kaya ayam nelen karet , elu mau  di kandangin !!! " kata nya dengan logat betawi nya yang kental.
Mereka berlari dengan cepat  "betina ( perempuan) kita mau lari kemindang ( kemana)  !?!"
tanya Dariah dengan nafas terengah- engah.
" Kesane aje Cong, di sane banyak semak- semak buat ngumpet !!" ujar PSK tersebut.
Mereka di kejar oleh dua petugas yang bertubuh tinggi  besar dan berwajah  sangar.
" Hehhhh..!!! kalian berhenti
..ikut kami ke kantor ,ealah asem ( sial) ,malah nekad lari, arep ( mau) kabur yo( ya), tak gebug kalian ben kuapokkk
( saya pukul biar kapok)  !!!" teriak dua petugas dengan marah.
" Jengong lambreta( jangan lambat)  lari nya , petugas itu badan nya gedong- gedong 
( besar- besar) kalo ketangkep eike ( gw)  bisa bonyok ( hancur ) di gebugin ( di pukulin) " ujar Dariah ketakutan.
Mereka semakin cepat berlari dan PSK melihat ada lubang  sampah di depan mereka .
"Cong kita masuk ke lobang sampah  itu aje !!" kata nya dengan panik .
" Eike tinta ( gw  ga ) mau, di sana bau sampah  pertiwi  eike (perut  gw) eneg !!! " protes nya.
" Terserah elu aje Cong, gw mau masuk kesono ( kesana) dari pada gw di kandangin bisa kapiran ( repot) urusan nye !!! " kata PSK itu dan ia nekad melompat kedalam lubang sampah yang bau busuk  . 
Karena ketakutan Dariah ikut melompat kedalam lubang sampah .
" Amsyong bingit ( sial banget) nasib eike ( gw) malam ini di udak- udak( di kejar-kejar)  petugas, baru dapat satu tamu   !!" umpat nya .
Dua petugas mencari- cari mereka tetapi tidak dapat menemukan.
" Kemana lari nya itu loro kete 
( dua monyet) , cepat  banget mereka menghilang pasti ngumpet di sekitar sini, ayo kita cari sampai ketemu " kata salah satu petugas yang berwajah sangar.
Dariah dan PSK yang bersembu
nyi di dalam lubang sampah berdebar- debar jantung nya takut ketahuan tempat persembunyian nya oleh Petugas.
Mereka menutup hidung karena bau sampah nya sangat busuk.
" Betina , eike udah tinta tahan
( perempuan gw udah ga tahan) sama bau sampah yang busuk, eike mau mumun ( gw mau muntah)  nih, ayo kita keluar aja " bisik nya .
" Sttt, jangan rempong ( repot) , elu jangan  keluar Cong, sebentar lagi juga mereka pergi dari sini  kalo kite ketangkap  di kandangin dalam waktu yang lama,  bisa kapiran ( repot) keluarga gw,  bisa ga makan " bisik PSK itu  ketakutan.
"Cong , nama gw bukan betina tapi Soleha  panggil aje Leha  " protes nya karena di panggil dengan nama Betina .
" Oia nama eike ( gw) Dariah Saparila " bisik nya dengan gemulai .
" Busyet nama elu Saparila ?? kaya nama minuman soda yang di jual di warung mbok Jum, heheeheeee" bisik Leha menahan tawa.
"Kro..ayo kita pergi aja dari sini mungkin mereka sudah kabur dengan  nyebur ke  kali itu " kata salah satu petugas dan mereka meninggalkan tempat itu.
" Sttt..Cong eh Dariah ,sekarang situasi sudah aman ayo kite keluar dati sini"  bisik Leha sambil merayap keluar dari lubang sampah.
Seiring waktu, mereka sering berbagi cerita hidup masing
-masing, tanpa di sadari benih- benih cinta mulai tumbuh diantara mereka dan persahabatan mereka berubah menjadi jalinan cinta.
Dariah merasa heran bagai
mana ia bisa tertarik dengan wanita dan merasa nyaman serta cocok bila berdekatan dengan Leha yang memiliki sifat kocak ( lucu) .
Ia bercerita dengan sahabat nya sesama waria bernama Adibah yang keheran melihat Dariah bisa  jatuh cinta dengan Leha" mungkin jij ( elo ) cuma kagum dengan cerita hidup nya si Leha , Cong , itu nama nya bukan cinta " kata nya.
" Eike ( gw) bener- bener jatuh cinta sama si Leha , Bah, eike
( gw) merasa ga bisa hidup tanpa deuse ( dia) , ga ketemu sehari aja eike( gw) kangen , menurut jij( elo) gimana kalo eike ( gw) kembali ke kodrat eike ( gw)  sebagai laki- laki  tulen " kata nya.
Adibah terkejut mendengar rencana nya ." Jij ( elo) serius Cong, ga mudah merubah kebiasaan yang jij ( elo)  sudah lakukan bertahun- tahun, sebelum jij ( elo) mengambil keputusan besar , sebaik nya jij
( elo)  pikir- pikir  dulu " kata Adibah memberi  saran.
Semakin lama Dariah merasa tersiksa  dengan identitas nya sebagai waria yang bukan hakikat jati diri nya ,  Ia mulai merindukan kenangan masa kecilnya dan merasa lebih nyaman dengan dirinya sebagai Darno , nama yang di berikan oleh orang tua nya .
Sebenar nya awal ia terjun menjadi waria karena kepepet ekonomi, hidup di kota besar tidak cukup hanya mengandal
kan penghasilan nya sebagai kuli panggul beras dan  dengan bujuk rayu  teman nya, ia terjun ke lokalisasi sebagai waria penjaja seks.
Setelah banyak pertimbangan dan pemikiran  serta tekad yang kuat, ia memutuskan untuk kembali ke kodratnya sebagai seorang pria sejati.  
Ia membuang semua atribut waria yang selama ini di kenakan dan mengikuti perkumpulan pengajian serta  meminta pencerahan dari pak ustadz untuk menemukan kembali identitasnya. 
Dengan tekad yang kuat akhir nya ia bisa kembali ke kodrat nya sebagai laki- laki sejati dan  memberanika diri  melamar Leha untuk di  jadikan istri nya.


















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tetangga ku Melakukan Pesugihan Tuyul

Tukang Pijat Buta Di Panggil Memijat Anak Genderuwo

Hantu Perempuan Pemangsa Alat Kelamin Laki- laki