Hantu Remaja Pemain Bola Rindu Bertanding Di Lapangan Terbengkalai.
Di sebuah Kota kecil terdapat lapangan yang sudah lama terbengkalai, dulu lapangan itu ramai di kunjungi para remaja yang bertanding bola antar Kampung .
Setiap hari Minggu anak-anak bermain bola dan para pedagang tumpah ruah mengais rezeki, suara tawa dan candaan terdengar di sana.
Berpuluh - puluh tahun yang lalu pernah terjadi peristiwa tragis , seorang kiper remaja berbakat dari salah satu Tim terbaik di Kampung itu , tewas seketika saat jantung nya berhenti berdetak ketika sedang bertanding bola antar Kampung.
Remaja tampan dan berbakat itu bernama Jaja, saking cinta nya dengan bola , hidup nya di dedikasi bermain bola untuk Tim nya, beberapa puluh kali menjuarai pertandingan antar Kampung.
Kini lapangan itu gelap dan sunyi sepi , menurut saksi mata remaja pemain sepak bola tidak pernah tenang arwah nya karena belum menyelesaikan pertandingan yang sedang berlangsung ,tiap malam arwah nya berdiri bersender di tiang gawang menatap rumah- rumah warga yang jauh dari lapangan terbengkalai .
Suatu hari bang Boncel , pelatih Tim Kampung Makmur nekad menggelar acara pertandingan antar Kampung di lapangan terbengkalai.
" Bang lapangan itu udah lama terbengkalai jadi angker..hihhh serem !! " protes salah satu remaja didikan nya.
" Iye bang menurut cerite warga , sering muncul penampakan pemain bola yang tewas di sono ( di sana)" kata remaja lain nya.
" Cari lapangan yang lain aje bang " protes remaja lain nya.
" Elu semue jangan percaye ame cerita karangan yang di buat oleh warga kampung " kata bang Boncel yang adat nya keras.
" Terserah elu semua !!! ape elu mau main di kandang lawan ?? Tim kampung Badas udah terkenal anak- anak nya beringas dan curang , mending main di kandang sendiri banyak suporter yang datang yang bakal nyemangati elu semue " celoteh nya .
" Ya..udah terserah abang aje, kite nurut aje " kata anak didik nya dengan pasrah.
Kondisi lapangan yang terbengkalai sangat memprihatinkan, lapangan yang dulunya terawat menjadi padang rumput liar karena tidak pernah di bersihkan, tanah lapangan berlubang - lubang sehingga tergenang air saat hujan.
Bang Boncel bersama Warga setempat bergotong royong membabati rumput liar dan menambal lapangan yang bolong- bolong.
Ba'da Isya pertandingan akan di langsung kan , warga Kampung Makmur dan Kampung Badas dari anak kecil sampai orang dewasa serta para pedagang tumpah ruah di sana.
Peluit panjang berbunyi tanda pertandingan akan di mulai.
" Anak- anak , hati- hati sama nomor punggung 5, 6 dan 9 ye , ada yang suka nyengkat kaki, ahli sundul ame tukang jorogin lawan " pesan bang Boncel ke anak didik nya.
" Sat..elu kudu jeli ame gesit jaga gawang jangan sampe kebobolan, kite harus menang melawan Tim Badas yang terkenal curang " pesan nya kepada Satria selaku kiper.
Sorak sorai penonton dan suporter dari dua Kampung tidak henti-hentinya meneriakan nama Tim nya.
" Semangat Tim kampung Makmur, hajar habis Tim kampung Badas sampe keok kaya ayam nelen karet !!!" teriak para suporter nya.
" Jangan mau kalah Tim kampung Badas, libas abis Tim kampung Makmur sampe rontok, oyeee..oyeeee..oyeee !!" teriak suporter nya yang kebanyakan emak- emak yang mulut nya dua sambil berjoged.
Pertandingan berjalan dengan sengit dengan skor masih 1-1 di menit 78 , tekanan mental makin menekan sang kiper " busyet !!, tangguh juga Tim kampung Badas , gw kudu ati- ati jangan sampai gawang gw kebobolan, bisa kapiran
( repot) " gumam nya dalam hati.
Di depan gawang, Satria sebagai kiper matanya mengikuti pergerakan lawan.
Namun kali ini Tim kampung Makmur apes dan kecolongan , Bopak yang bertubuh besar menendang bola dengan kencang kearah gawang Tim kampung Makmur membuat Satria selaku kiper kewalahan sampai jatuh nyungsep menangkap bola kosong dan gawang nya kebobolan.
Suporter kampung Badas kegirangan "mantappp..modhar ( mati) luh Tim kampung Makmur!!" teriak supporter nya berlompatan kegirangan.
Skor berubah 1-2 , ketika pertandingan memasuki babak akhir, suasana menjadi aneh. Angin terasa sangat dingin malam itu membawa aroma rumput basah .
Satria merasakan hawa dingin merayap dari leher ke punggung dan seketika mata nya kunang- kunang serta gelap .
Ia menggoyangkan kepalanya untuk mengusir rasa pusing , sesaat tubuh nya terasa berat , ia sadar sesuatu tidak wajar terjadi tetapi tidak dapat menolak nya.
Tiba- tiba bola lawan meluncur deras mengarah ke gawang nya , tubuh nya terasa ringan ia
melompat dengan tinggi dan menyundul bola dengan kencang keluar gawang.
Satria merasa heran dengan lompatan nya yang luar biasa tinggi nya , ia merasa bukan ia yang menggerakan tubuh nya.
Pertandingan berlangsung semakin seru dan sengit , Tim Kampung Makmur dapat mencetak goal ,skor menjadi 2-2.
Pelatih Tim kampung Badas kebakaran jenggot melihat keunggulan Tim lawan nya dan berpesan kepada anak didik nya " anak- anak gw ga mau tau gimane care nye Tim kite harus menang, elu main curang aje , elu pepet nomor punggung 1 ame 4 pecetak goal , elu sengkat kaki nye sampai sengkleh biar mereka minggir dari lapangan " bisik nya dengan wajah sinis.
Pertandingan semakin sengit , Tim kampung Badas mulai bermain curang , mereka menjegal kaki dan mendorong tubuh pemain Tim Kampung Makmur sampai jatuh nyungsep tetapi mereka tetap semangat untuk menang.
Bola lawan datang kembali ke gawang Tim kampung Makmur , meluncur ke sudut kanan atas gawang , Satria mengayun tangan nya menepis bola itu keluar dari lapangan dengan kencang yang tak pernah ia latih sebelum nya .
Teman- teman dan pelatih nya keheranan melihat gaya permainan nya yang belum pernah di lihat " busyettt..!!!!!
die berlatih di mane , lompatan nye tinggi dan gebokan nye kenceng banget..ckcckkk !!" gumam pelatih nya .
Bola yang meluncur deras dan kencang mengenai kepala salah satu pemain Tim kampung Badas yang langsung jatuh semaput dan gelosor di lapangan .
Suporter Tim Badas berteriak tidak percaya permainan nya malam ini jelek sekali .
Peluit tanda pertandingan berakhir berbunyi panjang , akhir nya pertandingan di menangkan oleh Tim kampung Makmur dengan skor 3-2, para suporter nya kegirangan menari di pinggir lapangan sedang suporter Tim kampung Badas kecewa dan mengata- ngatai Tim kampung Badas " huhhhh!! payah luh permainan nye jelek malam ini gw nyesel nonton, mukkeee gileeeee, begooo
luhhh ..!!!" teriak suporter nya dengan marah sambil melempar kan botol berisi air mineral ketengah lapangan.
Pemain Tim kampung Badas berlarian kocar kacir ( cerai berai) menghindari lemparan botol air mineral dari suporter nya yang mengamuk.
Setelah pertandingan selesai Satria jatuh lemas tersungkur di lapangan, di ujung penglihatan
nya, ia melihat sosok bayangan samar remaja tampan berdiri bersender di pinggiran gawang mata nya kosong dan sedih menatap nya dengan bangga, senyum mengembang di bibir nya sambil mengacungkan jempol nya tanda bangga kearah Satria yang diam termangu dan tidak berkedip menatap nya.
Pelatih dan teman- teman nya datang memeluk nya dengan rasa bangga , pelatih nya bertanya ia berlatih di mana karena gerakan yang di pakai selama bertanding bukan hasil didikan nya tetapi Satria hanya terdiam dan menyimpan rapat- rapat cerita itu di dalam hati nya.
Ketika ia menoleh kesamping gawang, sosok remaja tersebut sudah raib dalam kegelapan malam hanya hembusan angin dingin terasa di punggung nya.
Ia bergumam pelan sambil mengusap air mata nya " terima
kasih bang Jaja sudah membantu Tim gw sehingga menang dalam pertandingan ini, semoga arwah elu tenang di alam sana ".
Sejak pertandingan malam itu , arwah nya tidak pernah lagi menampakan diri di lapangan terbengkalai , arwah nya sudah tenang karena ia sudah menyelesaikan pertandingan nya yang tertunda di masa lalu melalui Tim kampung Makmur.
Komentar
Posting Komentar