Pocong Jadi-Jadian Di Kejar Pocong Asli Di Pemakaman Tua.
Di sebuah Desa yang di kelilingi hutan jati terdapat pemakaman tua angker yang sunyi sepi , nisan nya sudah kusam dan berlumut, di sela- sela makam yang tidak terurus di tumbuhi rumput liar yang tinggi dan lebat .
Konon bila malam hari berkeliaran sosok pocong yang suka menakut- nakuti manusia sehingga tidak ada warga yang berani melewati area pemakaman tersebut.
Suatu malam hujan rintik- rintik Wagiman yang hoby menonton pertunjukan wayang orang di Desa tetangga terpaksa harus memangkas jalan melewati makam tua angker karena hujan gerimis agar cepat sampai rumah nya yang terletak di belakang makam .
" Asem tenan ( sial banget) !! iki udah awet tenan koyo jenang tengik ( ini huja awet banget kaya dodol tengik ) " ia bersungut- sungut sambil berlari - lari kecil melewati jalan sempit yang di tumbuhi rumput liar yang tinggi dan semak belukar.
Suasana pemakaman malam itu terasa sunyi sepi , gelap gulita,suara angin bergemerisik di antara dedaunan menambah mencekam suasana nya.
Di salah satu batu nisan yang sudah miring hinggap seekor burung hantu kubur yang berbulu terang " tuwuuuu
..tuwuuuuuuuuuuuuuuu..!!".
Ia melirik burung hantu yang bertengger di sana "hih..medeni tenan( nakuti banget) , kata mbah kung ku nek ono manuk
( kalo ad burung ) hantu kubur tanda nya ono demit neng kene ( ada hantu di sini) ........hihh
hhhhh " bisik nya sambil mengusap leher nya yang terasa merinding.
Sementara itu ia tidak tahu sedang di intai oleh Paijo seorang pengangguran yang sudah bosan hidup miskin yang menyamar menjadi pocong untuk menakut- nakuti warga dan merampok mereka yang melewati makam tersebut.
Ia melilitkan sprei putih kumal di tubuh nya yang kerempeng agar menyerupai pocong, wajah nya di beri bedak putih basah, mata nya di lumuri arang hitam.
Dari balik nisan yang sudah miring dan amblas Paijo menunggu orang yang akan di rampok.
Wagiman yang penakut mulai merasa was was ketika melewati nisan yang sudah miring dan amblas " numpang- numpang anak bagong mau lewat, ojo ( jangan) ganggu aku " gumam nya pelan.
tiba- tiba mata nya menangkap bayangan putih diantara deretan nisan yang miring.
" Iku bayangan opo yo ( itu bayangan apa) , weteng ku dadi mules arep ngising ( perutku jadi mulas mau BAB) ?? tanya nya dengan suara bergetar ketakutan.
Dalam kegelapan, diantara deretan nisan sosok putih tersebut bergerak kearah nya dari balik kain putih nya yang kumal , terdengar suara cekikikan kecil "kikikikikikik
kkkkkkkkkkkkkkikkiiiiiiiiiiki
kkkkkkk !! ".
Tubuh nya terasa kaku membeku , jantung nya terasa berhenti "modhar ( mati) aku, iku ( itu) poc...pocongggg kuburan tua !!" gumam nya dengan suara bergetar.
Dengan tubuh gemetaran , ia berbalik dan berlari sekencang mungkin sampai nafas nya tesengal - sengal , ketika ia menoleh sosok pocong mengejar nya sambil tertawa cekikikan "kikikikikikkkkkkkkkk
kkiiiiiiikkkkkkkkkkkkkkkk !!!".
Karena jalan nya gelap gulita, tidak rata , licin berlumpur dan kecil Wagiman jatuh nyungsep mencium lumpur "gubragggg !!!"
Ketika hendak bangkit tangan nya di telikung kebelakang oleh pocong itu "aduhhhh, loro
( sakit) tangan ku !!!" teriak nya kesakitan.
" iki dudu pocong ( ini bukan pocong) ,iki ( ini) pasti pocong jadi- jadian, srmprull ( konyol) !! " gumam nya terkejut .
"Lepaskan aku..kowe ( kamu) pocong jadi- jadian, kowe arep opo ( kamu mau apa) ??!! asem kowe ( sial kamu) !!!" teriak nya dengan marah .
" Serahkan dompet mu nek kowe ( kalo kamu) melawan tak pateni ,( ssya matiin) , semprul ( konyol) !!" bisik pocong jadi- jadian di telinga nya , nafas nya beraroma kerak gosong membuat perut nya menjadi mual.
Dengan tangan gemetaran , ia menyerahkan dompet nya yang tongpes kemudian pergi berlari terbirit- birit meninggalkan pocong jadi- jadian yang tertawa cengengesan melihat Wagiman berlari terbirit- birit ketakutan.
Ia membuka dompet Wagiman yang dekil , berbau apek dan tongpes .
"Semprulllll tenan ( konyol banget) !!! dasar wong kere duite mung rong ewu ( dasar orang miskin duit nya cuma dua ribu) , dasar uapesssssssss
( sial) !!" umpat nya sambil membanting dompet kumal milik Wagiman.
" Modhar kowe ( mati kamu) pocong jadi- jadian , ambil tuh duit ku yang cuma dua ribu perak" gumam Wagiman sambil tersenyum kecut .
Paijo yang pemalas sudah ketagihan merampok orang yang melewati makam angker , malam itu beraksi kembali.
Tetapi sampai tengah malam tidak ada orang yang melawati makam itu.
" Uapes tenan bengi iki ( sial smat malam ini) ra uwong sing lewat sini ( ga ada orang yang melewati sini) " gumam nya sambil menepoki nyamuk yang mengeroyok dan menggigiti tubuh kerempeng nya .
" Iso entek ( bisa habis) darah ku di sedot segerombolan nyamuk sialan iki ( ini) !!" umpat nya.
Tengah menepoki tubuh nya yang di keroyoki nyamuk ia mendengar suara kain terseret di tanah" srek..srek...srekkkkk
kkkkkkkkkkksrekkkkkk..!!".
" Nah , akhir nya ada orang lewat , koyone mbok- mbok
( kaya nya ibu- ibu ) dari suara kain nya yang di seret, aku kudu ( harus) siap- siap beraksi" gumam nya kegirangan .
Tiba- tiba suhu udara turun menjadi dingin menggigit tulang" lhadalah kok udarane tiba - tiba dadi anyep ( jadi dingin) " gumam nya pelan sambil merapatkan sprei kumal dan dekil di tubuh nya .
Di bawah cahaya bulan yang redup, mata nya menangkap sosok bayangan putih di antara nisan-nisan tua yang miring dan berlumut.
Sosok itu terbungkus kain kafan putih yang kusam , diikat di bagian kepala, pinggang, dan kaki, dengan wajah tersembunyi di balik kain terlihat menyeram
kan dengan muka hitam gosong , mata nya merah menyala menatap nya dengan tajam.
Ia tersentak dengan suara kelu bergumam "welehhhh..iku pocong asline metu ( itu pocong asli nya muncul ) ...hihhhh..medeni ( menakut
kan) , koyone dheweke nesu karo aku( kaya nya dia marah sama aku) ..aku kudu melayu
( aku harus pergi) " .
Ia berlari tunggang langgang sekuat tenaga sambil mengangkat sprei yang melilit tubuh nya agar tidak keserimpet meninggalkan tempat itu , ketika ia menoleh sosok pocong mengejar nya , ia melayang dengan cepat di antara nisan- nisan tua miring dan berlumut .
"Pergi kamu dari sini , manusia biadab !!!" kata nya dengan suara serak dan lirih penuh kemarahan.
Ia terus berlari sampai nafas nya terasa sesak tetapi sosok pocong itu terus mengejar nya "asem tenan iku ( sial bsnget itu) pocong ketoke ( kelihatan) dendam tenan karo aku
( banget sama aku) , ia terus mengejar aku !!! " gumam nya ketakutan sampai terkencing- kencing di celana nya.
Akhir nya ia sampai di pintu gerbang pemakaman dan terus berlari ketika menoleh lagi, sosok pocong telah raib dari pandangan nya hanya terdengar suara desiran angin dan suara serangga malam.
Sejak itu ia kapok merampok di pemakaman tua dan percaya pemakaman tua itu memang angker , ia juga menyadari
perbuatan jahat akan mendatangkan karma buruk.
Komentar
Posting Komentar