Mencuri Makanan Sesembahan Di Altar Makam China Angker


Di sebuah desa kecil jauh dari keramaian Kota terdapat makam Cina angker,  banyak warga menghindar melewati jalan itu, bila malam hari terdengar suara langkah kaki atau bisikan di area kuburan angker .
Hari itu  perayaan Cheng Beng , makam yang biasa nya sunyi sepi ramai di kunjungi para keluarga mendiang  untuk melakukan ritual sembahyang kubur untuk menghormati leluhur nya.
Salah satu pengunjung bernama engkoh Bao seorang pengusaha kaya raya yang membawa istri  dan dua orang anak nya mengunjungi makam kedua orang tua nya , mereka membakar kertas sembahyang , membersihkan area makam dan membawa  makanan kesukaan mendiang sepeti buah jeruk, apel, daging babi panggang, bebek rebus, kue mangkuk merah  sebagai lambang penghormatan
dan doa agar mendiang ke dua orang tua nya  hidup sejahtera di alam sana.
Di balik  pohon kamboja yang besar  dua remaja nakal mengintip berencana mencuri makanan sesembahan , mereka menelan ludah melihat makanan sesembahan yang mewah dan lezat .
" Crit..makanan nye enak- enak tuh  ada daging babi panggang pasti enak gw udah bosen makan ikan asin saban hari sampe gudigan ( korengan) kaki gw " bisik nya sambil menelan ludah.
" Gw ngincer bebek rebus nye ame apel, enyak gw ga mampu beli apel mampunye beli kesemek demek, hehehe " bisik Ucrit kepada Cepi sambil tertawa terkekeh . 
Hari mulai gelap Koh Bao mengajak keluarga nya  meninggalkan tempat itu dan sesembahan di tinggalkan di altar makam " ayo cepat kita tinggalkan makam ini, sebentar lagi gelap, konon bila malam hari area ini angker " kata nya.
Mereka cepat bergegas meninggal kan makam angker  itu.
" Crit ..ayo kita curi makanan sesembahan nya pasti enak" bisik Cepi .
Dengan nekad mereka mencuri makanan sesembahan dan di bawa pulang kerumah nya untuk di nikmati .
Suatu malam hujan gerimis Cepi mengajak Ucrit teman nya untuk kembali ke makam China angker.
Ia bilang ke temannya, “Crit , hari ini masih  perayaan Cheng Beng , pasti ada  makanan sesembahan yang lezat yang di tinggalkan di altar makam, ayo kita kesana  lagi untuk mencuri makanan sesembahan " .
" Ogah ah , ini  malam  jumat Cep, seta-setan makam China yang mati penasaran   pada gentayangan, menurut cerita warga disono angker  bila malam hari, hihhhh !!"  kata nya.
"'Ah itu cuma cerita mitos , Crit
" kata Cepi dengan nekad.
Setelah hujan reda mereka  berangkat, bulan sabit mengintip  dari  balik awan hitam , hawa nya dingin menggigit tulang .
Makam - makam yang berbentuk rumah kecil dengan ukuran besar di hiasi  ukiran tradisional yang rumit beraura mistis suasanana nya , banyak kuburan Cina tua yang kondisi nya tidak terurus tertutup oleh semak belukar, dan menjadi reruntuhan menciptakan suasana yang  menyeramkan.
" Crit , liat di makam yang nisan nye besar ada makanan sesembahan tuh " bisik nya.
Mereka mendekati makanan sesembahan  berupa ayam goreng, kue beras mangkok merah , buah- buahan jeruk  yang besar.
" Kita makan di sini aje makanan sesembahan nye sambil menunggu hujan reda " ajak Cepi sambil membaca nama mendiang  yang di tulis di batu nisan dengan tinta emas , ia berkata " Crtit, name mendiang engkong ( kakek) Haoran, kite permisi dulu ame mendiang " kata Cepi.
" Engkong ( kek), kite makan  makanan sesembahan nye ye, maklum kite  ga pernah makan enak " bisik Cepi ke makam tua.
Di batu nisan terpampang foto engkong  Haoran, wajah tua nya di penuhi  garis- garis keriput di makan usia ,  tatapan mata nya  tenang namun tajam,  rambut panjang  nya yang sudah memutih  disisir rapi ke belakang ,  ia memakai pakaian tradisional China .
Tengah menikmati makanan sesembaham tercium aroma dupa " Cep, elu nyium ga bau dupa , hihhh gw jadi merinding , jangan- jangan arwah setan China yang mati penasaran mulai bergentayangan , ini kan malam jumat " bisik nya sambil melihat sekeliling makam yang sunyi dan gelap gulita.
" Bego luh Crit, itu  bau bekas   sisa pembakaran dupa di acara Cheng Beng  " kata Cepi sambil menikmati makanan sesembah
an.
Tiba- tiba angin berhembus dengan kencang , dan dalam keheningan dan kegelapan  terdengar bisikan bernada marah . 
 “Kamu mengambil milik ku !!'.
Ucrit menoleh ke Cepi yang masih menikmati makanan lezat .
" Cep..elu dengar ga?ada suara bisikan yang nada nye marah  ??" tanya nya dengan jantung berdebar- debar.
" Gw ga denger apa- apa mungkin cuma suara angin " kata nya cuek. 
Ucrit  yang merasa tegang menelan ludah .
Tiba- tiba dari balik  semak- semak terdengar suara eraman , mereka tersentak dengan panik berteriak  "siapa… siapa di sono ( di sana) !!!!”
Tidak ada jawaban, yang ada seperti suara helaan nafas pelan.
Tanah di sekitar nisan seperti bergetar pelan, dengan ketakutan mereka bangkit dari duduk nya dan terdengar kembali "kamu… mengambil…milik ku !!!! ".
Dari balik kabut muncul seorang laki- laki tua berpakaian tradisional China, wajah nya di penuhi keriput ,  tatapan mata nya  tajam,  rambut nya putih  panjang disisir  ke belakang  dan wajahnya pucat seperti kapur. 
Ia berjalan melayang di atas tanah  mendekati mereka yang tubuh nya sudah gemetaran dan peluh membasahi seluruh tubuh nya.
Sosok kakek tua yang marah  mengangkat tangan nya yang kurus dan pucat, terlihat kuku nya runcing seperti cakar burung menunjuk makanan sesembahan  di belakang mereka.
" Ampun engkong Haoran , kite minta maaf makanan nye kite habisin !!  " kata Cepi dengan suara terbata- bata.
Sosok itu tersenyum dingin dan berkata dengan marah " itu miliku !!" 
Mereka berbalik dan berlari kocar kacir  sambil  berteriak- teriak  meminta tolong meninggal kan tempat itu.  "Tuolongggg..tuoloooooongg
nggggggggg ada  setan , cepat lari nye Cep gw takut di cakar batang leher gw bisa somplak !!".
Ketika mereka menoleh kebelakang engkong ( kakek) Haoran sudah menghilang hanya terdengar hembusan angin malam di antara dedaunan.
Sejak kejadian malam itu dua remaja nakal tidak pernah berani kembali ke makam China angker utuk mencuri makanan sesembahan yang di peruntukan untuk menghormati para leluhur yang telah tiada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tetangga ku Melakukan Pesugihan Tuyul

Tukang Pijat Buta Di Panggil Memijat Anak Genderuwo

Hantu Perempuan Pemangsa Alat Kelamin Laki- laki